"Kamu sedang apa kenth?"
Kath berjalan mendekati kenth yang saat ini tengah berdiri di depan jendela
"Aku sedang menerima surat dari ayah" Kenth menunjukkan kertas yang berada di tangannya
"Surat apa? apa terjadi sesuatu dengan ayah di kerajaan?"
Kenth terkekeh gemas kala melihat raut wajah cemas sang kembaran, sungguh lucu
"Tidak, ayah mengatakan bahwa di Akademi akan ada pertemuan orang tua untuk membahas tentang ujian pemburu"
"ujian pemburu? ujian macam apa itu?" Kath mengikuti langkah kenth yang saat ini menuju kursi yang berada di dekat ranjang
"Ujian pemburu itu adalah ujian untuk melihat sampai mana batas kemampuan elemen kita. di sana kita akan di uji di hutan yang berada di perbatasan aleystia"
"Apakah semua class akan ikut?"
"tidak, hanya master class lah yang di diperbolehkan untuk mengikuti ujian pemburu itu. karena di sana kita akan melawan para monster, jika para murid yang belum memiliki kemampuan yang memadai akan kesulitan saat mengikuti ujian nya"
Kath menunduk, mungkin di ujian itu dia akan kesulitan bahkan lebih kesulitan dari pada murid elite class yang mengikuti ujian pemburu itu. ingatlah bahwa kath belum memiliki inditas magis
"Kamu kenapa? kok murung" Kenth menangkup wajah sang adik
"Apakah boleh aku tidak mengikuti ujian pemburu itu?" tanya kath pelan tak berani menatap wajah tampan sang kembaran
"kenapa? apa kamu takut pada monster?"
"Tidak, aku hanya takut menyusahkan jika aku tetap ikut. kamu tau sendiri bahwa aku belum memiliki inditas magis. mungkin akan sulit bagi ku untuk melakukan ujian itu"
"hei hei" Kenth menangkup wajah sang kembaran
"Tatap kath" Gadis itu menurut dan menatap manik mata kenth
"Kamu hebat, buktinya cuman kamu yang hanya memiliki lebih dari dua elemen. tanpa inditas magis pun kamu bisa melaluinya"
"lambat laun inditas magis mu akan muncul. terus lah berjuang. mungkin cara memunculkan inditas mu berbeda dengan kami karena kamu itu spesial"
"Aku spesial? kayak indomie dong"
Kath menatap kath datar, semenjak bergaul dengan amon dan ed, otak kath sudah mulai tercemar dengan kata kata absurd mereka yang keluar saat di situasi yang tidak pas
Sedangkan di kamar lain tepatnya di kamar yang di tempati oleh fanny dan ed. keduanya masih diam tak seperti biasa
setelah mendengar pengakuan fanny saat bermain Truth or dare tadi mendadak ed tak bisa berkata kata. tak terlebih fanny, gadis itu malu karena ed sudha mengetahui bahwa ia menyukai pria itu
"Apakah kita akan terus diam seperti ini?" tanya ed yang tak tahan dengan keterdiaman fanny
biasanya gadis itu akan berprilaku seperti monyet dan tak bisa diam tetapi sekarang gadis itu telah berubah menjadi kumang kumang sangat diam dan terlihat malu malu. ed tidak suka dengan fanny yang hanya diam seperti ini
baginya fanny seperti orang yang sedang di rasukin jin tomang
"Fan, kamu kenapa diam gitu"
"o-oh gak ada kok hehehe"
"Apa karena permainan tadi lo jadi diam begini?" Tebak ed dengan mata memicing
"TIDAK!!!"
DOG
DOG
"DIAM WOI SUDAH MALAM, BISING BANGET EALAH" Teriak Amon dari kamar sebelah terkejut dengan teriakan fanny yang memekik
Fanny meringis pelan, ia masih canggung dengan kehadiran ed di dekatnya setelah pengakuan tadi. oh astaga rasanya fanny ingin tenggelam ke pantai sekarang juga. entah kenapa ia merasa sangat malu
"Diam diam bae lo, biasa cosplay kayak monyet dan burung beo" Ed memejamkan matanya pura pura tak memperdulikan wajah fanny yang nampak kesal
fanny tau jenis hewan yang di katakan ed itu, ia pernah dengar dari kath
"Kamu nyebelin banget ed sumpah aku kesel sama kamu!" Fanny memukul ed menggunakan bantal dengan rasa kesal yang memuncak
ed tertawa keras karena berhasil memancing kekesalan fanny, sangat mudah memang. cukup lontarkan kata kata yang membuat sang gadis kesal itu sudah cukup
"KALIAN KALO MAU MAIN JANGAN BERISIK WOI!!! OTAK KU TERCEMAR MENDENGAR TERIAKAN KALIAN"
"Amon syalan"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments