Tiga tahun kemudian...
Di sebuah gedung yang tinggi itu,di lantai paling atas.
Tepatnya disebuah ruangan yang bertuliskan Chief Executive Officer (CEO) ,nampak seorang pria tampan menggunakan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku menampak kan urat urat dilengannya.
Rambut yang semula rapi kini sudah mulai sedikit berantakan, pria itu terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya.
Dialah Arzeel,pria dewasa yang kini sudah berusia 30 tahun, dan selama tiga tahun ini pria itu menyibukkan dirinya dengan pekerjaan, tiada hari tanpa pekerjaan, bahkan ia sangat jarang pulang kerumah dan lebih memilih untuk menginap dikantor.
Begitulah cara nya untuk membunuh rasa rindu yang selama ini ia tahan pada mendiang tunangan.
Helaan nafas terdengar darinya, pria itu menghentikan kegiatannya sejenak, di senderkan tubuhnya kebelakang, kedua matanya menatap langit langit ruangan tersebut.
Ia tidak bisa fokus, tiba tiba kepalanya sakit.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan terdengar dari luar,"Masuk!" Setelah mendapat izin dari dalam seseorang mendorong pintu itu dengan pelan.
Arzeel melirik siapa yang masuk, ternyata Manda,"Zeel, nanti siang kita ada rapat dengan KLM'grop di restorant Kejora!"
Arzeel menghela nafas,"Manda, ini kantor bisakah kau profesional?"
Wanita yang kini berusia 29 tahun itu memutar matanya jengah,"Baik Tuan!" jawabnya malas.
"Gion dimana?"Tanya Arzeel seraya duduk dengan posisi yang benar.
Mendengar pria didepannya malah bertanya tentang Gion membuat Manda sedikit berdecak,"Gion dirumah utama!"jawannya.
Arzeel mengerutkan alisnya,"Rumah Daddy? Kenapa dia kesana?"tanya Arzeel kini menatap wajah wanita itu.
Senyum wanita dewasa itu mengembang kala ditatap oleh pria itu"Nggak tahu, Om Ferdian tadi menyuruhnya kesana!"jawabnya tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan dari sosok Arzeel.
Menyadari tatapan gadis itu, Arzeel segera mengalihkan pandanganya ke laptop didepannya,"Baiklah, aku sudah tahu jadwalku, kamu bisa keluar!"ujarnya.
"Zeel-"
"Iya hallo, tolong bawa secangkir kopi keruangan saya sekarang!"
Manda berdecak lalu dengan kesal keluar dari ruangan itu dengan menghentakkan kakinya, melihat gadis itu keluar Arzeel menghela nafasnya dengan kesal.
Ia tahu jika Manda sudah menyukai sejak mereka duduk dibangku SMP, tapi ia hanya menganggap Manda sebagai temannya tidak lebih.
Arzeel geleng geleng kepala, lebih baik ia segera pergi untuk melakukan pertemuan dengan rekan bisnisnya.
...••••••...
Seorang Dokter perempuan yang menggunakan jilbab keluar dari ruangan tersebut, perempuan itu membuka sarung tangan, jubah operasi lalu dibuangnya kedalam tong sampah yang ada disana.
Di bukanya masker dan terlihatlah wajah cantik sang Dokter.
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga!"gumamnya dengan senyum puas diwajahnya karena operasi kali ini sukses.
"Dokter Armeel"
Gadis yang dipanggil itu berbalik kebelakang, ternyata teman temannya yang tadi juga ikut dalam proses operasi sudah keluar, gadis itu tersenyum.
"Selamat Dok, operasinya sukses!"ujar salah satu rekannya.
"Iya, dan selamat juga untuk kalian karena sudah bekerja keras!"jawabnya ramah.
"Oh iya Keyla, apa masih ada jadwal untuk saya?"tanya Armeel pada suster pendampingnya itu.
"Oh enggak Dok, untuk hari ini sudah selesai!"jawabnya mengingat ngingat kembali jadwal seniornya itu.
"Ohhh kalau begitu saya pamit duluan ya semuanya, saya ada janji!"
"Eehhh janji? Apa Dokter mau berkencan??" goda salah satu rekannya yang lain.
Armeel terkekeh,"Tidak, saya mau bertemu teman saya!"Jawabnya.
"Benarkah? Sayang sekali!"
"Yasudah saya pamit ya, Assalamu'alaikum!"
"Iya Dok, wa'alaikumsalam hati hati!" Jawab mereka serempak, Armeel tersenyum, lalu ia menuju keruangannya disana ia menganti pakaian nya dengan yang baru.
Setelah selesai Armeel segera keluar dari ruangannya.
Tiba di parkiran khusus, Armeel segera masuk kedalam mobil miliknya dan detik berikutnya mobil itu segera melaju dan pergi dari sana.
Beberapa menit kemudian, Armeel tiba di tempat janjiannya, setelah memarkirkan mobilnya, gadis itu segera masuk kedalam restoran Kejora tersebut.
Saat hendak mengambil ponsel dari dalam tas tanpa sengaja ia malah menabrak seseorang.
Bruk!
Tubuh Armeel sedikit terhuyung kebelang kala menabrak benda keras didepannya, ponselnya terjatuh.
"Duhh gimana sih mbak, kalau jalan tuh liat liat dong!"sarkas seorang wanita menatap sinis kearah Armeel.
Armeel menatap wanita itu,"Maaf, karena saya tidak melihat!"jawabnya tenang.
"Makanya lain kali itu matanya di pakek buat liat kedepan, jangan jadi pajangan doang, gara gara kamu waktu kami terbuang sia sia!"tukasnya lagi, "Kamu nggak papakan Zeel?"tanyanya beralih pada pria yang ada disampingnya yang hanya diam saja menatap dirinya.
Armeel mengalihkan tatapannya pada pria itu,sejenak pandangan keduanya bertemu Armeel mengerutkan alisnya kala melihat wajah datar pria itu, ia merasa tak nyaman dengan tatapan pria itu.
"Nona anda baik baik saja?"tanya Gion pada Armeel, gadis itu mengalihkan pandangannya pada pria yang menggunakan kaca mata itu.
"Alhamdulillah saya baik baik saja Mas!"jawabnya tersenyum tipis.
"Ah ini ponsel anda Nona, sekali lagi kami minta maaf!"ujar Gion seraya menyerahkan ponsel milik gadis didepannya.
"Oh iya, terimakasih banyak,dan saya juga minta maaf karena sudah tidak menggunakan mata saya dengan benar, sepertinya saya harus segera memeriksanya!"ucap Armeel tenang namun terdengar sedikit menyindir, gadis itu menerima ponselnya dengan senang hati.
Manda yang merasa dirinya disindir pun hendak menjawab namun segera dipotong oleh seseorang,"Cukup, apa kalian akan semakin membuang waktuku?"tanyanya dengan intonasi yang menekan.
Manda langsung terdiam dan menatap tak suka pada Armeel, sedangkan yang ditatap tenang tenang saja sama sekali tidak terganggu dengan tatapan wanita itu.
Arzeel segera berlalu melewati tubuh Armeel tanpa menoleh sedikitpun di ikuti Manda, wanita itu mendengus.
"Nona sekali lagi saya minta maaf atas sikap karyawan tuan saya!"ucap Gion tulus sedikit menunduk.
"Ngak perlu minta maaf Mas, lagian bukan salah anda, saya mengerti kok!"jawab Armeel,"Kalau begitu saya permisi, Assalamu'alaikum!"lanjutnya lalu segera pergi dari sana meninggalkan Gion diam disana.
"Wa'alaikumsalam!" jawab Gion pelan, ia menatap arah pergi gadis itu, lalu senyum tipis terbit dari sudut bibirnya.
...•••••...
"Gion, Apa yang Daddy katakan padamu?"tanya Arzeel menatap Asisten pribadinya itu melalui spion depan.
Saat ini pria itu sedang memainkan ponselnya, disebelahnya ada Manda yang juga sedang memainkan ponselnya sambil sesekali melirik Arzeel.
"Tuan besar hanya membahas pekerjaan saja Tuan, tidak ada yang lain!"jawabnya sekenanya, mendengar itu bukannya percaya Arzeel malah menatap curiga pria itu.
"Kamu tidak sedang berbohongkan Gion?"tanyanya dengan penuh penekanan.
Gion melirik tuannya itu sejenak,lalu kembali fokos menyetir,"Tidak tuan, saya tidak berani membohongi anda!"jawabnya lagi.
Arzeel mendengus,"Awas saja jika kamu berani menyembunyikan sesuatu dariku!"ucapnya menatap tajam Gion.
Sesangkan Gion yang ditatap merasakan punggungnya merinding.
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
✓ Arzeel
...B E R S A M B U N G...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments