TW 15: Yang Sebenarnya

"Anda pasti sudah tahu, tujuan kami mengundang kalian malam ini." saat makan malam usai Willy bicara tanpa basa- basi, saat ini mereka tengah duduk di kursi santai.

Sudah jelas, tuan Simon tahu apa maksud Willy mengundangnya. Di rumah istrinya menjelaskan jika beberapa hari lalu putra tuan Willy memukul dan mendorong putra bungsu mereka Lucas hingga lututnya berdarah.

Awalnya dia juga bingung bagaimana bisa orang berpengaruh seperti tuan Willy mengundangnya, sedangkan perusahaannya sendiri tak bekerja sama dengan tuan Willy.

Tapi saat mendengar penjelasan istrinya yang mungkin ini berkaitan dengan putra mereka, Simon bergegas untuk memenuhi undangan dari tuan Willy tersebut.

Bukankah ini bagus, dia bisa memanfaatkan rasa bersalah tuan Willy untuk menanamkan modal di perusahaannya yang kini sedang di ujung tanduk.

"Anak- anak kita.."

Belum selesai Willy bicara tuan Simon menyela. "Masalah anak- anak tidak usah di pikirkan tuan Willy.. Kenakalan seperti itu sudah biasa di dunia anak- anak." Willy menyeringai, dia paling tidak suka pembicaraannya di sela dan tanpa tahu permasalahannya tuan Simon menyimpulkan apa yang akan dia katakan, sebelum mendengar perkataannya.

Willy mengangguk.. "Bagi anda itu sebuah kebiasaan, tapi bagi ku ini sebuah kesalahan anak yang harus kita luruskan sejak dini.. Karena jika tidak ini berdampak pada perilaku anak kita kelak."

Isa menatap nyonya Simon yang masih duduk anggun menatapnya penuh cibiran, mereka duduk di kursi berbeda tidak jauh dari tuan Willy dan tuan Simon, sehingga Isa masih bisa mendengar apa yang keduanya bicarakan, dan Isa yakin Nyonya Simon juga mendengarnya.

"Aku dengar kau baru menjadi calon nyonya Wilson." Isa menoleh dan tersenyum.

"Sepertinya nyonya Simon tahu banyak tentang keluarga ini melebihi aku yang bahkan akan segera menjadi anggota keluarga Wilson."

Nyonya Simon mendengus, namun tidak berkata apapun, hingga Isa kembali melihat ke arah tuan Willy dan tuan Simon.

"Ya, karena itu kami meminta Lucas untuk memaafkan Daren." Tuan Simon tertawa kecil, meyakinkan tuan Willy jika semua tidak masalah untuknya.

Willy mengangkat alisnya mendengar ucapan tuan Simon, rupanya tuan Simon tak tahu apa- apa tentang anaknya, atau justru pura- pura tak tahu.

"Benarkah.. Apa kau yakin akan memaafkan Daren begitu saja, kau tahu apa yang Daren katakan padaku?," Tawa tuan Simon terhenti, dia melihat tuan Willy yang semakin datar raut wajahnya.

"Aku sangat tersanjung jika kau memaafkan putraku, tapi jika aku jadi kau , aku akan berpikir ulang tentang apa yang kau katakan barusan." Tuan Simon merasakan bulu kuduknya berdiri saat melihat tatapan tajam yang di layangkan tuan Willy.

Dia mulai gugup dengan jantung yang berdebar- debat menanti apa yang akan tuan Willy katakan kembali.

Isa mengalihkan tatapannya kembali pada nyonya Simon yang menegang di tempatnya, mendengar apa yang tuan Willy katakan.

Willy mulai mengatakan apa yang Isa katakan padanya tentang perkataan Lucas pada Daren, dan membuat kedua pasangan suami istri itu nampak pucat pasi.

"Satu lagi, Daren bilang ayah Lucas adalah seorang pemain wanita yang brengsek dan jahat, karena itu ibunya mati meninggalkannya." Tuan Simon melihat ke arah istrinya yang juga tercengang.

Mereka jelas tahu apa yang tun Willy katakan bukan dialog yang harusnya di katakan Daren pada Lucas, karen jelas ibu Lucas masih ada dan dia berada bersama mereka.

"Ada apa denganmu, nyonya Simon?, kau terlihat pucat, kau sakit?" Isa tersenyum mendengus.

"Aku tak tahu apa yang kalian katakan pada Lucas, tapi anak itu jelas merekam semua dalam memorinya hingga perkataan itu terlontar dari mulutnya kepada Daren."

"Kau jelas tahu aku baru saja jadi calon ibu untuk Daren, tapi kau menyalahkan aku seolah aku sudah mengurusnya sejak lama." Isa tersenyum, namun kali Isa tersenyum sangat ramah "Kau lihat, aku bahkan hanya duduk di sini dan itu membuktikan jika aku masih belum di akui sepenuhnya, kau tahu.. Apa yang calon suamiku katakan." Isa menekan kata calon suami untuk membuat nyonya Simon semakin tertekan, dan benar saja raut wajahnya semakin pucat, seolah tak teraliri darah.

"Dia akan buat keluarga kalian bangkrut." bisik Isa sambil mencondongkan tubuhnya hingga dia bisa melihat tangan Nyonya Simon bergetar.

Keluarga mereka termasuk jajaran terkaya, tapi bukan tidak mungkin tuan Willy melakukan itu pada keluarganya, mengingat betapa arogannya tuan Willy, apalagi perusahaan mereka kini sedang terombang -ambing.

Harusnya dia lebih berhati- hati dalam berbicara di depan Lucas, hingga kini dia membawa masalah karena ucapannya sendiri.

Isa menepuk tangan Nyonya Simon yang bergetar, beberapa hari lalu hampir saja tangan itu menamparnya hanya karena Isa membela Daren, namun kepala sekolah mencegah untuk tidak melakukan kekerasan hingga Nyonya Simon menggeram marah dan hanya mengepalkan tangannya. "Tapi tenang saja, Willy tidak akan melakukan itu."

Nyonya Simon mendongak menatap Isa yang masih tersenyum.

"Aku hanya ingin, jika kalian punya masalah denganku, katakanlah.." Willy melipat tangannya di dada.

"Jangan libatkan anak- anak, apalagi ini urusan orang dewasa." kali ini tatapan Willy jatuh pada Nyonya Simon "Jika kalian memiliki dendam atau apapun padaku.. Katakanlah secara langsung." tuan Simon langsung mengikuti arah pandangan Willy, yang mengarah pada istrinya.

Keningnya mengeryit melihat istrinya sudah bergetar ketakutan, dengan raut wajah yang menunduk "Ada apa ini Istriku?." katanya bingung, dia benar- benar tak tahu apa yang terjadi, dengan ucapan tuan Willy tadi seperti perkiraannya mungkin bukan Daren yang bicara pada Lucas, melainkan sebaliknya.

Tapi dia masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, karena dari yang istrinya katakan jika Darenlah yang pertama kali memukul Lucas.

"Suamiku.. Ini.." Nyonya Simon mulai mengatakan apa yang terjadi dari sudut pandangnya tentang Daren memukul Lucas "Aku sungguh tak tahu jika Lucas akan mendengar dan mengatakan itu pada Daren.. Sungguh." katanya masih dengan wajah yang dia tundukan, entah kemana wanita paruh baya arogan yang tadi menatap Isa dengan penuh cibiran.

"Aku hanya mengatakannya bersama teman- temanku.. Aku tak tahu jika Lucas akan menirunya. Dan juga kau tahu seberapa tergila- gilanya Luciana pada tuan Willy, aku ikut bahagia saat mendengar Luci menjadi kekasih tuan Willy, tapi hanya bertahan satu minggu, dia kembali di putuskan." Luciana adalah sepupunya, putri dari adiknya. sejak dulu Luciana menyukai tuan Willy, dan saat memiliki kesempatan berkencan Luci sangat bahagia, namun ternyata tak bertahan lama tuan Willy malah mencampakannya, dia bahkan merasa sedih saat Luciana depresi karena di putuskan Willy yang baru satu minggu bersedia kencan dengannya, dia di putuskan hanya karena Luci tidak bisa meluluhkan hati Daren.

Setelah mengunjungi Luci yang sakit usai di putuskan tuan Willy, dia terus mengumpat di dalam mobil, memaki dan berkata kasar tentang Willy. Dia tak mengira apa yang dia katakan di tiru oleh Lucas yang saat itu ada bersamanya.

Tapi dengan bodohnya dia berkata pada Lucas dengan jelas jika Lucas jangan berhubungan dengan Daren di sekolah, karena anak itu membawa keburukan.

Nyonya Simon yang sejak awal tak menyukai tuan Willy, semakin membenci pria itu menggebu- gebu.

"Jangan bicara pada Daren, dia sungguh pembawa keburukan, bagaimana bisa dia tidak suka Bibimu, dan berakhir hubungannya di akhiri ayahnya."

"Pria brengsek.. Bisa- bisanya dia mempermainkan wanita dan menyakiti Luci.."

....

Tuan Simon masih menunduk dengan gigi gemelutuk menahan amarah "Tidak seharusnya kau membenarkan apa yang anakmu lakukan hanya karena kau membenci orang tuanya." Dia malu sekali dengan apa yang istrinya lakukan.

Dengan percaya dirinya dia datang memenuhi undangan tuan Willy, tanpa tahu jika dia akan di permalukan oleh istrinya sendiri, dia tahu istrinya tak menyukai Tuan Willy, bahkan sejak Tuan Willy menikahi Joana.

Luciana sejak dulu memang tergila- gila pada tuan Willy, namun pria itu tak pernah menanggapi karena telah jatuh cinta pada Joana, hingga akhirnya mereka menikah, tapi Luciana tak pernah melupakan Willy hingga saat ini.

Dan yang membuat Istrinya tak menyukai tuan Willy adalah Tuan Willy dan Joana hidup bahagia sedangkan Luciana berkubang dalam patah hatinya, hingga Luciana mendengar kabar jika Joana meninggal dunia setelah melahirkan, harapannya kembali muncul untuk berjuang merebut hati Willy, perjuangannya selama hampir lima tahun tak pernah membuahkan hasil, tuan Willy sama sekali tak pernah melihat ke arahnya. Hingga dia terpilih menjadi salah satu teman kencan tuan Willy namun dia tetap bernasib buruk, hanya karena dia tak bisa meluluhkan hati Daren.

Isa terdiam sekarang dia tahu kenapa nyonya Simon terlihat sangat membencinya, mungkin dia mengira Isa merebut posisi yang harusnya di tempati Luciana.

Willy menghela nafasnya dia ingat Luciana adalah teman kencannya beberapa minggu lalu yang tak lulus seleksi karena memang Daren tak menyukainya.

Willy memang mengenal Luciana, karena beberapa kali mereka bertemu, namun dia tak tahu jika Luciana menyukainya sejak dulu, dimatanya hanya ada Joana, hingga dia tak pernah melihat sekitarnya dan tak peduli sama sekali.

Bukan berarti Willy menyesal mengabaikan Luciana, tidak. Menurutnya semua yang dia lakukan adalah keputusan yang tepat.

Jika sampai dia menikah dengan Luciana, dia tak yakin Luciana akan mencintai Daren dengan tulus, karena cinta Luciana hanya berputar padanya, bukan tidak mungkin Daren di abaikan.

Tidak bukan cinta yang dimiliki Luciana untuknya, melainkan hanya suatu ambisi..

....

Love untuk kalian semua😘

Terpopuler

Comments

英

nahhhh nyonya Simon, pengaruh buruk mu d ikuti oleh Lucas anak mu.. cisss/Panic/

2025-03-11

0

Ima Kristina

Ima Kristina

oooo ternyata nyonya Simon saudara dari Luciana

2025-03-03

0

Bzaa

Bzaa

duhhhh cinta membutakan mata

2023-11-24

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 TW 1: Isabella Alfaro
3 TW 2: Belum Di Mulai
4 TW 3: Permulaan
5 TW 4: Pendaftaran
6 TW 5: Izin
7 TW 6: Bermain Trik
8 TW 7: TIDAK!!!
9 TW 8: Mengikuti Keinginanku
10 TW 8: Pura- Pura
11 TW 10: Menjadi Pengasuh
12 TW 11: Bercerita
13 TW 12: Menguji
14 TW 13: Berdebat
15 TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16 TW 15: Yang Sebenarnya
17 TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18 TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19 TW 18: Merenggut
20 TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21 TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22 TW 21: Ciuman Selamat Datang
23 TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24 TW 23: Aku Percayakan Padamu
25 TW 24: Aku Tidak Cemburu
26 TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27 TW 26: Masih Mau Menampik?
28 TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29 TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30 TW 29: Guru Daren
31 TW 30: Clara Tahu
32 TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33 TW 32: Tidur Bersamaku
34 TW 33: Perasaan Willy
35 TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36 TW 35: Menangis Seharian
37 TW 36 : Siapa Clara?
38 TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39 TW 38: Tembakan
40 TW 39: Pengorbanan Isa
41 TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42 TW 41: Sakit Hati
43 TW 42: Pulang
44 TW 43: Aku Merindukannya
45 TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46 TW 45: Kedatangan Willy
47 TW 46 :Kau Cantik
48 TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49 TW 48: Pertemuan Kembali
50 TW 49: Maafkan Aku
51 TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52 TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53 TW 52: Marahlah!
54 TW 53: Kencan Buta
55 TW 54: Tidak Berdaya
56 Epilog
57 EkPart 1
58 ExPart 2
59 Mampir Yuk!
60 Bukan Sekedar Secretary
61 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Prolog
2
TW 1: Isabella Alfaro
3
TW 2: Belum Di Mulai
4
TW 3: Permulaan
5
TW 4: Pendaftaran
6
TW 5: Izin
7
TW 6: Bermain Trik
8
TW 7: TIDAK!!!
9
TW 8: Mengikuti Keinginanku
10
TW 8: Pura- Pura
11
TW 10: Menjadi Pengasuh
12
TW 11: Bercerita
13
TW 12: Menguji
14
TW 13: Berdebat
15
TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16
TW 15: Yang Sebenarnya
17
TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18
TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19
TW 18: Merenggut
20
TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21
TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22
TW 21: Ciuman Selamat Datang
23
TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24
TW 23: Aku Percayakan Padamu
25
TW 24: Aku Tidak Cemburu
26
TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27
TW 26: Masih Mau Menampik?
28
TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29
TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30
TW 29: Guru Daren
31
TW 30: Clara Tahu
32
TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33
TW 32: Tidur Bersamaku
34
TW 33: Perasaan Willy
35
TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36
TW 35: Menangis Seharian
37
TW 36 : Siapa Clara?
38
TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39
TW 38: Tembakan
40
TW 39: Pengorbanan Isa
41
TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42
TW 41: Sakit Hati
43
TW 42: Pulang
44
TW 43: Aku Merindukannya
45
TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46
TW 45: Kedatangan Willy
47
TW 46 :Kau Cantik
48
TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49
TW 48: Pertemuan Kembali
50
TW 49: Maafkan Aku
51
TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52
TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53
TW 52: Marahlah!
54
TW 53: Kencan Buta
55
TW 54: Tidak Berdaya
56
Epilog
57
EkPart 1
58
ExPart 2
59
Mampir Yuk!
60
Bukan Sekedar Secretary
61
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!