Xi Chen bersikap cuek. Dia tidak perduli melihat para rakyatnya itu yang terang-terangan menghinanya. Walaupun sebenarnya dia bukan lagi sosok yang penyabar seperti dulu, tapi demi sebuah misi untuk mencari permaisurinya Xi Chen berusaha menahan gejolak amarah di dada. Selagi mereka tidak melewati batasnya Xi Chen tetap pada pendirinya.
Xi Chen memejamkan matanya mengetuk-ngetuk jari-jari rampingnya di kursi kebesarannya. Kursi milik milik penatua.
"Heei.. anak muda jadi selama ini kau tinggal dimana? kenapa penatua bisa mendapatkan bocah ingusan sepertimu?" ucap guru ketiga sambil terkekeh.
"Anak muda" beo Xi Chen dan Kai bersamaan.
"Hahaha".
Xi Chen langsung tertawa, di umurnya yang sudah dua puluh ribu tahun itu masih ada yang mengatakan dirinya muda. Xi Chen bukanya marah malah terkesan senang. Otak Xi Chen memang sudah rada mereng, gimana dirinya tidak senang dia yang selama ini di katain tua oleh pengawal kepercayaannya, sekarang malah mendapati orang lain menyebutnya seorang bocah ingusan. Xi Chen merasa berbangga diri, karena masih ada yang mengatakan dirinya muda.
"Berarti ketampanan ku belum berkurang." Batinya
Semua ketua yang ada disana mengerutkan kening mereka masing-masing, mereka berpikir anak muda yang di depan mereka itu sedikit gila.
Xi Chen berdiri, di wajahnya masih terukir senyum mempesonanya dia melirik sejenak ke empat guru itu.
" Kali ini Aku akan memaafkan kesalahan kalian selanjutnya kalianlah yang berfikir sendiri." Ucap Xi Chen dengan santai sambil berlalu pergi dari sana.
Semua ketua sekte itu merasa binggung dengan perkataan penasehat baru mereka.
'"Ciihh.. bukankah menurut kalian dia sudah gila!bahkan dia meninggalkan kita yang masih duduk disini, dasar tidak ada sopan santunnya sama sekali" ucap guru Kelima.
"Aku tidak terima jika dia yang akan penasehat di sekte kita ini" ujar Guru kedua, ke tiga guru itu sama-sama mengangguk menyetujui perkataan kuru kedua.
Tidak ada yang menyukai Xi Chen apalagi sampai menyetujui pemuda itu menjadi penasehat mereka. mereka yang masih disana tidak ada yang terima jika mereka akan di nasehati seorang anak muda yang tidak jelas asal-usulnya.
"Yang mulia, aku yakin mereka tidak akan menyukaimu? aku merasa mereka juga tidak akan menyetujui yang mulia sebagai penasehat mereka" ucap Kai sambil mengikuti langkah ketuanya itu yang entah kemana tujuanya.
Xi Chen berhenti lalu menatap pengawalnya itu acuh tak acuh
"Aku tidak meminta mereka menyukaiku ataupun menyetujuiku, jika mereka tidak suka suruh mereka meninggalkan sekte ini" ucapnya dengan tenang tapi nadanya penuh ancaman.
"Baik yang mulia" ucap Kai pasrah saja, dia akan kembali menekan penatua supaya bisa mendisplinkan para bawahannya itu.
Disisi lain di alam yang sama namun berbeda sekte. Seorang gadis mengepalkan tanganya saat melihat wanita yang penuh muslihat itu memamerkan jiwa phoenixnya kepada murid-murid yang lain dengan bangga.
Semua murid disana begitu terkagum-kagum melihat gadis itu melebarkan sayap phoenixnya di udara. Mereka tidak menyangka pelatihan tertutup yang di lakukan wanita itu selama seratus tahun akan membuahkan hasil yang sangat istimewa. Wanita cantik dan yang masih muda itu akhirnya bisa memiliki jiwa phoenix yang sudah melegenda.
Salah satu klan kebanggaan kerajaan langit. Konon katanya setiap dewi yang memiliki jiwa phoenix bisa melakukan sesuka hatinya di depan sang Kaisar kerajaan langit bahkan menantang aturannya.
"Kau akan membiarkanya begitu saja Fang Yin?"
tanya seorang pemuda yang duduk di sebelahnya.
"Aku tidak tau, kau tau kan bahwa kita di sekte ini tidak di anggap murid sama sekali" lirih Fang Yin.
"Aku berjanji kepadamu, jika aku sudah kuat sedikit lagi maka aku akan merebut jiwa phoenix milikmu". Ucap sahabatnya yang bernama Yu Wang, dia adalah sahabat terbaik Fang Yin sahabat yang selalu ada dalam suka maupun duka selama ini.
Mereka berdua sudah bersahabat sejak kecil dan masuk sekte juga bersama-sama. Karena mereka hanya berasal dari keluarga yang sederhana mereka setiap hari selalu mendapat hinaan dan olok-olokan dari para murid lainnya. Bahkan jiwa phoenix milik Fang Yin kini direbut darinya secara paksa. Padahal itu satu-satunya kebanggan Fang Yin karena jiwa phoenixnya itu Fang Yin bisa bertahan sampai sekarang di sekte matahari itu. Sekarang jiwa phoenixnya itu kini di rampas dia tidak mempunyai tujuan hidup lagi, tubuhnya lemah, mungkin jiwa abadinya akan lenyap dan menjadi manusia biasa.
"Sekarang berhentilah bersedih, lebih baik aku mengajarimu senin bela diri lagi supaya kau lebih mahir." ucap Yu Wang yang tak ingin sahabatnya larut dalam kesedihannya. Fang Yin mengangguk dan tersenyum singkat.
Xi Chen tiba-tiba merasakan aura yang berbeda dari tubuhnya saat melihat sesuatu yang berkilau di bawah terik sinar matahari, disana seekor burung Phoenix terbang dengan warna yang sangat menyilaukan mata.
"Deegg" jantung Xi Chen berdetak kencang, phoenix yang saat ini di lihatnya berbeda dari phoenix yang lain yang berada di alam phoenix. Phoenix yang masih terbang di udara itu begitu akrab dan sangat familiar.
"Apa itu kamu Bao-yu" guman Xi Chen.
"Ayok kita ikuti phoenix itu" titahnya.
"Baik yang mulia" ucap Kai mengikuti tuanya.
Syaapp
Xi Chen dan Kai tiba di sekte matahari.
"Jadi pemilik jiwa phoenix itu murid dari sekte ini?" Xi Chen tersenyum simpul.
Xi Chen dan Kai melangkah kaki hendak memasuki sekte matahari.
"Tuan maaf, tidak bisa sembarangan masuk kesekte kami, jika tuan ada urusan kami harus melapor dulu ke penatua". Ucap penjaga itu dengan sopan.
"Aku tidak ada urusan khusus, aku hanya penasaran dengan pemiliki jiwa phoenix itu?" jawab Xi Chen jujur.
"Pemilik jiwa phoenix itu adalah nona muda dari bangsawan Tao namanya Nuan Tao tuan. " Jelas penjaga gerbang itu.
"Dia ternyata perempuan." guman Xi Chen.
"Jika dia bukan perempuan, yang Mulia mau melakukan apa?" tanya Kai sambil berbisik.
"Aku akan mengubahnya menjadi wanita" ucap Xi Chen santai. Kai terbelalak dia tidak bisa membayangkan saat tuannya itu akan mengubah seorang laki-laki menjadi perempuan.
"Apa dia mau melawan aturan surga lagi?" batin Kai
"Apa Kami boleh masuk? tanya Xi Chen.
"Maaf tuan, tuan harus mendapatkan izin dulu dari Penatua sekte ini." jawab penjaga itu dengan dengan sabar, menurutnya laki-laki berbadan besar dan tinggi itu sepertinya tidak mengerti ucapanya.
"Aku tidak kenal dengan penatua sekte ini, tapi aku kenal pemilik alam ini. ujar Xi Chen .
"Jika aku sudah mendapatkan izin dari pemilik alam matahari ini aku bisa masuk? tanya Xi Chen sedikit tidak sabar, takut Phoenix yang di Incarnya itu menghilang.
"Pemilik alam matahari? tanya penjaga pintu masuk sekte itu merasa terkejut.
"Tuan pemilik alam matahari ini adalah yang mulia dewa matahari, hamba mohon jangan menyebut yang mulia dewa matahari dengan sembarangan."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
azka aldric Pratama
wah salah sasaran nih 😏😏😏bukan jiwa asli🤧🤧🤧
2023-07-25
2