TW 11: Bercerita

"Daren berkata anak itu sering mengatakan jika Daren anak paling menyedihkan karena tidak punya Ibu.."

"Mereka bilang Ibunya membencinya karena itu meninggalkannya sendirian.."

Isa meneliti ekspresi Willy, wajahnya sudah memerah dengan tangan mengepal.

"Daren juga sering di katai, tapi dia selalu diam.." Isa menghela nafasnya "Tapi untuk yang tadi sepertinya Daren sudah tak bisa menahannya.."

"Apa yang dia katakan." Willy mendongak melihat Isa dengan tatapan yang mengerikan.

Isa bisa melihat urat- urat di dahi Willy berkedut mungkin karena pria itu menahan amarahnya.

"Dia bilang, Daren anak pembawa keburukan, karena setelah ibunya melahirkannya dia meninggal."

"Sial!!" Willy mengeram, hatinya terasa sesak bagaimana bisa Daren tak pernah mengatakan padanya jika di perlakukan seperti itu.

"Dan kamu tahu, alasan sebenarnya Daren memukul anak itu.."

"Dia bilang jika Daddy Daren adalah seorang pria jahat, brengsek, karena suka bermain wanita, karena itu Ibu Daren marah dan meninggalkannya.."

Willy tertegun.. "Apa!!"

Isa mengangkat alisnya melihat ekspresi Willy "Pointnya adalah Daren tidak suka kau di hina, dia akan hiraukan semua hinaan untuknya, tapi Daren marah jika kau yang di katai kotor."

Willy terdiam "Yang jadi pertanyaan nya kenapa anak usia lima tahun bisa tahu hal- hal seperti itu, dan merundung tanpa rasa bersalah, dia bahkan berkata di depan kepala sekolah jika Daren memukulnya tanpa sebab.. Aku bahkan harus diam mendengar ocehan si orang tua, yang mengatakan jika aku tak becus mengurus anak.." baru satu hari dia jadi calon Ibu, sudah di salahkan seolah dia sudah mengurus Daren sejak kecil.

Tapi sudahlah itu tak masalah untuk Isa.

Beruntung Isa bisa membujuk Daren agara anak itu bicara dan menceritakan kejadian sesungguhnya.

Willy mengepalkan tangannya "Aku akan pastikan mereka mendapat hal yang setimpal.." tatapannya tajam seperti singa yang siap menerkam, terlihat menakutkan.

"Apa yang akan kau lakukan memang?"

"Ku buat mereka miskin saja bagaimana?" Willy mengangkat wajahnya agar bisa melihat Isa yang masih berdiri di depannya, Willy sendiri duduk di sofa dan menumpu tangannya di sandaran Sofa.

Tubuh Isa kecil semampai, tapi tidak kurus juga, cukup proposional untuk seorang wanita. Kedua tangannya bertengger di pinggang rampingnya, persis seperti nyonya yang sedang marah, lihatlah tatapan melototnya itu.

Willy memejamkan matanya saat lagi- lagi melihat bayangan yang harusnya dia lupakan..

"Lalu menumbuhkan dendam baru, kamu tahu mungkin orang tua atau saudara anak itu punya dendam padamu jadi dia sering menjelekkanmu di depan anak mereka, lalu anak itu meniru perilaku orang tua, atau saudaranya." Isa berdecak malas.

"Jadi apa yang harus aku lakukan..?"

"Jadi begini tuan, apakah apa yang di katakan anak itu benar?, kau suka mempermainkan wanita?"

"Kenapa itu yang kau pertanyakan?"

"Untuk memutuskan apa yang harus kita lakukan, aku harus tahu dulu kebenarannya."

...

Willy bukan pemain wanita, dia pria yang setia..

Cintanya hanya untuk istrinya, Joana. hingga Joana meninggal dunia. Willy rasa cintanya ikut mati.

Willy tak tahu jika yang di sebut mempermainkan wanita adalah dengan menyewa wanita malam?, Willy melakukan itu..? Tentu saja dia pria normal yang membutuhkan pelampiasan, meski tidak dengan cinta, Willy membutuhkan penyaluran..

Willy tak pernah melakukannya lebih dari sekali dengan wanita yang sama untuk menghindari tumbuhnya perasaan, bukan pada dirinya, tapi pada wanita yang di sewanya.

Hingga hari itu ia melihat sesosok wanita yang mirip dengan Joana, wajahnya dan prilakunya.

Caranya menari dan tersenyum menggoda membuatnya seperti hidup kembali..

Tanpa berpikir panjang Willy melamarnya.

Bahkan untuk pertama kalinya, Willy menyewa wanita panggilan itu untuk tiga hari penuh, segala bujuk rayu ia lakukan agar wanita itu menerima lamarannya, namun dia tetap tak bisa meluluhkan wanita itu untuk menjadi Ibu Daren sekaligus istrinya, padahal jelas Willy akan menerimanya meski dia hanya wanita sewaan.

Saat itu Willy kira dia merasakan jatuh cinta kembali, perasaannya ingin memiliki begitu dalam, hingga dia nyaris melakukan hal kotor dengan cara memisahkannya dengan pria yang di cintainya. Tapi, ternyata dia salah.

Evelyn.. wanita sewaan yang dia anggap bisa membawa gai rah hidupnya kembali berhasil membuka matanya jika dia tidak menginginkannya karena cinta, tapi ambisi karena wajahnya mirip Joana.

Sejak saat itu Willy rasa cintanya sudah benar- benar mati bersama Joana, hingga dia tak bisa lagi membedakan Cinta atau pelampiasan.

Jadi saat Willy mencari Ibu untuk Daren, segala sesuatu yang dia cari adalah kriteria untuk menjadi Ibu Daren.

Dia tak peduli dengan dirinya, yang dia butuhkan hanya sosok ibu untuk Daren.

Willy berjanji akan memperlakukannya dengan baik asalkan dia bisa menjadi ibu untuk Daren, tak peduli ada atau tidak ada cinta di hatinya.

Tapi nyatanya sangat sulit untuk mencari wanita yang tulus..

Willy bahkan harus menyelenggarakan kompetisi untuk mencari ibu untuk Daren.

Meski di lakukan secara tertutup, dan hanya yang memiliki akses dengannya saja yang bisa mencalonkan diri, tetapi wanita yang sudah mendaftar cukup banyak, namun belum ada satupun yang berhasil meluluhkan Daren.

Hingga Isa muncul di hadapannya dan mereka terikat perjanjian seperti sekarang.

Sampai sekarang Willy masih berfikir apa yang Daren lihat dari Isa, hingga menginginkan Isa menjadi ibunya.

"Mungkin sa..ja dia salah satu wanita yang pernah kau sewa, atau bahkan kau pernah menyinggung seseorang.." Wajah Isa memerah mendengar perkataan Willy jika dia tidak pernah bermaksud mempermainkan wanita atau bahkan melakukan hal lebih seperti meniduri mereka, karena dia hanya menggunakan wanita sewaan untuk memuaskan ha sratnya.

Dalam hati Isa mengumpat 'Dasar pria, tidak cinta katanya?, tapi bercinta..'

Eh..?

Isa mengerutkan keningnya menelaah ucapan yang terlontar di hatinya, di sebut apa hubungan badan jika dilakukan tanpa cinta?.

Havingsekks...?

Masa bodoh.. Fokus Isabella, kau harus fokus..

Willy kembali berfikir, lalu menggeleng "Aku selalu membayar mahal, aku rasa tidak ada yang dendam padaku.." Isa menepuk dahinya.

Willy pintar dalam pekerjaan tapi dia bodoh dalam ke pekaan terhadap sesama manusia, bahkan pada Daren pun, Willy tak menyadari jika selama ini Daren mendapat perundungan.

"Atau mungkin salah satu kandidat calon istrimu..?" Isa yakin, Willy memutuskan mereka tidak dengan cara baik- baik.

Lihat saja caranya menatap Isa, begitu menyebalkan, siapa yang mau menikah dengan pria macam itu. Tapi anehnya ada banyak wanita yang mendaftar, dan begitu menginginkan Willy. Tidak tahukah mereka hanya akan di jadikan pengasuh Daren..

"Baiklah jika begitu , bagaimana jika kita bertemu langsung dan tanyakan secara langsung apa masalah mereka." melihat ekspresi wajah Willy yang tak menunjukan rasa bersalah membuat Isa kesal sendiri.

"Baiklah pembicaraan selesai!." Isa juga sudah lelah, seharian mengurus dan menenangkan Daren lumayan menguras daya di tubuhnya, isa butuh tidur agar daya di tubuhnya kembali penuh.

"Tunggu sebentar, kau sejak tadi bicara seolah kau yang memegang kendali." protes Willy.

Isa mengerutkan kening.. "Aku yang harusnya mengatakan pembicaraan ini harus di akhiri atau tidak." Isa mengerjapkan matanya.

Willy bangun dari duduknya "Pembicaraan selesai.. Kau boleh pergi!." Willy bahkan mengibaskan tangannya, terlihat angkuh dan menyebalkan.

Isa ingin memukul punggung Willy yang berjalan di depannya.

Tepat saat Isa mengangkat tangannya tiba- tiba Isa tersandung kakinya sendiri, mata Isa terpejam erat saat merasakan tubuhnya limbung ke depan, isa mengumpat jika dia jatuh tepat di depan Willy rasanya pasti akan sangat memalukan, dan yang pasti dia akan sakit dengan posisi wajah yang akan menghantam lantai.

Bugh..

Isa membuka matanya setelah beberapa detik. Tubuhnya tak sakit, tapi Isa merasakan sebuah tangan memeluk pinggangnya dengan erat hingga tubuhnya tak menyentuh lantai.

Isa tertegun, dengan manik mata yang menatap Willy yang kini memeluk pinggangnya hanya dengan sebelah tangannya saja.

"Ceroboh.."

Baru saja Isa akan bangun, Daren muncul di balik pintu.

"Mom dan Dad, kalian sedang berkencan?"

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

yachh ketauan Daren deh

2025-03-03

0

Bzaa

Bzaa

awal sentuhan yg mengesankan🫣

2023-11-24

1

Defi

Defi

Tak sengaja Daren karena Mom dan Dad masih gengsi 😂

2023-09-27

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 TW 1: Isabella Alfaro
3 TW 2: Belum Di Mulai
4 TW 3: Permulaan
5 TW 4: Pendaftaran
6 TW 5: Izin
7 TW 6: Bermain Trik
8 TW 7: TIDAK!!!
9 TW 8: Mengikuti Keinginanku
10 TW 8: Pura- Pura
11 TW 10: Menjadi Pengasuh
12 TW 11: Bercerita
13 TW 12: Menguji
14 TW 13: Berdebat
15 TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16 TW 15: Yang Sebenarnya
17 TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18 TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19 TW 18: Merenggut
20 TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21 TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22 TW 21: Ciuman Selamat Datang
23 TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24 TW 23: Aku Percayakan Padamu
25 TW 24: Aku Tidak Cemburu
26 TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27 TW 26: Masih Mau Menampik?
28 TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29 TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30 TW 29: Guru Daren
31 TW 30: Clara Tahu
32 TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33 TW 32: Tidur Bersamaku
34 TW 33: Perasaan Willy
35 TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36 TW 35: Menangis Seharian
37 TW 36 : Siapa Clara?
38 TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39 TW 38: Tembakan
40 TW 39: Pengorbanan Isa
41 TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42 TW 41: Sakit Hati
43 TW 42: Pulang
44 TW 43: Aku Merindukannya
45 TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46 TW 45: Kedatangan Willy
47 TW 46 :Kau Cantik
48 TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49 TW 48: Pertemuan Kembali
50 TW 49: Maafkan Aku
51 TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52 TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53 TW 52: Marahlah!
54 TW 53: Kencan Buta
55 TW 54: Tidak Berdaya
56 Epilog
57 EkPart 1
58 ExPart 2
59 Mampir Yuk!
60 Bukan Sekedar Secretary
61 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Prolog
2
TW 1: Isabella Alfaro
3
TW 2: Belum Di Mulai
4
TW 3: Permulaan
5
TW 4: Pendaftaran
6
TW 5: Izin
7
TW 6: Bermain Trik
8
TW 7: TIDAK!!!
9
TW 8: Mengikuti Keinginanku
10
TW 8: Pura- Pura
11
TW 10: Menjadi Pengasuh
12
TW 11: Bercerita
13
TW 12: Menguji
14
TW 13: Berdebat
15
TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16
TW 15: Yang Sebenarnya
17
TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18
TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19
TW 18: Merenggut
20
TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21
TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22
TW 21: Ciuman Selamat Datang
23
TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24
TW 23: Aku Percayakan Padamu
25
TW 24: Aku Tidak Cemburu
26
TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27
TW 26: Masih Mau Menampik?
28
TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29
TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30
TW 29: Guru Daren
31
TW 30: Clara Tahu
32
TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33
TW 32: Tidur Bersamaku
34
TW 33: Perasaan Willy
35
TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36
TW 35: Menangis Seharian
37
TW 36 : Siapa Clara?
38
TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39
TW 38: Tembakan
40
TW 39: Pengorbanan Isa
41
TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42
TW 41: Sakit Hati
43
TW 42: Pulang
44
TW 43: Aku Merindukannya
45
TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46
TW 45: Kedatangan Willy
47
TW 46 :Kau Cantik
48
TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49
TW 48: Pertemuan Kembali
50
TW 49: Maafkan Aku
51
TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52
TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53
TW 52: Marahlah!
54
TW 53: Kencan Buta
55
TW 54: Tidak Berdaya
56
Epilog
57
EkPart 1
58
ExPart 2
59
Mampir Yuk!
60
Bukan Sekedar Secretary
61
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!