TW 4: Pendaftaran

Seminar telah usai, kini para pebisnis sedang berbincang dengan rekan bisnis masing- masing mendiskusikan apa yang baru saja mereka bahas.

Isa mengedarkan pandangannya mencari pria tampan yang sejak tadi jadi targetnya, hingga tatapannya jatuh pada seseorang yang tengah jadi pusat perhatian.

Willy di kelilingi para pengusaha tentu saja dia menjadi tujuan mereka saat ini, berlomba untuk mencari perhatian dan simpati dari pria itu.

Isa menelan ludahnya kasar, jika dia di tolak lagi, maka dia akan merasakan malu yang teramat karena di saksikan banyak orang.

Isa melangkahkan kakinya masuk ke dalam kerumunan pengusaha yang mengelilingi Willy.

"Hallo tuan Willy.." Isa menunduk hormat, menyapa seramah mungkin.

Willy menoleh dan mengeryit. "Ya, hallo.." Willy tidak bersikap ramah tapi setidaknya pria itu menjawab.

"Senang bisa bertemu lagi.." Willy mengangkat alisnya, ketika Isa mengulurkan tangannya.

"Apa kita pernah bertemu?" Isa menganga tak percaya, dia dua kali pernah bertemu dan pria itu dua kali menolak proposalnya, da sekarang dia juga tidak mengingatnya.

"Oh, anda lupa, aku.."

"Maafkan aku nona, aku sedang bekerja.. Jadi jika kau membuat trik.. Lain kali saja."

Isa mengeryit "Apa?" bermain trik.. Apa maksudnya.

"Tidak aku adalah.. Is.." Belum sempat Isa memperkenalkan diri Willy memanggil Piter.

"Ya, Tuan."

"Masukan dia ke dalam daftar." Piter melihat gadis di depannya lalu mengangguk.

"Mari Nona." Piter mempersilahkan Isa untuk mengikutinya.

"Tapi, tunggu aku ingin bicara dengan tuan Willy.."

"Anda akan mendapat giliran Nona.." Isa semakin bingung tapi akhirnya dia mengikuti Piter.

"Silahkan isi surat perjanjian ini.." Isa mengeryit saat melihat sebuah kertas berisikan data kosong dan beberapa poin penting.

"Apa ini..?"

Piter mengeryit "Bukankah anda ingin mendaftar untuk berkencan dengan Tuan Willy.."

Isa benar-benar menjatuhkan rahangnya karena terkejut "Apa maksudmu?"

"Tuan sedang menyeleksi para wanita untuk menjadi Istri sekaligus Ibu untuk tuan muda, bukankah kau juga ingin mendaftar."

Isa menggeleng "Tidak.. Tidak aku tidak melakukan itu." Piter kembali meneliti Isa dari atas ke bawah.

Isa yang merasa risi pun memeluk tangannya yang terbuka, tadi jasnya tak sengaja kena tumpahan minuman jadi Isa melepasnya karena nodanya yang melekat, dan mengganggu penampilannya, kini hanya dres tanpa lengan yang dia kenakan, apa ini alasannya mengapa Willy mengira dia ingin mendaftar menjadi istrinya, yang benar saja, pria itu bahkan tak menanyakan terlebih dulu, apa dia sangat percaya diri hingga mengira dirinya menyukainya dan mengejarnya begitu..?

"Anda hanya perlu mengisi data diri, menunggu anda di panggil dan pastikan anda merahasiakan ini dari publik."

Isa mengerjapkan matanya benar- benar tak percaya.

....

Isa meluruhkan bahunya lesu, dia sungguh tak percaya dengan apa yang terjadi hari ini, susah payah dia datang tapi malah mendapatkan perlakuan konyol dari asisten pria itu.

Pendaftaran menjadi kandidat istri.. "Hahahaha.." tawa Isa pecah seketika, sontak saja orang- orang yang lewat melihat ke arahnya.

Isa sedang duduk di kursi taman di dekat hotel tempatnya menginap sekaligus tempat diadakannya seminar.

"Aku pasti sudah gila.." Isa mengacak rambutnya frustasi.. Dengan bodohnya dia juga mengisi formulir itu dan menyerahkannya pada Piter.

Isa menoleh saat mendapati Aldo duduk di sebelahnya "Kau.. Selalu mengagetkan aku, tiba- tiba datang begitu saja."

"Minum untukmu.." Aldo menyerahkan satu kaleng soda untuk Isa.

Isa membuka minumannya dan meneguknya sekaligus "Ah.. Segarnya." Isa mendesah lega saat merasakan tenggorokannya terasa segar.

"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang.."

"Kenapa memangnya?." Isa mengeryit.

"Bukankah kau gagal lagi..?"

"Sok tahu, tahu dari mana aku gagal.."

"Dari raut wajahmu." Isa berdecak, benarkah raut wajahnya bisa tertebak.

"Aku belum menyerah, aku punya cara agar bisa bertemu dengan Tuan Willy.."

Isa menatap tajam ke arah depan, nampak tekadnya yang kuat terpancar dari matanya, apapun akan dia lakukan agar membuat Tuan Willy setuju. Sudah Isa bilang harga dirinya di pertaruhkan saat ini.

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

kayaknya seru ceritanya

2025-03-03

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

si tuan Willy ini selain sombong PD nya tingkat mampus ya

2024-05-29

1

Bzaa

Bzaa

cerita nya keren menurut aku tor...
jdi tetap semangat dan sukses sll 😘

2023-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 TW 1: Isabella Alfaro
3 TW 2: Belum Di Mulai
4 TW 3: Permulaan
5 TW 4: Pendaftaran
6 TW 5: Izin
7 TW 6: Bermain Trik
8 TW 7: TIDAK!!!
9 TW 8: Mengikuti Keinginanku
10 TW 8: Pura- Pura
11 TW 10: Menjadi Pengasuh
12 TW 11: Bercerita
13 TW 12: Menguji
14 TW 13: Berdebat
15 TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16 TW 15: Yang Sebenarnya
17 TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18 TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19 TW 18: Merenggut
20 TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21 TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22 TW 21: Ciuman Selamat Datang
23 TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24 TW 23: Aku Percayakan Padamu
25 TW 24: Aku Tidak Cemburu
26 TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27 TW 26: Masih Mau Menampik?
28 TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29 TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30 TW 29: Guru Daren
31 TW 30: Clara Tahu
32 TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33 TW 32: Tidur Bersamaku
34 TW 33: Perasaan Willy
35 TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36 TW 35: Menangis Seharian
37 TW 36 : Siapa Clara?
38 TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39 TW 38: Tembakan
40 TW 39: Pengorbanan Isa
41 TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42 TW 41: Sakit Hati
43 TW 42: Pulang
44 TW 43: Aku Merindukannya
45 TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46 TW 45: Kedatangan Willy
47 TW 46 :Kau Cantik
48 TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49 TW 48: Pertemuan Kembali
50 TW 49: Maafkan Aku
51 TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52 TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53 TW 52: Marahlah!
54 TW 53: Kencan Buta
55 TW 54: Tidak Berdaya
56 Epilog
57 EkPart 1
58 ExPart 2
59 Mampir Yuk!
60 Bukan Sekedar Secretary
61 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Prolog
2
TW 1: Isabella Alfaro
3
TW 2: Belum Di Mulai
4
TW 3: Permulaan
5
TW 4: Pendaftaran
6
TW 5: Izin
7
TW 6: Bermain Trik
8
TW 7: TIDAK!!!
9
TW 8: Mengikuti Keinginanku
10
TW 8: Pura- Pura
11
TW 10: Menjadi Pengasuh
12
TW 11: Bercerita
13
TW 12: Menguji
14
TW 13: Berdebat
15
TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16
TW 15: Yang Sebenarnya
17
TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18
TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19
TW 18: Merenggut
20
TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21
TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22
TW 21: Ciuman Selamat Datang
23
TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24
TW 23: Aku Percayakan Padamu
25
TW 24: Aku Tidak Cemburu
26
TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27
TW 26: Masih Mau Menampik?
28
TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29
TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30
TW 29: Guru Daren
31
TW 30: Clara Tahu
32
TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33
TW 32: Tidur Bersamaku
34
TW 33: Perasaan Willy
35
TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36
TW 35: Menangis Seharian
37
TW 36 : Siapa Clara?
38
TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39
TW 38: Tembakan
40
TW 39: Pengorbanan Isa
41
TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42
TW 41: Sakit Hati
43
TW 42: Pulang
44
TW 43: Aku Merindukannya
45
TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46
TW 45: Kedatangan Willy
47
TW 46 :Kau Cantik
48
TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49
TW 48: Pertemuan Kembali
50
TW 49: Maafkan Aku
51
TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52
TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53
TW 52: Marahlah!
54
TW 53: Kencan Buta
55
TW 54: Tidak Berdaya
56
Epilog
57
EkPart 1
58
ExPart 2
59
Mampir Yuk!
60
Bukan Sekedar Secretary
61
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!