Happy Reading....
••••
Seperti janji semalam, setelah dari rumah sakit Armeel segera menuju ke alamat yang Bundanya kirim.
Namun saat mobilnya sedang melaju entah kenapa tiba tiba ia merasakan mobilnya oleng dan tak sengaja ia menyerempet sebuah sepeda motor yang tengah melaju hingga membuat orang di atas motor sport itu terjatuh bersamaan dengan motornya.
Suara teriakan orang orang pun terdengar, Armeel dengan panik mengendalikan mobilnya dan untung saja mobil itu berhenti di pinggir jalan.
"Astaghfirullah ya Allah aku nabrak orang?"ucapnya panik, bahkan wajahnya pucat pasi.
Melihat banyak orang yang mengerumuni korban yang tak sengaja di tabrak, Armeel segera turun dari mobil dan menghampiri kerumunan itu.
"Nah ini nih penabrak nya!" ujar warga menunjuk Armeel.
"Tanggung jawab tuh mbak, kaki mas nya cidera itu!"sambung lainya.
Dan banyak lagi perkataan perkataan yang kurang enak untuk didengar, namun Armeel memilih mengabaikannya dan fokus pada si korban.
Gadis itu berjongkok didepan korban yang sedang terduduk diatas trotoar karena tadi para warga membantunya untuk pindah kesana.
"Mas baik baik saja?"tanya gadis itu gugup dan takut, jujur saja ini pertama kalinya ia membuat masalah seperti ini.
"Apa kamu tidak lihat kaki saya sakit?"sarkas pria yang masih menggunakan helm full face itu.
Armeel menghela nafas,"Saya minta maaf, benar benar minta maaf, nggak tahu kenapa tiba tiba saja tadi mobil saya oleng dan ngak sengaja nabrak Masnya!"ucap Armeel dengan tulus.
Pria yang dibalik helm itu menatap Armeel,bisa ia lihat jika tangan gadis itu saat ini sedikit gemetar,"Sudahlah, lagian sudah terjadi!"kata pria itu.
"Kalau begitu sebagai permintaan maaf, tolong izinkan saya membawa anda ke Rumah Sakit!"tawar Armeel.
"Ngak perlu say-"
"Saya mohon, biarkan saya bertanggung jawab agar saya bisa tenang!"ucapnya dengan wajah memohon, jujur saja saat ini Armeel sangat takut.
Pria itu menghela nafas dengan kasar,"Terserah saja!"jawabnya akhirnya mengalah.
Seketika senyum manis Armeel terbit, raut khawatir tadi langsung berubah jadi bahagia,"Kalau begitu tunggu sebentar saya ambil tas saya dulu di mobil!"ujarnya lalu segera menuju mobilnya yang tidak terlalu jauh dari tempat pria itu berada.
Pria itu sejenak tertegun kala melihat senyum Armeel, namun detik berikutnya ia tersadar saat gadis itu kembali menghampirinya.
"Ayo Mas, saya sudah pesan taksi, maaf karena mobil saya ban nya kempes ternyata, dan untuk motor Mas nya tenang aja udah saya telpon orang bengkel untuk mengambilnya dengan mobil saya juga!"ujar Armeel panjang lebar seyara membantu memapah tubuh bongsor pria itu masuk kedalam taksi ketika taksi sudah ada disana.
Sedangkan si pria hanya diam saja namun tak urung mengikuti kemana gadis itu membawanya.
"Pak ke RS Tirta ya!"ucapnya.
"Siap Non!"
Tak lama kemudian mobil itu langsung melaju.
Tidak ada yang berbicara antara keduanya, namun seketika keheningan yang terjadi pecah saat suara ponsel milik Armeel terdengar, gadis itu merogoh tas nya guna mencari benda pipih itu.
Seketika matanya melotot saat melihat siapa yang menelponnya.
'Astaghfirullah, aku lupa, kan aku mau ketempat Bunda!'
Dengan gelagapan gadis itu segera menjawab telpon tersebut, ia melirik sejenak kearah pria disampingnya yang masih menggunakan helm itu.
"Hallo, assalamu'alaikum Bunda!" ujarnya setengah berbisik.
'Wa'alaikumsalam, Sayang kamu dimana, katanya udah dijalan kenapa belum sampek?'
"Eum Bunda,Meel minta maaf banget, Meel nggak bisa datang Meel ada sedikit problem jadi harus segera kerumah sakit!"ucapnya lagi sedikit menjauh dari pria itu.
'Baiklah kalau begitu,nanti kalau Meel nggak ada urusan lagi langsung pulang kerumah ya, Bunda sama Ayah ada sesuatu mau dibicarakan sama Meel!'
"Iya insya Allah nanti Meel pulang cepat,kalau gitu Meel tutup ya, Assalamu'alaikum Bunda!"
'Wa'alaikumsalam sayang!'
Setelah memutuskan sambungan telpon barulah Armeel bernafas lega.
Tak berapa lama, tibalah dirumah sakit, dengan dibantu sopir taksi Pira itu dibawa masuk kedalam Rs.
"Loh Mbak Meel bukannya tadi udah pergi,katanya ada urusan keluarga?"Keyla bertanya saat melihat perempuan itu ada disana.
"Tadinya sih begitu Key,tapi aku malah nabrak orang jadi harus tanggung jawab dong!" jawab Armeel sambil melirik pria yang sudah dibaringkan di bangkar ruang IGD.
Gadis berusia 24 tahun itu melihat pria itu, lalu mangut mangut,"Jadi ini bagaimana?"tanya Keyla.
"Biar aku yang mengurusnya, kamu bisa mengerjakan yang lain!"jawab Armeel, gadis itu segera mengambil peralatan untuk menangani pria itu.
"Eum Mas, helmnya bisa dibuka?"tanyanya, karena sedari tadi pria itu tidak membuka helmnya.
Terdengar helaan nafas dari pria tersebut,"Eh kalau anda ngak mau nggak pa-!" belum selesai Armeel berkata pria itu sudah membuka helmnya.
Deg!
Armeel tertegun,pria itu,pria yang kemarin tanpa sengaja ia tabrak saat di restorant Kejora,"Kamu mas mas yang kemarinkan??"ucapnya spontan.
Ya dia adalah Arzeel, pria yang sudah dua kali bertabrakan dengan Armeel.
"Iya, dan ini kedua kalinya anda menabrak saya DOKTER!"ucapnya sengaja menekan kata dokter dibagian akhirnya.
Gadis itu mengangguk canggung, benar sudah dua kali ia berurusan dengan pria itu,"Saya benar benar minta maaf karena kecerobohan saya anda jadi seperti ini!"ucap lirihnya, melihat itu Arzeel berdecak.
"Sudah segera obati kaki saya!" Armeel mengangguk lagi.
"Baik, sebentar lagi kaki anda harus di rontgen (X-ray) untuk melihat apakah ada retakan ditulang atau lainnya!"ujar Armeel kembali lagi menjadi moda Dokter.
Arzeel menjatuhkan kepalanya diatas kasur,"Terserah!"
Setelah melakukan segala prosedur, dan dinyatakan jika kaki Arzeel mengalami ratak tulang dibagian tulang keringnya namun tidak terlalu parah, jadi dia harus dirawat selama tiga hari disini.
Dan disinilah mereka berada diruang VVIP.
Armeel keluar dari ruangan itu setelah mengecek keadaan Arzeel.
"Dokter, terimakasih karena sudah membawa Tuan saya kesini!"pria yang sebelumnya dia lihat di restoran itu tersenyum hangat kearahnya.
"Ngak papa,, ini karena kesalahan saya, saya hanya bertanggung jawab saja!"jawab Armeel cepat, ia merasa tidak enak, dirinya yang bersalah tapi pria itu selalu baik padanya.
Gion mengangguk dan tersenyum tipis,"Kalau begitu Tuan Arzeel biar menjadi tanggung jawab saya!"ujat Gion, Armeel mengangguk.
"Kalau terjadi sesuatu anda bisa memanggil saya!"
Setelah mengatkaan itu Armeel segera berlalu dari sana, saat sedang berjalan ia berpaspasan dengan wanita kemarin direstoran, nampak wanita itu setengah berlari menuju ruangan Arzeel berada.
"Apa dia kekasih orang itu?"gumamnya pelan.
...•...
...•...
...•...
...•...
✓ Gion
...B E R S A M B U N G...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments