Chapter-17

Happy Reading...

•••

Ruang operasi itu terbuka setelah beberapa menit yang lalu tertutup rapat.

Armeel bernafas lega setelah keluar dari ruangan tersebut, kali ini operasinya pun sukses, beberapa dokter yang ikut dalam proses operasi pun mengucapkan selamat padanya.

Setelah mensterilkan tangannya, Armeel memilih untuk keruangannya.

"Mbak, nggak kekantin?"tanya Keyla yang berjalan disampingnya.

Armeel menoleh,"Mau istirahat capek!"jawab Armeel.

"Kalau gitu biar aku beli aja, mbak mau makan apa?"tanya Keyla lagi.

"Emang nggak ngerepotin kamu?"tanya Armeel.

"Mbak ngomong apasih sama sekali nggak ngerepotin kok, ayo mau pesan apa?"

"Yaudah beliin roti sama susu kedelai aja!"jawab Armeel,Keyla mengangguk dan segera pergi menuju kantin.

Armeel segera masuk kedalam ruangannya, gadis itu segera menjatuhkan dirinya diatas sofa, matanya menatap langit langit ruangannya itu.

Tiba tiba kejadian tadi pagi kembali terbayang dibenaknya.

Flashback on

"Dokter!"

Armeel yang pagi itu baru saja tiba dirumah sakit dan hendak masuk kedalam ruangannya terhenti saat seseorng memanggilnya.

"Saya?"tanyanya menunjuk diri sendiri, perempuan yang juga menggunakan jubah putih dokter itu mengangguk.

"Bisa kita bicara sebentar?"tanya gadis yang dari namanya tertulis Kim Nana,Armeel mengangguk.

"Silahkan masuk, kita bicara didalam ruangan saya saja!"ujar Armeel membuka lebar pintu ruangannya,ia pun masuk dan diikuti Nana.

Armeel meletakkan cangkir teh didepan gadis itu,"Apa yang ingin anda bicarakan?"tanya Armeel langsung.

Gadis itu terlihat gugup,"Eemm Anda dengan Dokter Kenan saling kenal?"tanyanya menatap Armeel.

Alis Armeel berkedut, kenapa tiba tiba menanyakan Kenan?"Iya kami memang saling kenal, karena dulu kami satu Universitas!"jawabnya jujur.

Gadis itu memainkan jari jarinya,"Eum Dokter suka sama Dokter Kenan?" mendengar pertanyaan itu sontak membaut Armeel kaget.

"Kenapa anda bertanya seperti itu?"tanya Armeel,jujur saja ia merasa tak nyaman dengan pertanyaan gadis itu, jika dilihat dia seumuran dengan nya, kalau tidak salah, dia juga salah satu Dokter yang datang dari korea, tapi dia fasih berbahasa indonesia.

Nana gelagapan,"Eh..maaf kalau pertanyaan saya kurang nyaman, hanya saja eeemm ke-kemarin saya melihat kalian di Resto depan"

Armeel menatap gadis itu, resto depan? Kemarin? Aahh sepertinya gadis ini salah paham, disana mereka tidak hanya berdua tapi Keyla juga ada.

Dari sudut pandang Armeel, bisa di tebak jika Nana menyukai Kenan,"Anda menyukai Dokter Kenan?"tebaknya dan reaksi dari Nana sudah jelas jika gadis ini memang mengukai Kenan.

Nana mendongak,matanya melotot lucu,"Apa sejelas itu?"tanyanya dan Armeel mengangguk, seketika wajah Nana memerah.

"Iya saya memang menyukai Dokter Kenan sejak pertama kali kami bertemu di Rs korea!"jawab gadis itu malu malu,"Tapi Dokter Kenan tidak menyukai saya"lanjutnya sendu.

"Dari mana anda tahu jika Dokter Kenan tidak menyukai anda?"tanya Armeel, sebenarnya Armeel sedikit bingung, meski mereka sudah beberapa hari berada di rumah sakit ini tapi ini untuk pertama kali ia bertemu dengan Nana tapi gadis itu sudah mau bercerita banyak dengannya.

Nana menunduk,"Saya sudah pernah mengajaknya pacaran, tapi dia menolaknya katanya dia menyukai seseorang!"jawab Nana,kita nada bicaranya berbeda dari sebelumnya.

Armeel cukup kaget mendengarnya.

Jadi selama ini Kenan juga menyukai seseorang?

Siapa?

"Dan orang itu mungkin Dokter Armeel!"lanjut Nana berhasil membuat mata Armeel melotot, kenapa jadi dirinya?

"Itu tidak mungkin, meski dulu kami satu kampus tapi kami hanya sesekali berpaspasan dan mengobrol, lalu bagaimana hal seperti itu bisa dikatakan suka?"bantah Armeel, entah kenapa tiba tiba ia mulai merasa tidak nyaman dengan pembicaraan ini.

"Tapi kemarin saya bisa melihat bagaimana tatapan Dokter Kenan ke anda, itu adalah tatapan seseorang yang ditunjukkan pada orang yang disukainya!"ujar Nana, tiba tiba Armeel merasakan tatapan aneh dari Nana.

Flashback off

...•••••...

Pintu ruanga Armeel terbuka dari luar, seseorang masuk kedalam.

Arzeel mengerutkan alisnya ketika tidak melihat keberadaan si pemilik ruangan, kakinya memutar hendak keluar namun netranya langsung tertuju pada sofa yang dimana disana si pemilik ruangan tengah tertidur dengan posisi terduduk.

Arzeel mendekat dan berjongkok didepan gadis itu, dan amarah yang sempat menghampiri dirinya hilang seketika hanya dengan menatap wajah istrinya itu,

dan ia pun merasa aneh pada dirinya sendiri.

Beberapa menit yang lalu.

Arzeel menyenderkan tubuhnya kebelakang saat selesai menyelesaikan semua pekerjaannya.

Ia lelah dan letih ingin segera beristirahat.

Pria itu menghela nafas kasar, lalu beranjak dari duduknya dan menuju dibalik rak buku yang ada disudut ruangannya disana ada sebuah pintu dan dibukanya pintu itu yang ternyata sebuah kamar yang memang dikhususkan untuknya jika sewaktu waktu dirinya harus lembur.

Arzeel segera menghempaskan tubuhnya keatas ranjang tersebut.

Baru beberapa menit ia memejamkan matanya namun seperti ada sesuatu yang tengah memeluknya dari belakang,sontak Arzeel membuka matanya dan betapa kaget dirinya saat melihat siapa yang dengan berani telah memeluknya.

"Manda?"

Wanita itu beringsut,"Hei, kenapa bangun? Apa aku membangunkanmu?"tanyanya dengan wajah tanpa dosa.

"Apa apaan kau ini?bagaimana bisa kamu disini?"tanya Arzeel, pria itu menatap marah kearah Manda.

Wanita yang menggunakan rok span diatas lutut dengan bloss yang bagian atasnya sedikit terbuka turun dari ranjang dan mendekati Arzeel.

Pria itu mundur selangkah,"Manda berhenti disana, apa kamu gila hah?"bentak Arzeel menatap tajam wanita itu.

Manda terkekeh lalu menata pria itu dengan sendu,"Gila? Ya aku gila Zeel, dan itu karena kamu,aku begini karena kamu Arzeel!"ucapnya seraya menyentuh tangan Arzeel, dan dengan kasar Arzeel menepis tangan itu dan tak sengaja mengenai sebuah vas bungga dan..

Praanggg!!

"Kenapa? Kenapa harus wanita itu? Aku nggak rela Zeel, aku nggak rela kamu sama orang lain, kenapa kamu tidak melihatku sebagai perempuan Zeel?"ujar Manda, gadis itu benar benar sudah gila.

Tak ingin meladeni wanita itu Arzeel hendak pergi dari sana namun langkahnya terhenti saat Manda lagi lagi memeluknya dari belakang, kali ini pelukan itu lebih erat.

"Selagi aku bicara baik baik maka Lepaskan tanganmu Manda!"seru Arzeel, urat urat pria itu menonjol menahan amarah agar tidak meledak.

Manda menggeleng,"Nggak, aku nggak mau, disini aja sama aku hmm!"ucapnya.

Sudah cukup, habis sudah kesabaran Arzeel, dengan kasar ia menarik tangan Manda dan mendorong wanita itu hingga terbentur kedinding.

"Aaaaahk!"teriaknya kala punggungnya terasa nyeri.

Arzeel menatap Manda dengan wajah datarnya dan dingin berkata,"Mulai hari ini kamu dipecat!"ucapnya lalu berbalik.

"ARZEEL AKU MENCINTAIMU, JIKA AKU TIDAK BISA MENDAPATKANMU JANGAN HARAP WANITA SIALAN ITU JUGA BISA HIDUP DENGAN TENANG!!" jerit wanita itu menggebu gebu, matanya memerah antara menahan tangis dan marah.

Arzeel berbalik dan melangkah mendekat Manda dan..

Bhuukk!

Mandan terbelalak saat tinju Arzeel mendarat tepat disamping wajah bagian kanannya, dan bisa dipastikan jika dinding disampingnya retak.

"Seujung rambut kamu berani menyentuhnya, kamu akan berhadapan denganku, jangan menguji kesabaran ku Manda,kamu belum melihat sosokku yang lain, camkan ini jangan coba coba mengusik orang orangku,terlebih ISTRIKU!"ucap Arzeel penuh penekanan lalu pergi dari sana.

Tubuh Manda merosot kelantai wanita itu melihat darah yang berceceran dilantai, jelas saja tangan pria itu terluka.

Detik berikutnya Manda menangis dan menghancurkan segala barang yang bisa dihancurkan diruangan tersebut.

Itulah alsannya mengapa Arzeel bisa berada didepan istrinya sekarang ini.

...•...

...•...

...•...

...•...

...B E R S A M B U N G...

Episodes
1 Chapter-01
2 Chapter-02
3 Chapter-03
4 Chapter-04
5 Chapter-05
6 Chapter-06
7 Chapter-07
8 Chapter-08
9 Chapter-09
10 Chapter-10
11 Chapter-11
12 Chapter-12
13 Chapter-13
14 Chapter-14
15 Chapter-15
16 Chapter-16
17 Chapter-17
18 Chapter-18
19 Chapter-19
20 Chapter-20
21 Chapter-21
22 Chapter-22
23 Chapter-23
24 Chapter-24
25 Chapter-25
26 Chapter-26
27 Chapter-27
28 Chapter-28
29 Chapter-29
30 Chapter-30
31 Chapter-31
32 Chapter-32
33 Chapter-33
34 Chapter-34
35 Chapter-35
36 Chapter-36
37 Chapter-37
38 Chapter-38
39 Chapter-39
40 Chapter-40
41 Chapter-41
42 Chapter-42
43 Chapter-43
44 Chapter-44
45 Chapter-45
46 Chapter-46
47 Chapter-47
48 Chapter-48
49 Chapter-49
50 Chapter-50
51 Pengumuman
52 Chapter-52(s2)
53 Chapter-53 (s2)
54 Chapter-54 (s2)
55 Chapter-55 (s2)
56 Chapter-56 (s2)
57 CAST
58 Chapter-58 (s2)
59 Chapter-59 (s2)
60 Chapter-60 (s2)
61 Chapter-61 (s2)
62 Chapter-62 (s2)
63 Chapter-63 (s2)
64 Chapter-64 (s2)
65 Chapter-65 (s2)
66 Chapter-66 (s2)
67 Chapter-67 (s2)
68 Chapter-68 (s2)
69 Chapter-69 (s2)
70 Chapter-70 (s2)
71 Chapter-71 (s2)
72 Chapter-72 (s2)
73 Chapter-73 (s2)
74 Chapter-74 (s2)
75 Chapter-75 (s2)
76 Chapter-76 (s2)
77 Chapter- 77 (s2) END
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Chapter-01
2
Chapter-02
3
Chapter-03
4
Chapter-04
5
Chapter-05
6
Chapter-06
7
Chapter-07
8
Chapter-08
9
Chapter-09
10
Chapter-10
11
Chapter-11
12
Chapter-12
13
Chapter-13
14
Chapter-14
15
Chapter-15
16
Chapter-16
17
Chapter-17
18
Chapter-18
19
Chapter-19
20
Chapter-20
21
Chapter-21
22
Chapter-22
23
Chapter-23
24
Chapter-24
25
Chapter-25
26
Chapter-26
27
Chapter-27
28
Chapter-28
29
Chapter-29
30
Chapter-30
31
Chapter-31
32
Chapter-32
33
Chapter-33
34
Chapter-34
35
Chapter-35
36
Chapter-36
37
Chapter-37
38
Chapter-38
39
Chapter-39
40
Chapter-40
41
Chapter-41
42
Chapter-42
43
Chapter-43
44
Chapter-44
45
Chapter-45
46
Chapter-46
47
Chapter-47
48
Chapter-48
49
Chapter-49
50
Chapter-50
51
Pengumuman
52
Chapter-52(s2)
53
Chapter-53 (s2)
54
Chapter-54 (s2)
55
Chapter-55 (s2)
56
Chapter-56 (s2)
57
CAST
58
Chapter-58 (s2)
59
Chapter-59 (s2)
60
Chapter-60 (s2)
61
Chapter-61 (s2)
62
Chapter-62 (s2)
63
Chapter-63 (s2)
64
Chapter-64 (s2)
65
Chapter-65 (s2)
66
Chapter-66 (s2)
67
Chapter-67 (s2)
68
Chapter-68 (s2)
69
Chapter-69 (s2)
70
Chapter-70 (s2)
71
Chapter-71 (s2)
72
Chapter-72 (s2)
73
Chapter-73 (s2)
74
Chapter-74 (s2)
75
Chapter-75 (s2)
76
Chapter-76 (s2)
77
Chapter- 77 (s2) END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!