Masih di hari yang sama dan di tempat yang sama yaitu, kantin sentela essen. Sembilan orang yang masih setia duduk di kursi makan menunggu bel istirahat siang berakhir sambil berbicara mengenal satu sama lain
Kath dan lucy sudah mulai akrab dengan teman baru mereka, dan juga lucy yang tadinya agak merasa canggung karena ia masih belum terbiasa duduk semeja dengan orang-orang yang pangkatnya berada di atas nya pun kini sudah mulai terbiasa, karena mereka sama sekali tak membeda-bedakan atau merendahkan lucy.
Luka? Laki-laki itu sudah biasa, bahkan luka sudah menjadi sahabat mereka. Dan di akademi juga luka melakukan hal yang sama yaitu, tidak memanggil kepada teman-teman yang berada di atasnya dengan embel-embel putri, lady, pangeran atau semacam nya
"Oh iya kath, kamu dapat kelas apa?" tanya kenth
"Master class"
Dua kata keluar dari mulut kath membuat mereka yang tadi nya heboh sendiri menjadi diam
"Serius? Master class?" tanya kenth memastikan bahwa ia tidak salah dengar
Kath mengangguk santai menghiraukan keterkejutan para sahabat baru nya
"Elemen kamu apa kath? Dan inditas kamu apa?" tanya scarleta
"Elemen aku ada dua yaitu, api dan es. Aku belum memiliki inditas magis"
Lagi dan lagi mereka terkejut mendengar jawaban kath, kecuali kenth, lucy dan luka yang sudah mengetahuinya lebih awal.
Claude yang notabenya laki-laki tanpa ekspresi kini menampilkan ekspresi terkejut sesaat lalu kembali mengubah ekspresi nya seperti semula yaitu, datar
Biasanya elemen yang di miliki satu orang adalah satu elemen dan satu hewan inditas magis, tidak lebih. Namun mendengar kath yang memiliki dua elemen membuat mereka terkejut
"S-serius dua?"
Lagi dan lagi kath mengangguk sebagai jawaban
"Mungkin ini tidak masuk akal bagi kalian, tapi aku benar-benar memiliki dua elemen namun, aku belum bisa mengendalikannya"
"Kalau kamu belum bisa mengendalikannya kenapa kamu mendapat master class dan tidak ke warrior class?" tanya ed heran dengan keputusan penyihir agung yang meletakkan kath ke master class
Bukannya apa-apa, master class itu pelajarannya keras untuk orang-orang yang belum bisa mengendalikan elemen nya apalagi tidak memiliki inditas, pasti sangat sulit dan juga berat
Base class berisi 33 murid, Warrior class berisi 982 orang, elite class berisi 674, dan terakhir master class hanya berisi 13 orang jika di tambah kath menjadi 14 orang yang berada di master class
Sedikit memang, karena tidak mudah bagi mereka untuk mengendalikan elemen dan memanggil inditas magis
"Entah lah aku tidak tau, namun penyihir agung berkata bahwa aku akan paham mengapa dia meletakkan aku ke master class setelah aku masuk ke sana"
"Apa di crystal ball ada sesuatu yang aneh saat kamu sentuh?" kali ini amon bertanya dengan raut wajah serius membuat bulu kuduk kath merinding melihat tatapan laki-laki itu
"Saat ku sentuh crystal ball menampilkan tiga warna, yaitu warna nude, merah dan biru. Di dalam crystal ball juga menampakkan dua buat titik hitam yang berputar di Crystal ball itu"
"Mon, sama kayak kamu dulu sewaktu pembagian kelas" kata kenth dengan tatapan penuh arti
"Maksudnya? Dulu amon juga sama seperti aku?" tanya kath semakin bingung
"Ya, tapi bedanya aku hanya memiliki satu elemen dan sudah bisa mengendalikan elemen ku saat itu, yaitu elemen api. Tetapi saat aku memegang crystal ball, di sana menampilkan dua warna yaitu warna putih, merah. Dan juga di dalam bola itu terpampang jelas satu titik aneh, bukan berwarna hitam yang sama seperti mu, tetapi titik berwarna putih. Dan tiba-tiba saja penyihir agung berkata bahwa aku mendapatkan master class padahal waktu itu aku belum memiliki inditas magis"
"Pasti ada sesuatu yang belum kita ketahui. Aku juga waktu pemilihan class mendapatkan satu titik putih yang berputar mengelilingi crystal ball itu" kata scarleta
"Aku juga cui"
"Aku juga" ujar mereka bersama, mereka saling memandang satu sama lain lalu pandangan mereka beralih pada claude yang sedari tadi hanya diam mendengar percakapan mereka
"Sama" satu kata keluar dari mulut clude membuat mereka terkejut
Pasalnya murid lain yang memeriksa elemen mereka di crystal ball itu tidak menunjukan hal apapun kecuali warna elemen mereka. Dan satu titik hitam ataupun putih itu adalah suatu hal yang aneh dan tidak mereka mengerti
"Mau mencari tau?" ajak luka
Mereka pun mengangguk sebagai jawaban. Mencari tau maksud dari crystal ball itu.
"Jangan mencari tau sesuatu yang seharusnya belum boleh kalian ketahui, biarkan kebenaran itu menampakkan dirinya dengan sendirinya"
Delapan orang itu terkejut, bukan karena perkataan claude namun jumlah kata yang keluar dari mulut claude. Itu adalah suatu momen langka buat claude yang sangat malas berbicara
"Anjrot, lupo nak ngerekamnya. Aishh...aku baru ingat kalau di sini gak ada ponsel" keluh ed karena tidak mengabadikan momen langka itu
"Kamu tau ponsel?" tanya kath bingung, pasalnya di planet ini tidak ada namanya ponsel, tetapi dari mana ed bisa mengetahui benda pusaka terpenting di bumi itu?
"Tau lah, dulu aku punya kok banyak, ada sepuluh" kata ed dengan bangganya, fanny menatap ed dengan tatapan jijik
"Tunggu, aku belum tau kalian bersembunyi dimana saat peperangan delapan belas tahun lalu"
"Aku dari bumi kath, sama seperti mu" jawab ed
"Bumi di mananya?"
"Sumbar, sumatra Barat, Indonesia. Kalau kamu bumi dimana nya kath?"
"Aku bogor"
"Bogor? Apa itu?" tanya scarleta heran tak mengerti dengan percakapan mantan anggota penduduk bumi itu
"Apakah itu sejenis makanan?" scarleta bertanya dengan tatapan polosnya
Kath tertawa renyah melihat tatapan bingung para sahabat barunya, ya kecuali ed yang jelas-jelas dari bumi
"Lo kira batagor apa hahaha" ejek Ed tertawa puas melihat wajah cemberut scarleta
"Bogor itu adalah kota tempat tinggal aku dulu di bumi, kalau di sini kayak wilayah kerajaan gitu. Tapi di sana tidak seperti di sini yang masih jaman kerajaan"
Mereka pun mengangguk dengan mulut yang membentuk huruf 'O'
"Kalau kalian dari mana?" tanya kath penasaran
"Aku dari groven, tempat yang sama dengan persembunyian kenth" kata Amon sambil menunjuk kenth
"Aku juga sama dengan kenth dan amon dari wilayah groven tapi, cuma beda kerajaan saja. Mereka dari kerajaan hexon kalau aku snowky" kata scarleta
"Kalau aku sama seperti kamu dan ed, sama-sama dari bumi bedanya aku tidak dari Indonesia tetapi dari Swedia" kata fanny
"Aku dan claude dari tempat yang sama, yaitu dari hevdal" kata luka mewakili claude yang terlihat masih sangat sibuk berkutat dengan buku nya
"Skygion, itu tempat persembunyian aku" kata Lucy
"Kalian enggak kaget saat tau kalian bukan orang asli dari tempat kalian tinggal saat itu?" tanya kath
"Tidak, kami sudah di beri tahu" kata mereka bersamaan, minus claude yang hanya menyimak pembicaraan mereka saja
"Sudah lah jangan bersedih, kenth sudah menceritakan semuanya pada kami bahwa kamu tidak di beri tau yang sebenarnya bukan?. Sekarang kamu sudah mengetahui semua nya walau terlambat, jangan bersedih" kath menoleh ke arah fanny yang tengah merangkul nya dari arah belakang
Kath pun mengangguk membalas ucapan fanny
"Nanti malam selepas makan malam kita ke taman belakang asrama laki-laki yok" ajak fanny penuh semangat
"Ngapain?" tanya scarleta bingung
"Kita kan belum menunjukan elemen kita masing-masing, sekalian latihan gitu, besok kan kita elite class akan melakukan ujian elemen"
Mereka semua pun mengangguk setuju dengan ucapan fanny, dan nanti malam setelah makan malam mereka akan berkumpul menunjukkan elemen yang mereka miliki
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments