"Maksudnya apa? Nuan mengerutkan keningnya.
Xi Chen langsung mencengkram leher Nuan dengan sangat kuat membuat Nuan terkejut dan merasa sesak.
"Kau sungguh berani mengambil jiwa Phoenix milik Fang Yin. "Apa kau sudah tau sekarang kesalahanmu? Tanya Xi Chen dengan tatapan membunuhnya. Nuan terbelalak.
"Tuu...aann..Nuan berusaha melepaskan cengkraman itu. Xi Chen tidak perduli melihat wajah wanita itu yang sudah pucat pasi. Xi Chen melemparkan Nuan dengan sangat kejam.
"Braakkk..Ahhh.
"Uhukk..uhuuk. Darah segar mengalir dari mulutnya.
Matanya berkaca-kaca menahan rasa sakit di tenggorokannya. Nuan baru menyadari bahwa laki-laki itu datang bukan untuknya melainkan untuk Fang Yin. Untuk membalaskan dendam Fang Yin, wanita yang sangat dibencinya. Nuan mengepalkan tangannya. " Wanita miskin itu kembali merebut laki-laki yang ku sukai.
"Awas saja aku akan melenyapkan mu? Batinya penuh dendam yang membara.
"Ahhhh..
Nuan langsung menatap ayahnya yang sudah terkapar tak berdaya.
"Ayahhh'"..
Teriak Nuan histeris. Dia kembali histeris saat melihat ibunya tiba diruangan ayahnya dengan ke adaan yang sama seperti ayahnya .
"Ibuuu"..
"Apa yang kau lakukan dengan ibuku? Nuan menatap tajam kepada Xi Chen.
"Aku hanya menghukumnya sesuai dengan perbuatan keji yang di lakukan ayahmu lima ratus tahun yang lalu. Ucap Xi Chen santai.
"Bereskan semuanya, mereka semua dan pengikutnya serta wanita gila ini lemparkan ke dalam lautan Api. Titah Xi Chen sambil berjalan dan menghilang dari sana.
"Baik yang Mulia. Ucap mereka serentak.
"Tidak..Tidak.."aku mohon Tuan ampuni aku dan ayahku. "Aku dan ayahku tidak sengaja melakukan itu.
Teriak Nuan histeris berharap Xi Chen mendengarnya.Tapi sayang raungan putus asanya hanyalah sebuah alunan indah di telinga Kai yang berjiwa iblis. Dia paling suka menyiksa orang-orang dan mendengar jeritan putus asanya seperti Nuan.
"Ciihh..Setelah kau dan keluargamu di hukum baru kau menyadari kesalahanmu,! itupun kau tidak benar-benar menyesal. Ucap Kai langsung melemparkan keluarga rendahan itu ke lautan Api yang ada di alam iblis.
"Selamat tinggal..
Ucap Kai santai. Membuat para guru itu bergidik ngeri melihat kekejaman ke dua atasannya.
Xi Chen tiba di pondok tabib tua.
"Kakek !
Lie Zhu mengerutkan keningnya, saat yang datang bukan Ba Xi'O.
"Ba Xi'O menyuruh kakek datang kesini. Ujar Xi Chen jujur, saat melihat ekspresi tanda tanya di wajah cucunya. Xi Chen yang baru tiba di pondoknya langsung di suruh cucunya Ba Xi'O ke pondok tabib. Xi Chen yang kebetulan ingin ke sekte Matahari untuk bertemu Fang Yin menurut saja. Tau-taunya wanita yang di carinya berada di pondok tabib.
Xi Chen mendekati tempat tidur Fang Yin, wanita itu belum sadar.
"Kenapa dia? tanyanya kepada Sang cucu.
"Wanita serakah itu mencambuk bibi. " Bibi yang masih memiliki tubuh lemah tidak sanggup menerima serangan wanita itu. Terang Lie Zhu.
"Maksudmu Nuan? tanya Xi Chen sambil mengetatkan rahangnya.
"Iya.
"Siksa wanita itu sampai dia meminta kematiannya sendiri. Titah Xi Chen kepada Kai melalui telepatinya.
Wanita itu harus di siksa sebelum di jemput kematiannya, berani-beraninya dia menyiksa Fang Yin ku. Batinya yang langsung mengklaim Fang Yin miliknya.
"Syaap" seorang wanita cantik yang sudah berumur tiba di tempat itu.
"Ibu..! Lirih Xi Chen.
"Ckk..jangan panggil aku ibu! jika kau belum bisa mengembalikan putriku. Ucap mantan Ratu Dewi Phoenix datar.
"Bao-yu.! Guman mantan ratu Phoenix saat melihat seorang wanita muda yang terbaring lemah di tempat tidur yang sudah tua.
"Apa dia wanita yang di bilang Chang'er ibumu? Tanyanya kepada cicitnya Lie Zhu.
"Iya nenek buyut. Ucap Lie Zhu sopan.
Karena yang di depanya ini nenek buyutnya sekaligus Gurunya.
Mantan Ratu Phoenix itu meneteskan darah milik putrinya dulu. Darah dari tali pusar putrinya yang di simpan mantan Ratu Phoenix sewaktu melahirkan sang putri.
Untuk memastikan wanita muda itu putrinya atau tidak. Walaupun putrinya sudah berulang kali berinkarnasi selagi jiwa itu memiliki jiwa Phoenix murni maka darah itu tetap bisa mengenali Sang Putri.
Darah itu langsung menyerap ketubuh Fang Yin dan keningnya langsung bersinar menandakan dialah sang pemilik darah itu dan wanita itu masih memiliki jiwa murni Phoenix.
"Degg".
Xi Chen dan mantan Ratu Phoenix terkejut. Ratu Phoenix memeluk tubuh yang lemah itu sambil menangis haru.
Kini yang mereka cari selama ini telah di temukan.
Bola mata merah Xi Chen mengeluarkan air mata beningnya, air mata untuk yang kedua kalinya saat dia bertemu dengan wanita yang paling berarti di hidupnya.
Dulu sewaktu bertemu putrinya Xi Chen hanya merasakan kebahagiaan di hatinya sehingga dia menangis untuk pertama kalinya. Sedangkan kali ini, Xi Chen menangis karena rasa bahagia dan rasa sedih yang di rasakanya. Xi Chen menahan perih yang teramat dalam saat bertemu dengan Permaisurinya dalam keadaan lemah tak berdaya.
"Maaf..Maafkan aku lirihnya,
"Kenapa kau minta maaf, bukankah kau sudah bertemu dengan putriku? "Seharusnya kau bahagia. Ucap mantan Ratu Phoenix dengan tatapan sendunya.
"Aku tidak bisa melindungi Bao-yu ku ibu.Lirihnya.
Ibu mertuanya mengembuskan nafas panjangnya.
"Kau sudah menemukan Bao-yu, aku harap kau melindunginya dan pelan-pelan mendekatinya. "Bagaimana pun Bao-yu hanyalah manusia abadi yang belum mencapai Nirwana. "Ibu harap kau membantu Bao-yu mencapai itu. Ucap mantan ratu Phoenix itu dengan wajah memohonya.
"Baik ibu". Ucap Xi Chen, sesuatu di hatinya terasa perih.
"Akankah aku berpisah lagi denganmu sayang? Batinya dalam hati.
Xi Chen membawa Fang Yin ke dalam pondoknya dia tidak ingin Fang Yin tinggal di pondok yang sudah tua itu. Pondok miliknya lebih luas dan lebih lengkap, semua kebutuhan Fang Yin sudah tersedia disana.
Xi Chen duduk di samping Permaisurinya itu.
Dengan tatapan sendu dan sejuta kerinduan yang sudah menggunung untuk istrinya.
"Jika kamu tidak mengingat ku tidak apa-apa, asalkan berikan aku kesempatan untuk membuktikan rasa cintaku. Lirih Xi Chen sambil mengusap-usap punggung tangan Fang Yin.
"Syaap"
"Ayah..Lirih Lian.
Sedikit banyaknya dia sudah mengetahui semua tentang ibunya dari putranya Lie Zhu.
Lian tidak habis pikir, ayahnya akan menyetujui permintaan sang nenek untuk membantu ibunya menuju puncak Nirwana.
Dimana ayah dan ibunya akan berpisah lagi karena beda alam.
"Mana Yuze! Xi Chen berusaha tersenyum di hadapan putrinya ini.
"Suamiku ada di taman belakang ayah.
Lian melihat kerapuhan di wajah ayahnya.
"Jaga ibu, Ayah ingin berbicara dengan suamimu dulu. Xi Chen menghilang dari sana meninggalkan Lian yang mematung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments