Ucap Xi Chen datar.
Semua disana terkejut, mendengar pemuda itu menyebutkan lautan Api.
Dimana lautan api itu, tempat penyiksaan para penghianat yang ada di alam iblis.
"Kau jangan lancang berbicara. Guru kedua masih bersikap sombong. Guru pertama tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tidak ingin merasakan hal yang sama.
Biarlah dia pengecut karena sedari tadi dia sudah mencoba melarang para bawahannya itu untuk tidak menyinggung sang penasehat. Tetapi karena sikap mereka yang terlalu angkuh dan menganggap dirinya senioritas mereka malah balik menyerangnya.
"Kenapa jika aku membunuh mereka, Apa diantara mereka ada salah satu keluargamu?
Tanya Guru kedua sinis. Mungkin karena hatinya sudah di selimuti awan gelap sehingga dia tidak sadar bahwa dia sedang mengantar dirinya dan keluarganya ke jembatan kematian.
Xi Chen menggertakkan giginya, dia tidak menyangka para rakyatnya yang berada disini begitu bebal dan angkuh.
"Apa kau mau menjawabnya atau tidak. Suara Xi Chen mulai dingin membuat Kai dan Guru pertama mengusap tengkuknya yang tegang.
"Aku tidak mau menjawabnya karena aku tidak takut pada ancaman-ancaman mu. "hahaha. Guru kedua masih tertawa.
"Bluuurr..Seketika tubuh itu berubah jadi debu.
Ketiga guru disana mematung, mereka terkejut melihat yang terjadi di depan mereka.
Xi Chen tersenyum sinis.
"Bereskan semua keluarganya tanpa sisa. Titahnya kepada Guru pertama.
"Baik yang Mulia. Ucap guru pertama sambil menunduk patuh. Hal itu semakin membuat ke tiga guru yang disana terkejut batin.
Mereka menganga tak percaya saat yang di depan mereka ini Raja mereka.
"Yaa.. Yang Mulia. Ucap mereka bersujud dengan tubuh yang bergetar. Keringat bercucuran dari pelipis ke tiga Guru itu, mereka tidak yakin akan lolos dari kekejaman sang Raja.
"Aku mau informasi lengkap tentang kejadian lima ratus tahun yang lalu, tanpa ada yang di ubah, Jika kalian tidak jujur maka kalian akan mengikuti jejaknya tunjuk Xi Chen kepada debu yang masih tersisa di tempat itu.
"Baa baik Yang Mulia. Ucap mereka serentak.
Mereka tergopoh-gopoh keluar. Siapa yang tidak mengenal sifat raja mereka, Bahkan Dewa Dewi kerajaan langit pusing dibuatnya karena sikap keras kepalanya yang tak mau mengalah, dan ke kejamannya yang terdengar selama ini nyatanya terjadi langsung di depan mereka.
Sepanjang jalan ketiga Guru itu melafalkan Doa untuk keselamatan mereka, Doa yang tidak pernah mereka ucap dari bibir angkuh itu. Mereka takut, giliran mereka akan menjadi sasaran amarah Raja mereka. mereka telah lancang menyinggung nomor satu itu.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Xi Chen mengetahui semua yang terjadi lima ratus tahun yang lalu pada keluarga gadis yang membencinya. Ternyata Guru kedua yang dipercayanya bekerja sama dengan bangsawan Tao untuk menguasai tempat tinggal klan burung kecil itu. Dan tanah itu sekarang di jadikan pasar gelap oleh bangsawan Tao, dan sebagian keuntungannya di bagi dengan guru kedua.
Pasar gelap itu di gunakan untuk melakukan perdagangan manusia-manusia abadi biasa, yang tidak memiliki kekuatan untuk di jadikan budak atau di jadikan pemuas nafsu bagi wanita.
Xi Chen mengepalkan tanganya saat mengetahui hal itu. Bola mata merah Xi Chen mengkilat menjadi warna merah darah. Hal itu menandakan bahwa sang empunya saat ini sedang berada di puncak kemarahannya. Xi Chen tidak menyangka guru kedua akan melakukan hal kotor dan sekeji itu. Walaupun mereka dari dunia kegelapan Xi Chen selalu menekankan kesetiap rakyatnya untuk tidak melakukan hal-hal diluar batasannya.
"Jadi wanita yang memiliki jiwa Phoenix itu adalah palsu? Dan dia yang mencuri Phoenix itu di bantu guru kedua dari Fang Yin? Teriak Xi Chen penuh amarah.
"iiyaa.. Yang Mulia. Ucap ke tiga Guru itu dengan sangat ketakutan. Mereka menangis dalam diam melihat wajah Xi Chen yang sudah murka.
"Memang pantas julukannya sebagai raja Iblis. batin mereka.
Xi Chen menyuruh ketiga Guru itu pergi membuat ketiganya bernafas lega. Satu ruangan dengan sang Raja kegelapan itu telah menguras banyak tenaga dalam mereka.
Xi Chen duduk di kursi kebesaranya sambil menenangkan pikiranya yang kacau.
Dia terlalu cepat membunuh si guru kedua "Seharusnya aku menyiksa manusia penghianat itu dulu di lautan api milikku. Gumanya
"Hancurkan semua bisnis keluarga Tao jangan sisahkan sedikitpun. Titahnya sambil menggeram.
"Wanita sialan itu. makinya kembali.
"Baik yang Mulia ucap Guru pertama.
Xi Chen sendiri yang akan merebut jiwa Phoenix milik Fang Yin.
Di istana Dewa Tinggi Putra Mahkota. Ba Xi'O dengan penuh semangat melaporkan semuanya kepada sang ibu.
"Ibu, kakek melamar seorang bibi yang sangat cantik.
"Apaa? ayah melamar seorang wanita? pekik Lian tidak habis pikir. Dia merasa ayahnya telah mencari ibunya tau-taunya ayahnya malah melamar wanita lain.
"ohh..Ini tidak bisa di biarin. Lian bersiap-siap untuk menemui ayahnya.
'"Sayang jangan gegabah, putra kita belum siap melaporkan semuanya ucap Dewa Tinggi Putra Mahkota suaminya. Menghentikan tindakan istrinya itu.
Saat ini Yuze sedang meladeni Gurunya main catur, karena akhir-akhir ini sifat kekanak-kanakan gurunya muncul dan jadilah Yuze menurutinya setengah hati. Di tambah lagi Dewa Takdir yang selalu mengunjunginya membuatnya jengah.
"Tapi ibu tenang saja bibi cantik itu menolak kakek.
"byuuur..Uhuk-uhuk.
Dewa Agung terbatuk-batuk , Dia dan yang lainnya sungguh terkejut mendengar laporan pangeran kecil.
"Hahaha. Dewa matahari tertawa sambil memasuki istana Yuze.
"Akhirnya situa itu di tolak juga. Ucapnya tanpa memperdulikan tatapan Lian yang siap menerkamnya.
"Aku ingin ke alam Matahari, berani sekali ayah menghianati ibuku. Dan aku juga ingin melihat wajah wanita yang sudah menolak ayahku, berani sekali dia menolak ayahku yang super doubel tampan itu ucap Lian bangga. Dia tidak sadar saat ini suaminya menatapnya dengan cemberut.
Yuze paling tidak suka jika istrinya memuji pria lain sekalipun itu sang ayah mertua.
"Sayang tidak bisa pergi. Larangannya.
"Kenapa? Lian memicingkan matanya, Apalagi mau laki-laki ini, tidak puaskah dia sudah mengurungku di istana ini hampir Lima ratus tahun. Pikir Lian
"Sayang lagi hamil, aku tidak mau terjadi apa-apa pada Putri kesayanganku. Ucap Yuze sambil melangkah pergi menuju istrinya. Meninggalkan Dewa Agung yang menggerutu karena permainan mereka tanggung.
"Ayok lanjutkan, ucap Dewa Agung kepada Dewa matahari.
"Baiklah. Dewa Matahari menurut dari pada melihat suami istri bucin itu.
"kalo begitu kamu ikut saja, pinta Lian dengan wajah memelasnya.
"Tapi tutupi wajah tampan mu ini. Timpalnya kembali.
Yuze tersenyum .
"Baiklah Permaisuriku. Ucap Yuze sambil mengecup kening sang istri. Mana bisa dia menolak apalagi istrinya sedang hamil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments