TW 13: Berdebat

"Apa yang kau lakukan tuan," Isa menajamkan matanya menatap Willy, saat ini mereka hanya berdua sedangkan Daren sudah masuk ke dalam kelas.

Pagi tadi saat akan berangkat sekolah Willy mengusulkan untuk mengantar mereka, meski Isa sudah menolak, tapi sudah jelas seorang Willy tidak suka di atur, atau lebih tepatnya tak menginginkan pendapat orang lain.

Dan kini mereka masih duduk di dalam mobil karena Isa meminta waktu Willy untuk bicara.

"Apa?" Willy mengangkat sebelah alisnya, seolah dia tak tahu apa yang membuat Isa kesal setengah mati.

"Kau berpura- pura lupa, sudah jelas tidak ada sentuhan fisik, seperti yang tertera di perjanjian, lalu kenapa kau m-menciumku.." Isa berkata dengan wajah memerah di akhir kalimat, tentu saja dia pernah di cium oleh Alan pertama kalinya meski hanya di sudut bibirnya, tapi saat itu Alan adalah tunangannya, tapi Willy siapa dia?, kekasih palsu.. Yang benar saja, Isa tidak akan membiarkan dirinya terobral dan mau di cium sana sini oleh pria, yang jelas Isa akan mempersembahkan segalanya untuk suaminya. Jadi meski hanya kecupan di kening itu sangat berarti bagi Isa.

Willy mencebik "Tentu aku ingat perjanjiannya, 'Tidak ada kontak fisik kecuali di depan Daren', lalu aku melakukannya di depan siapa?."

"Tetap saja aku ti- tidak terima." Isa mengepalkan tangannya., Willy memang melakukannya di depan Daren, tapi itu jelas bukan dalam keadaan terdesak.

Willy mencebik "Itu hanya kecupan di dahi.." Isa mengerut tak suka.

"Jadi menurutmu, ciuman di dahi itu tidak ada artinya?."

"Lalu apa arti ciuman di bibir?" tanya Isa lagi.

"Apa itu artinya Cinta.." Isa menggeleng, "Sepertinya tidak menurutmu.." Isa menjeda ucapannya "Ah, aku tahu.. mungkin artinya sebuah na fsu bir ahi." Isa tersenyum mengejek.

Willy mendengus "Jadi apa maumu."

"Tidak ada cium- mencium.."

"Kau pikir Daren sebodoh itu.. Dimata Daren kita adalah calon suami istri, jadi apakah dia akan percaya jika hubungan kita dingin seperti es."

"Bagi sepasang kekasih, ciuman adalah hal biasa.. Bahkan ada yang sampai melakukan hubungan suami istri.."

"Tapi kita bukan kekasih sungguhan.."

"Apa Daren tahu.." Willy melihat Isa dari atas ke bawah, lagi- lagi Isa merasa tersinggung saat Willy melakukan itu. "Aku yakin kau juga tidak selugu itu, di negaramu juga hal itu sudah lumrah terjadi, jadi jangan berpikir seolah kau suci.. Kau bahkan menyetujui kontrak ini demi kerja sama perusahaanmu. Meski aku tidak tertarik padamu, mungkin kau juga akan menyerahkan tubuhmu jika aku menginginkan.."

Plak..

Satu tamparan mendarat di pipi Willy, dan membuat ayah Daren itu tertegun.

Isa mengepalkan tangannya dengan nafasnya menderu dan dada yang naik turun menahan amarah. "Aku tidak segila itu tuan Willy.."

"Mungkin bagimu itu tidak ada artinya, tapi bagiku setiap inci tubuhku adalah milik suamiku kelak, jadi setelah ini mohon tuan Willy tidak melakukan hal yang berlebihan.. Mohon hormati privasiku, karena aku bukan wanita yang kau sebut itu, yang rela memberikan apa saja demi lelaki sepertimu."

"Dan mengenai kerja sama, dalam kontrak tertera jelas keuntungan yang akan kau peroleh, jadi secara otomatis aku tidak meminta uangmu cuma- cuma untuk kau buang tidak berguna di perusahaanku."

"Jelas aku tidak menjual diriku kepadamu tuan!"

"Bukankah sebuah kerugian, di saat aku kau manfaatkan untuk pura- pura menjadi calon ibu putramu, sedangkan kau juga memperoleh keuntungan lain dari kerja sama kita."

Willy terdiam. Dari yang Willy tangkap dari perkataan Isa bahwa gadis itu memang masih murni, dan tidak terima jika dirinya menyamakannya dengan wanita lain.

Willy masih diam saat Isa keluar dari mobil yang sejak tadi menjadi saksi bisu perdebatan mereka, bantingan pintu keras membuat Wily tersentak dari lamunannya. Benar, ini baru yang di namakan marah. Jelas Isa bisa mengendalikan diri dimana dia harus marah dan mengendalikan diri untuk tidak merusak situasi.

Willy terkekeh saat melihat punggung Isa semakin menjauh. "Dia terlalu baik untuk Daddymu ini, Boy." Willy menghela nafasnya lalu mulai melajukan mobilnya, di ikuti satu mobil hitam lain di belakang Willy.

...

Isa beberapa kali menghela nafas sebelum membasuh wajahnya kembali dengan air, Willy, sialan.

Pria tidak tahu diri, brengsek, pria c abul mesum kurang ajar. Isa terus mengumpat, dia menyamakan Isa dengan wanita di luar sana.

Benar menang, di negara mereka bukan hal aneh jika sepasang kekasih melakukan hubungan suami istri, tapi didikan ibunya tidak seperti itu. Monica mengajarkan Isa untuk tidak merendahkan diri hanya karena satu kata tabu bernama Cinta.

"Nikahilah pria yang menghormatimu, dan mencintaimu dengan tulus meski tidak melakukannya di awal. Tapi sejatinya pria yang amat mencintaimu tentu akan menunggu hingga kalian melakukannya dengan ikatan pasti. Tentu saja ikatan itu hanya ada jika kalian sudah berjanji di depan tuhan."

Masa lalu Monica juga bukan sesuatu yang di impikan, di paksa menikah dengan pria yang tidak mencintainya bahkan tidak pernah di kenalnya sebelumnya, di tinggal selama tiga tahun tanpa kepastian setelah mereka resmi menikah.

Lalu pria itu kembali datang saat dia sudah memutuskan untuk bercerai, dan berhasil membuktikan jika dia mencintai Monica tanpa syarat.

Pembuktian yang telah Daddy Isa lakukan berhasil membuat Monica luluh hingga mereka kembali bersama.

Marvin semakin mencintai Monica mana kala istrinya itu bertahan dengan penantiannya dan bahkan dengan kesuciannya yang hanya dia serahkan pada suaminya.

Monica tidak pernah menekan Isa, tapi Isa ingin di hargai seperti sang Daddy yang menghormati mommynya dengan cara mencintainya begitu dalam.

Maka saat dia tumbuh bersama Alan sedari kecil hingga mereka dewasa, dia tahu bagaimana prinsip Alan yang bahkan tak pernah melakukannya dengan wanita manapun, membuat Isa menginginkan dirinya lah wanita itu.

Tapi sayang sekali yang ada di hati dan tujuan Alan bukan dirinya.

"Tidak apa nak, kau adalah gadis berhargaku.. Mom yakin kau akan mendapatkan kebahagiaan lain selain dengan Alan, ikhlaskan semuanya.. Kau sangat hebat karena tidak menjadi rintangan besar untuk mereka." Isa menghela nafasnya, saat sudut matanya kembali berair, dia sudah berusaha ikhlas, tapi entah kenapa dia masih teringat tawa dan kebahagiaan Alan dan Amanda di pernikahan mereka.

Dia iri?, tentu saja dia adalah wanita biasa yang lemah, tapi seandainya dia bersikap egois dan melanjutkan rencana pernikahan, bisakah dia mendapatkan kebahagiaan yang sama seperti Alan dan Amanda.

Tidak, yang ada hanya kesakitan yang akan dia dapatkan, dia, Alan dan Amanda selamanya tidak akan bahagia.

Jadi mimpi seorang Isabella Alfaro adalah bertemu dengan pria yang mampu menghargai dan mencintainya dengan tulus.

Dan Willy tidak ada dalam daftarnya.

...

Mau tahu kisah Monica mommynya Isa, cus mampir 👇

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

next

2025-03-03

0

Bzaa

Bzaa

Isa.... kerennnn 😎😘

2023-11-24

4

Defi

Defi

Good job Isa kamu keren, disaat orang lain menabrak semua norma-norma demi kata "cinta"

2023-09-27

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 TW 1: Isabella Alfaro
3 TW 2: Belum Di Mulai
4 TW 3: Permulaan
5 TW 4: Pendaftaran
6 TW 5: Izin
7 TW 6: Bermain Trik
8 TW 7: TIDAK!!!
9 TW 8: Mengikuti Keinginanku
10 TW 8: Pura- Pura
11 TW 10: Menjadi Pengasuh
12 TW 11: Bercerita
13 TW 12: Menguji
14 TW 13: Berdebat
15 TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16 TW 15: Yang Sebenarnya
17 TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18 TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19 TW 18: Merenggut
20 TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21 TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22 TW 21: Ciuman Selamat Datang
23 TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24 TW 23: Aku Percayakan Padamu
25 TW 24: Aku Tidak Cemburu
26 TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27 TW 26: Masih Mau Menampik?
28 TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29 TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30 TW 29: Guru Daren
31 TW 30: Clara Tahu
32 TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33 TW 32: Tidur Bersamaku
34 TW 33: Perasaan Willy
35 TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36 TW 35: Menangis Seharian
37 TW 36 : Siapa Clara?
38 TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39 TW 38: Tembakan
40 TW 39: Pengorbanan Isa
41 TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42 TW 41: Sakit Hati
43 TW 42: Pulang
44 TW 43: Aku Merindukannya
45 TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46 TW 45: Kedatangan Willy
47 TW 46 :Kau Cantik
48 TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49 TW 48: Pertemuan Kembali
50 TW 49: Maafkan Aku
51 TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52 TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53 TW 52: Marahlah!
54 TW 53: Kencan Buta
55 TW 54: Tidak Berdaya
56 Epilog
57 EkPart 1
58 ExPart 2
59 Mampir Yuk!
60 Bukan Sekedar Secretary
61 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Prolog
2
TW 1: Isabella Alfaro
3
TW 2: Belum Di Mulai
4
TW 3: Permulaan
5
TW 4: Pendaftaran
6
TW 5: Izin
7
TW 6: Bermain Trik
8
TW 7: TIDAK!!!
9
TW 8: Mengikuti Keinginanku
10
TW 8: Pura- Pura
11
TW 10: Menjadi Pengasuh
12
TW 11: Bercerita
13
TW 12: Menguji
14
TW 13: Berdebat
15
TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16
TW 15: Yang Sebenarnya
17
TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18
TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19
TW 18: Merenggut
20
TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21
TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22
TW 21: Ciuman Selamat Datang
23
TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24
TW 23: Aku Percayakan Padamu
25
TW 24: Aku Tidak Cemburu
26
TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27
TW 26: Masih Mau Menampik?
28
TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29
TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30
TW 29: Guru Daren
31
TW 30: Clara Tahu
32
TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33
TW 32: Tidur Bersamaku
34
TW 33: Perasaan Willy
35
TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36
TW 35: Menangis Seharian
37
TW 36 : Siapa Clara?
38
TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39
TW 38: Tembakan
40
TW 39: Pengorbanan Isa
41
TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42
TW 41: Sakit Hati
43
TW 42: Pulang
44
TW 43: Aku Merindukannya
45
TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46
TW 45: Kedatangan Willy
47
TW 46 :Kau Cantik
48
TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49
TW 48: Pertemuan Kembali
50
TW 49: Maafkan Aku
51
TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52
TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53
TW 52: Marahlah!
54
TW 53: Kencan Buta
55
TW 54: Tidak Berdaya
56
Epilog
57
EkPart 1
58
ExPart 2
59
Mampir Yuk!
60
Bukan Sekedar Secretary
61
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!