Chapter-16

"Bagaimana kerja sama dengan perusahaan Sunjaya?"tanya Arzeel, pria itu terlihat sedang menelpon, ia berada dibalkon kamarnya yang ada di Rumah Daddynya.

Gion yang ada diseberang sana pun menjawab'Lancar tuan!', pria itu sedang makan malam di Caffe yang tidak terlalu jauh dari apartemennya berada.

"Baiklah, besok saya datang terlambat!"ujar Arzeel kemudian memutuskan sambungan telponnya setelah mendapat jawaban dari Gion.

Gion pria berusia 28 tahun itu menghela nafas lelah, tiba tiba ia kembali mengingat tentang gadis tempo lalu yang ia temui di Mall tanpa sengaja, siapa sangka ternyata gadis itu putri Bungsu Tuan Sunjaya.

Mengingat gadis itu Gion menghembuskan nafasnya, melihat makananya yang hanya tinggal sedikit Gion beranjak dari duduknya dan menuju kasir untuk membayar.

pria itu mengeluarkan kartu Atm nya lalu diserahkan pada kasir.

"Silahkan masukkan sandinya Tuan!"ucap si kasir.

Merasa familiar dengan suara itu lantas Gion mendongak,"Nona Gea?" gadis pun ikut mendongak,"Pak Gion?"serunya juga.

"Ngapain kamu disini?"tanya Gion menatap gadis itu bingung, tentu saja karena yang dia tahu gadis ini Nona muda Sunjaya lalu kenapa tiba tiba jadi tukang kasir?

Melihat kebingungan Gion, Gea terkekeh,"Ini Caffe saya,tadi karyawan saya lagi kedepan makanya saya gantiin dia!"jawab gadis itu menjawab kebingungan Gion.

Pria itu mangut mangut mengerti,"Anda sendiri kesini?"tanya Gea kala tidak melihat siapapun bersama pria itu.

"Seperti yang kamu lihat!"jawab Gion.

Gea mengangguk, lalu ia menyerahkan kartu milik pria itu dengan selembar struk.

"Makasih atas kunjungannya!"ucap nya ramah, Gion mengiyakan lalu keluar dari Caffe tersebut.

Sudut bibir Gion terangkat, ternyata gadis itu cukup mandiri

...•••••...

Setelah sholat insya Armeel menaiki Ranjang dan berbaring disana,

tak berapa lama Arzeel yang tadi ada dibalkon pun masuk kedalam tak lupa ditutupnya kaca balkon itu.

Armeel melihat kemana suaminya itu pergi, pria itu masuk kedalam ruang ganti tak lama keluar lagi dengan sebuah selimut dan bantal ditangannya, pria itu berjalan dan mendekat kearah sofa, Armeel hanya bisa pasrah dengan suaminya itu.

Entah kapan pria itu akan menerima dirinya sepenuhnya.

Hening!

Tidak ada yang bersuara, Armeel mengintip suaminya dari balik selimut, ternyata pria itu sedang sibuk dengan laptopnya.

Gadis itu cemberut, bibirnya turun kebawah, ia jadi iri dengan benda itu yang selalu disentuh dan ditatap suaminya.

"Apa nggak bosan natap benda mati itu terus?"gerutunya pelan menatap pria yang seolah keberadaan dirinya tidak ada, dengan kesal Armeel menarik selimut itu hingga ke ubun ubunnya.

Arzeel yang ada disofa yang tak terlalu jauh dari ranjang tak sengaja mendengar gerutuan sang istri pun tanpa sadar sudut bibirnya terangkat sangat tipis.

Tok! Tok! Tok!

Suara pintu kamar diketuk dari luar membangunkan Armeel dan Arzeel bersamaan,"Siapa?"tanya Arzeel seraya mengucek matanya.

Ternyata sudah pagi.

"Ini Mommy sayang, boleh Mom masukkan!"seru suara itu dari luar.

Armeel dan Arzeel saling lirik,"Kamu mengunci pintunya?"tanyanya pelan, Armeel menggelang pelan.

Dengan cepat Arzeel melompat dari sofa dan menaiki ranjang tiba tiba dan masuk kedalam selimut ketika melihat knop pintu diputar dari luar dan....

Ceklek!

Pintu itu terbuka dan terlihatlah sang Mommy yang menatap keduanya dengan senyum lebar.

"Ups, Mommy ganggu kalian ya?"tanyanya kala melihat pasangan baru itu sedang berpelukan diatas ranjang.

"Eehh en-enggak kok Mom,ki-kita udah bangunkan sayang, iyakan?"ucap Arzeel gelagapan sambil melotot kearah gadis yang tengah mematung dalam pelukannya itu.

"Ahh..iya Mom, heheh kita udah bangun kok!"jawabnya gugup, jujur saja saat ini jantung Armeel berdegup sangat kencang, untuk pertama kali setelah beberapa hari menikah pria itu menyentuhnya.

Dari bawah bisa Armeel lihat rahang tegas milik suaminya.

"Ohhh benarkah?"tanya sang Mommy, wanita itu memicingkan matanya kearah Sofa,"Lalu kenapa disana ada Bantal dan selimut?"tanyanya penuh selidik.

Gluk!

Armeel dan Arzeel menelan salivanya dengan kasar,pria itu semakin mengeratkan pelukannya pada Armeel.

"Ah itu Mom, semalam Mas Zeel mengerjakan pekerjaan kantor, karena kasihan Meel kasih selimut sama bantal biar nggak kedinginan hehehe!" ucap Armeel asal.

"Iya Mom, bener kata Meel!"sambung Arzeel.

Wanita itu tak langsung percaya,matanya terus memicing menatap keduanya berhasil membuat Armeel dan Arzeel berkeringat dingin.

"Baiklah, Mommy percaya!"ucap Wanita itu dengan senyuman.

"Tapi!"ucapnya lagi membuat tubuh Armeel dan Arzeel kembali menegang,"Kalau sampai Mommy tahu kalian tidur terpisah, kalian akan tinggal disini selamanya, ingat Mommy Daddy, Ayah dan Bunda kalian sudah tua kami juga pengen punya cucu,jadi jangan pernah berpikir untuk tidur terpisah!"lanjutnya dengan penuh penekanan.

"I-iya Mom!"jawab keduanya terbata bata.

Senyum wanita itu kembali terbit,"Baiklah segeralah bersiapa Mommy dan Daddy tunggu dibawah buat sarapan!"ucapnya lalu keluar dari kamar tersebut.

Setelah kepergian sang Mommy, barulah keduanya bisa bernafas lega.

Satu detik...

Dua detik...

Tiga detik...

"Aahh maaf tadi aku nggak sengaja!"ucap Arzeel gelagapan dan melepas pelukan pada gadis itu.

Armeel tak menjawab, melihat keterdiaman sang istri pria itu beringsut dan segara masuk kedalam kamar mandi.

Armeel memegang jantungnya yang berdetak sangat kencang,"Jantungku!"gumamnya.

Dikamar mandi Arzeel merutuki dirinya sendiri karena hal memalukan tadi.

"Astaga, kenapa aku harus memeluknya? Kan bisa tadi aku pura pura tidur saja?"ucapnya memijat pelipisnya.

"Ini gara gara Mommy!"ucapnya lagi.

Ia menatap tangannya yang memeluk gadis itu barusan,untuk pertama kali setelah menikah ia baru menyentuh tubuh istrinya itu meski karena terdesak.

Lalu tangannya beralih kedada dimana jantungnya berada, matanya terpejam menarik nafas dalam dalam lalu dibuangnya.

"Lupakan!"ucapnya, lalu segera membersihkan tubuhnya.

...•••••...

Setelah kejadian barusan keduanya mendadak menjadi canggung, bahkan Arzeel selalu menghidari bertatapan dengan istrinya.

Armeel pun ikut merasa canggung.

Sedangkan Mommy Sindi hanya senyum senyum melihat tingkah anak dan menantunya itu.

"Arzeel udah selesai, Zeel berangkat kantor dulu"tanpa menunggu jawaban pria itu segera beranjak dari sana menuju pintu depan.

Tentu saja melihat itu, Armeel ikut berdiri dan mengejar suaminya,"Mas!"panggilnya.

Arzeel berhenti dan menoleh sekilas,"Ada apa?"tanyanya tanpa menatap Armeel.

Armeel diam namun ia mendekat dan berdiri didepan pria itu, tanpa berkata ia meraih tanggannya dan diciumnya punggung tangan sang suami.

Arzeel tersentak kala bibir gadis itu mendarat di tangannya, ia melotot kearah gadis itu namun tetap membiarkan Armeel menyalim nya.

"Semangat kerja Suamiku!"ucap Armeel dengan senyum tulus.

Sejenak Arzeel terdiam, lalu berdehem,tak menjawab lalu keluar rumah dan masuk kedalam mobilnya yang sudah terparkir didepan sana.

Armeel terkekeh, ia tahu tadi suaminya itu salah tingkah,"Mas,Armeel janji akan buat mas mencintai Armeel!"gumamnya pelan sambil menatap kepergian mobil aang suami.

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

...B E R S A M B U N G...

Terpopuler

Comments

Nurminah

Nurminah

Pepet terus . lanjut

2023-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter-01
2 Chapter-02
3 Chapter-03
4 Chapter-04
5 Chapter-05
6 Chapter-06
7 Chapter-07
8 Chapter-08
9 Chapter-09
10 Chapter-10
11 Chapter-11
12 Chapter-12
13 Chapter-13
14 Chapter-14
15 Chapter-15
16 Chapter-16
17 Chapter-17
18 Chapter-18
19 Chapter-19
20 Chapter-20
21 Chapter-21
22 Chapter-22
23 Chapter-23
24 Chapter-24
25 Chapter-25
26 Chapter-26
27 Chapter-27
28 Chapter-28
29 Chapter-29
30 Chapter-30
31 Chapter-31
32 Chapter-32
33 Chapter-33
34 Chapter-34
35 Chapter-35
36 Chapter-36
37 Chapter-37
38 Chapter-38
39 Chapter-39
40 Chapter-40
41 Chapter-41
42 Chapter-42
43 Chapter-43
44 Chapter-44
45 Chapter-45
46 Chapter-46
47 Chapter-47
48 Chapter-48
49 Chapter-49
50 Chapter-50
51 Pengumuman
52 Chapter-52(s2)
53 Chapter-53 (s2)
54 Chapter-54 (s2)
55 Chapter-55 (s2)
56 Chapter-56 (s2)
57 CAST
58 Chapter-58 (s2)
59 Chapter-59 (s2)
60 Chapter-60 (s2)
61 Chapter-61 (s2)
62 Chapter-62 (s2)
63 Chapter-63 (s2)
64 Chapter-64 (s2)
65 Chapter-65 (s2)
66 Chapter-66 (s2)
67 Chapter-67 (s2)
68 Chapter-68 (s2)
69 Chapter-69 (s2)
70 Chapter-70 (s2)
71 Chapter-71 (s2)
72 Chapter-72 (s2)
73 Chapter-73 (s2)
74 Chapter-74 (s2)
75 Chapter-75 (s2)
76 Chapter-76 (s2)
77 Chapter- 77 (s2) END
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Chapter-01
2
Chapter-02
3
Chapter-03
4
Chapter-04
5
Chapter-05
6
Chapter-06
7
Chapter-07
8
Chapter-08
9
Chapter-09
10
Chapter-10
11
Chapter-11
12
Chapter-12
13
Chapter-13
14
Chapter-14
15
Chapter-15
16
Chapter-16
17
Chapter-17
18
Chapter-18
19
Chapter-19
20
Chapter-20
21
Chapter-21
22
Chapter-22
23
Chapter-23
24
Chapter-24
25
Chapter-25
26
Chapter-26
27
Chapter-27
28
Chapter-28
29
Chapter-29
30
Chapter-30
31
Chapter-31
32
Chapter-32
33
Chapter-33
34
Chapter-34
35
Chapter-35
36
Chapter-36
37
Chapter-37
38
Chapter-38
39
Chapter-39
40
Chapter-40
41
Chapter-41
42
Chapter-42
43
Chapter-43
44
Chapter-44
45
Chapter-45
46
Chapter-46
47
Chapter-47
48
Chapter-48
49
Chapter-49
50
Chapter-50
51
Pengumuman
52
Chapter-52(s2)
53
Chapter-53 (s2)
54
Chapter-54 (s2)
55
Chapter-55 (s2)
56
Chapter-56 (s2)
57
CAST
58
Chapter-58 (s2)
59
Chapter-59 (s2)
60
Chapter-60 (s2)
61
Chapter-61 (s2)
62
Chapter-62 (s2)
63
Chapter-63 (s2)
64
Chapter-64 (s2)
65
Chapter-65 (s2)
66
Chapter-66 (s2)
67
Chapter-67 (s2)
68
Chapter-68 (s2)
69
Chapter-69 (s2)
70
Chapter-70 (s2)
71
Chapter-71 (s2)
72
Chapter-72 (s2)
73
Chapter-73 (s2)
74
Chapter-74 (s2)
75
Chapter-75 (s2)
76
Chapter-76 (s2)
77
Chapter- 77 (s2) END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!