TW 3: Permulaan

Isa menyiapkan semua berkas dengan teliti agar tuan Willy tidak menolaknya lagi, kali ini semua harus berjalan lancar jika tidak habislah dia, tak punya muka lagi di depan Daddynya, maupun karyawannya.

Padahal dia yang mengajukan diri untuk proyek ini dan dia juga tak mau di bilang bisa bekerja di perusahaan karena backingan daddynya, Marvin.

Jadi dia harus bisa membuat Willy menjadi investor untuk proyek barunya.

Isa menghela nafasnya sekali lagi melihat penampilannya, dia sudah rapi dan memastikan jika dia sudah cantik.

Isa mengeryit kenapa jadi itu yang dia pikirkan. Isa berdecak "Aku memang selalu cantik." Isa tertawa.

Isa meraih tasnya dan memasukkan semua berkas ke dalam tas kerjanya lalu keluar kamar hotel.

...

Dia Aula hotel semua sudah di siapkan, seminar bisnis yang di adakan memang untuk para pengusaha dari berbagai negara, Isa beruntung karena mendapatkan undangan tersebut, terlebih tuan Willy akan hadir di acara ini, jadi Isa memanfaatkan waktunya untuk bisa menemui tuan Willy, semoga saja bisa!.

Willy tak bisa membuat Daren diam, bocah itu ingin ikut, tapi juga terus merajuk jika dirinya merasa bosan, lagi pula bagaimana bisa seorang anak kecil ikut dalam seminar bisnis, jika bukan dirinya yang akan menjadi motivator, Willy mungkin memilih membatalkan kehadirannya.

Tapi acara ini sangat penting karena di hadiri pengusaha dari berbagai negara, lalu bagaimana jika Willy membatalkannya? Tentu saja itu tidak mungkin, jadi solusinya adalah membiarkan Daren ikut.

Willy berdiri saat ponselnya berdering, sambil menerima panggilan Willy membelakangi Daren.

Bocah kecil itu menggerakkan kakinya yang menggantung di kursi ruang tunggu khusus untuk mereka, karena acara belum di mulai jadi Willy membawa Daren menunggu di sana, Daren melihat berbagai makanan kesukaannya di atas meja, tapi tetap saja dia tak bernafsu memakannya, Daren cemberut. Andai dia punya ibu di rumah dia tak perlu merengek ikut Daddynya karena kesepian.

Daddynya juga sering pergi ke luar negeri beberapa hari dan meninggalkannya dengan seorang Bibi.. Baby sitter yang di pekerjakan Daddynya.

Bibi itu sangat baik, tapi tetap saja Daren ingin Willy atau wanita yang bisa di sebut Mommy olehnya.

Daren sendiri tidak mengerti kenapa dia tak punya Mommy, di saat semua orang memilikinya.

Daddynya bilang Mommynya sudah tiada dan bahagia di surga sana, tapi kenapa jika Mommynya bahagia dia tidak mengajaknya ikut agar mereka bisa bahagia bersama.

Daren menoleh dan melihat Willy masih bicara lewat telepon, Daren yang semakin bosan menurunkan kakinya dan keluar dari ruang tunggu.

Mata kecil itu berpendar melawan rasa bosan di tengah hiruk pikuk orang dewasa, hingga matanya berbinar melihat seorang gadis cantik, terlihat anggun dengan raut keibuan. Ini dia yang di carinya.

Kaki kecilnya melangkah dengan tatapan tak lepas dari gadis bergaun bercorak bunga dengan bagian atas di balut jas berwarna senada dengan warna bunga di gaunnya.

Menarik rok gadis tersebut dan memiringkan wajah dengan mata mengerjap imut.

"Mom.. Kau.. Aku ingin kau menjadi Mommyku.." tunjuknya pada Isa.

"Anak kecil kau bicara apa.. Ayo aku bantu mencari Ibumu.."

....

Saat Daren sibuk mengobrol dengan Isa, Willy yang baru saja selesai dengan ponselnya terkejut mendapati Daren sudah tidak ada di kursi "Daren?"

Willy ber jalan ke arah kamar mandi, "Nak, kau di dalam.." Willy mendorong pintu tersebut dan mengeryit saat melihat kamar mandi kosong.

Willy berjalan keluar dari ruang tunggu dan meneliti sekelilingnya tidak terlihat Daren ada disana "Cari putraku dia hilang!." Willy semakin panik saat dia masuk tadi dia tak membawa Bodyguardnya, karena merasa penjaga disana juga cukup ketat apalagi ini adalah hotel miliknya jadi Willy menurunkan kewaspadaannya.

Wily mengedarkan pandangannya ke arah aula tempat diadakannya seminar yang akan berlangsung beberapa menit lagi namun Daren juga tak terlihat di sana "Cari dengan teliti pastikan tidak membuat keributan!." titahnya pada seorang pria berbaju hitam.

Mereka juga harus memastikan para tamu tidak terganggu, sudah banyak yang menempati kursi tamu dan menunggu acaranya di mulai.

Willy mulai panik saat menit demi menit anaknya tak juga di temukan, dia kira anaknya yang nakal itu sedang bersembunyi namun saat bodyguard mengabarkan jika Daren tak di temukan di aula, Willy semakin cemas.

Willy mengusap wajahnya kasar, di saat yang sama ponselnya berdering, Willy mengeryit saat nomer tersebut adalah no hotel yang sedang dia pijaki sekarang "Hallo.."

"Hallo tuan, ada seorang wanita membawa putra anda.." Willy tak lagi mendengarkan dan berlari ke arah dimana ruang keamanan berada.

Dia sudah panik dan mencari di aula, dia kira Daren bermain di sana, tapi kenapa bisa anak itu keluar aula tanpa penjaga tahu.

Saat melihat ruang keamanan, Willy tak menghiraukan sekitarnya dan hanya melihat putranya itu duduk tersenyum dengan lolipop di tangannya.

"Astaga.. Daren.." Willy berjongkok dan memeluk Daren "Aku kira kau hilang.." Willy meneliti wajah Daren yang mendengus.

"Aku sudah besar, tidak akan hilang, lagi pula orang ini mengenalku.." Daren melihat seorang keamanan yang mengangguk hormat pada Willy. Ya, beruntung mereka mengenal Daren sebagai putra pemilik hotel ini jadi mereka tak kesulitan mencari orang tua anak yang katakan hilang ini.

"Terimakasih."

"Sama- sama tuan." petugas keamanan itu mengangguk bangga, namun kebanggaannya tak berlangsung lama saat Daren berkata..

"Untuk apa berterimakasih padanya, dia hanya menghubungimu, yang membawaku kemari bukan dia.." Willy mengeryit, sedangkan si petugas wajahnya memerah.

"Apapun itu kau harus berterimakasih, karena dia sudah membantumu menghubungi ku."

"Dad, kau lupa.. Aku memiliki ponsel. Untuk apa aku meminta orang lain menghubungimu." Willy tercengang, benar putranya ini memiliki ponsel tapi saking paniknya dia tak ingat dan seperti orang bodoh mencarinya.

"Jika aku tidak menghubungimu itu artinya aku tidak membutuhkannya, tapi dia malah menghubungimu, sekarang gara- gara dia aku gagal memiliki ibu." keluhnya.

Petugas keamanan menelan ludahnya kasar saat mendengar penuturan anak kecil putra tuannya itu, tak menyangka jika anak ini bisa berkata seperti orang dewasa, sedangkan tadi anak itu hanya mengangguk lugu di depan gadis yang menemukannya.

Apa bocah ini sedang berperan..

...

Isa masih tertegun saat dia sedang bicara di telepon tadi di depan pintu aula, seorang anak menarik roknya dan ternyata dia adalah putra dari tuan Willy.

Isa masih diam di sana melihat interaksi antara Willy dan Daren, terlihat Willy meneliti seluruh tubuh Daren dan memastikan anaknya itu baik- baik saja, lalu kembali memeluknya, entah apa yang mereka bicarakan jaraknya hanya beberapa meter namun pintu kaca itu tertutup rapat dan dia hanya bisa melihat dari gerakan dan raut wajah Daren dan tuan Willy.

Dinding ruang keamanan yang juga terbuat dari kaca membuat Isa semakin leluasa melihat ke dalam sana, dan Isa melihat jika keduanya mungkin tengah berdebat.

Isa menghela nafasnya lalu melangkah pergi, sempat terpikir memanfaatkan momen ini untuk bertemu dengan tuan Willy, namun rasanya tidak pantas menggunakan anak kecil sebagai alat untuk mencari simpati tuan Willy.

Jadi Isa akan berusaha bertemu saat seminar berhasil, semoga dia bisa membuat janji dengan tuan Willy..

Terpopuler

Comments

Liaton

Liaton

semangat Isa💪

2025-03-19

0

Bzaa

Bzaa

semangat isa

2025-03-14

0

£rvina

£rvina

Daren is little Cupid 💕💘💕

2023-10-19

3

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 TW 1: Isabella Alfaro
3 TW 2: Belum Di Mulai
4 TW 3: Permulaan
5 TW 4: Pendaftaran
6 TW 5: Izin
7 TW 6: Bermain Trik
8 TW 7: TIDAK!!!
9 TW 8: Mengikuti Keinginanku
10 TW 8: Pura- Pura
11 TW 10: Menjadi Pengasuh
12 TW 11: Bercerita
13 TW 12: Menguji
14 TW 13: Berdebat
15 TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16 TW 15: Yang Sebenarnya
17 TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18 TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19 TW 18: Merenggut
20 TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21 TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22 TW 21: Ciuman Selamat Datang
23 TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24 TW 23: Aku Percayakan Padamu
25 TW 24: Aku Tidak Cemburu
26 TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27 TW 26: Masih Mau Menampik?
28 TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29 TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30 TW 29: Guru Daren
31 TW 30: Clara Tahu
32 TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33 TW 32: Tidur Bersamaku
34 TW 33: Perasaan Willy
35 TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36 TW 35: Menangis Seharian
37 TW 36 : Siapa Clara?
38 TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39 TW 38: Tembakan
40 TW 39: Pengorbanan Isa
41 TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42 TW 41: Sakit Hati
43 TW 42: Pulang
44 TW 43: Aku Merindukannya
45 TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46 TW 45: Kedatangan Willy
47 TW 46 :Kau Cantik
48 TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49 TW 48: Pertemuan Kembali
50 TW 49: Maafkan Aku
51 TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52 TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53 TW 52: Marahlah!
54 TW 53: Kencan Buta
55 TW 54: Tidak Berdaya
56 Epilog
57 EkPart 1
58 ExPart 2
59 Mampir Yuk!
60 Bukan Sekedar Secretary
61 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Prolog
2
TW 1: Isabella Alfaro
3
TW 2: Belum Di Mulai
4
TW 3: Permulaan
5
TW 4: Pendaftaran
6
TW 5: Izin
7
TW 6: Bermain Trik
8
TW 7: TIDAK!!!
9
TW 8: Mengikuti Keinginanku
10
TW 8: Pura- Pura
11
TW 10: Menjadi Pengasuh
12
TW 11: Bercerita
13
TW 12: Menguji
14
TW 13: Berdebat
15
TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16
TW 15: Yang Sebenarnya
17
TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18
TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19
TW 18: Merenggut
20
TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21
TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22
TW 21: Ciuman Selamat Datang
23
TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24
TW 23: Aku Percayakan Padamu
25
TW 24: Aku Tidak Cemburu
26
TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27
TW 26: Masih Mau Menampik?
28
TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29
TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30
TW 29: Guru Daren
31
TW 30: Clara Tahu
32
TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33
TW 32: Tidur Bersamaku
34
TW 33: Perasaan Willy
35
TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36
TW 35: Menangis Seharian
37
TW 36 : Siapa Clara?
38
TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39
TW 38: Tembakan
40
TW 39: Pengorbanan Isa
41
TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42
TW 41: Sakit Hati
43
TW 42: Pulang
44
TW 43: Aku Merindukannya
45
TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46
TW 45: Kedatangan Willy
47
TW 46 :Kau Cantik
48
TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49
TW 48: Pertemuan Kembali
50
TW 49: Maafkan Aku
51
TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52
TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53
TW 52: Marahlah!
54
TW 53: Kencan Buta
55
TW 54: Tidak Berdaya
56
Epilog
57
EkPart 1
58
ExPart 2
59
Mampir Yuk!
60
Bukan Sekedar Secretary
61
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!