Bab 15

Setelah percakapan itu baik Ferry maupun Lita mereka berdua sama-sama diam dan tidak ada lagi yang membuka suaranya. Namun saat mereka sedang sama-sama diam tiba-tiba perut Lita berbunyi karena sejak siang hari ia belum mengkonsumsi apapun.

Kruuuuuk..

Perut Lita berbunyi dengan sangat keras membuat kedua pipinya bersemu merah karena malu.

" Kamu lapar? " Ferry bertanya sembari menatap Lita sekilas lalu kembali lagi fokus melihat ke arah depan.

" Hehehe iya Mas belum makan dari siang. " jawab Lita sembari tertawa kecil yang memperlihatkan deretan giginya yang putih dan juga rapi.

" Mau makan dulu? " tanya Ferry yang sedang fokus mengemudikan mobilnya sambil sesekali mencuri pandang ke arah Lita

" Memangnya gak apa-apa kalau kita makan dulu Mas? Nanti Mbak Vera apa gak marah kalau pulang telat? " jawab Lita yang sekarang sedang duduk mengarah ke Ferry.

" Ya gak apa-apa sih memangnya kenapa kalau kita makan dulu? Kan hanya makan. " ujar Ferry dengan santainya.

Walaupun ia tahu saat pulang nanti ia pasti akan bertengkar lagi dengan istrinya seperti yang sudah-sudah namun Ferry sama sekali tidak peduli.

" Ya udah kalau begitu ayo kita makan Mas! tapi ajak aku makan makanan khas kota ini dong Mas, soalnya aku belum pernah makan sebelumnya? " Pinta Lita dengan semangatnya sembari tersenyum manis.

" Oke kalau begitu gampang. " sahut Ferry yang menambah laju kecepatan mobilnya menuju ke sebuah warung sederhana namun ramai sekali pembelinya.

Ferry memarkirkan mobilnya di depan sebuah mini market karena letak warungnya pas bersebelahan dengan mini market tersebut.

" Ramai sekali pembelinya Mas, memangnya itu makanan apa? Kok gak ada spanduk atau bacaannya gitu? " Lita bertanya sembari celingukan melihat ke arah warung yang sedang ramai pembelinya tersebut.

" Itu namanya rujak cingur makanan khas kota Surabaya, ayo turun biar kamu tau bagaimana rasanya. " jawab Ferry sembari membuka seatbelt-nya.

Lita pun ikut membuka seatbelt-nya juga lalu mereka berdua bersama-sama melangkah menuju ke warung tersebut, walaupun warungnya sedang ramai pembeli tapi beruntungnya mereka berdua masih mendapatkan tempat duduk.

" Mau pesan berapa porsi? " tanya seorang gadis remaja yang datang menghampiri meja Lita dan juga Ferry.

" Pesan dua porsi ya dek sama minumnya es teh tawar aja. " jawab Ferry dan gadis remaja tersebut pun segera pergi meninggalkan meja Lita dan juga Ferry.

" Kok dia tanyanya mau pesan berapa porsi sih Mas? Bukannya mau pesan apa? " Lita bertanya polosnya karena biasanya setiap dia makan di luar pasti penjual tersebut akan bertanya mau pesan apa? bukan mau pesan berapa porsi.

" Dia bertanya seperti itu karena yang mereka jual hanya satu menu yaitu rujak cingur, kalau kita datang ke sini kan sudah pasti ingin makan rujak cingur. Makanya dia bertanya berapa porsi bukan mau pesan apa. " jawab Ferry menjelaskan sembari tersenyum saat melihat kepolosan wanita yang ada di hadapannya saat ini.

" Oh gitu. " sahut Lita sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

Tidak lama dari itu gadis remaja tersebut datang lagi sembari membawa sebuah nampan yang berisi pesanan mereka. Satu persatu gadis tersebut meletakkannya di atas meja mereka berdua.

" Selamat menikmati. " ucap gadis remaja tersebut sembari berlalu dari meja mereka berdua.

Setelah pesanannya datang Ferry langsung menyantap makanannya karena kebetulan iasedang lapar juga tapi berbeda dengan Lita yang terlihat mengaduk-aduk makanan tersebut untuk melihat apa saja isinya.

" Kok cuma di aduk-aduk saja kenapa gak di makan? " ujar Ferry bertanya setelah menelan kunyahannya.

" Aku cuma pengen tau aja Mas, tapi makanan ini unik ya? ada buah, lontong, sayur, sama ini potongan daging yang kecil-kecil ini apa? " Jawab Lita sembari bertanya dan menunjukkan potongan cingur dengan menggunakan sendoknya.

" Itu namanya cingur sapi Lita, coba deh kamu makan enak tau. " jawab Ferry sembari menyodorkan sendoknya yang berisi potongan cingur.

Dengan hati-hati Lita membuka mulutnya lalu memakan cingur tersebut, pada gigitan pertama yang Lita rasakan adalah kenyal, tebal dan cukup padat. Untuk rasa bumbunya perpaduan dari rasa gurih dan juga manis yang sangat pas di lidah. Setelah tau rasanya enak Lita langsung menyantap rujak cingur tersebut sampai habis dan tak bersisa begitu juga dengan es teh tawarnya.

" Alhamdulillah kenyang banget. " ucap Lita begitu dirinya sudah selesai memakan satu porsi rujak cingur.

" Kamu suka Lita? " Ferry bertanya sembari tersenyum penuh arti.

" Suka Mas enak, apa lagi kikilnya enak banget kenyal-kenyal. " jawab Lita sembari tersenyum.

Ferry mengulum senyumnya ketika ia mendengar jawaban Lita yang sangat polos.

" Jadi kamu mengira cingur itu kikil sapi? " ujar Ferry yang lumayan terkejut namun ingin rasanya ia meledakkan tawanya.

" Iya Mas cingur itukan kikil orang rasanya sama kok kenyal-kenyal gitu. " jawaban Lita membuat Ferry tidak bisa menahan ledakkan tawanya.

" Mas Ferry kenapa tertawa memangnya salah ya? " Lita bertanya lagi-lagi dengan wajah polosnya.

" Hahaha Lita, Lita cingur itu mulut atau moncong sapi. " jawab Ferry yang tertawa semakin keras dan hal itu mengundang atensi para pengunjung yang ada di warung tersebut.

Lita terkejut luar biasa saat mendengar penjelasan dari Ferry, matanya langsung membulat dengan sempurna dengan mulut yang sedikit menganga.

" Jadi yang aku kira kikil tadi itu moncongnya sapi? " tanya Lita yang masih syok dan Ferry hanya mengangguk karena dia masih tertawa walaupun sudah di kecilkan suaranya.

" Wajah kamu biasa aja bisa gak Lita jangan syok seperti itu? bikin aku gak bisa nahan untuk tidak tertawa. " ujar Ferry yang masih juga belum bisa meredahkan tawanya.

Setelah mendengar ucapan Ferry Lita langsung memasang wajah masam sembari menatap Ferry dengan tajam.

" Mas kenapa gak bilang dari awal kalau cingur itu moncongnya sapi? " tanya Lita yang terlihat sedikit kesal dengan Ferry.

" Memangnya kamu ada tanya cingur itu apa? Kan tidak. " jawab Ferry sekenanya.

" Eeh iya ya aku gak ada tanya tapi rujak cingur itu enak banget kok nanti aku mau makan lagi deh. " ujar Lita dengan ekspresi wajah polosnya dan hal itu terlihat menggemaskan di mata Ferry.

" Rasanya sudah lama sekali aku tidak tertawa lepas seperti ini, Lita, Lita kamu memang wanita yang menarik. " batin Ferry yang sudah berhenti tertawa namun masih menatap wajah Lita.

" Sudah senja ni Mas ayo kita pulang nanti Mbak Vera ngamuk lagi Mas pulangnya kelamaan. " ajak Lita yang mulai berdiri.

" Ya udah kamu ke mobil duluan saja biar aku bayar makanan kita dulu. " titah Ferry yang berjalan menuju ke Ibu-ibu penjual rujak cingur tersebut sedangkan Lita melangkah menuju ke mobil.

Selesai membayar Ferry menyusul Lita dan mereka berdua melanjutkan perjalanannya kembali pulang ke ke rumah masing-masing.

" Terima kasih ya Mas sudah nganterin aku pulang. " ucap Lita saat mobil yang Ferry kendarai sudah berhenti tepat di depan rumahnya.

" Sama-sama, ya sudah kamu masuk sana. " jawab Ferry yang kembali tersenyum manis ke arah Lita.

Setelah Lita turun dari mobil, Ferry kembali melaju ke rumahnya sendiri.

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

gas pol thor

2024-01-15

0

Ani Ani

Ani Ani

sudah tertawan

2024-01-08

0

neng ade

neng ade

begitu masuk rumah langsung deh dibombardir omelan vera 😂

2023-12-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!