Chapter-03

Sore Hari

17:35 WIB

Kediaman Yahya

"Assalamu'alaikum, Bunda Meel pulang!" gadis yang menggunakan rok span hitam dengan atasan sweaters rajut warna coklat susu dengan innerpashmina warna senada dengan roknya itu baru saja tiba di rumah sederhana berlantai dua itu.

Dia adalah Armeel, gadis berusia 26 tahun itu mengerut alisnya ketika melihat keadaan rumahnya yang sepi.

Armeel membuka sepatunya lalu diletakkan dirak sepatu yang ada di dekat pintu,lalu masuk kedalam namun pintunya dikunci, gadis itu merogoh tas miliknya mencari sesuatu disana.

"Ketemu!"ucapnya saat benda yang ia cari ketemu.

Armeel memasukkan benda itu kedalam lubang kunci dan detik berikutnya pintu rumah terbuka,"Assalamu'alaikum!"ucapnya ketika kakinya masuk kedalam.

Tidak ada orang, sepi!

"Apa Bunda Sama Ayah keluar?"gumamnya lalu detik berikutnya mengedik kan bahu dan menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Hari ini ia pulang lebih awal karena jadwalnya di rumah sakit tidak terlalu padat, maka inilah waktunya ia beristirahat.

Ceklek!

Pintu kamar terbuka, Armeel melepas tas miliknya lalu diletakkan ditempatnya lagi, lalu ia melpas pashminanya dan di masukkan kedalam keranjang kotor, rambutnya yang ia cepol sedari tadi pun ia lepas dan terlihatlah rambut panjang sedikit bergelombang itu.

Armeel mengambil handuk baru dari dalam lemarinya dan juga baju ganti, kemudian segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

Beberapa menit kemudian gadis itu kembali keluar dengan piama tidur celana dan lengan panjang, lalu dengan segera ia melaksanakan kewajiban sebagai ummat islam.

...•••••...

"Assalamu'alaikum!"

Armeel yang sedang menonton diruang keluarga itu segera beranjak ketika mendegar suara orang tua nya.

"Wa'alaikumsalam, Ayah, Bunda, kalian dari mana?"tanya gadis itu seraya mencium punggung tangan kedua orang tuanya bergantian.

"Ayah sama Bunda baru saja pulang dari rumah Om Ferdian"jawab sang Ayah.

Armeel mangut mangut, "Ayah masuk kamar dulu ya!" sambung Ayah Gama, gadis itu mengangguk, lalu kembali duduk dikarpet berbulu didepan tv dan melanjutkan kembali tontonannya.

"Sayang gimana hari ini?"tanya Bunda Diana, wanita itu duduk di sofa bersebelahan dengan Armeel.

"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar Bun!"jawab gadis itu menatap wanita itu sejenak lalu kembali fokus dengan tv nya sesekali memasukkan keripik kentang kemulutnya.

Sejenak Bunda Diana menatap lekat anaknya yang sedang fokus itu,hingga tiba tiba ia bertanya,"Meel, boleh Bunda bertanya?"Armeel menolah kearah Bundanya berada.

Keningnya mengerut,"Boleh dong, biasanya juga Bunda langsung tanyak!"jawabnya lalu pandangannya lurus lagi.

"Selama ini Meel pernah pacaran nggak?"

Uhuk!

Armeel yang sedang menguyah keripik itu hampir saja tersedak mendengar pertanyaan itu, ia menatap wanita berjilbab syar'i itu,"Kenapa Bunda menanyakan itu?"tanyanya setelah minum.

"Ngak ada sih Bunda cuman tanyak aja,kan Meel tahu sendiri, Kalau Ayah ngelarang Meel pacaran!"jawab Bunda Diana menatap anaknya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Armeel beranjak dari rebahan nya dan pindah duduk disamping Bundanya, ia meraih tangan wanita yang telah melahirkannya itu untuk digenggam.

Dengan lembut ia berkata,"Insya Allah, Meel selalu mengingat semua perkataan Ayah dan Bunda, lagian Meel juga tahu kalau pacaran itu Dosa, maka dari itu sampai sekarang Meel nggak pacaran!" senyum manis terbit dari wajah cantiknya.

Mendengar itu wajah yang tadi cemas seketika berubah menjadi senyum bahagia,"Alhamdulillah, Bunda percaya sama Meel,besok kamu ada jadwal diRS?"tanyanya memastikan.

Armeel tak langsung menjawab, ia mengingat ngingat apakan besok dia ada jadwal atau tidak,"Oh sepertinya besok Meel datang ke RS cuman buat Cek para pasien saja Bun, memangnya ada apa?"tanyanya.

Wanita itu tersenyum,"Kalau bisa besok pukul 11 siang kamu ikut Ayah sama Bunda boleh?"tanya Bunda Dinda.

"Kemana?"tanyanya.

"Nanti kamu akan tahu, gimana?"nampak gadis itu tengah berfikir sejenak tapi detik berikutnya mengangguk pasti.

"Insya Allah Meel bisa Bun!"jawabnya

...•••••...

Malam Hari

Kediaman Al-Ashraf

Di kediaman Ashraf terlihat anggota keluarga yang hanya ada tiga orang itu sedang menikmati makan malam bersama.

Sejak kejadian tiga tahun silam, Arzeel sangat jarang pulang ke mansion,karena pria yang kini sudah berusia 30 tahun itu lebih sering menghabiskan waktunya di kantor atau ke luar negeri dengan alasan pekerjaan.

Diruangan itu tidak ada satupun dari mereka yang bersuara, hanya dentingan sendok dan garpu yang saling bersahutan memenuhi ruang makan yang memiliki meja makan panjang itu.

Arzeel lebih dulu menghabiskan makan malamnya, baru saja dirinya hendak beranjak dari sana, suara sang Daddy mengurungkan niatnya.

"Zeel!"

Pria itu menatap Daddy nya,"Yes Dad!" pria itu duduk kembali dan menunggu Daddy dan Mommynya menyelesaikan makannya.

"Bagaimana kantor?"tanya Daddy Ferdian sambil mengelap sudut bibirnya dengan serbet.

"Bagus Dad, bahkan Zeel sudah bekerja sama dengan KLM'grop!"jawabnya apa adanya, ia menopang dagunya diatas meja dengan kedua tangannya.

Daddy mangut mangut,"Bagus bagus, kamu memang bisa diandalkan, tapi Zeel!" Daddy Ferdian menghentikan perkataannya.

Kening Arzeel naik sebelah,"Bukankah kehidupanmu sangat membosankan?"lanjut Daddy Ferdian, kini kening Arzeel mengerut.

"Dad, Zeel tidak suka perkataan yang bertele tele, lansung ke intinya!"ucapnya.

Mendengar nada bicara sang anak bukannya marah,pria paru baya itu malah terkekeh,"Kau memang putraku, baiklah Daddy langsung keintinnya!"ucapnya lalu menatap serius pria didepannya.

Arzeel masih menunggu,"Daddy dan Mommy berencana menjodohkan mu dengan putri Om Gamma,bagaimana menurutmu?"tanya sang Daddy.

Arzeel diam, tidak menjawab ia malah menatap dalam netra biru sang Daddy yang sangat mirip dengan miliknya, tidak hanya mata, namun juga warna rambut sama persis dengan Daddynya itu.

Lalu netranya beralih kearah sang Mommy yang juga menatapnya dengan senyuman manis diwajahnya.

"Bagaiman me-"

"Zeel menolaknya!"

Setelah mengatakan itu, Arzeel segera pergi dari sana tanpa menoleh lagi sedikitpun, bukannya kekamar pria itu malah keluar rumah entah kemana dia akan pergi.

Melihat anaknya pergi, Daddy Ferdian dan Mommy Sindi saling pandang lalu menghela nafas.

"Giman dong Mas, Zeel nggak mau!" tanya wanita paru baya yang masih terlihat cantik itu pada suaminya.

Daddy Ferdian menggenggam tangan sang istri,"Kamu tenang saja, Daddy ada cara, dan dengan cara ini mau tidak mau dia harus menikah dengan anaknya Gamma!"ucap Daddy Ferdian meyakinkan sang istri.

Sebenarnya mereka tidak ingin ikut campur urusan percintaan sang anak, hanya saja sebagai orang tua mereka tidak ingin melihat anak mereka terus terusan seperti itu.

Mereka tidak ingin Zeel hidup dalam bayang bayang masa lalunya, dan dengan cara menikahkannya semoga saja Zeel bisa kembali lagi seperti Zeel yang dulu lagi.

...•...

...•...

...•...

...•...

✓ Armeel

...B E R S A M B U N G...

Episodes
1 Chapter-01
2 Chapter-02
3 Chapter-03
4 Chapter-04
5 Chapter-05
6 Chapter-06
7 Chapter-07
8 Chapter-08
9 Chapter-09
10 Chapter-10
11 Chapter-11
12 Chapter-12
13 Chapter-13
14 Chapter-14
15 Chapter-15
16 Chapter-16
17 Chapter-17
18 Chapter-18
19 Chapter-19
20 Chapter-20
21 Chapter-21
22 Chapter-22
23 Chapter-23
24 Chapter-24
25 Chapter-25
26 Chapter-26
27 Chapter-27
28 Chapter-28
29 Chapter-29
30 Chapter-30
31 Chapter-31
32 Chapter-32
33 Chapter-33
34 Chapter-34
35 Chapter-35
36 Chapter-36
37 Chapter-37
38 Chapter-38
39 Chapter-39
40 Chapter-40
41 Chapter-41
42 Chapter-42
43 Chapter-43
44 Chapter-44
45 Chapter-45
46 Chapter-46
47 Chapter-47
48 Chapter-48
49 Chapter-49
50 Chapter-50
51 Pengumuman
52 Chapter-52(s2)
53 Chapter-53 (s2)
54 Chapter-54 (s2)
55 Chapter-55 (s2)
56 Chapter-56 (s2)
57 CAST
58 Chapter-58 (s2)
59 Chapter-59 (s2)
60 Chapter-60 (s2)
61 Chapter-61 (s2)
62 Chapter-62 (s2)
63 Chapter-63 (s2)
64 Chapter-64 (s2)
65 Chapter-65 (s2)
66 Chapter-66 (s2)
67 Chapter-67 (s2)
68 Chapter-68 (s2)
69 Chapter-69 (s2)
70 Chapter-70 (s2)
71 Chapter-71 (s2)
72 Chapter-72 (s2)
73 Chapter-73 (s2)
74 Chapter-74 (s2)
75 Chapter-75 (s2)
76 Chapter-76 (s2)
77 Chapter- 77 (s2) END
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Chapter-01
2
Chapter-02
3
Chapter-03
4
Chapter-04
5
Chapter-05
6
Chapter-06
7
Chapter-07
8
Chapter-08
9
Chapter-09
10
Chapter-10
11
Chapter-11
12
Chapter-12
13
Chapter-13
14
Chapter-14
15
Chapter-15
16
Chapter-16
17
Chapter-17
18
Chapter-18
19
Chapter-19
20
Chapter-20
21
Chapter-21
22
Chapter-22
23
Chapter-23
24
Chapter-24
25
Chapter-25
26
Chapter-26
27
Chapter-27
28
Chapter-28
29
Chapter-29
30
Chapter-30
31
Chapter-31
32
Chapter-32
33
Chapter-33
34
Chapter-34
35
Chapter-35
36
Chapter-36
37
Chapter-37
38
Chapter-38
39
Chapter-39
40
Chapter-40
41
Chapter-41
42
Chapter-42
43
Chapter-43
44
Chapter-44
45
Chapter-45
46
Chapter-46
47
Chapter-47
48
Chapter-48
49
Chapter-49
50
Chapter-50
51
Pengumuman
52
Chapter-52(s2)
53
Chapter-53 (s2)
54
Chapter-54 (s2)
55
Chapter-55 (s2)
56
Chapter-56 (s2)
57
CAST
58
Chapter-58 (s2)
59
Chapter-59 (s2)
60
Chapter-60 (s2)
61
Chapter-61 (s2)
62
Chapter-62 (s2)
63
Chapter-63 (s2)
64
Chapter-64 (s2)
65
Chapter-65 (s2)
66
Chapter-66 (s2)
67
Chapter-67 (s2)
68
Chapter-68 (s2)
69
Chapter-69 (s2)
70
Chapter-70 (s2)
71
Chapter-71 (s2)
72
Chapter-72 (s2)
73
Chapter-73 (s2)
74
Chapter-74 (s2)
75
Chapter-75 (s2)
76
Chapter-76 (s2)
77
Chapter- 77 (s2) END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!