Chapter-10

Happy Reading...

••••

Setelah melakukan rapat dengan rekan bisnisnya Arzeel segera kembali kekantornya, dirinya tidak pulang kerumah karena disana pasti akan bertemu dengan Istrinya.

Meski kenyataannya ia sangat lelah dan butuh istirahat, baru saja menjatuhkan tubuhnya diatas kursi itu tiba tiba pintu ruangannya terbuka tanpa permisi, masuk seseorang yang berhasil membaut nya menghela nafas kasar.

"Dimana sopan santun mu Manda, kenapa kamu selalu masuk tanpa mengetuk?"

Wanita itu tidak menjawab ia malah semakin mendekat dan berdiri tepat didepan meja Arzeel,menatap pria diseberang meja itu dengan mata berkaca kaca.

Lagi lagi Arzeel menghela nafas, ia tahu pasti sekarang Manda sedang marah.

"Kanapa kamu disini? Bukan nya kamu sedang libur?" alih alih menanyakan kabarnya, Arzeel malah membaut wanita didepannya tambah kesal dengan pertanyaan yang terlontarnya.

"Kamu jahat banget sih Zeel!"imbuh Manda.

Arzeel tidak menjawab, ia lebih memilih memeriksa berkas berkas yang ada diatas meja nya.

"Padahal kamu tahu kalau aku udah lama suka sama kamu, tapi kenapa kamu malah nikah sama perempuan lain kenapa Zeel?"tanya Manda, air mata yang sedari tadi ia tahan pun jatuh.

Arzeel menghentikan kegiatannya dan menatap wanita itu,"Dan sudah berapa kali aku bilang sama kamu, jangan menyukai ku,kamu pun tahu siapa pemilik hatiku"jawab Arzeel, ia mulai jengah dengan sikap Manda yang seenaknya itu.

"Lalu kenapa kamu menikahi perempuan lain? Jika dengan wanita lain kamu bisa menikah meski hatimu masih milik Ayra kenapa tidak denganku saja? apa kekuranganku Zeel katakan,bertahun tahun aku selalu menunggu mu,bahkan saat kamu masih bersama Ayra aku masih sabar menunggumu, tapi kamu malah menikah dengan wanita lain kenapa????" tukas Manda, suaranya naik satu oktaf.

Arzeel menatap datar wanita didepannya,"Aku menganggapmu hanya sebatas teman tidak lebih Manda,kamu juga berteman baik dengan Ayra jangan lupa kenyataan itu, dan soal dengan siapa aku menikah itu bukan urusanmu!"jawabnya.

Air mata Manda semakin jatuh, tangan wanita itu meremat sisi meja dengan kuat,"Jika tidak ada yang lain pergilah, kamu harus istirahat!"sambung Arzeel, lalu kembali menatap lembar lembar putih itu.

Dengan kasar Manda mengusap air matanya, lalu pergi dari sana dengan perasaan kecewa,"Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, maka jangan harap wanita sialan itu bisa memilikimu!"gumamnya pelan seraya berlalu dari sana.

Setelah kepergian Amanda barulah Arzeel bisa menghela nafasnya dengan lega, disenderkan tubuhnya kebelakang, kedua matanya tertutup, tiba tiba kenangan saat bersama Ayra melintas dibenaknya.

"Aku merindukanmu!" ucapnya lirih.

"Tuan!"

Samar samar Arzeel mendengar suara itu, dan dengan perlahan kedua matanya terbuka, ternyata Gion.

"Ada apa?"tanyanya mengusap wajahnya.

"Anda tidak pulang?"tanya Gion.

Arzeel menatap jam dipergelangan tangannya, dan menatap keluar dinding yang terbuat dari kaca transparan itu, ternyata sudah gelap.

Apa selama itu dirinya tertidur,"Kenapa kamu tidak membangunkanku?"tanya Arzeel seraya beranjak dari duduknya.

Gion merapikan meja tuannya itu,"Saya tidak berani, karena Taun tidur sangat pulas!" melihat selama tiga tahun belakangan ini tuan nya itu jarang tidur lantaran susah tidur.

Arzeel mangut mangut, lalu keluar dari kantornya yang sudah sepi itu, diikuti Gion dari belakang.

Saat dalam perjalanan Arzeel mengerutkan alisnya ketika menyadari jika jalan yang mereka lalui berbeda dengan jalan kerumah orang tuanya ataupun apartemannya.

"Kemana kamu akan membawaku Gion?"tanyanya sambil memperhatikan jalanan.

Gion yang ditanya menatap aneh taunnya melalui spion depan,"Tentu saja pulang kerumah anda tuan!"jawab Gion.

"Iya aku tahu, tapi ini bukan jalan kerumah Daddy, apa kau mau menculikku?"

Mendengar itu Gion menghela nafas, apa apaan Tuan nya ini, apa dia mendadak amnesia karena kelamaan tidur?

"Anda tidak lupa kalau anda sudah memiliki istri kan Tuan?"tanya Gion memastikan, dan benar saja Tuannya benar benar melupakan sang istri terlihat dari raut wajahnya yang terkejut.

Arzeel berdecak, bisa bisanya ia melupakan hal itu, padahal baru dua hari yang lalu dirinya menikah.

Gion geleng geleng kepala melihatnya.

...••••••...

Setelah dari rumah sakit, Armeel segera pulang kerumah, saat dia kembali ia pikir Arzeel sudah ada dirumah, namun ternyata tidak ada.

Mungkin saja suaminya itu lembur.

Setelah melaksanakan sholat insya Armeel turun kebawah untuk makan malam.

Baru saja kakinya menyentuh lantai bawah, bersamaan pula pintu rumah nya terbuka dari luar.

"Mas Arzeel?"ucapnya ketika melihat sang suami.

Armeel segera mendekat, ia hendak meraih tangan sang suami untuk disalimnya, tapi Arzeel malah melewatinya begitu saja, bahkan melihatnya pun tidak.

Armeel menatap sendu punggung tegap pria itu yang menaiki anak tangga, lalu menarik nafas dalam dalam.

"Nona anda tidak apa apa?"tanya Gion menatap kasihan Nonanya yang di abaikan sang Tuan.

Armeel menoleh dan tersenyum,"Aku baik baik aja,boleh aku saja yang membawanya?"tanya Armeel menunjuk kearah jas yang ada dilengan Gion.

"Oh tentu saja!" Ucap Gion menyerahkan jas tersebut.

"Kalau begitu Saya pamit dulu Nona!"ujar Gion.

"Nggak mampir dulu,atau mau makan dulu?"tawar Armeel, Gion menggeleng,"Nggak papa Nona, saya sudah makan, kalau begitu saya pergi dulu, assalamu'alaikum!"

"Wa'alaikumsalam!"

Armeel menghela nafas, segera ditutupnya pintu rumah itu dan tak lupa dikunci kemudian ia menuju kamarnya.

Ceklek!

Armeel mengedarkan pandangannya kala tak menemukan sang suami diatas kasur.

"Kemana Mas Arzeel?"ucapnya seraya masuk, namun kakinya berhenti saat lagi lagi ia melihat pria itu tidur disofa.

Entah kenapa melihat pria itu yang tidur diatas sofa dengan masih menggunakan baju kerja membuat hati Armeel sakit, ia sedih, sebegitu tidak sukanya kah pria itu padanya, padahal kasur milik mereka sangat luas walaupun mereka tidur satu ranjang pun tidak akan saling sentuh karena memang seluas dan selebar itu.

Ingin hati membangunkannya namun diurung karena takut pria itu akan marah.

Dan akhirnya Armeel memilih diam saja, niatnya yang tadi mau makan pun tidak jadi, hilang sudah nafsu makannya.

Gadis itu memilih menaiki ranjang dan tidur,entah karena efek kelelahan dalam sekejap Armeel langsung terlelap.

...•••••...

Bandara

Seorang pria menggunakan topi yang tengah menyeret koper miliknya sedang menelpon seseorang.

"Iya aku bandara, kamu dimana?" ucapnya sambil menatap kesekeliling.

Dari kejauhan ia melihat lambaian tangan seseorang, Pria itu segera memutuskan sambungan telpon dan menghampirinya.

"Welcome back to Kota J bro, gimana kabar kamu?"tanya Dimas memeluk sahabat karibnya itu ala pria.

Pria itu tersenyum,"Aku baik!" jawabnya juga membalas pelukan temannya itu.

Dimas melepas pelukannya lalu menatap penampilan temannya itu,"Wiihh makin cakep aja nih Pak Dokter kita!"pujinya.

Pria yang bernama Kenan itu terkekeh,"Bisa aja kamu!"

Lalu keduanya segera pergi dari sana.

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

...B E R S A M B U N G...

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya guys ya, see you..

Terpopuler

Comments

Nurminah

Nurminah

kok nggak up ya hari ini

2023-08-30

0

Nurminah

Nurminah

calon pebinor datang bakalan seru

2023-08-29

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter-01
2 Chapter-02
3 Chapter-03
4 Chapter-04
5 Chapter-05
6 Chapter-06
7 Chapter-07
8 Chapter-08
9 Chapter-09
10 Chapter-10
11 Chapter-11
12 Chapter-12
13 Chapter-13
14 Chapter-14
15 Chapter-15
16 Chapter-16
17 Chapter-17
18 Chapter-18
19 Chapter-19
20 Chapter-20
21 Chapter-21
22 Chapter-22
23 Chapter-23
24 Chapter-24
25 Chapter-25
26 Chapter-26
27 Chapter-27
28 Chapter-28
29 Chapter-29
30 Chapter-30
31 Chapter-31
32 Chapter-32
33 Chapter-33
34 Chapter-34
35 Chapter-35
36 Chapter-36
37 Chapter-37
38 Chapter-38
39 Chapter-39
40 Chapter-40
41 Chapter-41
42 Chapter-42
43 Chapter-43
44 Chapter-44
45 Chapter-45
46 Chapter-46
47 Chapter-47
48 Chapter-48
49 Chapter-49
50 Chapter-50
51 Pengumuman
52 Chapter-52(s2)
53 Chapter-53 (s2)
54 Chapter-54 (s2)
55 Chapter-55 (s2)
56 Chapter-56 (s2)
57 CAST
58 Chapter-58 (s2)
59 Chapter-59 (s2)
60 Chapter-60 (s2)
61 Chapter-61 (s2)
62 Chapter-62 (s2)
63 Chapter-63 (s2)
64 Chapter-64 (s2)
65 Chapter-65 (s2)
66 Chapter-66 (s2)
67 Chapter-67 (s2)
68 Chapter-68 (s2)
69 Chapter-69 (s2)
70 Chapter-70 (s2)
71 Chapter-71 (s2)
72 Chapter-72 (s2)
73 Chapter-73 (s2)
74 Chapter-74 (s2)
75 Chapter-75 (s2)
76 Chapter-76 (s2)
77 Chapter- 77 (s2) END
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Chapter-01
2
Chapter-02
3
Chapter-03
4
Chapter-04
5
Chapter-05
6
Chapter-06
7
Chapter-07
8
Chapter-08
9
Chapter-09
10
Chapter-10
11
Chapter-11
12
Chapter-12
13
Chapter-13
14
Chapter-14
15
Chapter-15
16
Chapter-16
17
Chapter-17
18
Chapter-18
19
Chapter-19
20
Chapter-20
21
Chapter-21
22
Chapter-22
23
Chapter-23
24
Chapter-24
25
Chapter-25
26
Chapter-26
27
Chapter-27
28
Chapter-28
29
Chapter-29
30
Chapter-30
31
Chapter-31
32
Chapter-32
33
Chapter-33
34
Chapter-34
35
Chapter-35
36
Chapter-36
37
Chapter-37
38
Chapter-38
39
Chapter-39
40
Chapter-40
41
Chapter-41
42
Chapter-42
43
Chapter-43
44
Chapter-44
45
Chapter-45
46
Chapter-46
47
Chapter-47
48
Chapter-48
49
Chapter-49
50
Chapter-50
51
Pengumuman
52
Chapter-52(s2)
53
Chapter-53 (s2)
54
Chapter-54 (s2)
55
Chapter-55 (s2)
56
Chapter-56 (s2)
57
CAST
58
Chapter-58 (s2)
59
Chapter-59 (s2)
60
Chapter-60 (s2)
61
Chapter-61 (s2)
62
Chapter-62 (s2)
63
Chapter-63 (s2)
64
Chapter-64 (s2)
65
Chapter-65 (s2)
66
Chapter-66 (s2)
67
Chapter-67 (s2)
68
Chapter-68 (s2)
69
Chapter-69 (s2)
70
Chapter-70 (s2)
71
Chapter-71 (s2)
72
Chapter-72 (s2)
73
Chapter-73 (s2)
74
Chapter-74 (s2)
75
Chapter-75 (s2)
76
Chapter-76 (s2)
77
Chapter- 77 (s2) END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!