Siang harinya, Syahwa taak kunjung bangun setelah pingsan tadi malam
Arianto sangat khawatir dan memutuskan untuk mrmanggil dokter ke rumah
SELESAI PEMERIKSAAN
"dia belum bangun karena tubuhnya sedang beristirahat jadi bisa dikatakan dia sudah bangun dari pingsan"ucap dokter
(ini ngarang ya guyys)
"jadi dia tidur?"Arianto
"bisa disebut begitu"terang dokter
"dari waktu dia pingsan sampai sekarang harusnya 20 menit lagi dia bangun dan saya juga sudah menyuntikan cairan kekebalan imun pada tubuhnya,jadi tunggu saja"pinta dokter sambil membereskan alat-alat medis
"iya dok"Arianto
Setelah dokter pergi,Arianto menatap putrinya
"ya alloh ampuni saya yang lalai menjaga putri saya ya alloh"tangis Arianto pecah
Arianto sangat murka mengingat laki-laki yang melecehkan syahwa,dia segera pergi menuju ke rumah hendra untuk meminta pertanggung jawaban
"bii tolong jagain syahwa dulu ya bii,saya mau pergi dulu"titah Arianto kepada Asinsten rumah tangga nya
ya Syahwa hanya bertiga di rumah dengan ayah dan Bi Ranti(ART),ibu syahwa meninggal ketika melahirkan adik Syahwa yang juga ikiut meninggal ketika baru dilahirkan 4 tahun lalu
Arianto baru saja sampai di rumah Hendra
"Hendra"teriak Arianto
Tak ada jawaban
"Hendara keluar kamu,kamu harus bertanggung jawab pada anak saya"murka Arianto tak dapat jawaban
Amarah Ariato sudah tak bisa dibendung,dia menggendor-gedor pintu rumah Hendra hingga membuat bising tetangga disebelahnya
"pak"panggil tetangga hendra
Arianto mengehentikan kegiatannya
"rumahnya udah kosong,ngga usah gedor-gedor gitu pak bikin berisik"jelas tetangga Hendra
"iya maaf pak,kalo boleh tahu kemana yaa orangnya?"tanya Arianto menenangkan diri
"kalo ngga salah si pergi ke inggris pak,katanya Hendra bakal nglanjutin kuliahnya disana.Harusnya si 1 minggu lagi berangkatnya tapi ngga tahu tuh tadi jam 6 berangkat mereka sekeluarga"tetangga bingung sendiri
Tetangga hendra langsung pergi setelah memberi tahu
Arianto langsung melempar kursi yang ada di depan rumah Hendra
Dia sangat frustasi,Hendra dan kedua orang tuanya benar-benar tidak mau bertanggung jawab
Arianto memutuskan pulang
"ya alloh kenapa jadi kayak gini ya alloh"tangis Arianto di dalam mobil menuju rumah
Mengejar Hendra pun sudah tak berguna
Cinta pertama seorang putri adalah ayahnya,dan luka pertama seorang ayah adalah putrinya
Sampai dirumah Arianto disambut dengan teriakan Syahwa
"Hendraaaaaa"teriak Syahwa sambil menghancurkan apapun disekitarnya
"kenapa bi?"tanya Arianto melihat keadaan putrinya
"non Syahwa kaya gitu pas baru bangun tuan,saya ngga berani maju"jelas Bi Ranti menundukan kepala
Arianto berusaha mendekati Syahwa dia, memeluk putri satu-satunya
"tenang nakkk"lirih Arianto
Arianto mencoba merangkul Syahwa yang terduduk menangis
"ngga bisa ayah,Syahwa ngga bisa tenang,Syahwa udah ngga suci lagii ayahhh"tangis histeris Syahwa
"Hendra harus tanggung jawab ayah"pinta Syahwa
Arianto mengelus kepala Syahwa
"nak"panggil Arianto
"kenapa ayah?"Syahwa mengadahkan kepalanya pada Arianto
Arianto terdiam sejenak
"ayah kenapa?"tanya Syahwa
"ayah baru dari rumah Hendra,rumahnya kosong naak,ayah sudah tanya. Hendra sama orang tuanya pergi ke inggris untuk melanjutkan kuliahnya Hendra"jelas Arianto dengan hati pilu
Syahwa menangis histeris
"ngga bisa ayah,ini ngga adil"ucap Syahwa dengan sesegukan
"ayah tahu nak,ini ngga adil buat kamu"Arianto
"ayah udah mutusin orang-orang ngga boleh tahu apa yang Terjadi sama kamu,ayah akan rahasiain dari orang-orang"jelas Arianto
Siang hari sebelum tragedi pelecehan semua siswa kelas 12 merayakan kelulusan dengan cara masing-masing
Syahwa pulang malam karena pesta,dan Hemdra mabuk-mabukan
Bersambung
g
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments