[M.K] Kecemasan

Samar-samar Kath mendengar suara amarah laki-laki dan juga tangisan seorang gadis di saat gadis itu berusaha mengumpulkan kesadarannya

Kath mengedarkan pandangannya, melihat ke sekitar ruangan yang penuh dengan botol-botol berisi cairan serta bau tumbuhan obat yang sangat menyengat di indra penciuman kath

"P-putri sudah bangun?"

Kath menoleh ke samping kanannya, melihat Lucy tengah menangis tersedu-sedu dengan mata sembab sambil menggenggam tangan kath

"Kath!"

Belum sempat menoleh melihat je sumber suara yang memanggil namanya, tubuh Kath tiba-tiba saja mendapat pelukan mendadak dari seseorang dan membuat Kath terdiam membisu

"Maaf aku tidak bisa menjaga mu dengan baik, aku memang kakak yang buruk" isak Kenth terdengar jelas di indra pendengaran Kath

Kath menarik Kenth untuk melepaskan pelukan nya yang erat itu lalu mengusap air mata yang keluar tanpa henti

Melihat Kenth yang seperti ini membuat Kath ingin sekali tertawa keras. Kenth yang ia kenal biasanya bersikap dewasa, cerewet dan menyebalkan. Tetapi ini? Sangat berbanding terbalik dengan sifat aslinya

"Jangan salah kan diri mu, ini adalah salah ku karena aku belum bisa mengendalikan elemen ku"

Saat Kenth hendak menyalahkan dirinya kembali tiba-tiba saja dari arah samping seseorang tanpa perasaan mendorong tubuh Kenth hingga tersungkur ke lantai

Kenth menggeram melihat sang pelaku yang tanpa merasa bersalah duduk di kursi tempat Kenth duduk sebelumnya

"Amon, kamu keterlaluan" kata Fanny sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya yang satu itu

Menghiraukan ucapan Fanny, Amon menatap Kath sendu, "Sudah ku katakan pada mu untuk tidak melanjutkan pertarungan itu, tetapi kenapa kamu malah melanjutkannya?"

"Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku bisa mengendalikan elemen ku, rupanya aku salah. Hal itu malah menjadi bumerang untuk ku"

Kath tertunduk menyesali perbuatannya, andai saja ia mendengarkan ucapan Amon mungkin saja hal ini tidak akan terjadi. Tetapi ada yang aneh, ia tak merasakan sakit apun di tubuhnya, malah ia merasa badanya sangat bugar dan mana nya pun terisi penuh. Jika di ingat-ingat seharusnya tubuh kath penuh luka karena serangan yang di berikan oleh vya

"Kenapa aku tidak merasakan sakit apapun?"

"Itu karena Kenth yang menyembuhkan mu. Apa kamu lupa kalau Kenth sangat pandai dalam menggunakan elemen heal" ujar ed

"Kamu secepatnya harus belajar menggunakan elemen heal Kath, agar kamu bisa menyembuhkan diri kamu sendiri dan orang di sekitar mu" Kath pun mengangguk patuh saat mendengar ucapan Kenth

"Kath, apakah ada yang sakit?"

Kath menoleh mendapati Lucy yang memandangnya cemas

"Aku tidak apa-apa Luc"

"Lain kali kalau Vya mengajak mu bertarung jangan di ladeni ya Kath, karena Vya bukan gadis sembarangan. Kecuali, kamu sudah bisa mengendalikan elemen kamu" Ujar scarleta

Yang di katakan scarleta ada benarnya, dengan sekali pandang saja orang-orang bisa melihat bahwa Vya bukan gadis sembarangan. Gadis yang penuh dengan kepercayaan diri dan pemegang elemen terbuat di antara para gadis membuat siswa siswi di sentela essen segan padanya

"Saya akan berusaha naik ke master class agar saya bisa melindungi kamu Kath" kata Luka dengan semangat yang membara

"Aku juga akan berusaha mendapatkan inditas ku agar aku bisa melindungi mu" kata Scarleta

"Kita harus berusaha naik ke master class agar kita dapat terus bersama-sama"

Kath bersyukur mendapatkan para sahabat yang sangat menyayangi nya. Membicarakan tentang sahabat Kath jadi teringat pada Claude yang sama seperti biasa, laki-laki itu selalu diam menghiraukan para sahabatnya

Mengingat raut wajah panik dan kekhawatiran dari Claude saat menopang tubuh Kath saat itu, membuat pipi Kath bersemu

Oh, sadarlah Kath, Claude itu crush sahabat mu

▼△▼△▼△▼△

Langit pun berganti, malam ini tepatnya di kamar Lucy, Kath dan Lucy tengah bergosip ria membicarakan tentang kehidupan masing-masing selama di tempat pengungsian

Setelah Kath menceritakan bagaimana kehidupannya selama di bumi, kini giliran Lucy yang menceritakan kehidupannya

Lucy berkata bahwa kehidupannya di skygion sangatlah menyenangkan, ia mendapatkan banyak teman di sana. Dan juga Lucy mengatakan bahwa ia sedang menyukai seseorang yang tinggal di dunia awan. Yaitu, Putra mahkota dari kerajaan skyvi

"Apakah putra mahkota itu sangat tampan?" tanya Kath sambil tertawa geli melihat pipi Lucy yang memerah saat ia menceritakan tentang putra mahkota bernama Nevan

"Sangat"

"Aku jadi kepo ingin melihat wajah tampan putra mahkota Nevan sampai-sampai membuat sahabat ku ini menjadi gila" ucap Kath sambil tertawa lepas

"Apa kamu tidak memiliki seseorang yang kamu sukai di bumi sana?" Tawa Kath pun berhenti di saat pertanyaan itu lolos dari mulut Lucy

"Dulu aku sempat menyukai seseorang. Namun, orang itu pergi secara tiba-tiba tanpa memberi tau ku. Aku menyesal karena tidak mengatakan bahwa aku sangat menyayangi nya"

Lucy mengelus punggung Kath pelan, ia tau rasanya patah hati bagaimana. Walaupun cara ini tidak terlalu efektif namun, itu lebih baik untuk tetap menguatkan sang putri

"Dia bukan laki-laki tampan, dia laki-laki cupu dengan kaca mata petak dengan kulit eksotis yang di miliki nya. Namun, entah kenapa hal itulah yang menjadi daya tarik terbesar ku untuk menyukainya"

Lucy cukup terkejut mendengar bahwa laki-laki yang di sukai sang putri adalah laki-laki cupu bukannya laki-laki terkenal dengan ketampanannya

"Kamu pasti terkejut kan ketika mendengar seseorang yang aku suka adalah laki-laki cupu. Tetapi asal kamu tau, aku tidak menyukai seseorang melalui tampangnya namun aku menyukai seseorang dari sifatnya, bagaimana caranya memperlakukan seorang wanita serta orang yang lebih tua padanya. Attitude itu segalanya, wajah bisa di ubah, namun sifat tidak"

Lucy tertegun mendengar ucapan Kath

Melihat keterdiaman Lucy, Kath hanya diam sembari mengingat bagaimana awal ia bertemu dengan laki-laki yang saat ini masih berlayar di hatinya, sampai-sampai lamunan Kath dan Lucy buyar ketika mendengar suara bel dari pintu depan

"Biar aku yang buka, sekalian aku mau balik ke kamar" kata Kath sembari berjalan keluar dari ambang pintu

Cklek/

Kath membuka daun pintu itu menampakkan seorang laki-laki tengah menoleh ke kanan ke kiri memastikan situasi di sekitarnya, persis seperti seorang pencuri

"Kenth? Ngapain kamu ke sini?"

Tak menjawab, laki-laki itu malah mendorong Kath dan membawa dirinya masuk ke dalam

"Aku mau memberikan puding buatan ku untuk mu"

Kath melihat dua buah mangkok kaca berukuran sedang berisi puding berbeda rasa yang tengah Kenth sodorkan padanya

"Kamu yang membuatnya?" Kenth mengangguk cepat sebagai balasan

"Yang rasa stroberi itu buatan ku, sedangkan yang keju buatan Luka"

Kath tersenyum melihat betapa manis nya kelakuan kembarannya itu. Effort nya membawa dua mangkok puding ke asrama perempuan bukan lah hal mudah, ada banyak penjaga yang berlalu lalang mengawasi situasi asrama itu dan Kenth? Sangat berani menerobos masuk di malam yang sangat larut ini

"Kamu sendiri? Luka di mana?"

"Dia ada di tangga, mengawasi situasi agar aman hehe"

Kath pun mengangguk paham

"Pulang gih, ngapain masih di sini? Kasihan itu si Luka pasti nungguin"

"Aku mau kamu merasakan puding buatan ku dan Luka, dan beri rating pada kedua puding itu"

Kath pun mengangguk, ia mengambil sendok terlebih dahulu lalu menyuap puding itu ke mulutnya

"Puding stoberi sembilan setengah per sepuluh..."

Kenth tersenyum mendengar rating puding nya yang sangat tinggi, tak lama senyuman Kenth pudar di saat Kath memberi rating untuk puding buatan Luka

"Puding keju Sepuluh per sepuluh"

"Kok punya Luka lebih besar ratingnya?" kesal Kenth tak terima dengan rating Luka yang lebih unggul di bandingkan dengan dirinya

"Singkatnya karena aku suka keju"

Ahh, Kenth melupakan satu hal yaitu, makanan kesukaan Kath. Pantas saja saat menikmati puding keju wajah Kath langsung cerah

"Puding stoberi juga enak kok, makanya aku rating tinggi"

Kenth pun mengangguk, ia tau Kath tidak mau membuat dirinya kecewa hanya karena rating yang di beri gadis itu tidak sesuai ekspektasi nya

"Sekarang tidur sana, sudah larut. Istirahat kam tubuh mu dan baca mantra yang ku ajarkan tadi agar mana mu tetap stabil"

Sebelum pergi Kenth terlebih dahulu mencuri kecupan di dahi Kath lalu pergi meninggalkan Kath yang masih mematung

"Kok berdebar ya"

▼△▼△▼△▼△

"Jadi? Rating ku berapa?" tanya Luka saat mereka sudah keluar dari gedung asrama putri

Dengan malas Kenth menjawab, "Sepuluh"

Luka pun tersenyum sambil melompat-lompat kesenangan, Kenth hanya menatap malas tingkah Luka yang terlihat sangat kekanak-kanakan itu

"Jadi, sesuai perjanjian. Yang kalah harus menghiasi wajah dugong dengan pita dan gincu"

Yap, mereka memang melakukan taruhan dengan cara membuat puding seenak mungkin dan Kath yang menjadi jurinya. Siapa yang kalah akan melakukan hal ekstrim yaitu, menghiasi wajah dugong dengan pita-pita lucu

▼△▼△▼△▼△

Kasihan banget dugong jadi bahan taruhan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!