Pukul 05.00 pagi setelah adzan subuh Lita baru saja kembali ke Apartemennya setelah dirinya menyelesaikan semua tugasnya sebagai seorang wanita panggilan kelas atas.
" Aah nyamannya. " ucap Lita saat dirinya merebahkan tubuhnya atas ranjang.
Namun kenyamanan Lita mendadak terganggu saat ponsel yang ada di dalam tasnya mulai berdering padahal ia baru saj memejamkan matanya.
Kriingg...
Kriingg...
Kriingg...
" Aduh siapa sih yang nelpon ganggu orang mau tidur aja. " sungut Lita dengan rasa malas namun dengan terpaksa ia kembali bangun lalu mengambil ponsel miliknya yang masih berada di dalam tasnya yang ada di atas meja.
Lita yang tadinya sangat malas untuk menjawab panggilan teleponnya, tiba-tiba bibirnya langsung tersungging lebar saat membaca nama seseorang yang sudah dia tunggu-tunggu sejak kemarin. Tanpa menunggu lebih lama lagi Lita segera menjawab panggilan telepon tersebut.
" Halo bagaimana apa kamu sudah mendapatkan apa yang aku minta? " tanya Lita to the point, karena Lita yang sekarang adalah wanita yang paling tidak suka berbasa-basi.
" Slow Lita sayang santai, jangan terburu-buru semuanya sudah ada di tanganku sesuai dengan apa yang kamu minta tapi bagaimana dengan imbalanku hmm? " jawab laki-laki di seberang telepon sana.
" Terserah padamu ingin aku bayar dengan uang atau dengan sentuhan. " sahut Lita dengan nada yang sensual.
Lita tau laki-laki yang sedang berbicara dengannya adalah laki-laki berduit yang kurang tertarik jika apa yang dilakukannya harus di bayar dengan uang.
" Oh penawaran yang sangat menarik, tetapi aku tidak membutuhkan uangmu Lita sayang karena aku lebih tertarik dengan sentuhanmu dari pada uangmu itu. " jawab laki-laki itu dengan suara baritonnya.
Dan tepat seperti dugaannya bahwa laki-laki tersebut tidak membutuhkan uang.
" Oke kalau begitu kirimkan semua data yang aku minta sekarang dan jangan sampai ada yang kurang, tentang imbalannya kamu tinggal tentukan kapan dan di mana tempatnya nanti aku yang akan menemui kamu. " seru Lita to the point.
" Baiklah baby, tapi aku harap kamu tidak mengingkari janjimu karena aku membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk mendapatkan data-data yang kamu minta itu. " tutur laki-laki itu lagi.
" Jangan khawatir Leo, seorang Lita tidak akan pernah ingkar janji. " ujar Lita meyakinkan.
Lita sudah sangat menanti-nantikan hal ini, tidak sabar rasanya ia ingin segera mengetahui semua informasi seseorang yang sudah menorehkan luka mendalam untuknya.
" Baiklah kalau begitu aku akan mengirimkan data-datanya sekarang. " ucap Leo dan Lita pun tersenyum senang mendengarnya.
" Baiklah aku tunggu, bye Leo. " sahut Lita yang diakhiri dengan kecupan di belakangnya.
Setelah itu Lita pun memutuskan sambungan teleponnya, lalu dia melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar menuju ke dapur untuk membuat jus sawi yang dicampur dengan nanas. Saat ia sedang membuat jus, ponselnya kembali berdenting lalu masuk satu notifikasi pesan yang dikirimkan oleh Leo.
Lita segera menyelesaikan membuat jusnya lalu ia membawa satu gelas jus tersebut kembali ke dalam kamarnya yang ada di lantai dua, sampai di dalam kamar Lita segera duduk di kursi sofa yang ada di dekat jendela kamarnya. Lita meletakkan jusnya di atas meja lalu ia segera membuka pesan email yang dikirimkan oleh Leo. Di dalam pesan tersebut terdapat sebuah informasi identitas, latar belakang, serta segalanya yang bersangkutan dengan sepasang suami istri yang sangat Lita benci dan siapa lagi kalau bukan Dimas dan juga Delia.
Di dalam email tersebut Leo juga menyertakan foto Dimas dan Delia saat ini serta tiga orang anak kandung Delia beserta keluarganya.
Tidak tanggung-tanggung Leo juga menyertakan semua informasi lengkap tentang anak-anak Delia dimulai dari anaknya yang pertama hingga anaknya yang ketiga.
" Semua informasi tentang mereka sudah ada dalam genggamanku dan sekarang saatnya aku menjalankan rencanaku yang pertama, Vera Yunita i'm coming. " ucap Lita sembari tersenyum menyeringai.
Lita segera menutup ponselnya lalu ia mengambil segelas jus yang ada di atas meja ia mengitari bibir gelas tersebut dengan menggunakan jari telunjuknya.
" Tidak kusangka seorang wanita yang tidak punya hati seperti kamu ternyata seorang Ibu yang sangat menyayangi anak-anaknya. " ucap Lita lalu ia meminum sedikit jus yang sudah dibuatnya tadi.
" Ibu sebentar lagi aku akan membalas semua rasa sakit yang Ibu rasakan dahulu, akan aku pastikan wanita yang sudah menghancurkan mu akan merasakan kehancuran yang sama bahkan dia akan mendapatkan yang lebih sakit dan lebih pedih dari yang sudah dia perbuat padamu Ibu. " ucap Lita dengan sorot mata yang penuh amarah serta menggenggam gelas jus tersebut dengan sangat erat.
" Sepertinya sudah saatnya aku berhenti dari pekerjaan ini dan aku akan fokus menjalani semua rencana yang sudah aku susun dengan sangat rapi, Delia Asmarani mimpi burukmu sebentar lagi akan datang dan sedikit demi sedikit aku akan mengirim kamu dan juga semua anak-anakmu untuk masuk ke dalam lembah kehancuran yang sama seperti yang kamu lakukan kepadaku dan juga Ibuku dulu. " gumam Lita sembari tersenyum menyeringai.
Semenjak kepindahannya dari desa ke ibukota, Lita sudah mengukuhkan niatnya dan membulatkan tekadnya untuk terjun ke dalam lembah nista karena hanya itulah jalan satu-satunya bagi Lita untuk mendapatkan banyak uang dalam waktu yang cepat. Lita sengaja mengumpulkan pundi-pundi yang banyak agar dia bisa mempercantik dirinya serta membuat tubuhnya agar lebih seksi, lebih indah dan semua itu Lita lakukan agar semua rencananya berjalan dengan mulus dan tanpa halangan apapun.
Lita memang menyadari bahkan dia sangat-sangat sadar jika Apa yang dia lakukan adalah sebuah dosa besar. tapi jika dia mencari uang dengan cara yang halal tentu itu akan memakan waktu yang sangat-sangat sangat lama dan belum tentu juga Lita akan mampu bertahan di ibukota yang terkenal kejam dan keras.
Sedangkan Delia dan keluarganya merupakan orang yang cukup terpandang di kota itu mengingat almarhum suami Delia yang sudah meninggal merupakan seorang pengusaha tajir nan melintir. Jika Lita tidak merubah dirinya dan tidak merubah status sosialnya sampai kapanpun dendam yang sudah mendarah daging itu tidak akan pernah terbalaskan.
Dan sekarang yang menjadi modal awal Lita untuk membalaskan dendamnya sudah ia dapatkan yaitu uang yang banyak, wajah yang cantik, serta body yang dapat memikat lelaki manapun sudah Lita dapatkan juga, bahkan sekarang informasi dari targetnya pun sudah ada di tangannya juga.
D saat Lita sedang asyik minum jus sambil melihat suasana ibukota di pagi hari ini tiba-tiba ponselnya kembali berdenting dan masuk lagi satu notifikasi pesan yang dikirimkan oleh Leo. Tangan Lita langsung terulur untuk mengambil ponsel miliknya dan ia pun segera membuka pesan yang dikirimkan oleh Leo.
" Hari ini di hotel Sakura jam 10.00 pagi. " begitulah isi pesan yang Leo kirimkan.
Baru saja Lita akan menutup ponselnya terlihat Leo sedang mengetik lalu masuk lagi satu pesan tambahan dari Leo.
" Jangan sampai terlambat cantik karena aku sudah tidak tahan. " tulis Leo lagi di sertai emoticon hati.
" Oke OTW sekarang. " ketik Lita lalu dia segera mengirimkan balasan tersebut pada Leo.
" Sebaiknya aku selesaikan urusanku dengan Leo terlebih dahulu setelah itu aku akan segera memulai rencanaku. " gumam Lita.
Setelah itu Lita segera bangkit dari duduknya lalu dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera bersiap-siap menuju ke hotel sakura untuk menyelesaikan urusannya dengan Leo.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Defi
menurut kita pekerjaan Lita a.k.a Puspa sangat buruk. Namun pasti dia sudah memikirkan dengan matang untuk membalas dendam sakit hatinya kepada Ayahnya
2024-02-19
2
Imam Sutoto Suro
good job thor lanjutkan
2024-01-15
0
Ani Ani
bagua kasi Hanbury semua nya
2024-01-08
0