Sudah tiga bulan berlalu Kath bersekolah di Sentela essen, cukup banyak perubahan dalam kurun waktu tiga bulan tersebut
Kath sudah bisa mengendalikan kedua elemennya berkat kerja keras nya dan dukungan teman-temannya. Ia juga sudah dapat mengimbangi kekuatan Vya. Namun, Kath belum memiliki inditas, dan tanda-tanda inditas akan keluar pun belum Kath rasakan pada dirinya
Lucy, Fanny, Kenth dan Ed sudah mendapatkan inditas mereka dan mereka berempat sudah di tempatkan di master class satu bulan yang lalu. Sedangkan Scarleta dan juga Luka baru saja mendapatkan inditas mereka pagi tadi dan tentu saja hal itu menjadi suatu kebahagiaan bagi mereka, bisa berkumpul di kelas yang sama
Tiga bulan lebih belajar dan baru sekarang sentela essen membebaskan para murid nya untuk pulang ke kediaman mereka atau sekedar berjalan-jalan di sebuah desa yang terletak tak jauh dari sentela. Dan para murid hanya di beri 2 hari untuk beristirahat dari pelajaran
Dan saat ini tepat nya di asrama perempuan delapan muda mudi itu tengah berkumpul di kamar milik Lucy. Entah bagaimana caranya empat laki-laki itu bisa datang ke asrama perempuan tanpa ketahuan penjaga asrama. Sedangkan Ed tidak tau kemana. Laki-laki itu tiba-tiba saja pergi entah kemana saat Luka mengajaknya untuk pergi ke asrama perempuan
"Jadi? Kita mau kemana selama dua hari ke depan? Tidak mungkin kan kita balik ke kediaman, makan waktu banget rasanya" kata Fanny yang saat ini posisinya tengah berbaring terlentang di kasur milik Lucy
Sibuk dengan pemikiran masing-masing tiba-tiba saja dari arah pintu depan di gedor-gedor secara paksa membuat delapan muda mudi itu saling pandang
"Kayaknya si kera Ed" kata Fanny dengan anggukan pastinya
"Biar aku buka" Luka pun berjalan keluar kamar
Dan benar saja pintu kamar Lucy di buka dengan tidak santainya dan sudah dapat di tebak jika sang pelaku adalah Ed dengan senyuman tengilnya membuat Fanny ingin menonjok wajah tampannya
"Ngapain kamu ke sini kayak Jailangkung aja, datang tak di undangan, pulang tak di antar" cibir Fanny
"Suka-suka aku lah, Lucy sama Kath aja gak masalah"
"By the way kalian lagi bahas apa?" tanya Ed penasaran
"Kami lagi mikir tentang rencana liburan kita selama dua hari ini kemana. Cuman kami masih bingung mau kemana" kata Lucy
Ed pun mengangguk paham, "Aku tadi baru dapat informasi dari anak Warrior class kalau mereka itu pada liburan ke vila dekat pantai perbatasan kerajaan kenigh dan angel"
"Boleh tuh pergi ke sana. Tapi kira-kira berapa lama waktu yang di habiskan selama perjalanan jika kita memakai kereta kuda?" ujar Kath
"Kalau tidak salah sih cuman memakan waktu empat jam hingga kita sampai ke perbatasan itu" balas Luka
"Jadi bagaimana pendapat kalian? Apa kalian setuju kita liburan ke pantai? Atau kalian ada rekomendasi tempat yang lain?" kata Amon memastikan
"Aku setuju-setuju aja sih, tapi di sana kita buat game lah. Gak enak kalau cuman berenang atau berjemur saja" kata Scarleta
"Tenang cok, nanti aku dan Kath akan mengajak kalian bermain permainan asik khas anak plus enam dua" kata Ed dengan penuh semangat
"Baiklah, jadi sekarang kita kapan mau pergi nya?" tanya Kenth sudah tidak sabar dengan liburan nya kali ini bersama kembaran dan juga para sahabatnya
"Sekarang aja gak sih? Biar besok kita bisa langsung main-main, jadi waktu nya tidak terpakai sia-sia kalau kita berangkatnya besok" ujar Lucy
"Setuju" kata Ed dan Fanny serempak
"Aku ngikut" kata Kenth dan Luka pun mengangguk kepalanya pertanda setuju
"Aku mah Terima bersih aja" kata Kath
Mereka pun diam lalu menatap Claude yang sedari tadi hanya diam, memang tidak perlu di ragukan lagi kemahalan suara Claude itu bagaimana. Di ajak diskusi laki-laki itu malah sibuk dengan pedang milik nya
Claude yang merasa di pandangi pun mendongak lalu menghela nafasnya kasar, "Lakukan saja"
▼△▼△▼△▼△
Tiga kereta kuda pun berjalan membawa sembilan muda mudi itu, masing-masing kereta kuda membawa tiga orang pengecualian kusir
Kereta kuda paling depan di isi Luka, Kenth dan juga Ed.
Kereta kedua yang berada di barisan kedua di isi oleh Kath, Claude dan juga Amon
Dan barisan kereta terakhir di isi Lucy, Scarleta dan juga Fanny
Tidak perlu heran mengapa Kath berada di kereta kedua, itu semua karena Amon lah yang menariknya secara paksa dari kereta tiga. Entah kenapa laki-laki itu sangat betah menempeli Kath akhir-akhir ini
Selama di perjalanan Kath bercerita tentang bumi dan Indonesia kepada Amon, laki-laki itu sangat ingin tau tempat yang selalu saja di banggakan Ed. Ed selalu mengatakan bahwa tempat tinggalnya dulu itu sangat keren dan menyenangkan. Hal itu lah yang membuat Ed semakin penasaran dan mendengar langsung dari sumber yang terpercaya
Sedangkan Claude hanya menyimak walau pandangannya terus keluar jendela
"Apa di bumi sekeren itu?" tanya Amon semakin penasaran
Kath mengangguk, "Di sana kami tidak pakai kereta kuda seperti ini. Di sana kami menggunakan transportasi berjenis mobil, pesawat, sepeda motor, sepeda, kereta api, kapal dan masih banyak lagi"
"Itu kendaraan seperti apa? Apakah menggunakan tenaga hewan?"
"Tidak, kendaraan di sana di rancang menggunakan mesin dan tidak menggunakan tenaga hewan. Tetapi di sana ada juga kok seperti ini tapi nama nya delman"
"Terus ada hal apa lagi yang paling menakjubkan di sana?"
"Di sana teknologinya sangat canggih, kita tidak perlu menggunakan burung untuk berkomunikasi. Kita bisa menggunakan ponsel untuk mengakses komunikasi jarak jauh"
"Dan juga di sana bangunannya sangat modern dan sangat menakjubkan, namun jika di bandingkan ketahanan bangunannya jelas saja disini pemenangnya"
Kath memang sangat takjub dengan bangunan yang berada di planet ini, bagaimana tidak? Jika bangunan itu tidak runtuh saat mereka tanpa sengaja meleset kan elemen mereka di saat tes elemen atau pun tes kekuatan dan itu semua berulang-ulang kali. Lain lagi jika elemen mereka mengenai bangunan yang berada di bumi, dalam sekejap mata bisa di prediksi bahwa bangunan di bumi akan hancur
Amon menyerit dahi nya bingung, "Bukannya di sana canggih? Kenapa ketahanan nya masih di ragukan?"
"Jika di sana tidak ada namnya korupsi, pasti bangunan di sana sangat kokoh dan tidak mudah rubuh kecuali jika Tuhan sudah berkehendak merubuhkan nya"
Amon pun mengangguk walau sebenarnya ia tidak paham
Lama bercerita tanpa sadar mereka sudah sampai di pantai perbatasan pada malam hari, untungnya mereka sampai tidak terlalu larut jadi tidak menganggu penghuni vila yang beristirahat dari aktivitas mereka
Saat turun dari kereta kuda mereka di sambut dengan angin sepoi-sepoi khas pantai
Para laki-laki membantu para gadis membawa barang-barang milik mereka. Kenth dan Amon bertugas untuk check-in vila yang sudah mereka pesan menggunakan merpati yang di kaki nya terdapat surat bahwa mereka akan menginap selama dua hari di sana, tak lupa pula cap kerajaan kenigh karena memang yang memesan adalah Amon.
Mereka mendapatkan satu vila yang terdapat empat kamar di dalam nya, hanya itu vila paling besar yang di miliki penginapan itu. Mau tidak mau mereka pun menyetujuinya
"Aku mau sekamar dengan Kath" Kata Lucy ngotot di saat mereka tengah rebutan kamar
"SIALAN! AKU MAU SEKAMAR SAMA LUKA AJA, KALAU SAMA KENTH KENTUTNYA BAU!" Teriak Ed
"Aku sekamar sama Claude aja sih kalau boleh" gumam Scarleta sambil terkikik geli
Calude yang pusing mendengar teriakan para sahabatnya pun mengambil jalan tengah yaitu mencabut undi agar adil
Mereka pun setuju. Calude merobek potongan kertas sebanyak sembilan buah lalu menulis nomor kamar dan terakhir di lipat secara rapi
Kamar pertama akan di isi 2 orang
Kamar kedua akan di isi 2 orang
Kamar ketiga akan di isi 2 orang
And last
Kamar ke empat akan di isi 3 orang
Mereka pun mengambil kertas itu masing-masing satu. Kenth pun menghitung sampai tiga agar mereka membuka kertas itu bersama-sama. Setelah kertas di buka mereka pun mencari partner sekamar mereka masing-masing
Dan kegaduhan pun terjadi...
"OH DEWA...AKU TIDAK MAU TIDUR SAMA KERA!" Teriak Fanny histeris di saat ia mendapat kan kamar nomor tiga dan nomor itu pula sama dengan kertas milik Ed
"Aku juga ogah tidur bareng Fanny darat kayak kamu"
Ed menghela nafasnya memandangi kertas bertuliskan nomor tiga. "Lebih baik aku mencium bau kentut Kenth saat tidur dari pada harus satu ruangan dengan si darat"
"YES, Kita barengan Lucy" Scarleta pun memeluk Lucy erat. Untung saja ia tidak mendapatkan kamar dengan para laki-laki, ya kecuali laki-laki itu Calude, dia tidak masalah:v
"Kath kamu dapat kamar berapa" tanya Amon pada Kath yang sedari tadi hanya diam menonton pertikaian Fanny dan Ed
Kath menoleh lalu berkata, "Satu, kalau kamu?"
"Empat, aku barengan dengan Claude dan Luka"
"Berarti aku sama s_"
Ucapan Kath tejeda saat seseorang tiba-tiba saja merangkul pundaknya secara tiba-tiba membuat Kath terkejut
"Hallo kembaran"
▼△▼△▼△▼△
"Ada masalah apa sehingga kau mendatangi ku malam-malam begini, ksatria chou?"
"Maaf menganggu waktu istirahat mu penyihir agung, saya ke sini ingin menyampaikan bahwasanya dinding sihir di perbatasan kerajaan demon sudah terendus dan kita tidak bisa menahan ini lebih lama lagi, kita harus secepatnya menemukan 'mereka' sebelum peperangan selanjutnya terjadi" kata Ksatria Chou
"Perketat penjagaan di perbatasan, dan bawa beberapa penyihir untuk membuat segel sementara jika bawahan demon mengetahui tembok sihir itu"
"Baik penyihir agung, Tapi..."
"Kau tidak perlu memikirkan Tomes, aku sudah menemukan mereka" sela penyihir agung membuat Ksatria chou terdiam sejenak
"Mereka sudah bersatu?" tanya Ksatria chou memastikan
Penyihir agung menganggu, "Kita hanya menunggu kematangan mereka sebelum peperangan itu datang"
"Dan aku yakin bahwa kita akan memenangkan peperangan itu karena mereka"
▼△▼△▼△▼△
Tomes : THE ONE MONTH EIGHT STARS
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments