Sore hari
Sea terlihat sibuk menatap ke luar seperti menunggu seseorang
"akhirnya kakek pulang juga"girang Sea melihat Arianto dari jauh
"kakek"panggil Sea
"iya kenapa?"jawab Arianto yang lelah
"nanti kakek bilangin ke mamah ya?,supaya mamah masakin Sea buat bekal"pinta Sea
"mamah ngga bisa masak See"Arianto
"bisa kek"jawab Sea
"ngga bisaa See"Arianto
"bisa kakek"ngeyel Sea
"kalo kakek bilang ngga bisa ya ngga bisa Sea"bentak Arianto
Sea terdiam dengan mata berkaca-kaca,dia langsung lari
Arianto menyadari kebodohannya yang tak bisa mengendalikan emosinya di saat lelah
Bi Ranti akan menyusul Sea
"bii ngga usah disusul biar nanti saya yang ngomong ke Sea"ucap Arianto masuk kamarnya sendiri
(di kamar Syahwa)
Terlihat Sea menangis sambil membekam mulutnya agar sang ibu yang sedang tidur tak bangun
(menyakitkan bukan?,melihat anak kecil menangis bak orang dewasa)
"kalo mamah benci Sea ngga apa-apa kok,tapi Sea ngga benci mamah"lirih Sea berbaring di samping ibunya
Dia mencium kening ibunya sebelum pergi
Ketika Sea keluar tidak sengaja berbarengan dengan Arainto yang keluar dari kemar Sea karena tidak mendapati Sea
(kamar Syahwa dan Sea berhadapan)
Arianto melihat Sea dengan matanya yang sembab,sedang Sea langsung memeluk Arianto
Arianto melepaskan pelukan dan berjongkok menyamai tinggi Sea
"maafin kakek yaaa?"lembut Arianto
"iya kakek"jawab Sea tersenyum
(seorang anak yang dilahirkan dengan hati yang murni)
"ikut kakek ke teras yaaa"pinta Arianto
(di teras)
Mereka berdua sibuk dengan hidangan masing-masing.Arianto dengan kopi dan ubi rebus sedang Sea coklat panas dan roti bakar
"yam yam"suara Sea
Arianto mencubit pipi Sea karena sangat menggemaskan melihat Sea pipi Sea dipenuhi coklat
"hihiimmm a e mahhh"teriak Sea yang mulutnya dipenuhi makanan
Arianto tertawa sampai matanya mengeluarkan Air
(selesai makan)
"Seee"panggil Arianto
"iya"jawab Sea masih fokus mengamati bunga
"ini kakek manggil lohhh"Arianto
"iya kakek"baru Sea menoleh
"lagi liatin apa sii?,sampe kakek dicuekin"ucap Arianto mendekati Sea
"bunganya cantik ya kek?"Sea
"kalau yang namanya bunga pasti cantik"Arianto
"oùuh"Sea
"ada ngga kek bunga yang ngga cantik?"kepo Sea
"ada"singkat Arianto
"bunga ap kek?"kepo Sea
"bunga yang dirawat Sea"ejek Arianto
Seketika Sea memperlihatkan wajah kesalnya
"ha haa haa"Arianto tertawa memegangi perut
"benerkan?,kalo bunganya yang rawat Sea pasti ngga bakal secantik ini"lanjut Arianto
"kan Sea juga ikut nyiramin bunganya kok"tidak terima Sea
"iya nyiraminya sebulan sekali,hari-hari lain Bi Ranti yang siram"ejek Arianto lagi
Lagi-lagi Arianto tertawa puaspuas
"hiii hiii"kesal Sea
Sangking kesalnya diejek terus Sea menarik jenggot kakeknya itu yang sudah beruban
"awwww"teriak Arianto
"rasain"Sea
"ngga sopan Sea"tegur Arianto sembari memgang jenggotnya
"kakek tuh ya duluan"ketus Sea
(indahnya melihat kakek bercanda dengan cucunya)
"kek"panggil Sea tiba-tiba
"ada apa lagi?"arianto masih memegang jenggotnya
"mamah suka bunga ngga kek?"Sea menatap manik Arianto
"suka kok"Arianto
"bunga apa kek?"semangat Sea
"bunga matahari"jawab Arianto
Arianto baru ingat tujuannya memanggil Sea Tadi
"sebenernya mamah Sea bisa masak"Arianto
"Sea tahu kok,Bi Ranti yang bilang"Sea
"tapi kan mamah Sea lagi sakit jadi besok yang masak kakek aja yaaa?"Arianto
"iya deh"jawab Sea singkat
"kapan Sea mulai ngaji lagi?"tanya Arianto
"besok kek,Ustadzah Sana bilang liburnya cuman 2 hari jadi mulai besok udah ngaji lagii gitu"
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Kirana di Nabastala
😭😭😭
2023-11-05
0