Kath sudah bersiap dengan seragam master class yang melekat di tubuhnya. Sangat pas dan sangat cantik saat ia mengenakannya
Kath menggerai rambut sebahu nya tak lupa pula ia mengenakan jepitan rambut yang di berikan luka tadi malam. Entah dari mana laki-laki itu mendapatkan penjepit rambut sebagus itu
"Putri sudah selesai?"
Kath menoleh melihat lucy yang sudah sangat rapi dengan seragam elite class yang melekat di tubuhnya
"Sudah ku katakan, jangan memanggil ku dengan sebutan itu kecuali saat di depan kedua orang tuaku"
Lucy memang sudah terbiasa menyebut sahabat barunya dengan nama mereka namun kath? Ia belum terbiasa memanggil gadis itu dengan namanya saja
"Tapi pu_"
"Ini perintah!"
"Baiklah, k-kath?"
Kath tersenyum puas dengan ucapan lucy yang menyebut namanya tanpa embel-embel 'putri'
"yok, kita sudah terlambat"
▼△▼△▼△▼△
Sesampainya di sebuah lapangan luas yang lumayan luas, pemisah antara gedung master class yang terletak di sebelah kanan lapangan itu dan gedung elite class yang berada di sebelah kirinya
Kath dan lucy pun berpisah tepat di dekat lapangan itu, sebenarnya lucy memaksa untuk mengantarkan kath terlebih dahulu ke kelas nya, namun kath menolak keras dan menyuruh lucy untuk ke kelas nya. Karena butuh waktu yang lama untuk lucy kembali ke elite class jika gadis itu mengantar kath ke kelas nya
Kaki kath menaiki satu persatu undakan anak tangga, kelas kath terdapat di lantai dua di gedung tersebut
Kath melangkahkan kakinya ke sebuah kelas yang di depan pintunya terdapat plakat berwarna silver bertulisan MASTERCLASS
Sebelum masuk ke dalam kelas tersebut, kath mengetuk daun pintu itu terlebih dahulu sebanyak 3 kali sebelum ia membuka nya
Saat pintu itu terbuka, semua mata yang berada di dalam kelas itu tertuju padanya, bukan tatapan ramah namun tatapan penuh permusuhan. Apakah ada yang salah dalam dirinya? Sehingga ia di tatap seperti itu?
Menghiraukan tatapan para siswa dan siswi itu kath melangkahkan kakinya memasuki kelas itu mendekati salah satu bangku yang berada di samping amon, hanya laki-laki itu yang menyambutnya hangat, sedangkan yang lain? Tidak. Jangan harapkan si batu claude yang hanya diam tak berekspresi menatap kath
Tak lama menunggu guru yang harusnya mengajar di kelas itu pun datang memasuki kelas. Melihat ada siswi baru yang memasuki kelas itu, guru yon menyuruh kath untuk memperkenalkan diri
Setelah itu pelajaran pun di mulai, pelajaran pertama di awali pelajaran teori. Seperti, bagaimana caranya bertarung saat perang, serta tak-tik yang harus di pakai disaat keadaan genting, lalu di lanjutkan dengan praktek
Saat ini mereka berada di sebuah lapangan yang sangat luas yang berada di belakang gedung master class, dan sudah jelas lapangan itu adalah lapangan yang terhubung dengan lapangan yang berada di antara gedung master class dan gedung elite class
"Lawan kalian sudah saya pilih, disini kalian harus mengeluarkan kekuatan serta elemen yang kalian miliki. Anggap bahwa teman yang saya pilihkan untuk kalian adalah musuh kalian yang seharusnya kalian hancurkan. Lakukan dengan sempurna sesuai dengan yang saya ajarkan kemarin" jelas guru yon
"Jika ada yang ingin bertanya saya persilahkan, sebelum praktek pertarungan kita mulai"
Salah satu gadis mengangkat tangannya mengudara, "Apakah inditas boleh di gunakan?"
"Boleh"
Satu persatu siswa maupun siswi yang sudah di tentukan lawannya itu maju saat guru yon memanggil nama mereka
Mereka mulai saling menyerang layaknya sedang perang, tak menghiraukan jika yang saat ini mereka lawan adalah sahabat atau teman mereka sendiri. Tak ada yang mau berhenti sebelum salah satu dari mereka menyerah
Kath terpukau melihat aksi claude yang sangat gesit menyerang lawannya menggunakan elemen es andalannya. walau claude tak menggunakan inditas magisnya seperti lawannya, tak terlihat sedikit pun celah claude akan kalah. Beberapa menit pun berlalu, tristan-lawan claude pun menyerah. Dan pertarungan itu di menangkan oleh claude
"Crush mu memang sangat keren, scar" puji kath dengan mata penuh binar memperhatikan gerak claude yang saat ini berjalan mendekati pohon rindang untuk berteduh sambil menyaksikan pertarungan selanjutnya
"Kamu harus menyemangati ku nanti, putri kath"
Kath menoleh mendapati amon yang sudah berada di sampingnya, entah sejak kapan laki-laki itu berada di sampingnya padahal tadi kath baru saja melihat laki-laki itu berbicara berdua bersama seorang gadis
"SELANJUTNYA, PUTRA MAHKOTA RAYMOND CLARENCE MELAWAN PUTRA MAHKOTA VEGANES JEREMI"
Amon berjalan santai ke tengah lapangan tanpa sedikit pun terganggu dengan tatapan menusuk dari jeremi
Amon memanggil partner nya yaitu, dugong untuk membantunya bertarung melawan putra mahkota dari kerajaan skyflor, skygion
Tak mau kalah jeremi pun memanggil inditas miliknya yaitu, kalajengking
Tak kalah keren dengan skill pertarungan claude, amon mengeluarkan elemen apinya menyerang jeremi yang masih sibuk menghalau serangan beruntun dari dugong. Mendapati sedikit celah, jeremi mengeluarkan badai pasir dan mengarahkannya ke arah amon dan menelan amon ke dalam badai pasir itu
Kalah? Tidak! Dengan mudah amon keluar dari badai pasir itu membuat jeremi semakin tertantang
Dugong mengarahkan puluhan pedang api dari atas langit pada jeremi, dengan gesit kalajengking menepis pedang api itu dan membuat pedang api itu terlempar ke segala arah. Tapi untungnya guru yon sudah memasang perisai menghalau serangan para siswa siswi master class agar tidak sampai mengenai bangunan di sekitarnya
Kalajengking itu memuntahkan ribuan kalajengking berukuran kecil kearah amon dan dugong. Amon dengan wajah santainya membakar ribuan kalajengking itu dengan sangat mudah
Dugong terbang mengudara, membuat bola api berukuran besar lalu melemparnya kearah jeremi dan kalajengking itu
Jeremi mengangkat tangannya pertanda bahwa ia menyerah. Jeremi pun di bawa ke selasar dan mendapat pengobatan sihir dari tabib yang sudah di panggil oleh guru yon
"Jadi bagaimana? Apakah aku tadi terlihat sangat keren?" kath diam terpanah melihat senyuman amon yang menawan
Bahkan senyuman amon lebih berbahaya dari bola api dugong. Sangat mematikan
"Lumayan"
Pertarungan pun berlanjut hingga urutan terakhir yaitu kath
"PUTRI KATH CHESTER MATTHEW AKAN BERTARUNG MELAWAN PUTRI VYANES"
Saat kaki kath hendak melangkah ke tengah lapangan, tangannya tiba-tiba saja di cekal oleh amon. Wajah laki-laki itu terlihat berbeda, seolah-olah laki-laki itu tidak mengizinkan kath untuk pergi ke tengah lapangan sana
"Apa yang kamu lakukan putra mahkota?" nada tak suka terdengar jelas keluar dari mulut pak yon melihat amon yang menahan kath
"Maaf Pak, tetapi saya tidak menyetujui putri kath bertarung bersama vya"
"Kenapa tidak?"
"Saya yakin anda sendiri pasti tau bahwa putri kath belum bisa mengendalikan elemennya dan juga putri kath belum mendapatkan inditasnya_"
"_Tetapi kenapa anda menyuruh putri kath untuk bertarung bersama vya yang jelas-jelas kita semua tau bahwa vya adalah gadis terkuat di master class. Apakah anda berniat ingin membunuh putri kath?"
"Tidak sedikit pun saya berniat membunuh putri kath, saya disini hanya ingin mengajarkan kepada kalian bagaimana caranya bertarung sama seperti saat di peperangan"
"Tapi anda tid_"
Kath menggenggam tangan amon seolah-olah menyuruh laki-laki itu untuk diam
"Saya akan melakukannya"
Tanpa mendengar protes dari amon, kath melangkah ke tengah lapangan menyusul gadis bernama vya yang sedari tadi sudah menunggunya di sana
Kath tak menyadari jika sepasang mata saat ini tengah menatapnya dengan tatapan khawatir, ntah perasaan dari mana laki-laki itu merasakan perasaan yang tidak enak ketika melihat kath hendak bertarung bersama vya
"Kau akan kalah, pecundang!" vya tersenyum miring, menatap kath remeh
"Dalam mimpi mu"
Kath sudah bersiap dengan bola api di tangannya bersiap melempar bola api berukuran bola kasti itu kepada vya
Vya tersenyum remeh sembari menghindari serangan bola api yang kath lempar padanya. Dengan sekali jentikan jari vya memanggil inditas magisnya,
Landak api
Tubuh kath mematung saat melihat bagaimana mengerikannya landak berduri api itu. Landak berwarna hitam dengan garis putih di wajahnya serta duri-duri tajam terdapat api yang membara di tubuhnya
"Aku terlalu meremehkannya" cicit kath dengan wajah penuh peluh di wajahnya
Kath tidak bisa menggunakan elemen apinya karena vya memiliki elemen yang sama dengannya. Jika kath memaksa menggunakan elemen apinya bukannya akan kalah vya dan landak nya akan menerima banyak energi dari api milik kath
Elemen es, itu satu-satunya harapan kath untuk mengalahkan vya. Walau kata mengalahkan itu terdengar sangat pantas untuk di ragukan
Vya tersenyum miring melihat keterdiman lawannya pun dengan gesit melempar anak panah api ke arah kath berbarengan dengan lemparan duri api yang landak itu arahkan pada kath
Tersadar dengan serangan mendadak dari sang lawan, kath menghalau serangan itu sebisa mungkin dengan membuat perisai es
"KATH BERHENTILAH SEBELUM KAMU TERLUKA LEBIH PARAH!" Teriakan amon terdengar jelas menyatu dengan ledakan bola api yang terus menghujam perisai es kath
Kath menahan perisai itu agar tidak pecah, mana nya pun berkurang dengan cepat membuat wajah kath terlihat sangat pucat
"Aku tidak akan kalah!"
Merasa guncangan serangan vya tidak terasa lagi, kath melepaskan perisainya. Pikiran kath tertuju pada hari-hari sebelumnya dimana dia membekukan istana kerajaan angel dengan badai es nya
Dengan mana yang tersisa, kath membuat badai es yang sangat besar, tak lupa pula ia membuat perisai untuk dirinya agar badai es itu tidak mengenai dirinya
Tak sedikit pun wajah terkejut tercetak di wajah vya saat melihat badai es itu mengarah padanya
Disaat mulutnya sibuk berkomat-kamit membaca mantra tiba-tiba saja badai es yang hendak membekukannya itu menghilang dengan sekali jentikan jari
Vya mengeluarkan pedang api miliknya dengan kecepatan gesit vya berlari kearah perisai es yang masih melindungi kath. Dengan sekali serangan pedang api, perisai es itu pun pecah
"Kau kalah!"
Wajah kath bertambah pucat dikala vya yang sudah berada di depannya, pedang api yang tadinya berada di tangan gadis itu pun kini bertukar menjadi cambuk api
Tak sempat membuat perisai karena mana milik kath yang sudah habis, dengan sekali cambukan dari vya tubuh kath terjatuh dengan rasa panas dan sakit menjalar di tubuhnya
Sayup-sayup ditengah kesadarannya yang mulai menghilang, kath bisa merasakan dekapan seseorang yang sangat erat menahan tubuhnya agar tidak jatuh bebas ke rerumputan
Kath mencoba memfokuskan pandangannya melihat ekspresi wajah orang itu tercetak jelas dengan raut wajah cemas dengan peluh menghiasi wajahnya
"C-claude?" Setelah mengatakan itu, kesadaran kath pun hilang di barengi teriakan panik dari amon yang berlari ke tengah lapangan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments