Setelan dari restoran Lita melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke apartemen yang selama ini di huninya. Dengan senyum yang mengembang Lita melangkah melewati lobby apartemen menuju ke depan pintu lift, saat pintu lift terbuka Lita langsung masuk lalu ia segera menekan lantai 20 di mana unitnya berada.
Secara perlahan lift mulai bergerak naik menuju ke lantai 20, sampai di lantai yang menjadi tempat tujuannya Lita segera keluar dan lanjut melangkah menuju ke unitnya setelah ia tiba di depan pintu apartemen Lita menekan beberapa angka yang menjadi kunci pin pintu tersebut dan setelah pintunya terbuka Lita segera masuk ke dalam serta mengunci pintu apartemennya kembali.
" Akhirnya sampai di rumah juga. " ucap Lita yang membanting tubuhnya ke atas ranjang empuk miliknya.
Karena rasa lelah yang menderanya dalam sekejap Lita sudah memejamkan kedua matanya dan ia terbang ke alam mimpi, saking lelahnya Lita tertidur dengan sangat pulas hingga pukul 03.00 pagi Lita baru terbangun dari tidurnya.
Eeennngghh....
Hoooammm..
Lita merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku sembari menguap dengan lebar.
" Uuuh enak banget tidurku gila, tapi ngomong-ngomong jam berapa ini ya? " Lita bergumam sembari meraba-rab ponselnya yang berada di atas ranjang.
Karena tak kunjung menemukan ponselnya Lita bangkit dari tidurnya dan dia baru sadar jika dia belum mengganti pakaiannya bahkan heels yang semalam dia gunakan pun masih melekat di kakinya.
" Astaga ternyata aku tidur masih pakai heels. " gumam Lita sembari menepuk dahinya sendiri.
Saat melihat ke atas ranjang Lita tidak dapat menemukan keberadaan ponselnya di sana lalu ia baru teringat jika ponsel miliknya masih berada di dalam tas. Lita segera mengambilnya lalu melihat jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 3 pagi.
" Astaga jam tiga pagi, aku belum packing lagi. " ucap Lita yang kembali meletakkan ponselnya lalu dia segera menuju ke lemari besarnya.
Di sana Lita segera mengeluarkan koper miliknya yang ada di urutan paling bawah, setelah itu barulah Lita segera memasukkan pakaian dan berbagai perlengkapan yang ia butuhkan selama tinggal di Surabaya. Tanpa terasa tepat saat adzan subuh berkumandang Lita baru selesai packing lalu ia menyeret kopernya dan meletakkannya di dekat pintu kamar.
Selesai packing barulah Lita menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera mengenakan pakaian yang sudah dipersiapkannya di atas ranjang. Karena Lita pergi ke Surabaya dengan menggunakan mobil, jadi hari ini Lita memakai celana jeans hitam panjang yang dipadukan dengan kaos crop top warna putih. Karena perjalanan dari Jakarta menuju ke Surabaya menghabiskan waktu yang lama Lita memutuskan untuk berangkat saat subuh hari seperti ini agar ketika dia sampai di Surabaya hari tidak terlalu sore.
" Bismillahirrahmanirrahim. " ucap Lita di saat dia mulai melajukan mobilnya meninggalkan parkiran apartemen.
Di saat subuh hari seperti ini jalanan masih lengang karena belum banyak kendaraan yang berlalu lalang, Lita memacu laju kendaraannya dengan kecepatan sedang menuju ke arah luar kota.
.
.
.
Di saat Lita sedang dalam perjalanan menuju ke Surabaya, di sebuah rumah berlantai dua yang cukup besar sepasang suami istri sedang bertengkar.
" Dari mana saja kamu Mas? " tanya seorang wanita sambil berkacak pinggang di saat suaminya baru saja melangkahkan masuk ke dalam kamar.
Dialah Vera Yunita istri dari Ferry Wirawan sekaligus anak pertama Delia.
" Bukannya semalam Mas sudah mengatakannya padamu jika Mas harus keluar kota karena ada meeting dengan calon klien yang sangat berpotensial untuk membuat perusahaan kita kembali bangkit lagi seperti semula. " Ferry menjawab sambil membuka kancing kemeja yang sedang ia gunakan.
" Alah meeting itu kan hanya alasan kamu saja Mas, bilang aja kamu itu habis bersenang-senang dengan para kupu-kupu malam itu Iya kan? " Vera membentak suaminya sembari menatapnya dengan penuh selidik.
" Astaga Vera mau sampai kapan sih kamu terus mencurigai Mas? bisa nggak sih kamu sedikit aja kasih kepercayaan sama Mas? " tanya Ferry dengan frustasi.
Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya yang selalu berprasangka buruk padanya.
" Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mempercayai kamu Mas! mantan Playboy seperti kamu harus terus dicurigai dan tidak bisa diberi kepercayaan. " bentak Vera lagi.
" Ya Allah Vera, Mas akui dulu sebelum menikah dengan kamu Mas memang seorang playboy yang sering bergonta-ganti pasangan tapi semenjak Mas menikah dengan kamu Mas tidak pernah lagi berhubungan dengan wanita manapun Vera, satu-satunya wanita yang ada di sisi dan juga di dalam hati Mas hanya kamu Vera Yunita. " tutur Ferry menjelaskan.
Ferry mengeluarkan jurus rayuannya berharap Vera akan luluh dan tidak lagi melanjutkan acara marah-marahnya.
" Alah laki-laki Playboy buaya darat seperti kamu tidak bisa dipercaya ingat Mas kemanapun kamu pergi aku pasti mengetahuinya dan jangan coba-coba untuk menghianati aku. " ucap Vera sembari menunjuk wajah suaminya.
Sesungguhnya itu hanyalah gertakan Vera saja agar suaminya takut dan tidak berbuat macam-macam di belakangnya, padahal yang sesungguhnya adalah Vera sama sekali tidak mengetahui apapun yang di lakukan oleh suaminya di luaran sana.
" Terserah kamu mau bilang apa Vera tapi yang pasti Mas tidak pernah menghianati kamu dan Mas pergi keluar untuk bekerja untuk mencari nafkah yang bisa memenuhi kebutuhan keluarga kita. " bentak Ferry yang langsung pergi ke kamar mandi untuk mendinginkan hati dan kepalanya yang mendidih karena emosi.
" Mau ke mana kamu Mas aku belum selesai bicara? Mas, Mas. " ucap Vera memanggil suaminya tetapi Ferry yang sudah lelah tidak lagi menghiraukan panggilan istrinya dan ia tetap melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Ferry berdiri di bawah shower yang mengeluarkan air dingin untuk mendinginkan kepala dan hatinya akibat kelakuan istrinya yang selalu mencurigai dirinya.
Vera menikah 2 tahun yang lalu dengan seorang pengusaha muda asal Surabaya yang bernama Ferry Wirawan. Saat ini Vera berusia 29 tahun sementara Ferry berusia 30 tahun walaupun usia pernikahan mereka sudah menginjak 2 tahun tetapi mereka belum dikaruniai seorang buah hati karena Vera yang enggan untuk melahirkan.
Sebelum menikah dengan Vera, Ferry merupakan seorang playboy yang kerap bergonta-ganti pasangan, namun semenjak menikah dengan Vera yang sangat cantik Ferry mendadak tobat dan tidak pernah lagi bergonta-ganti pasangan. Saat ini perusahaan milik Ferry sedang berada di ambang kehancuran maka dari itu Ferry sering kali keluar kota untuk meeting dengan calon klien yang dapat menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan.
Namun seiring dengan seringnya Ferry keluar kota membuat kecurigaan di dalam diri Vera mulai tumbuh apalagi semenjak Vera yang baru mengetahui jika suaminya adalah mantan Playboy yang membuat kecurigaan dalam diri Vera semakin bertumbuh dengan sangat besar.
Karena hilangnya rasa percaya di dalam hati Vera, maka dari itu setiap hari Vera tidak akan pernah berhenti mencurigai suaminya walaupun sesungguhnya Ferry sama sekali tidak pernah macam-macam di belakangnya. Setiap hari Ferry harus pulang tepat waktu dah jika ia pulang kantor lewat dari jam yang semestinya Vera akan terus menghubungi dan tidak akan pernah berhenti sebelum Ferry sampai di rumah.
Namun masalah tidak berhenti sampai di situ saja setelah Ferry sudah berada di rumah Vera akan langsung menuduh Ferry habis-habisan dan hal itu yang sering menjadi pemicu pertengkaran di antara mereka. Saking seringnya Vera mencurigainya, Ferry sampai frustasi dan tidak tahu lagi harus menjelaskan apa karena Vera sama sekali tidak pernah mempercayai ucapannya walaupun yang Ferry katakan adalah sebuah kebenaran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Defi
dan nantinya kecurigaan kamu Vera bakal menjadi kenyataan setelah kedatangan Lita
2024-02-19
1
Imam Sutoto Suro
mantap gan lanjutkan seruuuu
2024-01-15
0
Ani Ani
jalan tugas
2024-01-08
0