Chapter-20

Dua hari telah berlalu sejak kejadian aksi pembunuhan yang terjadi dirumah sakit.

Selama dua hari itu juga Armeel tidak di izinkan untuk bekerja oleh keluarganya, terutama Arzeel, pria itu melarangnya bahkan hanya untuk keluar rumah,tidak hanya itu Bunda dan Mommy nya memilih tinggal dikediamannya hanya untuk menjaganya.

Padahal ia sudah sehat sehat saja, selain itu Armeel sudah berterimakasih pada Kenan dan juga meminta maaf karena dirinya pria itu terluka.

Dua hari ini,Gea dan Keyla juga sering mengunjunginya.

"Mommy, Bunda kalian pulang aja, nggak papa kok, Meel udah baik baik aja!"ucapnya menatap kedua wanita paru paya yang masih terlihat cantik itu.

"No sayang,Mom sama Bunda kamu akan tetap disini untuk beberapa hari, kami nggak mau terjadi hal hal seperti kemarin lagi!"sahut Mommy Sindi.

"Benar kata Mommy kamu, jadi nggak perlu khawatir, Bunda dan Mommy ada disini!"sambung Bunda Diana, Armeel hanya bisa pasrah.

Saat sedang berngobrol tiba tiba Gea dan Keyla datang,"Assalamu'alaikum para para wanita cantik!!!!"teriak kedua gadis beda umur itu.

"Wa'alaikumsalam, Gea, Keyla ayo masuk!"ujar Armeel menjemput mereka masuk.

Kedua gadis itu mencium punggung tangan kedua wanita tua itu dengan takzim.

Akhirnya kelima wanita itu mengobrol dan dilanjutkan dengan acara memasak.

...••••...

Disebuah tempat yang terletak jauh dari perkotaan, terdapat sebuah bangunan besar nan mewah yang di kelilingi hutan hanya ada sebuah jalur yang menjadi jalan keluar masuk yang dijaga ketat oleh beberapa pria bertubuh besar dengan senjata laras panjang.

Bangunan itu terdiri dari tiga lantai,dan satu ruang bawah tanah.

Tak! Tak! Tak!

Suara ketukan sepatu yang menyentuh lantai terdengar begitu nyaring di koridor tersebut.

Beberapa pria bertubuh besar menggunakan baju serba hitam dengan topeng berbentuk tengkorak setengah muka berdiri disetiap sudut ruangan tersebut.

Mereka yang melihat kedatangan sang tuan segera berbungkuk hormat,"SELAMAT DATANG KEMBALI MASTER!" ucap mereka serempak.

Pria yang menggunakan celana jeans hitam dengan t-shirt hitam polos dan dipadu atasan jas berwarna senada, rambutnya sedikit acak carakan, dengan tatapan matanya yang tajam menatap keseluruh anak buahnya yang sedang membungkuk itu.

Tiga tahun ia sudah tidak menginjakkan kakinya lagi di tempat ini, ia melambaikan tangannya menyuruh mereka untuk segera tegak.

"Master, orang nya ada didalam!"ucap seorang pria berusia sekitar 27 tahun dengan rambut gondrong yang diikat kebelakang dan percingan di kedua telinganya dengan bandul salip, juga ada sebuah tato kecil berbentuk Naga hitam dileher kanannya yang menjadi tanda anggota Organisasi tersebut,BLACK DRAGON, dia adalah Jordan Maxim, si tangan kanan yang selama ini menggantikan dirinya mengurus organisasi dunia bawah ini.

Pria yang di panggil master itu menghala nafas, lalu berkata dengan suara dingin tetap memasang wajah datarnya,"Buka!"

Jordan memberi kode pada bawahannya untuk segera membuka pintu ruangan tersebut.

Dan terlihatlah pemandangan yang begitu mengerikan dan bau anyir kala ruangan itu terbuka dimana banyaknya percikan darah yang sudah mengering dan juga ada darah segar, suara jeritan dan rintihan terdengar begitu nyaring namun tak membuat pria itu terganggu sedikitpun.

Tatapan nya jatuh pada orang orang yang mencari mati ditangannya, keadaan mereka tidak ada yang baik baik saja, semuanya telihat mengenaskan namun tidak dibiarkan sampai mati.

Pria itu berjalan perlahan diikuti Jordan dan pria berkaca mata lainnya.

Lalu berhenti disebuah sel yang jauh lebih lebar dari pada yang lain,sel itu berada dipaling ujung dan terletak ditengah tengah.

Deritan nyaring terdengar kala sel itu dibuka. dalam keadaan remang remang pria itu dapat melihat seorang pria yang kedua tangannya terikat dengan rantai yang terhubung kedinding kiri dan kanan.

Jadi posisi pria itu berdiri dengan tangan terentang dengan keduanya terikat rantai, wajahnya berlumuran darah dan lebam lebam di sekucur tubuhnya, sangat berantakan dan siapa saja yang melihatnya mereka akan merasakan mual.

"Jadi, siapa yang menyuruhmu?"tanya pria itu sambil duduk di kursi yang telah disediakan Anak buahnya,kaki kanannya disilang dan menatap pria itu.

Pria yang hanya tinggal celana panjang itu menatap sinis kearah pria didepannya lalu meludah,"Ja-jangan ha-harap!"ucapnya.

Bhuuk!!

Suara teriakan terdengar darinya saat seseorang keluar dari sudut yang gelap itu dan memukul punggungnya dengan tongkat besi.

"Tuan apa perlu saya-" ucapan pria berkaca mata itu terhenti saat sang Tuan mengangkat tangannya lalu berdiri dari kursinya.

Dengan perlahan ia mendekat kearah pria itu,"Jadi kamu memilih mati dari pada mengatakan siapa boss mu?"ucapnya mengintimidasi.

Kedua mata pria itu melotot ketika melihat dari dekat wajah pria didepannya,"Te-ternyata kha-khamu uhuk uhuk, pe-pemim-pin uhuk me-mere-ka?" ucapnya dengan tubuh bergetar hebat.

Pria itu menyeringai,"Ya..tapi sayang sekali karena sebentar lagi kamu tidak akan bisa melihat matahari lagi!"ucapnya, lalu ia mengarahkan tangannya pada Jordan, paham maksud dari sang Master, Jordan segera mengeluarkan sebuah belati yang terukir gambar tengkorak hitam lalu diberikan padanya.

Pria itu yang dirantai itu semakin bergetar,"Ja-ja-ngan bu-bu-nuh sa-saya!"ucapnya tiba tiba.

Pria itu terkikik geli,"Jangan bunuh,yah baiklah aku tidak akan membunuhmu,tapi-"ia menghentikan ucapannya lalu..

Chreesss! Chressss! Chreeessss!!!

Tiga sayatan ia berikan ditubuh dan lengan pria itu.

Aaaahhhkkkk!!!

Dirinya tersenyum kala mendengar suara teriakan dari pria itu, lalu kembali berubah datar"Apa tangan ini yang sudah berani mencelakai orangku?"ucapnya.

Dia mengganti belati itu dengan sebuah tang, lalu kembali mendekat kearah pria itu, melihat itu tentu saja si pria semakin bergetar seakan tahu apa yang akan terjadi sebentar lagi pada dirinya

Pria itu memberontak "Ja-jangan sa-saya mo- Aaaaahhhkkkk!" pria itu kembali berteriak saat satu kuku jarinya ditarik begitu saja.

Ia mengelap percikan darah yang mengenai wajahnya,"Jadi siapa boss mu?"kembali bertanya sambil kembali meletakkan tang tersebut dikuku pria itu.

Tak mendengar jawaban apapun membuat dirinya hilang kesabaran, dengan brutal ia mencabut satu satu kuku pria itu.

Suara teriakan diiringi rintihan itu menggema keseluruh ruangan, bahkan mereka yang mendengar saja gemetaran.

Pria itu hampir pingsan namun tidak di biarkan mati begitu saja, dengan keras ia menampar pria itu agar tetap sadar.

Plaaakk!!

"Siapa yang menyuruhmu tidur?" ucapnya lalu mendengus,"Ternyata kau cukup setia ya haahhh sayang sekali, kau lebih memilih menderita ternyata!"

Ia berbalik dan keluar dari sana namun sebelum itu ia mengambil belati tadi lalu dilemparnya dan...

Jleb!!!

Mendarat dengan sempurna tepat dimata kiri pria itu,seketika pria itu pingsan.

"Obati dia!"ucapnya berlalu pergi, pria yang mengikutinya dari belakang segera mengeluarkan sapu tangan dan diberikan pada sang Tuan.

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

...B E R S A M B U N G...

Terpopuler

Comments

Anggraini Comellest

Anggraini Comellest

pasti arzeel...

2024-10-28

0

fiznada. Ly ✌ 🐢•🍑

fiznada. Ly ✌ 🐢•🍑

waw ngeri🙁, tpi bagusss 😅

2023-09-19

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter-01
2 Chapter-02
3 Chapter-03
4 Chapter-04
5 Chapter-05
6 Chapter-06
7 Chapter-07
8 Chapter-08
9 Chapter-09
10 Chapter-10
11 Chapter-11
12 Chapter-12
13 Chapter-13
14 Chapter-14
15 Chapter-15
16 Chapter-16
17 Chapter-17
18 Chapter-18
19 Chapter-19
20 Chapter-20
21 Chapter-21
22 Chapter-22
23 Chapter-23
24 Chapter-24
25 Chapter-25
26 Chapter-26
27 Chapter-27
28 Chapter-28
29 Chapter-29
30 Chapter-30
31 Chapter-31
32 Chapter-32
33 Chapter-33
34 Chapter-34
35 Chapter-35
36 Chapter-36
37 Chapter-37
38 Chapter-38
39 Chapter-39
40 Chapter-40
41 Chapter-41
42 Chapter-42
43 Chapter-43
44 Chapter-44
45 Chapter-45
46 Chapter-46
47 Chapter-47
48 Chapter-48
49 Chapter-49
50 Chapter-50
51 Pengumuman
52 Chapter-52(s2)
53 Chapter-53 (s2)
54 Chapter-54 (s2)
55 Chapter-55 (s2)
56 Chapter-56 (s2)
57 CAST
58 Chapter-58 (s2)
59 Chapter-59 (s2)
60 Chapter-60 (s2)
61 Chapter-61 (s2)
62 Chapter-62 (s2)
63 Chapter-63 (s2)
64 Chapter-64 (s2)
65 Chapter-65 (s2)
66 Chapter-66 (s2)
67 Chapter-67 (s2)
68 Chapter-68 (s2)
69 Chapter-69 (s2)
70 Chapter-70 (s2)
71 Chapter-71 (s2)
72 Chapter-72 (s2)
73 Chapter-73 (s2)
74 Chapter-74 (s2)
75 Chapter-75 (s2)
76 Chapter-76 (s2)
77 Chapter- 77 (s2) END
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Chapter-01
2
Chapter-02
3
Chapter-03
4
Chapter-04
5
Chapter-05
6
Chapter-06
7
Chapter-07
8
Chapter-08
9
Chapter-09
10
Chapter-10
11
Chapter-11
12
Chapter-12
13
Chapter-13
14
Chapter-14
15
Chapter-15
16
Chapter-16
17
Chapter-17
18
Chapter-18
19
Chapter-19
20
Chapter-20
21
Chapter-21
22
Chapter-22
23
Chapter-23
24
Chapter-24
25
Chapter-25
26
Chapter-26
27
Chapter-27
28
Chapter-28
29
Chapter-29
30
Chapter-30
31
Chapter-31
32
Chapter-32
33
Chapter-33
34
Chapter-34
35
Chapter-35
36
Chapter-36
37
Chapter-37
38
Chapter-38
39
Chapter-39
40
Chapter-40
41
Chapter-41
42
Chapter-42
43
Chapter-43
44
Chapter-44
45
Chapter-45
46
Chapter-46
47
Chapter-47
48
Chapter-48
49
Chapter-49
50
Chapter-50
51
Pengumuman
52
Chapter-52(s2)
53
Chapter-53 (s2)
54
Chapter-54 (s2)
55
Chapter-55 (s2)
56
Chapter-56 (s2)
57
CAST
58
Chapter-58 (s2)
59
Chapter-59 (s2)
60
Chapter-60 (s2)
61
Chapter-61 (s2)
62
Chapter-62 (s2)
63
Chapter-63 (s2)
64
Chapter-64 (s2)
65
Chapter-65 (s2)
66
Chapter-66 (s2)
67
Chapter-67 (s2)
68
Chapter-68 (s2)
69
Chapter-69 (s2)
70
Chapter-70 (s2)
71
Chapter-71 (s2)
72
Chapter-72 (s2)
73
Chapter-73 (s2)
74
Chapter-74 (s2)
75
Chapter-75 (s2)
76
Chapter-76 (s2)
77
Chapter- 77 (s2) END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!