Dua bulan berlalu setelah kejadian pelecehan.tidak ada yang tahu selain Syahwa,Arianto,dan Bi Ranti
Mereka benar-benar menyembunyikan dari semua orang
Dan semenjak hari itu juga,Syahwa lebih suka mengurung diri di rumah,mentalnya sedikit terganggu dan menjadi pendiam
Hari ini tubuh Syahwa benar-benar lemas,pusing dan ingin muntah
"huek huek"muntah Syahwa di dalam kamat mandi
"non,ngga mau kedokter aja?"saran Bi Ranti dari luar kamar mandi
"ngga biii,ngga perlu"sautan lirih Syahwa
Baru beberapa langkah Syahwa melangkah keluar dari kamar mandi, tiba-tiba
Greeeppppp
Bi Ranti menangkap tubuh Syahwa yang hampir jatuh karena pingsan
"non bangun non"panik Bi Ranti"aduh gimana gustii"
Bi Ranti segera menelfon Arianto agar cepat pulang dari toko
(Arianto memiliki toko sembako yang lumayan besar,jaraknya juga tidak terlalu jauh dari rumah")
"Syahwa"teriak Arianto segera membopong Syahwa
Dia membawa putrinya masuk ke mobil dan segera melaju menuju rumah sakit
Sampai rumah sakit
Dokter segera melakukan pemeriksan pada Syahwa,15 menit berlalu
Syahwa sudah sadar,kini Arianto dan Syahwa duduk di ruang dokter untuk menanyakan hasil pemeriksaan sedang Bi Ranti menunggu di luar
"gimana dok?"kepo Syahwa
"begini,dari hasil pemeriksaan anda sedang mengandung"jelas dokter
Degg
Syahwa berdiri dari kursinya,hal yang selama ini dia takutkan telah terjadi
"diperkirakan usia kandunganya 1 bulan lebih 9 hari"terang dokter
"ngggaaaaa"teriak Syahwa mundur
"ngga boleh,ngga dok,anda pasti salah"Syahwa
"ngga mungkinkan ayah?"tangis Syahwa histeris
Arianto segera memeluk putri kesayangannya.Dia mengelus sangat lembut kepala putrinya
"pak tolong tenangkan putri anda,ini rumah sakit"pinta Dokter
"baik dok"
Arianto segere membawa keluar Syahwa
"kenapa dengan non Syawa pa?"tanya Bi Ranti ketiak masih berjalan keluar
"nanti di dalam mobil bi"serius Arianto
Arianto mejelaskan semua pada Bi ranti di perjalanan pulang
Sedang Syahwa tertidur karena mendapatkan suntik bius ketika akan masuk mobil
Mental Syahwa benar-benar sudah tak bisa dikendalikan
Beberapa saat setelah dirumah, Syahwa bangun
"anak sialan"teriak Syahwa memukul perutnya
"nak berhenti"titah Arianto mencoba menghentikan Syahwa
"ngga ayah,anak ini harus mati ayah,Syahwa ngga pengin orang-orang tahu ayah"ucap Syahwa tak punya akal
"Syahwa"bentak Arianto
"ini anak kamu,ini cucu ayah"tegas Arianto menahan tangan Syahwa yang berusaha melukai perutnya sendiri
Syahwa benar-benar sudah gila karena perbuatan Hendra,selama mengandung dia berusaha membunuh calon bayinya dengan berbagai cara
Memborgol Syahwa,itu yang Arianto lakukan agar Syahwa tidak membunuh calon anaknya
"ya alloh,hamba iklhas dengan keadaan putri hamba,hamba memafkan laki-laki yang menghancurkan masa depan putri hamba,dan hamba juga siap menerima bayi Syahwa ya alloh"do'a Arianto selesai sholat
Butiran kristal bening menetes begitu deras dari manik mata yang selalu ingin melihat putrinya bahagia
Bohong jika keluarga Arianto selalu tenang,pada akhirnya orang-orang tahu apa yang menimpa Syahwa dan soal kandungannya
"bii"panggil Arianto yang berdiri di meja makan sibuk menyiapkan makanan
"kira-kira nama yang cocok untuk anak Syahwa apa ya bii?tanya Arianto tiba-tiba sedang
"bapa serius?"bi Ranti
"iya bii,saya serius.Saya akan menerima kelahiran bayi Syahwa dengan lapang dada"ucap Arianto
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments