Usai makan malam para gadis terlebih dahulu pergi ke kamar mereka untuk bertukar pakaian sedangkan para laki-laki sudah menunggu di pinggir kolam ikan besar yang berada di samping asrama laki-laki
Kath, lucy, scarleta dan juga fanny sudah selesai menukar seragam mereka dengan pakaian santai
Keempat gadis itu pun berjalan bersama menuju asrama laki-laki yang terletak di seberang asrama perempuan, dan hanya membutuhkan 5 menit saja mereka akan sampai ke asrama laki-laki
"Pasti mereka kelelahan menunggu di sana hihihi" kekeh lucy membayangkan kelima laki-laki itu menggerutu kesal karena menunggu mereka yang sangat terlambat
"Sudah pasti itu, biarkan saja mereka menunggu. Aku suka ngeliat mereka menderita" kata fanny sembari tersenyum miring
Di saat fanny dan lucy tengah membicarakan kelima laki-laki itu. Kath dan scarleta yang berada tepat di belakang lucy dan fanny hanya diam mendengarkan kedua gadis itu berbicara
Tak lama kath membuka topik pembicaraan agar ia dan scarleta tidak terlalu canggung dengan situasi seperti ini. Kath memang belum terbiasa berteman dengan para gadis karena di dunianya dulu kath selalu di jauhi dengan namanya para gadis dan ia hanya memiliki teman laki-laki. Miris memang
"Scarleta, apakah kamu dan yang lain sudah lama berteman?" tanya kath penasaran, pasalnya ketujuh orang itu terlihat sangat dekat sebelum kath dan lucy bergabung dalam circel mereka
"Tidak terlalu lama, Kira-kira baru enam bulan gitu"
"Apakah kenth memiliki kekasih selama di sini?" tanya kath lagi
Bukannya menjawab scarleta malah tertawa dengan menutup kedua mulutnya menggunakan telapak tangan kanannya
"Kamu tau kath, kembaran kamu itu sangat cuek pada para gadis, ya... Kecuali kami. Bahkan cuek kenth itu mengalahkan claude" kekeh scarleta lagi
"Apakah dia gay?"
Scarleta pun berhenti tertawa lalu berdehem pelan, "Apa itu gay?" tanya nya bingung dengan kata aneh yang di lontarkan kath
"Gay itu adalah sebutan untuk orang yang menyukai sesama jenis"
"Ku rasa tidak, dia hanya belum menemukan orang yang tepat saja"
"Di antara kalian waktu itu hanya amon dan claude saja yang masuk master class bukan?" tanya kath dan di balas deheman oleh scarleta
"Inditas magis mereka apa?"
"Kalau Amon inditas nya naga, naga putih. Asal kamu tau naga nya lucu banget, bisa mengubah ekspresi gitu"
Kath terkekeh membayangkan ada naga yang bisa mengubah ekspresi wajahnya. Sungguh aneh memang, naga bisa mengubah ekspresi? Aduh.
"Kalau claude?"
"Yang aku tau dari kenth, inditas magis claude itu ular"
"Kamu belum pernah melihatnya?"
Scarleta menggeleng pelan, "Dari kami semua hanya kenth dan amon yang di perbolehkan melihat inditas miliknya. Tidak sembarang orang yang di perbolehkan claude melihat inditas nya, hanya orang yang penting bagi hidupnya lah yang di perbolehkan melihat inditas nya"
Kath pun mengangguk paham dengan penjelasan scarleta. Claude benar-benar sangat tertutup dan misterius
"By the way, aku kok penasaran ya dengan claude"
"Penasaran kenapa?"
"Apakah dia memang secuek dan sedingin itu dari dulu?"
Scarleta diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan kath
"Dia memang cuek. namun, jika bersama orang yang dia sayang, dia akan berperilaku manis dan hangat, malah melebihi manis nya amon"
"Tapi kecuekkan sifatnya sangat cocok untuk wajah datarnya yang tampan" entah itu pujian atau hinaan yang di lontarkan kath mengenai claude
"Apakah kamu tertarik pada claude?"
Kath menatap scarleta bingung, apakah ucapannya tadi menunjukkan bahwa ia tertarik pada claude?. Kath rasa tidak, tetapi mengapa scarleta bertanya seperti itu? Apalagi dengan raut wajah yang tidak bersahabat
"Tidak, kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Baguslah, karena aku menyukai claude. Bahkan sudah lama aku menyukainya namun aku belum berani jujur padanya"
"Kenapa? Kamu takut di tolak olehnya?"
Scarleta tak menjawab, gadis itu hanya diam hingga mereka sampai di samping asrama laki-laki dan di sambut ucapan kekesalan dari empat laki-laki, dan hanya claude yang diam tanya menunjukkan reaksi apapun
▼△▼△▼△▼△
Karena halaman samping asrama laki-laki sangat luas, sembilan orang berbeda gender itu pun membuat lingkaran yang besar. Nantinya satu orang yang akan menunjukkan elemennya akan berdiri di tengah-tengah lingkaran itu
"Jadi? Siapa duluan yang mau maju?" tanya luka
"Aku" ed berjalan ke tengah dengan percaya diri tak menghiraukan ejekan fanny
"Eh bentar" ed berlari entah kemana meninggalkan lingkaran itu membuat para sahabatnya menjadi kebingungan
Tak lama ed kembali dengan membawa satu buah besi karat. Tak menghiraukan kata-kata fanny, ed memfokuskan dirinya pada besi tua yang ia bawa itu. Dengan memegang besi itu menggunakan kedua tangannya mulutnya berkomat-kamit membaca mantra, tiba-tiba saja cahaya menyilaukan muncul dari besi tua karatan itu
Setelah cahaya itu menghilang mereka pun menatap ke arah ed kembali, mereka terkejut. Besi karatan yang tadinya berada di tangan ed kini berubah menjadi emas
"Besi karatan tadi dimana?" tanya lucy yang masih kebingungan dengan kemana hilangnya besi karatan itu
"Ini besinya" ed mengangkat besi tua yang sudah berubah menjadi emas itu mengudara
"Itu elemen logam?" tanya lucy masih tak percaya
"Iya, aku bisa membuat hal apapun dari logam ataupun mengubah logam itu menjadi suatu hal yang aku inginkan, yang pasti masih dalam bahan logam asli"
"Pengen punya elemen logam deh"
"Lah kenapa? Elemen logam itu elemen terlemah di sini loh" kata luka membalas ucapan lucy yang berada di sampingnya tak menghiraukan tatapan tak bersahabat dari ed
"Biar bisa jadi orang kaya, tinggal kumpulin logam rongsokan terus ubah deh jadi emas. Mendadak jadi kaya hehehe"
"Siapa lagi yang mau maju?" Tanya kenth
"AKU AKU AKU" amon mengangkat tangannya sambil meloncat-loncat seperti anak kecil membuat para sahabatnya menatap amon jijik, lain hal nya dengan kath yang gemas melihat tingkah laku amon
"Aku tidak akan menunjukkan elemen langsung dari diriku, tetapi..." Amon menjentikkan jarinya lalu keluarlah seekor naga kecil berwarna putih dari belakang tubuh amon
"Dia" lanjut amon
"ITU APA?" teriak kath heboh saat melihat naga itu, tersenyum?
"Ini inditas magis ku, namanya dugong" kata amon dengan bangganya menunjukkan inditas magis nya
"Pft...dugong?" fanny dan ed tertawa keras saat mendengar nama itu
Mungkin hanya kath lah yang paham mengapa nama itu terdengar aneh dan lucu sehingga membuat fanny dan ed tertawa, sedangkan yang lain dan si pemilik inditas? Tidak tau
Entah dari mana amon mendapatkan nama itu, sungguh membagongkan
"Sudah-sudah, amon lanjutkan" kata kenth
"Dugong, lakukan!"
Naga itu mengangguk patuh, lalu terbang mengudara mengubah warna kulitnya yang tadinya berwarna putih kini menjadi merah dengan garis hitam di ekor serta kepalanya
'Mengerikan' satu kata yang dapat di deskripsi kan tentang naga bernama dugong itu saat ini
Naga itu menghembuskan api dari mulutnya ke langit yang terlihat gelap karena malam.
Sangat panas itulah yang mereka rasakan saat naga itu mengeluarkan api nya
Hawa pun semakin panas di saat naga itu membuat bola api besar dan membuat mereka semua berteriak histeris, yahh... Minus claude yang hanya diam tetapi wajahnya sudah mengeluarkan banyak keringat
Amon memerintahkan naga itu untuk kembali ke wujudnya semula, dan mereka pun dapat menghela nafas saat melihat dugong yang sudah menjadi naga kecil putih yang terlihat sangat amat imut namun mematikan
"Lanjut, usahakan buat pertunjukan yang tidak membuat kita dalam bahaya besar!" ucap kenth tegas, ia masih trauma dengan naga milik Amon itu. Walau ini bukan kali pertama ia melihat dugong dengan wujud mengerikan. tetapi, ini adalah kali pertama ia melihat dugong membuat bola api besar yang bisa saja menghancurkan akademi sentela essen
Fanny pun maju dengan percaya dirinya, sudah dapat di tebak bukan? Bahwa tiap langkah fanny di iringi sorakan remeh dari ed
Mereka menatap fanny bingung, pasalnya gadis itu tidak melakukan apapun selain meraba tanah yang di tumbuhi rerumputan hijau menggunakan kakinya
"Bersiaplah!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments