Mereka berdua terus jalan santai bersama sambil berbagi cerita hingga mereka tiba di depan rumah Lita.
" Kalau begitu aku masuk ke dalam duluan ya Mas? " pamit Lita yang mulai berbelok ke rumahnya
" Iya Lita jangan lupa ya janji kamu tadi? saya tungguin loh. " jawab Ferry mengingatkan agar Lita tidak lupa dengan janjinya.
" Siap Mas aku nggak akan pernah lupa. " sahut Lita tersenyum.
" Ya udah kalau begitu kamu masuk gih. " ucap Ferry dan Lita pun mengangguk.
Setelah itu baik Lita maupun Ferry mereka berdua sama-sama masuk ke dalam rumah mereka masing-masing. Setelah masuk ke dalam rumahnya Lita langsung menuju ke dapur dan ia membuka lemari pendingin untuk mengambil buah-buahan segar yang akan diolahnya menjadi smoothies bowl yang sangat enak dan juga sehat.
Setelah mengambil buah yang dia inginkan Lita menuju ke lemari penyimpanan untuk mengambil beberapa bahan tambahan yang ia butuhkan untuk melengkapi smoothies bowl buatannya. Setelah semua bahan sudah ada di atas meja dapur Lita segera membuat smoothies bowl yang biasanya selalu dia santap setiap pagi.
Untuk dirinya sendiri Lita meletakkannya ke dalam sebuah mangkuk berukuran kecil, sementara untuk Ferry Lita meletakkannya ke dalam food container bulat dengan ukuran 350 mili. Sebagai sentuhan akhir Lita meletakkan potongan buah pisang, potongan buah strawberry, potongan buah kiwi, dan juga granola di atas smoothies tersebut agar rasanya jauh lebih enak dan tidak membosankan.
Setelah semua toping disusun serapi dan secantik mungkin Lita segera menutup food container tersebut lalu meletakkannya ke dalam sebuah tas bekal kecil dan tidak lupa Lita juga meletakkan sebuah sendok kayu agar memudahkan Ferry untuk menyantap smoothies bowl buatannya nanti.
Selesai membuat smoothies bowl tersebut, Lita segera berlalu dari area dapur menuju ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri, setelah membersihkan diri Lita mengenakan sebuah kaos ketat lengan pendek berwarna pink muda yang dipadukan dengan sebuah hotpants berwarna putih. Lita memoles wajahnya tipis-tipis agar terlihat cantik dan juga segar serta Lita juga menyemprotkan parfum beraroma vanilla lembut di titik-titik nadinya rambut panjangnya Lita biarkan tergerai indah karena masih basah
Saat sedang mematut dirinya di depan cermin tanpa sengaja Lita melihat jam yang ada di dinding sudah menunjukkan hampir pukul 07.00 pagi, segera Lita keluar dari dalam kamarnya lalu dia menuruni anak tangga menuju ke dapur untuk mengambil tas bekal yang berisi smoothies bowl buatannya.
Lita segera menuju ke depan rumah sambil membawa tas bekal di tangannya, saat Lita keluar secara kebetulan Ferry juga baru saja keluar dari dalam rumahnya dan beruntungnya Ferry keluar seorang diri tanpa ditemani oleh istrinya.
Meskipun begitu Lita tetap melihat situasi di sekitarnya, setelah memastikan situasinya aman ia segera melangkah mendekat ke arah Ferry yang akan masuk ke dalam mobilnya.
" Mas Ferry. " Lita memanggil lalu Ferry mengurungkan niatnya untuk membuka pintu mobil.
" Eh Lita saya kira kamu gak jadi buatkan saya sarapan. " ucap Ferry saat melihat Lita yang sedang berjalan menuju ke arahnya.
" Iya jelas jadi dong Mas aku kan sudah berjanji, ini sarapan untuk Mas Ferry. " sahut Lita sembari menyerahkan tas bekal tersebut pada Ferry.
Ferry menerima bekal tersebut dengan antusias karena ini kali pertama ia membawa bekal ke kantor.
" Waah kamu membuatkan saya bekal apa Lita? " tanya Ferry dengan senyum lebarnya.
" Lita buatkan Mas Ferry smoothies bowl, semoga Mas Ferry suka ya sama rasanya. " jawab Lita yang ikut tersenyum manis.
" Smoothies Bowl ya? wah kebetulan saya sangat jarang sekali memakannya." sahut Ferry.
Lita tidak menyangka jika Ferry bisa seantusias itu saat menerima bekal sederhana darinya.
" Ya udah nanti saat di kantor Mas Ferry langsung sarapan ya dan semoga suka sama rasanya? " ucap Lita yang kembali tersenyum semanis mungkin untuk Ferry.
" Hmm oh iya Lita saya boleh minta nomor ponsel kamu nggak? " Pinta Ferry dengan ragu karena takut Lita akan menolak.
Tapi ternyata Ferry salah, Lita malah dengan senang hati memberikan nomor ponselnya.
" Tentu saja boleh dong Mas, mana ponselnya Mas Ferry? " jawab Lita sembari menandakan tangannya ke arah Ferry.
Ferry langsung mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam saku jasnya lalu menyerahkannya pada Lita, Lita langsung mengambil ponsel Ferry dan ia memasukkan 12 digit nomor ponselnya, setelah berhasil menyimpan nomor ponselnya Lita mengembalikan lagi ponsel tersebut kepada pemiliknya.
" Ini Mas Ferry ponselnya. " ujar Lita yang mengembalikan ponsel milik Ferry.
Lalu saat akan mengambilnya kembali tanpa sengaja Ferry menyentuh punggung tangan Lita yang terasa sangat lembut sekali.
" Maaf Lita saya tidak sengaja? " ucap Ferry yang langsung menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jas.
" Iya mas tidak apa-apa, kalau begitu saya pulang dulu ya? Mas hati-hati di jalan. " pamit Lita yang segera memutar tubuhnya lalu mulai melangkah kembali ke rumahnya.
Baru saja ia berjalan beberapa langkah Ferry kembali memanggilnya.
" Lita. " Ferry memanggil lalu Lita pun menghentikan langkah kakinya dan kembali mengarahkan pandangannya ke arah Ferry.
" Iya Mas Ferry ada apa? " tanya Lita yang tetap tersenyum manis ke arahnya.
" Terima kasih untuk sarapannya? " jawab Ferry sembari mengangkat tas bekal tersebut.
" Iya Mas Ferry sama-sama. " sahut Lita yang kembali melangkah pulang ke rumahnya.
Setelah Lita pulang Ferry langsung masuk ke dalam mobilnya lalu meletakkan tas bekal tersebut di atas dashboard dan ia mulai menyalakan mesin mobilnya, Ferry mulai berlalu meninggalkan rumah yang dihuninya bersama sang istri untuk menuju ke perusahaan miliknya, karena letak rumah dan perusahaannya tidak terlalu jauh jadi Ferry hanya membutuhkan waktu selama 30 menit untuk dia tiba di kantor.
Selesai memarkirkan mobilnya Ferry langsung mengambil tas kerja dan juga tas bekal tersebut lalu membawanya masuk ke dalam dan ia segera menuju ke ruangannya yang berada di lantai paling atas. Begitu sampai di dalam ruangannya Ferry segera mendudukkan dirinya di kursi kerja lalu dia mulai membuka tas bekal tersebut dan dia langsung tergoda saat melihat penampakan smoothies bowl buatan Lita yang sangat cantik nan menggugah selera.
" Sepertinya enak aku jadi tidak sabar untuk memakannya. " ucap Ferry yang sedang membuka penutup food container tersebut.
Setelah itu Ferry langsung mengambil sendok yang sudah Lita sediakan lalu dia mengambil satu sendok smoothies bowl tersebut dengan toping granola dan memasukkannya ke dalam mulut. Saat satu sendok smoothies tersebut masuk ke dalam mulutnya, Ferry dapat merasakan kelezatan dari perpaduan buah segar dan juga toping yang sangat cocok di lidahnya
" Hmm enak sekali rasa smoothies nya. " ucap Ferry di saat ia baru saja selesai menyantap habis smoothies bowl buatan Lita.
Selesai sarapan Ferry langsung menutup kembali food container tersebut lalu menyimpannya ke dalam tas bekalnya seperti semula. Setelah perutnya kenyang Ferry memulai pekerjaannya dan ia merasa jauh lebih fokus dalam bekerja dari pada di saat dirinya yang mulai bekerja dalam keadaan perut yang lapar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Widi Widurai
nah inii.. jadi suka sama suka ini mah..
2024-01-15
0
Imam Sutoto Suro
good job thor lanjutkan
2024-01-15
0
Ani Ani
sudah terpacing
2024-01-08
0