TW 18: Merenggut

Willy tak menyangka, apa yang baru saja Isa lakukan padanya membuat lututnya terasa lemas, untunglah posisinya kini sedang duduk dan tidak mungkin terkulai jatuh, jika tidak. Dia bisa malu.

Tunggu dulu, ini bukan hanya karena Isa. Tapi, juga karena tingkahnya sendiri.

Setelah celetukan Daren yang berkata tentang memberi Willy kecupan, Isa hanya bisa menelan ludahnya kasar sembari melihat bibir Willy yang menyeringai, lalu pria itu menunjuk pipinya dengan wajah yang ia hadapkan kedepan, hingga kini Isa melihat bentuk rahang dan pipi Willy yang berjambang tipis itu.

Isa jadi teringat saat tadi pagi meraba permukaan kasar rahang berjambang itu.

Degh..

Degh..

Jantung Isa berdebar- debar dengan desiran yang kembali hadir di hatinya.

Isa memalingkan wajahnya namun kini dia malah melihat Daren yang menatapnya seolah mengawasi Isa agar benar- benar mencium pipi Daddynya.

Astaga..

Isa terjepit diantara dua pria beda usia yang kini duduk di kiri dan kanannya.

Ah, ya.. Saat ini mereka duduk di kursi panjang yang cukup untuk di duduki oleh setidaknya lima orang, dan posisinya kini berada di tengah- tengah dengan Daren di sebelah kiri dan Willy di sebelah kanan.

Isa sudah tak merasa senang lagi melihat Gula- Gula Kapas di tangannya, yang ada hanya rasa kesal pada Willy karena tidak tulus memberinya sesuatu.

Daren mengerutkan keningnya, bocah itu merasa heran kenapa Isa tak juga melakukan apa yang dia katakan, apa dia tak ingin berterimakasih pada Daddynya.

"Mom.."

Isa lagi- lagi menelan ludahnya saat matanya kembali melihat ke arah pipi Willy, bibir pria itu masih menyeringai menyebalkan apa Daren tak lihat jika ayahnya sangat menyebalkan, Isa ingin marah. Tapi, mengingat pagi tadi Daren yang menangis tersedu, gadis itu merasa tidak tega jika membuat Daren kecewa.

Jadi dengan perlahan Isa mendekatkan dirinya berniat untuk mengecup sesaat pipi Willy lalu menjauh dengan cepat.

Begitu sudah cukup bukan..?

Namun Isa tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Willy yang melihat jika Isa mulai mendekat dan mencondongkan wajahnya, semakin menarik seringaian di bibirnya semakin lebar. Saat Isa semakin mendekat dan hampir mengecup pipinya, Willy memalingkan wajahnya hingga bibir Isa mendarat di bibirnya.

Isa tertegun lalu matanya membelalak saat bibirnya menyentuh yang tidak seharusnya, hingga dengan cepat dia menjauhkan dirinya, sedangkan Willy terpaku di tempatnya merasakan debar jantung yang rasanya hampir lompat.

Willy sudah terbiasa merasakan ciuman sejak sebelum menikah, setelah menikah, dan bahkan setelah istrinya meninggal dia yang kadang kala menyewa wanita panggilan juga tak jarang merasakan bibirnya berciuman dengan lawan jenisnya.

Tapi kali ini hanya sebuah kecupan kenapa membuat lutut Willy terasa lemas, kecupan itu hanya sekilas, bahkan Willy bisa menghitung berapa detik bibir mereka bersentuhan, tapi saat bibir tipis Isa menyentuh bibirnya, Willy bisa merasakan bibir lembut itu begitu menempel dan terasa permukaannya begitu kenyal, jika saja Isa tidak segera menyadarinya mungkin Willy akan menarik dan merasakan lebih lama bibir kenyal Isa, dan menghisapnya lebih dalam. Aroma dari Gula- Gula Kapas yang baru saja di nikmati Isa menguar membuat Willy semakin penasaran bagaimana jika dia menikmati bibir Isa lebih lama.

Sial..

Willy menoleh dan melihat wajah Isa memerah. Gadis itu pernah berkata jika sebuah ciuman sangat berarti baginya, bahkan untuk ciuman di pipinya saja dia sudah marah, bagaimana kali ini dengan ciuman di bibir. Tidak, ini bukan ciuman melainkan hanya kecupan. Tapi melihat wajah merah Isa tentu saja gadis itu sedang menahan amarahnya agar tidak meledak di depan Daren.

Melihat seperti apa raut wajah Isa kini Willy jadi terpikir, bagaimana dengan kekasih gadis itu.. Apa setiap kali berciuman dia akan marah.. Atau?

Ini adalah ciuman pertama Isa, yang seharusnya gadis itu berikan pada kekasihnya, tunggu..

Willy menghela nafasnya mengingat Isa berkata dia akan memberikannya pada suaminya kelak, dan itu berarti apa yang Isa lakukan adalah yang pertama kalinya dan dia telah merenggutnya.

Haruskah dia merasa bangga..?

Willy merasa penempatan kata 'merenggut' tidak cocok untuknya, karena yang terjadi bukan sebuah ciuman melainkan hanya kecupan.

Ya, benar. Jadi dia tak perlu merasa bersalah bukan?.

Willy masih melamun dan tak menyadari Isa sudah menggandeng Daren pergi meninggalkannya, gadis itu benar- benar marah terlihat dari gestur tubuhnya yang menghentak kesal.

Saat Willy tersadar dia melihat punggung Isa semakin jauh, namun di belakangnya Daren tersenyum dengan jari jempol yang dia angkat di dadanya, seolah tidak ingin Isa melihatnya.

Astaga, anak itu..

..

Dobel up ya,

Happy Reading 🤗

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

astagaaa Daren...makin nakal saja kelakuannya bener bener mirip Daddy nya

2025-03-03

0

Le_Di

Le_Di

😁

2023-12-07

1

aisyahara_ㅏㅣ샤 하라

aisyahara_ㅏㅣ샤 하라

banyak akal nya si Daren..🤣🤣🤣

2023-12-05

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 TW 1: Isabella Alfaro
3 TW 2: Belum Di Mulai
4 TW 3: Permulaan
5 TW 4: Pendaftaran
6 TW 5: Izin
7 TW 6: Bermain Trik
8 TW 7: TIDAK!!!
9 TW 8: Mengikuti Keinginanku
10 TW 8: Pura- Pura
11 TW 10: Menjadi Pengasuh
12 TW 11: Bercerita
13 TW 12: Menguji
14 TW 13: Berdebat
15 TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16 TW 15: Yang Sebenarnya
17 TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18 TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19 TW 18: Merenggut
20 TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21 TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22 TW 21: Ciuman Selamat Datang
23 TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24 TW 23: Aku Percayakan Padamu
25 TW 24: Aku Tidak Cemburu
26 TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27 TW 26: Masih Mau Menampik?
28 TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29 TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30 TW 29: Guru Daren
31 TW 30: Clara Tahu
32 TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33 TW 32: Tidur Bersamaku
34 TW 33: Perasaan Willy
35 TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36 TW 35: Menangis Seharian
37 TW 36 : Siapa Clara?
38 TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39 TW 38: Tembakan
40 TW 39: Pengorbanan Isa
41 TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42 TW 41: Sakit Hati
43 TW 42: Pulang
44 TW 43: Aku Merindukannya
45 TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46 TW 45: Kedatangan Willy
47 TW 46 :Kau Cantik
48 TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49 TW 48: Pertemuan Kembali
50 TW 49: Maafkan Aku
51 TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52 TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53 TW 52: Marahlah!
54 TW 53: Kencan Buta
55 TW 54: Tidak Berdaya
56 Epilog
57 EkPart 1
58 ExPart 2
59 Mampir Yuk!
60 Bukan Sekedar Secretary
61 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Prolog
2
TW 1: Isabella Alfaro
3
TW 2: Belum Di Mulai
4
TW 3: Permulaan
5
TW 4: Pendaftaran
6
TW 5: Izin
7
TW 6: Bermain Trik
8
TW 7: TIDAK!!!
9
TW 8: Mengikuti Keinginanku
10
TW 8: Pura- Pura
11
TW 10: Menjadi Pengasuh
12
TW 11: Bercerita
13
TW 12: Menguji
14
TW 13: Berdebat
15
TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16
TW 15: Yang Sebenarnya
17
TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18
TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19
TW 18: Merenggut
20
TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21
TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22
TW 21: Ciuman Selamat Datang
23
TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24
TW 23: Aku Percayakan Padamu
25
TW 24: Aku Tidak Cemburu
26
TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27
TW 26: Masih Mau Menampik?
28
TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29
TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30
TW 29: Guru Daren
31
TW 30: Clara Tahu
32
TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33
TW 32: Tidur Bersamaku
34
TW 33: Perasaan Willy
35
TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36
TW 35: Menangis Seharian
37
TW 36 : Siapa Clara?
38
TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39
TW 38: Tembakan
40
TW 39: Pengorbanan Isa
41
TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42
TW 41: Sakit Hati
43
TW 42: Pulang
44
TW 43: Aku Merindukannya
45
TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46
TW 45: Kedatangan Willy
47
TW 46 :Kau Cantik
48
TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49
TW 48: Pertemuan Kembali
50
TW 49: Maafkan Aku
51
TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52
TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53
TW 52: Marahlah!
54
TW 53: Kencan Buta
55
TW 54: Tidak Berdaya
56
Epilog
57
EkPart 1
58
ExPart 2
59
Mampir Yuk!
60
Bukan Sekedar Secretary
61
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!