Beberapa hari telah berlalu, dan sekarang Arzeel sudah kembali beraktifitas seperti biasanya.
Seperti hari biasanya pria itu kembali disibukkan dengan pekerjaan yang sudah ia tinggal selama beberapa hari karena kecelakaan.
Tok! Tok! Tok!
"Tuan, Tuan Besar ingin bertemu!"suara Gion terdengar dari luar.
Arzeel menghentikan tangannya yang sedang mengecek berkas, ia menatap pintu ruangannya dengan kerutan didahi, kenapa Daddy nya ada disini.
"Masuk!"jawabnya, detik berikutnya pintu itu terbuka dan masuk sosok pria tampan paru baya yang masih terlihat berwibawa dengan baju kerjanya.
Pria yang tak lain adalah Daddy nya itu duduk disofa yang ada diruangan tersebut, melihat itu Arzeel pun ikut duduk berhadapan dengan sang Daddy.
"Ada apa Dad,tumben sekali Daddy kemari."tanyanya langsung, tak ingin bertele tele karena masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.
Decakan keluar dari Daddy Ferdian,"Hei hei ini juga kantor Daddy, kenapa Daddy tidak boleh kesini?"ucapnya.
Arzeel memutar matanya jengah,"Come Dad,Zeel masih banyak pekerjaan!"tukasnya.
Daddy Ferdian mendengus,"Dengarkan Daddy karena Daddy hanya akan mengatakannya sekali dan kamu tidak boleh menolaknya!"ucap pria itu mulai serius.
Alis Arzeel terangkat,"Jika Daddy ingin mengatakan pernikahan Daddy sudah tahu jawabannya!"melihat wajah Daddy nya yang terkejut, sudah pasti hal itulah yang akan Daddy nya katakan.
Arzeel tersenyum miring melihat Daddy nya yang terdiam.
"Kalau tidak ada lagi Daddy bisa pergi, karena Zeel masih banyak pekerjaan!"ucapnya seraya bangun dari duduknya, namun baru saja satu langkah kakinya beranjak dari sofa perkataan sang Daddy berhasil membuat dirinya mematung seketika.
"Kalau begitu ucapkan selamat tinggal pada Villa White Rose mu yang berharga itu!" ucap Daddy Ferdian menatap putranya.
Tangan pria itu terkepal, rahangnya mengeras, ia menatap Daddy nya dengan mata memerah menahan marah,"Jangan sentuh milik Zeel Dad!"ujarnya dengan suara menahan amarah.
Daddy Ferdian menyenderkan tubuhnya,tersenyum miring pada putranya,"Maka kamu harus menikah dengan wanita pilihan Daddy dan Mommy, bagaimana?"tawar sang Daddy.
Arzeel diam,"Zeel, kau tahukan selama ini Daddy sama Mommy nggak pernah ikut campur urusan percintaanmu, tapi kali ini Daddy mohon, tolong menikahlah dengan wanita pilihan kami hmm,hanya sekali ini saja!"ucap pria itu dengan tatapan memohon menatap putranya.
"Apa kamu ingin melihat Daddy dan Mommy mati dulu baru kamu mau menikah?"
Kedua mata Arzeel terpejam guna menenagkan dirinya yang tadi hampir meledak karena marah, kemudian kembali melihat Daddynya,"Apa hanya ini keinginan Daddy?"tanya dengan wajah datarnya.
Daddy Farhan mengangguk dengan cepat,"Iya hanya itu dan sekali ini saja!"lanjutnya.
Meski ragu Daddy Ferdian tetap mengangguk,"Oke Zeel mau menikah, tapi lakukan sederhana saja!"ujarnya lagi dan lagi lagi Daddy Ferdian hanya mengangguk dengan senyum tak lepas dari wajahnya.
"Baiklah!" Daddy Ferdian beranjak dari duduknya,"Nanti malam temui dia di Restoran Kejora pukul 8, kalau gitu Daddy pergi dulu!"
Setelah kepergian Daddy nya, Arzeel terduduk diatas sofa, diusap wajahnya dengan frustasi.
Pada akhirnya dirinya yang mengalah.
Arzeel merogoh saku celana mengambil benda pipih itu lalu menelpon seseorang.
"Gion, masuk!"ucapnya, belum sempat Gion menjawab sambungan itu lebih dulu terputus.
Detik berikutnya pintu itu terbuka,"Iya Tuan!"
"Siapkan Mobil, aku akan ke pantai Pelangi!"
Sepertinya baru saja terjadi sesuatu, kerena tiba tiba tuannya pergi kesana, tapi apa yang di bicarakan Tuan muda dengan Tuan besar hingga membuat Arzeel terlihat frustasi.
Jangan jangan Tuan besar mengatakan masalah pernikahan?
"Gion!"
Pria itu tersentak,"Kau melamun?" Gion menggeleng,"Kalau begitu akan saya siapkan mobil anda!"pria itu segera pergi dari sana.
Arzeel beranjak dari sana, meraih jas lalu keluar dari ruangannya.
Ting!
Pintu lif terbuka bersamaan seseorang didalam nya,"Zeel?" siapa lagi kalau bukan Manda, wanita itu baru saja kembali dari kantin.
Pria yang di panggil tidak menyahut,bahkan melirik saja tidak, Arzeel memilih segera masuk kedalam dan menekan tombol lantai paling bawah.
"Zeel kamu mau kemana?"tanya Manda lagi bersamaan pintu lif yang tertutup.
"Ck, dia kenapa sih, selalu saja dingin padaku!"gerutunya menatap pintu lif kesal.
"Tapi aku suka!"lanjutnya lagi dengan senyum manis
...•••••...
Disisi lain Armeel bersama sahabatnya sedang berada disebuah toko baju yang ada di Mall.
Kedua gadis berhijab itu tengah memilih milih baju,"Jadi kamu dijodohkan?"tanya Gea.
Armeel mengangguk,"Kamu menerimanya?".
"Tentu saja, kamu tahu sendirikan ini permintaan pertama kali Ayah dan Bunda selama aku dewasa,aku tidak mungkin mengecewakan mereka begitu saja kan?"ujar Armeel.
Gea mangut mangut,"Terus kamu kenal sama calonnya?"tanyanya lagi.
Setelah mendapatkan baju yang di inginkan keduanya segera membayar, setelah itu keluar dari toko tersebut, mereka berjalan sambil mengobrol.
Armeel menggeleng,"Tidak, tapi kata Bunda, nanti malam kami akan bertemu!"ucapnya.
"Serius?"tanya Gea antusias,Armeel mangut mangut.
"Lalu bagaimana dengan kak Kenan?"
Armeel diam, Kenan adalah sosok lelaki yang diri nya kagumi sejak mereka masih kuliah dulu, Kenan kakak tingkatnya, dimata Armeel Kenan itu sosok pria baik hati, murah senyum dan lembut pada perempuan, selama hampir empat tahun mengagumi pria itu Armeel tak pernah lupa menyelipkan nama nya disetiap sepertiga malamnya, namun ternyata bukan dia jawaban yang diberikan Allah padanya.
Ternyata doanya yang selama ini ia langitkan kembali memantul kedasar tanpa hasil apapun.
"Meel!" panggil Gea melihat temannya yang diam saja.
Gadis itu menghela nafas dan tersenyum tipis,"Yah mau bagaimana lagi, lagian selama ini Kak Kenan juga nggak tahu kalau aku mengaguminya dan aku yakin dia juga nggak ada perasaan apapun padaku!"ucapnya.
Gea menepuk pundak sahabatnya itu, lalu keduanya melanjutkan langkah hingga diparkiran.
Dari kejauhan Armeel melihat seorang wanita yang baru saja keluar dari mobilnya, gadis itu menghela nafas.
"Hoho, lihat siapa ini, ternyata si pembuat masalah!"tukas Wanita itu tiba tiba berdiri bersedekap dada menghadang jalan Armeel dan Gea.
"Maaf mbak siapa ya?"tanya Gea yang memang merasa tidak kenal dengan wanita kurang bahan dalam berpakain ini.
Manda tidak menangkapi ucapan Gea, ia lebih memilih menatap Armeel dari atas hingga bawah dengan tatapan sinis.
"Maaf saya nggak ada urusan sama anda!"ucap Armeel lalu pergi dari sana.
Manda menatap kesal gadis itu,"Dasar,belagu banget jadi orang!" dengusnya lalu melanjutkan langkahnya.
Sedangkan dimobil, Gea menatap temannya itu,"Kamu kenal?"tanyanya.
"Sepertinya kekasih dari pasien yang aku tabrak tempo hari, dan dia tidak terima karena kekasihnya terluka karena aku,maybe!"jawab Armeel mengedikkan bahu.
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
✓ Manda
...B E R S A M B U N G...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Nurminah
dikit amat double atau triple up seruuu
2023-08-26
0