Happy Reading..
•••
Pagi Hari
Hari ini Gion akan pergi ke perusahaan Sunjaya menggantikan Tuannya, tentu saja ia pergi dengan Manda selaku sekretaris Arzeel, hari ini wanita itu terlihat kurang baik.
Wajahnya kusut dengan lingkaran hitam dibawah matanya.
"Manda kamu baik baik saja?"tanyanya pada wanita yang duduk disampingnya sambil menatap jalanan itu.
"Jangan pedulikan aku, nyetir saja yang bener!"jawabnya ketus, Gion mengedik kan bahunya.
Bebeberapa menit kemudian keduanya tiba didepan perusahaan Sunjaya grop, Gion dan Manda segera turun setelah memarkirkan mobil lalu masuk kedalam.
Ketika masuk mereka langsung disambut oleh beberapa orang.
"Selamat datang tuan dan Nona!"ucap seorang pria seumuran dengan Gion.
Gion menjabat tangan pria itu,"Terimakasih dan saya minta maaf karena Tuan Arzeel tidak bisa datang, jadi saya yang menggantikan baliau, dan kenalkan saya Gion Asisten Tuan muda Arzeel dan ini Manda sektretaris beliau!"Ucap Gion mengenalkan dirinya dan Manda.
Pria itu mengangguk,"Kebetulan Tuan Sunjaya juga sedang tidak ada ditempat jadi yang akan menggantikan beliau nanti Nona muda kami,dan kenalkan nama saya Beno!"ujar pria yang bernama Beno itu.
Gion mangut mangut,"Baiklah mari kita keruang rapat!"
Mereka pun memasuki lif dan tak berapa lama tiba didepan ruang rapat yang ada di lantai tiga, Gion dan yang lain segera di persilahkan duduk disana.
"Tuan Gion mohon tunggu sebentar, Nona kami dalam perjalanan sebentar lagi akan tiba!"ucap Beno merasa tak enak.
Gion mengangguk sebenarnya jika dirinya tidak masalah namun jika saat ini Tuan Arzeel yang berada disini maka sudah dipastikan kerja sama ini tidak akan terjadi, karena Tuan nya tidak suka keterlambatan dalam bekerja, buang buang waktu katanya.
"Ya tidak masalah Tuan!"jawab Gion.
Sedangkan dilain tempat,seorang gadis kelihat panik dan terburu buru, dia adalah Gea.
Gara gara semalam ia maraton drakor dan pagi ini ia terlabat bangun, padahal hari ini ia harus kekantor sang Papa untuk mengadakan rapat.
"Ya Allah semoga saja masih sempat!"gumamnya sesekali melihat jam di pergelangan tangannya.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan macet akhirnya dirinya sampai dikantor sang papa, dengan terburu buru gadis yang menggunakan jilbab warna Wardah dengan kaca mata itu langsung masuk kedalam.
"Astaga Nona, akhirnya anda sampai, cepatlah keruang rapat segera, Mereka sudah menunggu Nona dari tadi!"ujar seorang karyawan wanita dengan panik, dirinya disana memang menunggu kedatangan anak boss nya itu.
"Benarkah? Ya baiklah, saya akan segera naik!"jawab Gea segera masuk kedalam lif.
Ting!
Beberapa menit kemudian lif terbuka,sebelum masuk Gea mengatur nafasnya yang ngos ngosan, setelah selesai ia mengetuk pintu itu sebanyak tiga kali lalu membukanya.
Ceklek!
"Permisi!" ucapnya kala pintu berdaun dua itu terbuka.
Mereka yang didalam lantas menengok keasal suara, Tanpa sengaja tatapan Gea dan Gion bertemu dan keduanya kaget bersamaan.
"Kamu!!!!"
"Kamu!!!"
...••••••...
Setelah mengirim izin ke Rumah sakit, Armeel dan Arzeel segera menuju rumah orang tua pria itu.
Didalam mobil yang tengah melaju dengan pelan itu tidak ada yang berbicara, kedua nya sibuk dengan pikiran masing masing.
Arzeel fokus menyetir sedangkan Armeel menatap lalu lelang kendaraan yang lumayan padat.
Saat dilampu merah, seroang anak kecil sedang menjual bungga ke beberapa kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah, namun tak ada seorang pun yang membeli bungga gadis kecil itu, melihatnya membuat hati Armeel tergerak.
Ia membuka kaca mobilnya, lalu melambaikan tanggannya pada gadis kecil itu,melihat itu si anak kecil segera menghampirinya.
"Kakak mau beli bungganya?"tanya gadis kecil itu, bisa Armeel lihat jika anak ini kekurangan gizi, anak ini sangat kurus.
Armeel tersenyum lalu mengangguk,"Satu tangkainya berapa?"tanyanya.
"Satunya 5 ribu aja Kakak!"jawab anak itu dengan senyum, mungkin senang karena akhirnya ada yang mau membeli bungga nya.
"Kalau kakak beli semua berapa?"tanya Armeel, mendegar itu gadis itu kegat,"Kakak serius mau membeli semuanya?"tanya anak itu, Armeel mengangguk dengan senyum semakin lebar.
"Buat kakak 50 ribu aja!"jawabnya semangat, terlihat kedua matanya berbinar binar.
Armeel segera mengeluarkan uang berwarna merah sebanyak lima lembar, lalu diberikan pada gadis kecil itu,"Kak, i-ini terlalu banyak!"ucapnya terbata.
"Nggak papa, anggap aja rejeki buat kamu, nama kamu siapa?"Tanya Armeel seraya menerima bungga yang tadi ia beli.
"Senja, nama aku Senja!"jawabnya cepat.
"Kamu tinggal dimana?"tanya Armeel lagi, Gadis kecil yang bernama Senja itu menatap lampu lalu lintas yang sudah berganti hijau mobil Armeel pun berjalan dengan perlahan.
"Aku tinggal di Panti Asuhan kasih ibu!"ucap gadis itu sedikit berteriak agar Armeel dapat mendengarnya.
Armeel melambaikan tanggannya sambil tersenyum, ketika sudah semakin jauh ia kembali duduk seperti semula dan menatap bungga mawar yang ia beli tadi.
Sedangkan Arzeel sedari tadi pria itu tidak bicara dan hanya memperhatikan interaksi mereka.
"Kamu suka anak kecil?"tanya Arzeel akhirnya.
Armeel menoleh,"Iya Mas, menurut Meel mereka makhluk paling jujur dan suci!"jawabnya tersenyum pada suaminya itu.
Melihat senyum itu Arzeel mengalihkan tatapannya kembali fokus kejalanan.
Tak berapa lama keduanya memasuki gerbang rumah milik orang tua Arzeel.
Ternyata kedatangan mereka sudah ditunggu sang Mommy dan Daddy, kedua orang tua setengah baya itu tersenyum lebar kala melihat anak dan menantu mereka sudah tiba.
"Assalamu'alaikum Mommy, Daddy!"ucap Armeel seraya mencium kedua punggung tangan mertuanya bergantian.
"Wa'alaikumsalam, ya ampun Mantu Mommy akhirnya main juga kerumah!"sambut Mommy Sindi dengan senang.
Armeel tersenyum,"Apa kabar Mommy Daddy,maaf ya Meel baru bisa main kesini,"ujarnya.
"Daddy sama Mommy baik baik sayang, ayo kita masuk!"jawab Mommy Sindi, wanita itu langsung menggandeng lengan menantunya itu dan masuk kedalam.
"Mom, sebentar Meel ambil tas dulu!"ujar gadis itu.
"Nggak usah, biar suamimu yang bawa, tuh tangan dua dua nya nganggur!"ucap Mommy Sindi mencibir kearah putranya.
Armeel terkekeh lalu mengikuti mertuanya itu.
Arzeel mendengus,ia berasa anak tiri saja,"Sabar boy, begitulah kalau wanita sudah bertemu dengan sesamanya!"ujar Daddy Ferdian menepuk pelan pundak putranya itu.
Arzeel mendelik kearah Daddynya lalu dengan kesal membawa tas yang isisnya baju ganti dirinya dan sang istri lalu masuk kedalam.
Daddy Ferdian hanya bisa geleng geleng kepala.
...••••...
Rumah Sakit Tirta
"Keyla!"
Gadis yang namanya dipanggil pun menengok kebelakang, senyumnya langsung terbit saat melihat siapa yang memanggilnya.
"Iya Dokter Kenan!"jawabnya seraya membetulkan rambutnya.
Kenan nampak seperti mencari sesuatu,"Armeel kemana ya, dari tadi pagi saya nggak melihatnya?"tanya pria itu, seketika senyum Keyla berubah cemberut.
"Iis Dokter,kirain mau minta nomor ponsel saya, tahunya nyariin Mbak Armeel!"ucapnya merengut.
Kenan tersenyum,"Kamu lihat Armeel?"
Keyla mendengus,"Mbak Armeel nggak masuk, katanya ada acara keluarga!"jawabnya.
Mendengar itu Kenan menghela nafas,"Baiklah makasih ya!"ucap Kenan lalu berlalu dari sana.
Keyla mendengus,"Mbak Meel saya iri sama Mbak!"Ucapnya manyun.
Lalu gadis itu pun pergi dari sana, sambil bersenandung kecil.
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
✓ Gea
...B E R S A M B U N G...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments