Episode. 6

"Paman bungkus rotinya dua. pinta Yu Wang sebelum membawa Fang Yin pergi dari sana.

Walaupun hari ini dia hanya menang satu kali , Yu Wang masih bersyukur setidaknya masih ada uang untuk membiayai kebutuhan mereka dua hari kedepan, Karena besok mereka akan mencari tumbuhan herbal di hutan, itu sudah menjadi tugas mereka dari penatua sekte Matahari, Karena mereka sudah di izinkan tinggal di sekte itu tanpa membayar biaya tempat tinggal mereka.

"Kak, apa kakek pergi ke rumah bordil lagi? Tanya Ba Xi'O saat mereka menyadari bahwa aura sang kakek beserta pengawal setianya tidak ada di pondok. saat ini mereka sedang duduk di pinggir jalan yang cahayanya remang-remang. mereka sengaja duduk di sana karena tidak mau terlalu di perhatikan oleh manusia-manusia abadi

"Aku tidak tau. Ucap Lie Zhu datar, Matanya sejak tadi menatap seorang wanita muda yang sepertinya menunggu seseorang.

Dan benar saja perempuan itu langsung tersenyum manis saat seseorang anak muda mendatanginya.

"Kenapa kau sejak tadi melihat bibi muda itu? Tanya Ba Xi'O sambil mengerutkan keningnya.

Lie Zhu hanya diam.

Setelah paman penjual roti menyerahkan roti yang di kukusnya kepada Fang Yin. Yu Wang mengajaknya pergi.

"Tunggu dulu. Ucap Fang Yin sambil menghentikan langkahnya, saat mereka sudah dekat dengan sosok dua anak kecil yang sedang berdiri. dia mengeluarkan satu roti yang masih panas.

"Anak kecil, Apa kalian lapar, ini bibi punya dua roti, bibi akan bagi kepada kalian satu. Ucap Fang Yin sambil membagi dua roti itu dan memberikanya sepotong-sepotong kepada anak kecil itu.

Yang tak lain Lie Zhu dan Ba Xi'O.

Fang Yin merasa kasihan karena sejak tadi laki-laki yang berjubah abu-abu polos itu sedari tadi melihat paman penjual roti. Fang Yin merasa miris orang tua yang mana yang tega membiarkan anak kecil malam-malam begini mengemis. Pikirnya

Yu Wang memutar bola matanya, sahabatnya yang satu ini pantang melihat pengemis. Sekalipun dia kekurangan, Fang Yin akan tetap memberikan semampunya.

Wajah Lie Zhu dan Ba Xi'O tegang saat menerima roti kukus yang masih panas itu dari seorang gadis cantik.

Ba Xi'O mengedipkan matanya berulang-ulang untuk memastikan penglihatanya itu. Mereka berdua terkejut.

"Bibi tidak usah, terimakasih, ucap Ba Xi'O yang berniat mengembalikan roti kukus itu.

Fang Yin tersenyum.

"Makanlah selagi hangat, tidak boleh menolak makanan pemberian orang dewasa nanti Dewa Agung marah ucap ucap Fang Yin yang masih menunjukkan senyum teduhnya membuat Ba Xi'O mengangguk. Dia mengangguk bukan karena mendengar penjelasan wanita itu, Bagaimanapun dia mengenali gurunya Dewa Agung. Ba Xi'O menurut karena dia tidak tega melihat senyuman gadis itu yang sangat mirip dengan ibunya Lian.

Sementara Lie Zhu sudah menelan roti itu bulat-bulat membuat Ba Xi'O semakin terkejut, kakaknya yang anti terhadap makanan yang manis terlebih tidak higienis seperti roti kukus ini, tidak menyangka kakaknya itu paling antusias dan langsung menelanya bulat-bulat.

"Terimakasih bibi. Ucap Lie Zhu dengan sopan.

"Kami juga bukan pengemis bibi. ujarnya kembali dan mengeluarkan dua buah mutiara salju lalu menyerahkannya kepada Fang Yin.

" Sebagai ucapan terimakasih kami, maka terimalah hadiah kami ini bibi.

"Sekali lagi terimakasih bibi. Ucap Lie Zhu sambil membawa Ba Xi'O pergi dari sana. Meninggalkan Fang Yin dan Yu Wang yang mematung.

Fang Yin terkejut saat menerima dua buah mutiara salju itu, dimana mutiara itu hanya di miliki oleh seorang petinggi dari alam salju.

"Ini..Yu Wang terbelalak.

"Siapa mereka sebenarnya. Ucap Yu Wang yang terkejut batin.

Dengan memiliki mutiara salju itu maka mereka tidak perlu bekerja dalam seratus tahun kedepan.

"Jadi merek bukan pengemis kecil yang biasa kau tolong. ujar Yu Wang.

Di pondok sang Kakek Ba Xi'O duduk sambil memperhatikan wajah kakaknya yang sangat susah di tebak itu.

"Apa bibi itu menganggap kita seorang pengemis kak? Tanya Ba Xi'O yang masih penasaran.

"Hmm..ucap Lie Zhu.

Lie Zhu tidak menyangka wanita itu menganggap mereka pengemis hanya karena dirinya melihat ke arah penjualan roti kukus. padahal Lie Zhu sebenarnya hanya memandangi bibi muda itu karena Lie Zhu penasaran dengan aura wanita itu yang sangat sulit di tebak. Tapi saat wanita itu mendekat, wanita itu hanya manusia abadi biasa saja, dia tidak memiliki kekuatan yang unik ataupun jiwa Hewan spritual. Pikir Lie Zhu

"Syaaapp,"

Xi Chen dan Kai tiba di pondok, tapi mereka mengerutkan kening saat merasakan aura yang sangat di kenal.

Xi Chen dan Kai masuk dan benar saja kedua cucu tersayang Xi Chen sedang duduk dan anehnya sepertinya sedang memikirkan sesuatu.

"Kalian kenapa? Tanya Xi Chen dengan suara beratnya.

"Kakek, apakah penampilan kami ini seperti pengemis? Tanya Ba Xi'O langsung.

Xi Chen dan Kai terkejut mendengar pertanyaan aneh itu.

"Siapa yang mengatakan kalian pengemis? wajah Xi Chen sudah berubah merah padam.

"Tadi ada bibi muda yang sangat cantik memberi kami Roti kukus. Satu roti itu di bagi dua, lalu di berikan kepada kami satu-satu oleh bibi cantik itu kakek. "Mungkin bibi cantik itu mengira kami pengemis. Terang Ba Xi'O, dia tidak ingin Kakeknya yang hanya memiliki kesabaran setipis kertas itu mengamuk.

"hahaha. Kai langsung tertawa, dia tidak menyangka kedua putra dari sosok seorang Dewa Tinggi Putra Mahkota di anggap pengemis oleh manusia abadi dari alam matahari , Dimana harga diri Dewa itu sekarang. Pikir Kai.

Xi Chen tidak tau haruskah dia menangis atau tertawa karena ada yang menganggap cucu berharganya ini sebagai pengemis.

Tapi mendengar aduan cucunya itu sepertinya wanita itu sudah salah paham.

"Kakek bibi itu sangat cantik, apa kakek mau kami jodohkan pada bibi itu. Ucap Ba Xi'O dengan wajah polosnya. Xi Chen hanya bisa memasang senyum masamnya, jika orang lain yang mengatakan itu kepadanya mungkin Xi Chen akan marah besar. bisa-bisanya dia di jodohkan saat dia sedang berusaha mencari Permaisurinya Dewi Phoenix. Tapi yang mengatakan itu adalah cucu kesayangannya, Xi Chen hanya bisa menahan rasa kesalnya.

"Kakek hanya ingin nenek mu, lagian Kakek tidak mau nenekmu murka jika dia tau kakekmu ini memiliki wanita lain.

Jawab Xi Chen dengan suara khas miliknya.

Kai mengangkat bibir atasnya.

"Cihh...pandai sekali kakek Tua ini berbohong, padahal Selama ini dia sangat sering bermain dengan wanita. Batin Kai.

"Tapi dia sangat cantik kakek, dia sangat mirip dengan ibu, apalagi senyum bibi muda itu kakek, aku yakin kakek akan mimisan saat melihat senyum indahnya. Terang Ba Xi'O yang belum menyerah.

NB: Author lagi flu, jadi mohon maaf jika Up nya lama🤓🤓🤓

Terpopuler

Comments

@as/26

@as/26

ngejar episode yah thor kasian moga kehidupan mu juga begitu biar banyak episode nya rintangan dalam hidupmu di persulit wkwkwkk bercyanda/Drowsy/

2023-10-25

0

Pak Grace Naibaho

Pak Grace Naibaho

sehat selalu autor terbaik😁😁🙏🙏

2023-07-27

1

Pak Grace Naibaho

Pak Grace Naibaho

itu putra dewa putra mahkota? 😄😄benggek🤣🤣🤣

2023-07-27

0

lihat semua
Episodes
1 Episode. 1
2 Episode. 2
3 Episode. 3
4 Episode. 4
5 Episode. 5
6 Episode. 6
7 Episode. 7
8 Episode. 8
9 Episode. 9
10 Episode. 10
11 Episode. 11
12 Episode. 12
13 Episode. 13
14 Episode. 14
15 Episode. 15
16 Episode. 16
17 Episode. 17
18 Episode. 18
19 Episode. 19
20 Episode. 20
21 Episode. 21
22 Episode. 22
23 Episode. 23
24 Episode. 24
25 Episode. 25
26 Episode. 26
27 Episode. 27
28 Episode. 28
29 Episode. 29
30 Episode. 30
31 Episode. 31
32 Episode. 32
33 Episode. 33
34 Episode. 34
35 Episode. 35
36 Episode. 36
37 Episode. 37
38 Episode. 38
39 Episode. 39
40 Episode. 40
41 Episode. 41
42 Episode. 42
43 Episode. 43
44 Episode. 44
45 Episode. 45
46 Episode. 46
47 Episode. 47
48 Episode. 48
49 Episode. 49
50 Episode. 50
51 Episode. 51
52 Episode. 52
53 Episode. 53
54 Episode. 54
55 Episode. 55
56 Episode. 56
57 Episode. 57
58 Episode. 58
59 Episode. 59
60 Episode. 60
61 Episode. 61
62 Episode. 62
63 Episode. 63
64 Episode. 64
65 Episode. 65
66 Episode. 66
67 Episode. 67
68 Episode. 68
69 Episode. 69
70 Episode. 70
71 Episode. 71
72 Episode. 72
73 Episode. 73
74 Episode. 74
75 Episode. 75
76 Episode. 76
77 Episode. 77
78 Episode. 78
79 Episode. 79.
80 Episode. 80
81 Episode. 81. TAMAT
82 Episode. 82. Ucapan Terimakasih
83 KARYA TERBARU
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Episode. 1
2
Episode. 2
3
Episode. 3
4
Episode. 4
5
Episode. 5
6
Episode. 6
7
Episode. 7
8
Episode. 8
9
Episode. 9
10
Episode. 10
11
Episode. 11
12
Episode. 12
13
Episode. 13
14
Episode. 14
15
Episode. 15
16
Episode. 16
17
Episode. 17
18
Episode. 18
19
Episode. 19
20
Episode. 20
21
Episode. 21
22
Episode. 22
23
Episode. 23
24
Episode. 24
25
Episode. 25
26
Episode. 26
27
Episode. 27
28
Episode. 28
29
Episode. 29
30
Episode. 30
31
Episode. 31
32
Episode. 32
33
Episode. 33
34
Episode. 34
35
Episode. 35
36
Episode. 36
37
Episode. 37
38
Episode. 38
39
Episode. 39
40
Episode. 40
41
Episode. 41
42
Episode. 42
43
Episode. 43
44
Episode. 44
45
Episode. 45
46
Episode. 46
47
Episode. 47
48
Episode. 48
49
Episode. 49
50
Episode. 50
51
Episode. 51
52
Episode. 52
53
Episode. 53
54
Episode. 54
55
Episode. 55
56
Episode. 56
57
Episode. 57
58
Episode. 58
59
Episode. 59
60
Episode. 60
61
Episode. 61
62
Episode. 62
63
Episode. 63
64
Episode. 64
65
Episode. 65
66
Episode. 66
67
Episode. 67
68
Episode. 68
69
Episode. 69
70
Episode. 70
71
Episode. 71
72
Episode. 72
73
Episode. 73
74
Episode. 74
75
Episode. 75
76
Episode. 76
77
Episode. 77
78
Episode. 78
79
Episode. 79.
80
Episode. 80
81
Episode. 81. TAMAT
82
Episode. 82. Ucapan Terimakasih
83
KARYA TERBARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!