Chapter-18

Happy Reading..

•••

"Key,kenapa disini?"tanya Kenan.

Tadi setelah mengecek beberapa pasien pria itu berencana untuk bertemu dengan Armeel, ia ingin menanyakan sesuatu pada gadis itu.

Tadi awalnya ia pikir Armeel ada dikantin dan dia kesana namun tidak ada gadis itu, ia juga bertanya pada beberapa suster dan mereka mengatkan jika Armeel ada diruangannya dan disinilah dia.

Namun ia malah melihat Keyla yang berdiri disamping pintu ruangan Armeel.

"Eh..Dokter Kenan?"gadis itu kaget dan melotot lucu menatap Kenan yang tiba tiba sudah disana.

"Kenapa tidak masuk,mau kedalam jugakan?tanya Kenan.

"I-iya Dok, tapi-"

"Kebetulan saya juga mau ketemu Armeel,ayo kita masuk bersama!" ajak Kenan.

"Ehh i-itu Dok anu!" ucap Keyla ragu ragu.

"Ayo masuk!" tangan pria itu hendak memegang gagang pintu.

"Dokter tunggu dulu didalam ada su-"

Ucapan Keyla terhenti saat pintu ruangan itu dibuka dari dalam,"Suami mbak Meel!"lanjutnya kemudian melipat bibirnya kedalam.

Armeel cukup terkejut dengan dua orang yang sedang bediri didepan ruangannya,"Keyla, Kak kenan,kenapa kalian disini?"tanyanya menatap mereka bergantian dengan raut kebingungan

"Ahh itu Mbak aku mau ngasih ini?"ucap Keyla seraya memperlihatkan kantong plastik.

Sedangkan Kenan tatapannya jatuh pada sosok pria jangkung yang berdiri dibelakang tubuh Armeel, menyadari tatapan Kenan Armeel menoleh kebelang.

"Ah aku belum bilang ya, ini suami Meel, namanya Mas Arzeel, dan Mas kenalin ini teman Meel namanya kak Kenan!"ucap Armeel.

Arzeel dan Kenan malah menatap kearahnya bersamaan.

'Kak?' batin Arzeel menaikkan alisnya.

Mendengar kata suami dari bibir Armeel entah kenapa hati Kenan berdenyut sakit, ia rasanya tidak rela jika kenyataan Armeel memang sudah menikah.

Kenan mengela nafas,"Kenan!"ucapnya menyodorkan tangannya kedepan.

Arzeel tak langsung menjabat tangan pria itu, ia malah menatap kedua netra milik Kenan, melihat suaminya malah diam Armeel menyikut pinggang Arzeel.

Barulah Arzeel menjabat tangan Kenan,"Arzeel, SUAMI Armeel!"ucapnya menekan kata suami.

Rahang Kenan mengeras tanpa sadar ia meremas tangan Arzeel, tak mau kalah Arzeel pun membalasnya, keduanya saling melempar tatapan tajam seolah ada aliran listrik dari kedua mata mereka.

Merasakan suasana yang tidak bagus, Armeel segera melerai keduanya,"Mas katanya mau balik ke kantorkan?"ucapnya memegang lengan suaminya lembut.

Arzeel menoleh lalu mengela nafas,lalu kembali menatap Kenan,"Iya, aku pergi dulu!"ucapnya lalu segera pergi dari sana Armeel mengikutinya.

Kenan menatap kerah mereka pergi, tangannya terkepal erat,"Dokter Kenan,anda baik baik saja?"tanya Keyla yang sedari tadi hanya diam dan menjadi penonton budiman.

Tanpa menjawab Kenana pergi dari sana,"Yaaah malah di tinggal!"

...•••••...

"Mas!" panggil Armeel ia sedikit kesusahan menyamakan langkah lebar suaminya itu.

Arzeel berhenti tepat disamping mobilnya dan menoleh,"Siapa pria tadi?"tanyanya.

"Eh..oh dia teman satu kampus dulu Mas, dan kak Kenan senior Meel"jawabnya dengan jujur.

Kening pria itu mengerut, mendengar kata kak lagi dari mulut gadis itu,Arzeel medengus berbalik lalu masuk kedalam mobil.

"Mas tunggu!"cegah Armeel cepat sebelum pintu mobil itu tertutup.

"Tangannya jangan kena air dulu ya!"ucapnya sambil menunjuk punggung tangan Arzeel yang diperban.

"Hmm!"jawabnya, lalu menutup pintu mobil dan segera pergi dari sana.

Melihat kepergian suaminya, Armeel menghela nafas, lalu kembali masuk kedalam rumah sakit.

Tak jauh dari tempatnya berdiri barusan ada seseorang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian, kedua tangannya meremat kuat setir mobil.

"Armeel, lihat saja setelah ini hidupmu tidak akan aman!"gumamnya dengan tatapan semakin menajam.

...••••...

Malam Hari

Setelah dari rumah sakit tadi, Arzeel tidak kembali kekantor ataupun kerumahnya, pria itu memilih pergi keapartemennya untuk menenagkan pikirannya.

Ia merasa aneh dengan perasaannya sendiri.

Seolah olah seperti bukan dirinya, akhir akhir ini ia sering memikirkan gadis itu, sesekali wajah gadis itu yang tersenyum tulus terlintas begitu saja diotaknya.

Seperti tadi saat ia tidur ia malah memimpikan istrinya itu.

Dan akhirnya ia memilih keluar menuju balkon dan menatap gemerlap malam dengan banyaknya gedung gedung dan kendaraan dibawah sana.

Pria itu mengusap wajahnya kasar,"Sadarkan dirimu Zeel, ingat dihatimu hanya ada Ayra, hanya Ayra!"ucapnya pada diri sendiri.

Namun lagi lagi malah wajah cantik Armeel yang terlintas.

"Aaahhkkk sialan!!!!"

Arzeel menghela nafasnya lalu kembali menatap kedepan dengan kedua tangan dimasukkan kedalam saku celana.

Drrrtt! Drrrttt! Drrttt!

Ponselnya bergetar,Arzeel mengeluarkan benda pipih itu dari saku celananya, ternyata pesan dari Gion.

Gion

Tuan dimana? Anda tidak pulang? Nona Armeel menanyakan anda, kalau anda membaca pesan ini tolong hubungi Nona!

Arzeel hanya membaca pesan itu, hubungi apanya, nomor nya saja tidak punya, pria itu kembali keposisinya.

Namum detik berikutnya ia berbalik masuk kedalam dan segera pergi dari sana.

Arzeel mengendari mobilnya dan tak lama memasuki pekarangan rumahnya tepat di jam 10 malam.

Pria itu segera masuk kedalam setelah memarkirkan mobilnya.

Ia menekan pin dipintu rumahnya.

Pintu itu terbuka, Arzeel segera masuk dan keadaan rumah gelap, hanya ada cahaya remang ramang, dengan perlahan ia menaiki anak tangga menuju kamarnya yanga da dilantai atas.

Ceklek!

Pintu terbuka dan hal pertama yang ia lihat adalah sang istri yang tertidur diatas sajadah dengan masih menggunakan mukenah.

Arzeel mendekat, dan dengan perlahan mengangkat tubuh itu dengan hati hati lalu dibaringkan diatas ranjang tanpa melepas mukenahnya.

Setelah membenarkan selimutnya pria itu segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.

Tentu saja saat mandi tangan yang terbalut perban ia jauhkan agar tidak terkena air.

Beberapa menit kemudian ia keluar dan segera menggunakan celana tidur dan jubah tidur yang memperlihatkan tubuh atletisnya dan seperti biasa ia akan tidur di sofa lagi.

...••••...

Sedangkan di tempat lain, tepatnya disebuah gedung yang letaknya cukup jauh dari perkotaan , seorang wanita tengah duduk disebuah kursi yang terbuat dari kayu jati, kakinya tersilang, sesekali menghembuskan asap dari mulutnya.

Didepannya terdapat sebuah foto dengan ukuran yang lumayan besar, yang dipenuhi dengan pisau kecil yang menancap di area wajahnya dan beberapa di bagian dadanya dengan warna merah mengalir dari setiap tusukannya.

Manda tersenyum miring menatap sosok dalam foto itu,"Permainan akan segera dimulai Armeel!"gumamnya pelan.

Lalu tatapannya jatuh pada seorang perempuan cantik dengan rambut yang berantakan, wanita itu mendekat kearah gadis yang terbaring lemah diatas ranjang tersebut.

"Sepertinya sebentar lagi kamu tidak akan sendirian lagi, karena kamu akan segera mendapatkan teman baru!" bisiknya dengan seringai mengerikan.

Lalu beranjak dari sana lalu keluar dari kamar itu.

"Jaga dia baik baik, dan jangan lupa berikan dia makan seperti biasanya!"ucapnya.

"Baik Nona!"jawab beberapa pria berpakain serba hitam itu.

...•...

...•...

...•...

...•...

...B E R S A M B U N G...

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys, see you...

Terpopuler

Comments

Nurminah

Nurminah

apakah ayra wanita yg disekap manda

2023-09-03

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter-01
2 Chapter-02
3 Chapter-03
4 Chapter-04
5 Chapter-05
6 Chapter-06
7 Chapter-07
8 Chapter-08
9 Chapter-09
10 Chapter-10
11 Chapter-11
12 Chapter-12
13 Chapter-13
14 Chapter-14
15 Chapter-15
16 Chapter-16
17 Chapter-17
18 Chapter-18
19 Chapter-19
20 Chapter-20
21 Chapter-21
22 Chapter-22
23 Chapter-23
24 Chapter-24
25 Chapter-25
26 Chapter-26
27 Chapter-27
28 Chapter-28
29 Chapter-29
30 Chapter-30
31 Chapter-31
32 Chapter-32
33 Chapter-33
34 Chapter-34
35 Chapter-35
36 Chapter-36
37 Chapter-37
38 Chapter-38
39 Chapter-39
40 Chapter-40
41 Chapter-41
42 Chapter-42
43 Chapter-43
44 Chapter-44
45 Chapter-45
46 Chapter-46
47 Chapter-47
48 Chapter-48
49 Chapter-49
50 Chapter-50
51 Pengumuman
52 Chapter-52(s2)
53 Chapter-53 (s2)
54 Chapter-54 (s2)
55 Chapter-55 (s2)
56 Chapter-56 (s2)
57 CAST
58 Chapter-58 (s2)
59 Chapter-59 (s2)
60 Chapter-60 (s2)
61 Chapter-61 (s2)
62 Chapter-62 (s2)
63 Chapter-63 (s2)
64 Chapter-64 (s2)
65 Chapter-65 (s2)
66 Chapter-66 (s2)
67 Chapter-67 (s2)
68 Chapter-68 (s2)
69 Chapter-69 (s2)
70 Chapter-70 (s2)
71 Chapter-71 (s2)
72 Chapter-72 (s2)
73 Chapter-73 (s2)
74 Chapter-74 (s2)
75 Chapter-75 (s2)
76 Chapter-76 (s2)
77 Chapter- 77 (s2) END
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Chapter-01
2
Chapter-02
3
Chapter-03
4
Chapter-04
5
Chapter-05
6
Chapter-06
7
Chapter-07
8
Chapter-08
9
Chapter-09
10
Chapter-10
11
Chapter-11
12
Chapter-12
13
Chapter-13
14
Chapter-14
15
Chapter-15
16
Chapter-16
17
Chapter-17
18
Chapter-18
19
Chapter-19
20
Chapter-20
21
Chapter-21
22
Chapter-22
23
Chapter-23
24
Chapter-24
25
Chapter-25
26
Chapter-26
27
Chapter-27
28
Chapter-28
29
Chapter-29
30
Chapter-30
31
Chapter-31
32
Chapter-32
33
Chapter-33
34
Chapter-34
35
Chapter-35
36
Chapter-36
37
Chapter-37
38
Chapter-38
39
Chapter-39
40
Chapter-40
41
Chapter-41
42
Chapter-42
43
Chapter-43
44
Chapter-44
45
Chapter-45
46
Chapter-46
47
Chapter-47
48
Chapter-48
49
Chapter-49
50
Chapter-50
51
Pengumuman
52
Chapter-52(s2)
53
Chapter-53 (s2)
54
Chapter-54 (s2)
55
Chapter-55 (s2)
56
Chapter-56 (s2)
57
CAST
58
Chapter-58 (s2)
59
Chapter-59 (s2)
60
Chapter-60 (s2)
61
Chapter-61 (s2)
62
Chapter-62 (s2)
63
Chapter-63 (s2)
64
Chapter-64 (s2)
65
Chapter-65 (s2)
66
Chapter-66 (s2)
67
Chapter-67 (s2)
68
Chapter-68 (s2)
69
Chapter-69 (s2)
70
Chapter-70 (s2)
71
Chapter-71 (s2)
72
Chapter-72 (s2)
73
Chapter-73 (s2)
74
Chapter-74 (s2)
75
Chapter-75 (s2)
76
Chapter-76 (s2)
77
Chapter- 77 (s2) END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!