Lyra fokus memperhatikan gerakan seorang pemuda didepannya,Jadi ketika pemuda itu berdiri dan siap berbalik, Lyra memperhatikan nya dengan seksama.
Eric sudah membalikkan seluruh badannya dan menghadap Lyra. Dia melihat sosok yang sangat cantik dan anggun berdiri didepannya membuat Eric meneteskan airmata karena terharu bisa bertemu dengan Lyra kembali.
"Lyra! Kita bertemu kembali, apakah kamu masih mengingatku?" Ucap Eric.
Ketika Eric membalikkan badan nya Lyra terkejut seperti tersambar petir melihat sosok yang berdiri didepannya sangat familiar.
Semua barang yang dia pegang seperti tas, handphone semuanya terjatuh kelantai karena keterkejutan nya.
Apalagi ketika Eric menyebut dan memanggil namanya. Lyra tidak bisa mempercayai ini.
Lyra berteriak menyebutkan nama Eric sehingga bergema di seluruh ruangan itu sambil berlari kearah Eric dan memeluknya dengan sangat erat.
Lyra menangis di pelukan Eric sejadi-jadinya, dia menangis sama seperti anak kecil yang ditinggal ibunya pergi.
Eric juga membalas pelukan Lyra dengan berlinang airmata terharu. Dia tidak menyangka bisa bertemu dengan Lyra kembali.
Lyra terus-terusan menangis memeluk Eric sambil terus menggumam kan nama Eric.
Jasmine dan bodyguard itu yang melihat Lyra memeluk seorang pria membuat mereka seperti tersambar oleh petir karena terkejut. Karena selama mereka bersama Lyra, tidak pernah mereka melihat bahwa Lyra mempunyai laki-laki yang dia sukai.
Rahang mereka terasa sudah jatuh ke lantai karena sangat terkejut melihat kejadian ini.
Mereka juga mengetahui Lyra sama sekali sering menolak laki-laki kaya yang berusaha mendekati nya, bahkan Lyra sendiri tidak pernah menyentuh laki-laki manapun.
Tetapi sekarang, jasmine dan bodyguard itu melihat dengan mata kepala mereka sendiri Lyra memeluk seseorang laki-laki dengan penuh semangat. Ini membuat mereka sangat terkejut dan tidak bisa mempercayainya.
Jasmine yang melihat Lyra dipeluk oleh laki-laki membuat jasmine maju dan berkata, " Nona Lyra, mohon sadar, mengapa kamu memeluk laki-laki itu? Tanya Jasmine.
Lyra yang mendengar kata jasmine hanya berkata tanpa melihat kearah jasmine, " Kamu dan yang lain bisa pulang lebih dulu. Aku akan tinggal disini."
Mendengar itu jasmine sangat terkejut," Bagaimana mungkin aku meninggalkan nona Lyra. Bagaimana kalo dia melakukan sesuatu kepada nona Lyra."
Mendengar suara jasmine masih ada membuat Lyra berkata dengan dingin," Aku bilang kamu pergi tinggalkan aku disini. Jangan bertanya-tanya lagi, cepat tinggalkan aku, aku ingin tetap berada disini."
Jasmine tidak bisa berkata-kata lagi,
bagaimanapun dia tahu sifat Lyra yang keras kepala. Sekali mengatakan tidak maka seterusnya Lyra akan mengatakan tidak. Maka dari itu jasmine hanya bisa pasrah meninggalkan Lyra disini.
Jasmine keluar meninggalkan Lyra bersama dua bodyguard tadi.
Lyra disamping itu terus memeluk Eric dengan sangat erat. Seolah-olah dia takut Eric akan pergi.
Lyra saat ini perasaan campur aduk mengalami kejadian ini. Bagaimanapun Lyra sudah pasrah kalo Eric benar-benar sudah mati.
Tetapi sekarang Eric sudah berada dalam pelukan nya. Dia tidak peduli apakah ini Eric wujud manusia atau hantu. Yang Lyra rasakan sekarang adalah kebahagiaan dan kesenangan tiada tanding.
Jasmine keluar dari ruangan itu dalam keadaan linglung kebingungan melihat Lyra tiba-tiba memeluk seorang pria.
Bahkan Lyra mengusir nya pergi demi bisa berdua dengan pria itu. Ini yang membuat jasmine benar-benar bingung dan bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok laki-laki yang dipeluk oleh Lyra.
Jasmine dengan gemeteran mengeluarkan ponsel miliknya untuk memberitahu Adrian tentang kabar ini.
Jasmine menelpon Adrian dan tak menunggu lama, panggilan itu langsung terhubung," Halo Adrian, ini benar-benar kacau."
Adrian diujung telepon yang mendengar suara ketakutan jasmine Buru-buru berkata, "Apa yang terjadi? Kenapa kamu begitu gugup?"
"Lyra" Seru jasmine berkata dengan sedikit gemetar.
"Lyra?" Nada bicara Adrian mulai panik, "Apa yang terjadi dengan Lyra? Apakah orang yang dia temui melakukan sesuatu terhadapnya?"
Jasmine Buru-buru berkata, "Tidak! Lyra memeluk orang itu dengan sangat bersemangat."
Adrian seperti tersambar petir mendengar ini," Ahh! Bagaimana bisa Lyra memeluk seorang laki-laki? Bukankah selama ini Lyra tidak pernah memiliki hubungan manapun dengan seorang laki-laki? " Adrian menghela nafas lalu berkata, " Apakah kamu bercanda denganku?"
"Tidak" Jasmine Buru-buru berkata, " Lyra benar-benar memeluk orang itu dengan sangat bersemangat. Lyra bahkan mengusir kami keluar supaya dia bisa berduaan dengan laki-laki itu.
Adrian yang mendengar ini rasanya ingin segera mati. Bagaimanapun orang yang paling dia kagumi sudah jatuh ke pelukan orang lain. Dia sudah berjuang mati-matian menghalalkan segala cara untuk mendapatkan perhatian cinta Lyra, tetapi itu semua sangat sia-sia.
Bukan hanya dia tidak bisa mendapatkan Lyra, tetapi Lyra lebih duluan diambil oleh seseorang, ini yang membuat Adrian tak Terima.
"Bagaimana mungkin Lyra melakukan itu?" Adrian mengepalkan tinjunya, "Apakah kamu tahu siapa laki-laki itu? Bukankah kamu sudah lama mengenal Lyra? Kenapa tidak mengetahui dia berhubungan dengan seseorang?"
"Tidak, aku tidak tau," Jasmine menghela nafas dan berkata dengan sangat serius," Selama aku bekerja dengan Lyra, aku tidak pernah melihat dia suka terhadap laki-laki manapun, apalagi sampai memiliki hubungan dengan seorang laki-laki. Tetapi aku tidak menyangka hari ini Lyra tiba-tiba memeluk seorang laki-laki tanpa rasa malu. Menurut pendengaran ku tadi, Lyra mengatakan itu adalah teman lama dia, laki-laki itu juga sepertinya seumuran dengan Lyra. "
Adrian marah mengepalkan tinjunya dan berkata, " Anak itu benar-benar mencari kematian, beraninya dia menyentuh calon istriku!"
Jasmine Buru-buru bertanya, " Apa rencana mu dengan orang ini? Apakah kamu akan membiarkan dia begitu saja mendapatkan Lyra?"
"Tidak" Adrian berkata dengan dingin, Bagaimana mungkin aku membiarkan seseorang mengambil calon istri ku dariku? "
"Lalu apa yang akan kamu lakukan untuk menangani masalah ini?" Tanya jasmine
Adrian tertawa renyah," Kamu tinggal menunggu kabar saja, kalo anak itu besok akan menghilang tanpa jejak. Siapapun yang berani menyentuh calon istri ku, maka orang itu benar-benar sedang mencari kematian, "
Jasmine bertanya dengan penasaran, "Apakah kamu akan membunuh orang ini?"
"Yap! Tebakan mu benar, " Adrian berkata memperingati," Aku akan menyingkirkan anak itu malam ini, tetapi kamu jangan beritahu Lyra tentang rencanaku ini ! Mengerti?"
Jasmine Buru-buru berkata, "Mengerti! Kamu bisa yakin denganku. "
Adrian mengangguk puas mendengar ini," Aku akan menuju hotel hive farmasi untuk melihat anak itu dulu. Aku akan melihat dari kejauhan, tolong beritahu aku ciri-cirinya nanti ketika dia akan keluar mengerti?"
Jasmine berkata, "Oke! Tapi kamu harus memberiku bonus untuk misi ini, bagaimana?"
Adrian berkata dengan dingin," Kamu tidak perlu khawatir soal itu. Aku akan mentransfer nya sekarang juga."
"Oke Terima kasih. Senang berbisnis dengan anda" Ucap jasmine sambil memutuskan panggilan telepon itu.
Setelah memutuskan panggilan telepon itu, jasmine duduk di loby hotel untuk menunggu Lyra keluar.
Didalam ruangan kamar itu Lyra masih memeluk erat tubuh Eric Seolah-olah dia takut akan kehilangan Eric lagi.
Lyra tak mau melepaskan pelukannya dibadan Eric. Eric perlahan mendudukkan badan Lyra disopa sambil memeluk nya juga.
Lyra berkata dengan terus terisak menangis," Aku merindukanmu Eric... Aku merindukanmu Eric... Aku sangat merindukanmu Eric..."
Eric merasa sangat tersentuh dengan kata-kata Lyra. Eric perlahan mengelus rambut Lyra dengan tangannya dan berkata, "Aku sudah ada disini, kamu tidak perlu khawatir lagi."
Lyra terus memeluk Eric sambil menangis dan berkata, "Kamu jangan pergi lagi..."
Eric berkata sambil menenangkan Lyra, " lya, jangan khawatir lagi, aku sudah ada bersamamu. "
Lyra saat ini merasa dirinya sedang berkhayal dan bermimpi, dia berkata sambil terisak menangis, "Aku tidak tahu kapan mimpi indah ini akan berakhir... Aku tidak mau kamu hilang lagi... " Lyra berkata dengan memeluk erat tubuh Eric.
Eric tersenyum lucu mendengar kata-kata Lyra, bagaimana pun makna dibalik kata-kata Lyra adalah, dia menganggap pertemuan ini adalah mimpi, dan mimpi itu sewaktu-waktu akan berakhir dan ini yang membuat Lyra memeluk Eric seolah-olah dia tidak ingin kehilangan kesempatan ini.
Eric tersenyum dengan lembut menepuk pipi Lyra, "Hei Lyra, cepat sadar ini bukan mimpi, tapi ini benar-benar nyata. "Ucap Eric sambil tersenyum.
Lyra melepaskan pelukan itu dengan terkejut dan berkata," Benarkah?"
Eric tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.
Lyra, tidak percaya, lalu dia berusaha membuktikan itu dengan langsung mencium Eric.
Dua bibir bertemu, Eric merasakan ciuman hangat dibibir nya dari Lyra.
Lyra pun seperti itu, merasakan kehangatan dibibir nya ketika mencium Eric.
Setelah melakukan itu, Lyra berkata dengan sangat amat terkejut," Benarkah ini bukan mimpi? Atau apakah aku sedang berkhayal?"
Eric mendengar Lyra bertanya lagi, dia berbalik mencium Lyra dengan lembut.
Dua bibir bertemu lagi,
Setelah melakukan itu, Eric tersenyum dan berkata, " Apakah kamu belum yakin kalo ini bukan mimpi?" Tanya Eric sambil tersenyum bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
BENAR2 PNGHIANAT NI JASMINE..
2023-11-25
2
Sulaiman Efendy
APA KAPASITAS LO INGIN LNYAPKN ERIC, LO HNY SPRTI KUTU DI MATA ERIC, BLACK KOBRA AZA HNCUR, APALAGI LO..
2023-11-25
1
Sulaiman Efendy
NAHHH BENARKN, TU JASMINE PNGHIANAT, DIA LBH PRO KE ADRIAN, SKRG MLH INGIN LAPORAN KE ADRIAN..
2023-11-25
1