TW 8: Mengikuti Keinginanku

Isa baru saja menidurkan Daren, setelah bermain dan menghabiskan waktu hingga bocah itu kelelahan akhirnya mata kecil itu memejam, berbagai permainan sudah mereka mainkan hingga kamarnya berantakan.

Isa menghela nafasnya, mimpi apa dia bisa terjebak dengan seorang anak yang tiba- tiba memanggilnya Mom..

"Aku belum menikah tapi sudah punya anak." Isa memijat pelipisnya, baru beberapa hari dia di sana sudah pusing bukan main.

Pertama dia harus mengejar Tuan Willy agar bisa bekerjasama, bahkan mendaftar jadi kandidat teman kencannya, lalu sekarang dia terjebak dengan putra si tuan itu.

Isa melihat ke meja kerjanya, karena menemani Daren, pekerjaannya jadi terabaikan.

Waktu menunjukan pukul sepuluh malam, masih ada waktu untuk bekerja, lagipula dia juga belum mengantuk.

Isa berjalan ke arah dapur mini untuk membuat kopi, kamar Isa adalah kamar tipe suite room dimana terdapat satu kamar tidur dengan kamar mandi di dalam, dapur kecil dan ruang tamu.

Selesai membuat kopi Isa berniat kembali bekerja, namun belum juga sampai di meja kerjanya Isa mendengar bel kamar berbunyi.

Isa mengeryit siapa yang datang malam- malam begini, Isa membelokkan langkahnya menuju pintu, lalu membukanya.

Isa mengangkat alisnya saat melihat Willy berdiri angkuh di depan pintunya "Seingatku, aku tidak mengundang seorang pria ke kamarku tuan.."

"Putraku juga seorang pria, jika kau lupa.." Isa mencebik.

"Daren sudah tidur, jadi kembali besok saat Daren sudah bangun, ya!.." Isa akan menutup pintu namun Willy dengan cepat mengulurkan kakinya, hingga pintu tertahan oleh sepatu mengkilatnya. "Apa maumu..!" Isa geram, pekerjaannya banyak, jika dia terus meladeni anak dan ayah ini pekerjaannya tidak akan bisa selesai.

"Memastikan putraku baik- baik saja.."

"Apa maksudmu..?!"

Willy mengedikkan bahu acuh lalu mendorong pintu dan masuk begitu saja.

Isa mencengkram tangannya lalu dengan kesal ikut masuk, memang apa yang akan Isa lakukan pada Daren, Isa melihat cangkir kopi di tangannya ingin rasanya dia tuangkan kopi panas itu ke wajah tuan seenaknya itu.

Mengabaikan Willy yang memasuki kamarnya, Isa memilih meletakkan kopinya lalu mulai bekerja.

Willy mengedarkan pandangannya di kamar Isa yang berantakan, dia yakin pelakunya adalah Daren, Willy jadi penasaran apa yang mereka lakukan hingga kamar itu terlihat berantakan sekali.

Keluar dari kamar Willy melihat Isa yang sedang fokus di meja kerjanya, entah melakukan apa hingga dia tak peduli Willy ada di sana.

Saat Isa membuka pintu Willy sempat tertegun melihat penampilan gadis itu, Isa mengenakan piyama tangan panjang jauh dari kata seksi dan menggoda, rambutnya di gelung sembarang dengan kaca mata bertengger di hidungnya.

Willy seorang pria yang terbiasa dengan wanita seksii di sisinya mengeryit, mengapa gadis ini tak melakukan trik untuk menggodanya saja, meski Willy tidak akan tergoda, tapi aneh sekali gadis ini sama sekali tak melakukan apapun untuk menarik perhatiannya.

Benarkah Isa tidak tertarik padanya?..

Kening Willy mengeryit saat melihat Isa mengeryit seraya menggaruk rambutnya dengan kasar, sepertinya gadis itu sedang kesal.

Karena penasaran Willy berjalan mendekat dan melihat apa yang tengah Isa kerjakan, Willy mencebik saat melihat pekerjaan Isa.

"Perusahaan mana yang memperkerjakan orang bodoh sepertimu?."

Isa membelalakan matanya, lalu menoleh pada Willy yang tiba- tiba ada di belakangnya "Apa!!!"

"Kau tahu, jika kau melakukan itu perusahaan mu akan segera gulung tikar." Willy menunjuk layar laptop Isa.

"Kau!, apa yang kau lakukan sekarang?, bukankah kau ingin melihat Daren, lihat sana, dan pergi.." Willy mendengus lalu membalik laptop Isa agar mengarah padanya.

Isa ingin merebut laptopnya kembali namun melihat Willy mengetik dengan cepat membuatnya terkesima. "Anggap itu imbalan karena sudah menjaga Daren.." Willy membalik kembali layar laptop Isa, lalu duduk di sofa menyilangkan kakinya dengan angkuh.

Isa mengerjapkan matanya saat melihat apa yang Willy lakukan pada pekerjaannya, dua jam Isa mengerjakannya dan dia merasa buntu, tapi di tangan pria itu, pekerjaannya hanya di lakukan selama dua menit saja dan selesai.

Pantas saja pria itu sukses dan kaya, ternyata dia benar- benar genius.

"Tutup mulutmu, aku tahu kau terpesona.." Willy melipat tangannya di dada.

Isa mencebik, mendengar Willy yang sangat percaya diri.. Pantas saja proposal Isa di tolak sebanyak dua kali, apa dia sangat bodoh hingga tak bisa menembus otak Willy.

Isa memilih merapikan mejanya dan menoleh menatap Willy. "Kau sungguh tak ingat aku.." mustahil Willy tak ingat padanya yang dua kali datang lalu di tolak, mengingat Willy sangat pintar.

Willy mengangkat alisnya "Apa kau sangat penting?."

Isa berdecak "Begini, tuan Willy.."

"Panggil aku Willy saja.." Katanya menyela.

Isa menghela nafasnya "Maaf tapi tidak bisa.." Willy mengedikkan bahu "Aku dua kali datang padamu dan kau selalu menolak proposalku.. Lalu saat seminar aku datang untuk menemui mu berbicara soal bisnis sedangkan kau malah meminta asiatenmu untuk memasukkan aku dalam daftar kencanmu.. Maksudku aku tidak bermaksud untuk berkencan denganmu, tapi aku melakukan itu agar aku bisa bertemu dan melakukan kesepakatan.."

"Lalu kau memanfaatkan putraku?" potong Willy.

"Apa?" Isa mengerjapkan matanya, lalu menggeleng dengan cepat. "Tidak!"

Willy mengangkat alisnya "Sungguh?."

Isa menelan ludahnya kasar "Aku sungguh tidak bermaksud memanfaatkan Daren.." lirihnya. Isa juga merasa bersalah tidak seharusnya dia memanfaatkan Daren, karena tuan Willy justru mengetahui semuanya.

Willy mengangguk "Aku akan pertimbangkan jika begitu.. Tapi sebagai gantinya kau harus mengikuti apa keinginanku.." Isa membelalakan matanya saat mata Willy menangkapnya dari atas ke bawah. "Aku bahkan tidak bernafsu melihatmu." Willy mendengus malas saat Isa menutupi dadanya dengan kedua tangannya yang dia silangkan.

"Kau bisa menjadi Ibu Daren dan aku akan berikan keinginanmu yaitu menjadi investor di proyek baru perusahaanmu.."

Isa membelalakan matanya saat mendengar apa yang Willy katakan "Bukan Ibu sesungguhnya, hanya mengiyakan ucapan Daren sampai aku bisa menemukan Ibu dan istri yang cocok untukku dan Daren."

...

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

Isa setuju dengan kesepakatan Willy gak ya

2025-03-03

1

Bzaa

Bzaa

akhirnya Willy menyerah jg, walaupun cm ibu sementara tpi seiring waktu hati bs berubah,
ku jamin Willy pasti jdi bucinn 😉

2023-11-24

2

Defi

Defi

langsung acc ya Will 😂🤣

2023-09-26

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 TW 1: Isabella Alfaro
3 TW 2: Belum Di Mulai
4 TW 3: Permulaan
5 TW 4: Pendaftaran
6 TW 5: Izin
7 TW 6: Bermain Trik
8 TW 7: TIDAK!!!
9 TW 8: Mengikuti Keinginanku
10 TW 8: Pura- Pura
11 TW 10: Menjadi Pengasuh
12 TW 11: Bercerita
13 TW 12: Menguji
14 TW 13: Berdebat
15 TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16 TW 15: Yang Sebenarnya
17 TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18 TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19 TW 18: Merenggut
20 TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21 TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22 TW 21: Ciuman Selamat Datang
23 TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24 TW 23: Aku Percayakan Padamu
25 TW 24: Aku Tidak Cemburu
26 TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27 TW 26: Masih Mau Menampik?
28 TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29 TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30 TW 29: Guru Daren
31 TW 30: Clara Tahu
32 TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33 TW 32: Tidur Bersamaku
34 TW 33: Perasaan Willy
35 TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36 TW 35: Menangis Seharian
37 TW 36 : Siapa Clara?
38 TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39 TW 38: Tembakan
40 TW 39: Pengorbanan Isa
41 TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42 TW 41: Sakit Hati
43 TW 42: Pulang
44 TW 43: Aku Merindukannya
45 TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46 TW 45: Kedatangan Willy
47 TW 46 :Kau Cantik
48 TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49 TW 48: Pertemuan Kembali
50 TW 49: Maafkan Aku
51 TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52 TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53 TW 52: Marahlah!
54 TW 53: Kencan Buta
55 TW 54: Tidak Berdaya
56 Epilog
57 EkPart 1
58 ExPart 2
59 Mampir Yuk!
60 Bukan Sekedar Secretary
61 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Prolog
2
TW 1: Isabella Alfaro
3
TW 2: Belum Di Mulai
4
TW 3: Permulaan
5
TW 4: Pendaftaran
6
TW 5: Izin
7
TW 6: Bermain Trik
8
TW 7: TIDAK!!!
9
TW 8: Mengikuti Keinginanku
10
TW 8: Pura- Pura
11
TW 10: Menjadi Pengasuh
12
TW 11: Bercerita
13
TW 12: Menguji
14
TW 13: Berdebat
15
TW 14: Semua Ada Di Tangan Willy
16
TW 15: Yang Sebenarnya
17
TW 16: Bagaimana Jika Kelak Aku Pergi?
18
TW 17: Ada Udang Di Balik Gula Kapas
19
TW 18: Merenggut
20
TW 19: Haruskah Aku Minta Maaf
21
TW 20: Ada Apa Dengan Tuan Willy
22
TW 21: Ciuman Selamat Datang
23
TW 22: Tidak Akan Membiarkan Kau Selingkuh
24
TW 23: Aku Percayakan Padamu
25
TW 24: Aku Tidak Cemburu
26
TW 25: Tak Ingin Kecewa Lagi
27
TW 26: Masih Mau Menampik?
28
TW 27: Ya, Aku Cemburu!
29
TW 28: Willy Mematahkan Tulangnya!
30
TW 29: Guru Daren
31
TW 30: Clara Tahu
32
TW 31: Jangan Jadi Bodoh
33
TW 32: Tidur Bersamaku
34
TW 33: Perasaan Willy
35
TW 34: Tiga Kata Yang Berarti
36
TW 35: Menangis Seharian
37
TW 36 : Siapa Clara?
38
TW 37: Aku Adalah Calon Istrinya
39
TW 38: Tembakan
40
TW 39: Pengorbanan Isa
41
TW 40: Ungkapan Cinta Isa
42
TW 41: Sakit Hati
43
TW 42: Pulang
44
TW 43: Aku Merindukannya
45
TW 44: Buktikan Jika Kau Bersungguh- sungguh
46
TW 45: Kedatangan Willy
47
TW 46 :Kau Cantik
48
TW 47: Ucapan Adalah Sebuah Doa
49
TW 48: Pertemuan Kembali
50
TW 49: Maafkan Aku
51
TW 50: Rindu Yang Menyiksa
52
TW 51: Maukah Kau Menikah Denganku?
53
TW 52: Marahlah!
54
TW 53: Kencan Buta
55
TW 54: Tidak Berdaya
56
Epilog
57
EkPart 1
58
ExPart 2
59
Mampir Yuk!
60
Bukan Sekedar Secretary
61
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!