Fang Yin akhirnya di antar Xi Chen.
Di tengah jalan Fang Yin bertemu dengan murid sekte Matahari. Fang Yin mengerutkan keningnya saat melihat para temanya berwajah muram.
"Ada apa? kalian dari mana?. Tanya Fang Yin kepada seorang wanita yang tak lain satu geng Nuan.
Wanita itu terkejut saat melihat Fang Yin. Wanita itu dan teman-temannya yang lain sedikit menjauh.
"Fang Yin maafkan kami, karena kami telah salah menilai mu, kami juga selama ini sering menindasmu. Ucap wanita itu dan di angguki temannya yang lain. Mereka merasa bersalah kepada Fang Yin karena hasutan dari teman mereka Nuan sehingga mereka ikut-ikutan menindas Fang Yin.
"Kenapa kalian meminta maaf? Fang Yin merasa terkejut.
"Kami baru pulang dari kediaman Nuan, keluarga Nuan telah di hukum beserta semua pengikutnya. " Mereka sudah di bawa kelautan api yang ada di alam iblis. " Katanya raja iblis yang memerintahkan para bawahanya untuk menghukum mereka, karena raja mereka tidak menyukai penghianatan seperti guru kedua yang ada di sekte iblis. "Guru itu juga sudah di hukum langsung oleh raja iblis. Jelas wanita itu sambil menangis dia takut jika sewaktu-waktu raja iblis itu muncul di depanya.
"Kenapa di hukum? Fang Yin terkejut sekaligus penasaran.
"Karena ayah Nuan yang membunuh semua klanmu lima ratus tahun yang lalu, Nuan juga yang mengambil paksa jiwa hewan Spritual mu.
"Semua orang yang ikut dalam pembunuhan klanmu dulu telah di hukum. Terang wanita itu. Fang Yin terkejut mendengar berita besar itu. Fang Yin melirik Xi Chen yang berdiri santai di sampingnya.
"Apa laki-laki ini yang melakukanya? tapi kenapa? Dan kenapa sampai Raja iblis Sampai turun tangan melenyapkan guru kedua itu? Memang laki-laki ini siapanya raja Iblis? tanya Fang Yin dalam hati.
Setelah tiba di pondok Fang Yin melihat Yu Wang yang sedang menjemur tanaman herbal itu.
'"Fang Yin kamu sudah pulang?
Yu Wang menghampiri Fang Yin yang sedang memikirkan sesuatu dan disampingnya berdiri seorang laki-laki yang di kenal Yu Wang. Yu Wang melihat Xi Chen dengan datar, dia merasa laki-laki itu telah merebut Fang Yin darinya.
"Kamu sudah sembuh ternyata, Ujar Yu Wang saat menyadari Fang Yin sudah lebih sehat sama seperti dulu.
"Kamu tau bahwa aku tidak sadar semalam? tanya Fang Yin.
"Iya, semalam Ba Xi'O datang untuk memberitahuku dan mengatakan kau sedang berada di pondok kakeknya. Ternyata kakek Ba Xi'O dan Lie Zhu adalah laki-laki ini. Ucap Yu Wang menunjukkan wajah tak sukanya, sementara Xi Chen acuh tak acuh.
"Sebenarnya semalam aku mau ikut untuk melihat keadaan mu, tapi karena tidak ada teman kakek tabib, jadinya aku tidak jadi mengunjungi mu, Maaf. Ucap Yu Wang merasa bersalah.
'"Tidak apa-apa lagian ada mereka yang menjagaku. Ucap Fang Yin melirik Xi Chen.
" kenapa kau tidak pergi ke kediaman Nuan? Tanya Fang Yin kepada sahabatnya itu.
"Kenapa aku harus pergi kesana, justru aku senang akhirnya keluarganya yang sombong itu mendapatkan karmanya. ujar Yu Wang dengan sorot mata penuh kebencian. Kematian keluarga Nuan tidak seberapa dengan apa yang di derita para klanya dulu.
"Apa kalian harus terus berbicara dan tidak memperdulikan aku yang disini?
Ucap Xi Chen dengan tatapan tajamnya. Dia cemburu melihat ke akrapan istrinya dengan sahabatnya itu.
"Aku sudah sampai dengan selamat, sekarang kau pulanglah. usir Fang Yin.
Xi Chen terkejut, lalu menatap manik istrinya.
"Kau mengusir ku tanpa memberiku minum dulu.
"Aku haus ucap Xi Chen langsung masuk kepondok yang sudah rapuh itu. Xi Chen yang melihat pondok itu sedikit meringis. Sedikit saja angin topan yang lewat dari pondok itu, maka pondok itu akan roboh.
Fang Yin menghembuskan nafas beratnya.
Dia mengikuti Xi Chen dari belakang.
"Ckk..sungguh laki-laki ini tidak tau malu. Gerutu Yu Wang .
Fang Yin menyeduh teh dan memberikan cemilan kecil ke hadapan Xi Chen, Xi Chen melihat raut wajah istrinya yang tidak ikhlas menyajikan minuman dan kudapan itu tersenyum simpul. Dulu istrinya ini begitu perhatian kepadanya, Lelah sedikit saja maka istrinya ini akan memanjakanya.
"Aku ingin kamu kembali seperti dulu sayang. Batin Xi Chen.
Keesokan harinya sekte Matahari sedang kalang kabut. Dimana sosok yang mereka puja tiba-tiba saja datang tanpa pemberitahuan.
"Salam untuk yang Mulia Dewa Matahari. Ucap penatua dan guru-guru sekte itu. Para murid berbaris rapi menyambut sosok yang maha tinggi itu. Dewa Matahari hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Jika bukan Dewa Tinggi Putra Mahkota yang menyuruhnya datang, maka dia tidak akan datang ke alamnya ini. Dia lebih betah di kerajaan langit dari pada di alamnya. Alamnya sudah ternodai dengan alam yang lain.
"Aku datang untuk membuka jalan ke Nirwana. Ucap Dewa Matahari berbicara ke intinya Langsung.
Penatua dan guru-guru sekte terkejut mendengar ucapan Dewa Matahari, Mareka tidak menyangka jalan ke Nirwana akan secepat itu di buka.
" Maaf yang Mulia, bukankah belum waktunya untuk membuka jalan Nirwana soalnya para murid masih proses berlatih. Ucap Penatua sedikit takut.
"Aku mendengar ada murid di sekte ini yang memiliki jiwa Phoenix, bahkan jiwanya itu pernah di curi. "Apa tugas kalian sebagai penatua dan guru di sekte ini? Kenapa sampai ada murid yang melakukan tindakan tak bermoral seperti itu? Suara Dewa Matahari menggelegar di seluruh aula, ada sorot kekecewaan di bola matanya.
Penatua dan guru sekte menggigil ketakutan.
"Ampun yang Mulia, kami memohon maaf atas sikap kami yang ceroboh ini yang Mulia. ucap penatua sambil bersujud di ikuti guru dan murid yang lain.
Mereka mengaku salah karena telah lalai, mereka juga kurang memperhatikan Fang Yin karena Fang Yin sudah didik langsung oleh tabib Tua.
"Mana murid yang memiliki jiwa Phoenix? Ucap Dewa Matahari.
Fang Yin segera maju karena mendapatkan lirikan dari Penatua.
"Hamba yang Mulia. Ucap Fang Yin sedikit takut. Baru kali ini dirinya bertemu dengan sosok yang maha tinggi itu.
Dewa Matahari terkejut melihat Dewi Phoenix, walaupun Dewa Matahari jarang bertemu dengan Dewi Phoenix tapi dia masih ingat dengan wajah teduh itu.
"Bibi. Gumanya, seketika dia tersenyum sambil menyeringai.
Dewa Matahari langsung memasang sihir sucinya membuka jalan Nirwana.
"Berlatihlah, jangan sampai bibi, maksudku jangan sampai kau terjerat dalam dunia kegelapan, Sebisa mungkin jauhi orang-orang yang berasal dari alam iblis. Ucap Dewa Matahari sambil tersenyum puas.
"Baik yang Mulia. ucap Fang Yin
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Ulfa Wati
bagus certainly
2023-09-13
0