[M.K] Peristiwa di kantin

Kath sudah bersiap dengan seragam master class miliknya begitu pula dengan Lucy

Hari ini Kath memutuskan untuk tetap masuk ke kelas karena tubuhnya yang sudah mulai stabil

Seperti biasa saat Kath memasuki kelas dia di suguhi tatapan sinis para siswa siswi itu. Kath mencoba untuk tidak menghiraukan tatapan mereka terutama tatapan Vya yang seolah-olah ingin memakannya hidup-hidup

Kelas pun berakhir dan sekarang waktunya jam makan siang. Kath berjalan keluar kelas seorang diri karena profesor andam menyuruh para laki-laki master class untuk tidak meninggalkan kelas terlebih dahulu, alhasil Kath pergi ke kantin seorang diri

Selama perjalanan menuju kantin yang tidak terlalu jauh dari gedung master class, banyak siswa maupun siswi yang menyapanya dengan sopan dan Kath pun membalas dengan sopan pula hingga ia tiba di kantin yang lumayan ramai

Kath mengedarkan pandangannya mencari para sahabatnya yang katanya akan menunggu Kath di kantin untuk makan siang bersama

Dari kejauhan Kath melihat seorang gadis melambaikan tangan padanya gadis itu adalah Fanny

"Yang lain pada ke mana?" tanya Kath heran tidak mendapati Kenth, Luka dan juga Ed di meja mereka

"Mereka ada urusan dengan profesor andam. Kalau Claude dan Amon mana?"

"Sama, mereka ada urusan dengan profesor andam" balas Kath atas pertanyaan Scarleta

Kath pun menikmati makanan nya begitu pula ketiga gadis itu. Selesai dengan acara makan menunggu waktu makan siang berakhir keempat gadis itu masih betah duduk di kursi mereka sambil bercerita

"Sepertinya peluang aku untuk mendapatkan master class minggu ini akan mudah" kata Fanny

"Oh ya? Kenapa begitu?" tanya Kath penasaran

"Aku sudah bisa merasakan hawa inditas ku akan keluar, dalam waktu dekat mungkin aku bisa menariknya keluar"

Mendengar penuturan Fanny, Kath pun tersenyum senang. Itu berarti dia akan memiliki teman menggosip di kelas

"Kalau kalian berdua bagaimana?" Scarleta dan Lucy saling pandang saat Kath bertanya pada mereka

"Entahlah, hanya saja akhir-akhir ini tubuh ku terasa sangat ringan seperti kapas" kata Lucy

"Keanehan ku pun sama dengan Lucy, tubuh ku sangat ringan. Malahan di kamar aku sering melompat karena sangking ringannya tubuh ku"

"Apakah itu termasuk tanda-tanda kalau inditas kalian akan keluar?" tebak Kath

"Profesor ria tidak mengatakan apapun saat kami berdua mengecek inditas tadi"

Saat Kath hendak berbicara lagi tiba-tiba saja tubuhnya terasa panas seperti terbakar. Orang-orang di sekitar panik saat mendengar jeritan Kath

"KATH, BAJU MU TERBAKAR!" Teriak Fanny histeris ketika melihat baju belakang Kath yang sudah terbakar menjalar hendak membakar rambutnya

"AIR AIR!!!" teriak Lucy bertambah panik saat melihat Kath menangis keras

Mereka berusaha menyiram api berwarna biru itu agar padam, namun bukannya padam api itu malah semakin membesar. Terpampang lah kulit punggung Kath yang sudah melepuh karena api biru itu

Entah keberuntung atau kesialan tidak ada laki-laki di kantin saat ini karena seluruh siswa di panggil menghadap profesor andam

"TIDAK BISA PADAM!"

"INI BLUEFI, YANG BISA MEMADAMKANNYA HANYA ELEMEN AIR DAN ELEMEN ES"

"SIAPA DISINI YANG MEMILIKI ELEMEN AIR DAN ES?!"

Tidak ada satupun dari mereka yang menjawab, karena elemen es tidak terlalu banyak di miliki murid sentela essen sedangkan elemen air ada beberapa siswi yang memilikinya. Namun hanya dengan elemen air saja tidak dapat memadamkan Bluefi

"ARGHTTT...PANAS" teriakan Kath menjadi-jadi membuat suasana di kantin semakin histeris

"KATH GUNAKAN ELEMEN ES MU!" teriak Lucy

/Tak

"Tidak bisa bodoh, Bluefi menyerap mana yang ada pada dirinya jadi dia tidak bisa menggunakan elemen miliknya" jelas Fanny dengan kesalnya

Di saat para siswi sibuk memadamkan api yang menjalar di tubuh Kath, salah satu orang tersenyum menantikan hal yang terjadi selanjutnya

"Pertunjukkan yang menarik"

Tubuh Kath sudah basah kuyup karena banyak air yang tersiram, namun hal itu sama sekali tidak berpengaruh untuk membuat api itu padam

Sampai sebuah teriakan menggema di kantin yang luas itu. Kath menoleh mendapati Luka, Kenth, Claude, Ed, dan juga Amon yang tengah berlari dengan peluh di wajah mereka

"SEMUANYA MENYINGKIR!

Para siswi yang tadinya mengerubungi Kath untuk membantu gadis itu memadamkan api di tubuhnya kini mulai menjauh saat mendengar teriakan Ed

Scarleta dan Fanny menopang tubuh Lucy yang sudah terlihat lemas karena terus menangis melihat sang putri yang lagi-lagi terluka. Scarleta dan Fanny pun ikut menangis namun tidak separah Lucy yang tubuhnya sudah hampir jatuh ke lantai

"CLAUDE, LUKA. SEKARANG!"

Claude dan Luka pun mengangguk saat mendengar instruksi Kenth

Kedua laki-laki itu mengarahkan elemen mereka kepada tubuh Kath. Elemen air dan es itu bersatu memadamkan api biru itu

Tubuh Kath terasa tertarik saat kedua elemen itu mencoba memadamkan api di tubuhnya. Dingin, panas, sakit menjadi satu

Tak lama kemudian api itu pun padam dan tubuh Kath pun jatuh ke lantai

Kath merasakan tubuhnya di topang oleh Kenth, laki-laki itu mengeluarkan elemen heal nya untuk menyembuhkan luka Kath

Dingin dan sangat menyegarkan, itulah yang dapat Kath rasakan saat elemen heal itu menyembuhkan luka tubuhnya

"Apa masih ada yang sakit?" tanya Kenth dengan nada cemas melihat kembarannya hanya tersenyum menanggapi pertanyaannya

Kenth pun menggendong Kath ala bridal style membawanya ke ruang kesehatan, diikuti Scarleta, Fanny dan Lucy di belakangnya

"SIAPA YANG MELAKUKAN INI PADA KATH?!" Teriak Amon dengan mata memerah menahan amarah yang meletup-letup dalam dirinya. Buku-buku tangannya memutih karena genggaman yang begitu erat

Ini kali pertama Amon terlihat sangat amat marah. Laki-laki yang biasanya terlihat sangat humoris dan sangat baik kepada siapapun kini berubah 180° karena melihat sahabatnya terluka

Siapa yang terima jika sahabatnya terluka? Tentu tidak ada bukan? Begitu pula dengan Amon. Walau ia baru beberapa hari bertemu dengan Kath dan Lucy, tetap saja Kath dan Lucy adalah sahabatnya sama seperti Fanny dan Scarleta. Dan dia harus menjaga ke empat gadis itu

Dan jika ada yang melukai keempat gadis itu? Amon tidak akan tinggal diam!

"SIALAN! JAWAB SETAN!"

/BRAK

Para siswi itu berteriak di saat salah satu bangku melayang karena tendangan Amon

Laki-laki itu terlihat sangat marah, berbeda dengan para sahabatnya yang masih bisa menahan amarah mereka

Pandangan Amon mengedar ke seisi kantin, mencari tau seseorang yang berkemungkinan besar menjadi dalang dalam peristiwa yang menghebohkan kantin saat ini

"Binggooo" Amon tersenyum miring melihat salah satu objek di bagian sudut kantin

Kaki Amon melangkah mendekati seseorang tersebut. Para siswi pun menyingkir memberi jalan untuk Amon. Hawa yang di keluarkan laki-laki itu terasa sangat berbeda, mata mengintimidasi nya membuat orang-orang di sekitarnya mendadak kecil

Tanpa banyak kata Amon tiba-tiba saja mencekik siswi itu sehingga kakinya tidak lagi menapak di tanah. Gadis itu meronta-ronta memukul tangan Amon yang mencekik lehernya membuat aliran pernafasan tersendat

"L-le...pas bod...oh"

Bukannya melepaskan Amon malah mempererat cekikan nya membuat tubuh gadis itu yang tadinya meronta-ronta kini melemas

"Mati lah kau iblis!" seringai terukir di bibir Amon membuat para siswi yang melihat nya antara takut dan kagum. Takut karena kemarahan Amon dan kagum karena ketampanan Amon malah terus bertambah

/BRAK

Cekikan itu terlepas karena seseorang menarik tangan Amon kasar menjauhi leher gadis itu

Amon menoleh menatap tajam Claude yang mengacaukan aksinya

"Jika kau ingin membunuhnya jangan di sini bodoh!"

Ed tercengang mendengar ucapan Claude. Bukannya menyuruh Amon berhenti, secara tidak langsung Claude menyuruh Amon untuk melanjutkan aksi nya di tempat lain

"Sahabat ku adalah psychopath. Kayak nya itu cocok untuk menggambarkan mereka berdua" gumam Ed pelan

Amon berjongkok menatap nyalang gadis itu yang masih terbatuk-batuk menghirup nafasnya sebanyak mungkin, seolah-olah tidak ada hari esok untuk nya bisa bernafas

"Kenapa kau melakukan itu? Apakah kurang bagimu melukai Kath saat pertarungan kemarin?"

Vya tak menjawab, gadis itu hanya menatap Amon nyalang

"Apakah aku harus merobek mulutnya? Agar dia bersuara?" ucap Claude membuat Ed semakin yakin bahwa Claude benar-benar psychopath versi eksoplanet

"Itu bukan urusan mu bodoh! Dia memang pantas mendapatkan itu"

Kalimat yang di keluarkan Vya membuat emosi Amon semakin membara dan ia sangat ingin menghabisi gadis itu saat ini

Saat Amon hendak mendaratkan kepalanya tangannya ke wajah Vya tiba-tiba saja dari arah samping sebuah tangan menahan kepalanya nya itu

"Jangan menyakiti nya!" ucap Xavier penuh penekanan

Laki-laki itu pun menghempaskan tangan Amon lalu meraih tubuh Vya menggendongnya ala bridal

"Suatu saat kau akan mengerti mengapa aku melakukan hal itu padanya. Amon" setelah mengatakan itu Vya pun pergi bersama Xavier yang menggendongnya dan keempat sahabatnya mengikutinya dari belakang

"Seharusnya kamu jangan melakukan tindakan berbahaya seperti itu Vya. Itu sama saja kamu menjatuhkan diri mu ke kandang singa" kata odet sangat cemas melihat tubuh Vya yang melemah

"Aku hanya mau pekerjaan ku selesai lebih cepat. Aku cukup lelah untuk terus berpura-pura seperti ini"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!