TW 8: Pura- Pura

Isa termenung..

Isa tak ingin terjebak di antara anak dan ayah itu, dengan menjalani drama sebagai teman kencan Willy, lalu calon ibu untuk Daren.

Meski tidak sampai menikah, karena Willy berjanji akan segera mencari wanita yang akan Willy jadikan istri serta Ibu untuk Daren, tapi hati kecil Isa tak ingin membohongi Daren dan menumbuhkan harapan di hati bocah kecil itu.

Bagaimana nanti jika Daren tahu jika sebenarnya dia hanya berpura- pura menjadi calon Ibunya.

Daren pasti sangat kecewa, meski baru mengenal bocah itu, Isa merasa tulus menyukai Daren, apa jadinya kalau Daren kecewa.

Di sisi lain dia juga mempertaruhkan harga dirinya di depan karyawannya, bagaimana dia menjelaskan bahwa dia di tolak untuk ke tiga kalinya oleh tuan Willy, Isa pasti tidak akan punya wajah lagi untuk berdiri tegak di depan karyawannya.

"Berapa lama ini berlangsung?" Isa melepas kaca mata bacanya dan menatap Willy dengan serius.

Willy mengedikkan bahu "Aku tak boleh sembarangan dalam memilih, jadi aku belum tahu batas waktu yang aku perlukan."

Isa mengeryit "Apa anda gila tuan Willy?, aku tak mau selamanya melakukan drama, dan menunggumu tanpa kepastian.." Isa meringis dalam hati, dia sungguh tak ingin melakukan ini, firasatnya mengatakan ini tidak baik, belum lagi rasa bersalahnya pada Daren karena telah berbohong menjadi calon ibunya.

Hati Isa terlalu baik, dia tak ingin menyakiti orang lain, bahkan di saat dia menyukai seorang pria, Isa memilih mundur dari pada berjuang karena pria itu memang tidak menyukainya, lalu apa yang terjadi jika apa yang akan dia lakukan justru menyakiti Daren, bocah lugu yang bahkan tak tahu apapun tentang kerasnya dunia.

"Aku bukan orang bodoh.." Willy melipat kedua tangannya di dada. "Mungkin tidak sebentar untuk mencari calon Ibu untuk Daren , ada beberapa hal yang harus aku pikirkan, kebanyakan dari mereka ingin menikah denganku tapi tak mau menerima Daren, atau bahkan acuh saja dan mengabaikan Daren.."

"Aku tak hanya butuh istri, tapi aku butuh Ibu yang akan menyayangi putraku.."

Willy benar sangat sulit untuk menemukan ibu sambung yang baik dan tulus, ada.. tapi sangat jarang di temui, dan Wily harus bisa menemukannya setidaknya Isa tidak akan merasa bersalah karena menyakiti Daren, karena Daren mendapat gantinya yang lebih baik.

"Jika kau bersedia aku akan buatkan kontraknya.."

"Tiga bulan.." Willy mengeryit mendengar ucapan Isa "Aku akan menjadi calon Ibu untuk Daren selama tiga bulan.. Bisakah dalam kurun waktu itu kau menemukan Ibu yang sesungguhnya untuk Daren.."

Willy mengangkat alisnya "Kau pikir kau dalam posisi bisa menentukan, aku yang akan membuat perjanjian hingga kapan kau harus menjadi calon Ibu untuk Daren, tugasmu hanya berperan dengan baik di depan putraku dan jangan bermimpi sedikitpun untuk mengecewakannya."

Isa menghela nafasnya, kenapa kata- kata Willy terdengar kejam, Isa sungguh menyukai Daren, bahkan tanpa harus berakting dia juga akan memperlakukan Daren dengan baik, tapi terserah pria itu mau mengatakan apa, Isa tak peduli. Jadi Isa hanya berkata "Kau pikir Daren tidak akan curiga jika kita terlalu lama berkencan dan tidak menikah, yang Daren inginkan adalah seorang Ibu, bukan hanya sekedar calon saja.. Lalu bagaimana jika Daren mendesak agar kita segera menikah." Isa tak mau menikah dengan pria yang tidak mencintai dan tidak di cintainya.

Willy mengangguk, lalu menekan ponselnya hingga tak lama kemudian bel pintu kamar Isa berbunyi.

Isa mengeryit dan melihat ke arah pintu, siapa lagi yang datang.. Isa bangun dan berjalan ke arah pintu lalu membukanya.

Seperti saat Willy datang Isa juga mengeryit saat melihat pria di depannya.

"Kau.."

Piter mengangguk hormat, lalu tanpa di persilahkan masuk dia melewati Isa begitu saja dan langsung menghadap Willy, "Dasar pria- pria tak tahu sopan santun, masuk ke kamar wanita tanpa izin.." Isa menggerutu lalu mendudukan dirinya di tempat semula.

Piter melihat ke arah meja lalu berdehem "Apa disini tamu tidak di beri minum..?" Piter mengelus lehernya, sejak Willy masuk Piter hanya berdiri di depan pintu sambil menunggu instruksi untuk masuk, tentu saja setelah Willy berhasil membuat kesepakatan, dan sudah beberapa menit Piter merasakan haus bahkan sejak berdiri di depan pintu sana.

"Aku tidak mengundang kalian, kalian masuk begitu saja.. Jadi untuk minuman haruskan aku ambilkan?.." Isa berdecak malas.

Piter mengangguk lalu pergi ke arah pantry, mengambil satu kaleng minuman dari lemari es dan meminumnya.

Isa ternganga, tak percaya dengan apa yang di lakukan Piter, pria itu sungguh tidak sungkan dan mengambil minuman sendiri.

Dasar tidak sopan..

"Tanda tangani ini!" Willy meletakan sebuah kertas di depan Isa.

"Apa ini..?" tak menjawab Willy hanya menatap acuh dan membiarkan Isa membacanya.

"Kau sudah mempersiapkannya?"

"Astaga, aku tak percaya.." di tangannya tertulis kontrak untuk kesepakatannya menjadi calon ibu Daren 'Pura- pura' tolong di ingat kata penting itu. Dan lihatlah bukankah waktu tiga bulan sama seperti yang Isa katakan.. Kenapa tidak bilang setuju saja dari awal.

Lagi- lagi Willy tak bicara, hingga membuat Isa mendengus sebal..

Isa membaca setiap point tak ingin ada yang merugikan dirinya, beruntung tak ada sesuatu yang Isa khawatirkan, di sana tertulis jika tidak ada kontak fisik selain di depan Daren.

Dan yang paling penting adalah Willy berjanji akan menjadi investor di proyek baru di perusahaanya.

Meski dengan hati yang berkecamuk, Isa mencoba tenang dan membubuhkan tanda tangannya di atas kertas putih itu.

Usai melihat Isa menandatanganinya dengan sigap Willy mengambil kertasnya, seolah kertas itu sangat berharga. "Baiklah kita sudah sepakat.."

"Tiga bulan.." Isa mencebik.

Willy bangkit dari duduknya lalu berkata "Bereskan semua barangmu, mulai besok kau akan tinggal di rumahku."

Isa tercengang, apalagi sekarang.. Isa mengingat apakah ada point dimana dia harus tinggal di rumah tuan Willy.. Isa rasa tidak.

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

Tuan Willy main perintah saja

2025-03-03

0

Lisa Icha

Lisa Icha

si willy emang jenis sat set Dalam mengerjakan sesuatu.Siap" Isa kau terjebak dlm permainan ini

2024-07-22

0

Bzaa

Bzaa

oooh no Isa kamu terjebakkk🫣

2023-11-24

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 TW 1: Isabella Alfaro
3 TW 2: Belum Di Mulai
4 TW 3: Permulaan
5 TW 4: Pendaftaran
6 TW 5: Izin
7 TW 6: Bermain Trik
8 TW 7: TIDAK!!!
9 TW 8: Mengikuti Keinginanku
10 TW 8: Pura- Pura
11 TW 10: Menjadi Pengasuh
12 TW 11: Bercerita
13 TW 12: Menguji
14 TW 13: Berdebat
15 TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16 TW 15: Yang Sebenarnya
17 TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18 TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19 TW 18: Merenggut
20 TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21 TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22 TW 21: Ciuman Selamat Datang
23 TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24 TW 23: Aku Percayakan Padamu
25 TW 24: Aku Tidak Cemburu
26 TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27 TW 26: Masih Mau Menampik?
28 TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29 TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30 TW 29: Guru Daren
31 TW 30: Clara Tahu
32 TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33 TW 32: Tidur Bersamaku
34 TW 33: Perasaan Willy
35 TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36 TW 35: Menangis Seharian
37 TW 36 : Siapa Clara?
38 TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39 TW 38: Tembakan
40 TW 39: Pengorbanan Isa
41 TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42 TW 41: Sakit Hati
43 TW 42: Pulang
44 TW 43: Aku Merindukannya
45 TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46 TW 45: Kedatangan Willy
47 TW 46 :Kau Cantik
48 TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49 TW 48: Pertemuan Kembali
50 TW 49: Maafkan Aku
51 TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52 TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53 TW 52: Marahlah!
54 TW 53: Kencan Buta
55 TW 54: Tidak Berdaya
56 Epilog
57 EkPart 1
58 ExPart 2
59 Mampir Yuk!
60 Bukan Sekedar Secretary
61 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Prolog
2
TW 1: Isabella Alfaro
3
TW 2: Belum Di Mulai
4
TW 3: Permulaan
5
TW 4: Pendaftaran
6
TW 5: Izin
7
TW 6: Bermain Trik
8
TW 7: TIDAK!!!
9
TW 8: Mengikuti Keinginanku
10
TW 8: Pura- Pura
11
TW 10: Menjadi Pengasuh
12
TW 11: Bercerita
13
TW 12: Menguji
14
TW 13: Berdebat
15
TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16
TW 15: Yang Sebenarnya
17
TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18
TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19
TW 18: Merenggut
20
TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21
TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22
TW 21: Ciuman Selamat Datang
23
TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24
TW 23: Aku Percayakan Padamu
25
TW 24: Aku Tidak Cemburu
26
TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27
TW 26: Masih Mau Menampik?
28
TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29
TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30
TW 29: Guru Daren
31
TW 30: Clara Tahu
32
TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33
TW 32: Tidur Bersamaku
34
TW 33: Perasaan Willy
35
TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36
TW 35: Menangis Seharian
37
TW 36 : Siapa Clara?
38
TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39
TW 38: Tembakan
40
TW 39: Pengorbanan Isa
41
TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42
TW 41: Sakit Hati
43
TW 42: Pulang
44
TW 43: Aku Merindukannya
45
TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46
TW 45: Kedatangan Willy
47
TW 46 :Kau Cantik
48
TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49
TW 48: Pertemuan Kembali
50
TW 49: Maafkan Aku
51
TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52
TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53
TW 52: Marahlah!
54
TW 53: Kencan Buta
55
TW 54: Tidak Berdaya
56
Epilog
57
EkPart 1
58
ExPart 2
59
Mampir Yuk!
60
Bukan Sekedar Secretary
61
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!