Arianto terdiam mendengar ucapan Sea
"siapa yang bilang ke Sea kalo papahnya Sea meninggal?"Arianto
"ngga ada kek"Sea
"terus kok bisa Sea bilang meninggal?"Sea
"tadi Sea ngaji terussss.."Sea
"terus apa?"Arianto
"terus ustadzah cerita tentang baginda nabi"Sea
"ceritanya gini kek,kata ustadzah pas baginda nabi masih diperut ayahnya meninggal,bener kan?"sambung Sea
"iya bener"Arianto
"pas itu ustadzah juga bilang kalo setiap anak pasti punya papah sama mamah,jadi Sea pikir ayah Sea pasti udah meninggal pas Sea masih diperut mamah kaya baginda nabi gituuuu"terang Sea panjang lebar
"cuman itu alesan Sea?"selidik Arianto
"enggak,karena Sea juga ngga tahu ayah Sea.Jadi pasti udah meninggal bener nggak kek?"Sea
Posisi Arianto yang awalnya berjongkok menjadi terduduk lemas dilantai
Dia tidak tahu apa yang harus dia katakan pada cucunya yang masih polos
"kakek kenapa?"khawatir Sea mendekati Arianto
Arianto menatap mata bocah berusia 8 tahun itu dangan sangat frustasi
"kalo kakek bilang ayah Sea ngga meninggal gimana?"pelan Arianto
"apa?"kaget Sea
"boleh kakek cerita?"tanya Arianto sangat lembut
"boleh kek"Sea
"yang ustadzah omongin emang bener,setiap anak pasti punya mamah sama papah,itu juga berlaku buat Sea"Arianto sangat hati-hati dalam menjelaskan
"jadi?"Sea manatap Arianto dengan mata membulat
"papah Sea pergi jauhhh banget,kakek ngga tahu papah Sea dimana,masih hidup atau enggak"inti Arianto
Sea diam seribu bahasa
"maafin kakek yaa?"Arianto tidak tega melihat cucunya
"maaf buat apa kek?"polos Sea
"kan kakek ngga salah,yang pergi ninggalin Sea sama mamah kan papah bukan kakek"Sea sedikit paham dengan ucapan Arianto
Sea mengecup kening kakeknya dan memeluknya
"Kakek bilang,Sea punya kakek iya kan?"Sea
"he hemm"Arianto menjawab dengan deheman
"tapi kakek jangan ninggalin Sea juga yaaaa,kalo kakek ninggalin Sea.Sea beneran marah"pinta Sea
"insya alloh"Arianto melepaskan pelukan
"udah yah sedihnya,kakek bawa martsbak tuh"arianto melirik ke meja
"assiiiiik"Sea mengambil piring yang berisi martabak,dan makan dilantai bersama Arianto
Sea sangat suka dengan martabak coklat,apa lagi kalo coklatnya masih meleleh. Itu alasannya Bi Ranti memanaskan kembali martabaknya
Arianto menatap Sea dengan sangat seirus,sedang Sea makan martabak dengan sangat lahap seperti sudah melupakan kejadian sebelumnya
"kakek tahu,kalo kakek suatu saat pasti harus ceritain semuanya kek Sea.Tapi untuk sekarang Sea ngga akan paham"batin Arianto
"coklatnya banyak kalii laaa"girang Sea menjikat tangannya yang penuh dengan coklat
"sengaja kakek pesen biar coklatnya dibanyakin"Arianto
"hemmm haaa"ucap Sea mulutnya penuh dengan makanan
"seeee"panggil Arianto
Sea yang sibuk dengan martabaknya menoleh ke Arianto
"kenapa kek?"saut Sea
"Sea marah ngga sama papahnya Sea?"Arianto
Mendengar pertanyyan dari kakeknya,Sea menaruh martabak yang awalnya dia pegang
Sea diam sejenak
"ngga tahu kek"bingung Sea dengan perasannya sendiri
"jangan marah yaaa"pinta Arianto
"kalo Sea marah sama papah Sea,nanti alloh yang marah ke Sea"Arianto
"gitu ya kek?"Sea
"iya,karena alloh sayang sama kita kalo kita sayang sama mamah papah"ternag Arianto
"okey kek"Sea kembali makan
Jika mengingat ke belakang,Arianto masih sangat sakit hati pada Hendra dsn kedua orang tuanya
Tapi sakit hatinya kalah dengan kasih Sayangnya pada Sea,dia sakit hati tapi dia lebih tidak mau jika cucu kesayangannya salah jalan dalam hidupnya
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments