Bab 14

Adrian tanpa pikir panjang langsung mentransfer uang itu. Karena dia tidak peduli dengan uang sebelum dia bisa mendapatkan Lyra menjadi istri nya. Apapun akan Adrian lakukan demi bisa dekat dengan sosok Lyra.

Adrian akan menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan Eric supaya tidak ada lawan saing Adrian untuk mendapatkan hati Lyra.

"Uangnya sudah masuk! Dimana kamu sekarang? Aku kesana akan membawa beberapa anak buah ku untuk mendiskusikan rencana ini!" Ucap nambrud.

Adrian Buru-buru berkata, "aku akan mengirim lokasi ku. Kita bisa bertemu disana untuk mendiskusikan."

"Oke!"

Setelah berbicara singkat dengan nambrud, Adrian memutuskan panggilan teleponnya.

Nambrud sendiri adalah ketua dari pasukan bawah tanah Leonard yang dibangun oleh Frank sendiri. Jadi bisa dikatakan nambrud adalah bawahan Frank.

---

Lyra dan Eric akhirnya sudah selesai menikmati hidangan sambil berbincang-bincang.

"Lyra! Ayo kita pulang sudah larut malam!" Ajak Eric.

Mendengar itu wajah Lyra cemberut, "Apakah kamu mengusir ku? Padahal aku masih ingin bersamamu!'

Eric tersenyum dan berkata, " Aku tidak mengusir mu nona Lyra yang cantik semanis madu. Aku hanya menyuruhmu pulang karena sudah malam. Bagaimanapun kita sudah duduk disini lebih dari 4 jam, apakah itu belum cukup lama?"

Lyra menggelengkan kepala, "Tidak, aku merasa belum cukup puas bersamamu!"

Eric menghela nafas dan berkata, "kita bisa melanjutkan pertemuan kita besok, tapi aku akan mengantarmu pulang dulu, ini sudah larut malam.. Bagaimana?"

Mendengar itu Lyra mengangguk dengan cemberut," Baiklah ayo kita pulang. Tapi kamu harus berjanji ya dengan kata-kata mu barusan?"

"Janji," Ucap Eric sambil tersenyum.

Setelah mengatakan itu, Eric memegangi tangan Lyra dan menariknya keluar untuk mengantarkannya pulang.

Lyra disamping itu malu-malu memegangi tangan Eric didepan umum. Sebab dia tidak pernah menyentuh laki-laki sebelumnya, apalagi sampai berpegangan tangan dengan laki-laki didepan umum.

Tetapi sekarang Eric memegangi erat tangannya dan menariknya bersamanya. Lyra hanya bisa pasrah tapi sangat bahagia dalam hatinya.

Ketika mereka berdua samapai di loby hotel, Diam-diam jasmin mengambil foto Eric dan Lyra lalu mengirimkan nya ke Adrian.

Sedangkan Eric terus menarik tangan Lyra sampai ketempat parkir. " Mobil ku jelek, apakah kamu tidak keberatan dengan ini?" Tanya Eric.

Lyra memandangi mobil itu dengan cermat, "Untuk apa aku keberatan dengan hal seperti ini, naik sepeda pun aku Terima asal kamu yang mengemudikannya, "Goda Lyra sambil tersenyum.

Eric tersenyum kecut," Oke kalo begitu! Ayo cepat masuk,"

Lyra dan Eric langsung masuk mobil BMW Seri 9 itu, Eric duduk di kursi pengemudi dan Lyra berada disampingnya.

Mereka berdua meninggalkan hotel itu dengan mengendarai mobil BMW Seri 9 milik Eric.

Didalam mobil sosok Lyra yang dikenal semua orang pendiam dan dingin kini terus berbicara seperti orang bodoh didalam mobil itu. Lyra dipenuhi kebahagiaan malam itu.

Sebab, orang yang paling dia sayangi dan menganggapnya sudah mati, kini datang kembali untuk menemuinya. Perasaan seperti ini sangat sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Sepanjang perjalanan Lyra tak henti-hentinya bertanya apa yang dia ingin tanyakan kepada Eric dia tanyakan saat itu juga.

Di tengah-tengah perjalanan pulang, Eric menyadari dan melihat kalo mobil nya dibuntuti oleh beberapa mobil dari sejak dia keluar hotel.

Eric sudah mengetahui kalo mobil dibelakang pasti memiliki sesuatu niat yang jahat terhadap nya, dia takut Lyra akan terseret juga.

Oleh karena itu, Eric mempercepat laju mobilnya supaya segera sampai di rumah Lyra.

Tak membutuhkan waktu lama Eric sampai di rumah Lyra, Eric melihat dari spion mobil, kalo tiga mobil yang membuntuti nya tadi juga berhenti dari kejauhan.

Eric melihat ini menjadi tersenyum jahat.

"Kita sudah sampai rumahmu, " Eric memandangi Lyra sambil tersenyum," Apakah kamu mau aku turunkan?'

Lyra cemberut kesal," Kamu mengemudi mobil terlalu cepat, sehingga kita cepat sampai rumahku!"

Eric tersenyum sinis dan berkata, " Jika kamu tidak mau turun, aku akan membawamu pulang saja!

Mendengar itu Lyra tersenyum dan berkata, " Ya, bawa saja aku pulang bersamamu. Aku sedang malas pulang ke rumah."

"Gadis bodoh," Eric menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Cepat turun! besok kita bertemu lagi."

"Ya sudah, aku turun. " Ucap Lyra dengan muka cemberut sambil membuka pintu mobil.

Eric tersenyum mengemudikan mobilnya sambil berkata, " Sampai bertemu kembali, dadaaa!

Lyra melambaikan tangan dan berkata, "Hati-hati!"

Lyra menunggu sampai mobil Eric hilang dari pandangannya baru ia masuk kerumahnya.

---

Saat ini didalam tiga mobil tersebut ada Adrian dan nambrud dimobil yang sama.

"Apakah orang itu benar-benar mengambil calon istrimu?" Tanya nambrud.

Adrian mengangguk, "Betul, dia berani-beraninya dia menyentuh calon istri ku." Adrian mengepalkan tinjunya dan berkata, " Aku ingin melihat anak itu mati malam ini supaya tidak ada lagi pengganggu hubunganku dengan Lyra,

Nambrud bertanya dengan heran, " Lyra selebriti itu maksudmu?"

Adrian mengangguk," lya, itu dia Lyra selebriti."

Nambrud tertawa terbahak-bahak, "Apa kamu yakin Lyra menyukaimu? Bahkan banyak anak pewaris kaya saja belum ada yang berhasil mengusik hatinya." Nambrud memandangi Adrian, " Wajahmu tidak tampan, penampilan mu biasa saja, tapi kamu masih mempunyai sedikit uang sih. Apa kamu yakin Lyra mau denganmu."

Muka Adrian mendengar ini menjadi cemberut, tentu saja apa yang dikatakan nambrud adalah benar. Anak yang lebih sempurna darinya saja Lyra tolak, apalagi dirinya.

Adrian berkata dengan membual, "Jangan lihat penampilan luar seseorang. Lyra sendiri mengatakan dia menyukaiku, inilah alasanku mengapa aku harus memperjuangkan untuk membalas perasaannya." ." Adrian menghela nafas lalu berkata, " Nah, anak itulah yang mengganggu hubunganku dengan Lyra. Sejak kehadirannya, Lyra mengabaikan ku! Bagaimana aku bisa membiarkan hal ini terjadi?"

Mendengar itu nambrud hanya mengangguk," Oke-oke! Aku akan membantumu menyingkirkan anak itu supaya kamu bisa mendapatkan Lyra mu kembali."

Sebenarnya, nambrud ingin sekali menampar Adrian karena bualan nya tadi. Mustahil nambrud akan percaya dengan perkataan Adrian, laki-laki yang jauh lebih sempurna saja yang mendekati Lyra ditolak mentah-mentah, apalagi Adrian yang anak kemarin sore yang masih ingusan mana mungkin Lyra akan menyukainya.

Tetapi, nambrud tidak melakukan hal itu, karena untuk saat ini Adrian adalah pelanggannya. Jadi dia harus menghormati Adrian walaupun dia sendiri tidak sabar ingin menampar wajah Adrian karena membual berlebihan.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

PEDE AMAT LO KATAKN LYRA MNYUKAI LO..

2023-11-25

1

fryclreen

fryclreen

Nambrud ini kembarannya Namrud kah? 😭

2023-10-01

1

Ymmers

Ymmers

aaalaaamaaaaakkkk… blelibet pet kaaliii…. 🙃

2023-08-31

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!