Bab 10

Setelah menghabiskan waktu lebih kurang lebih hampir 12 jam lamanya akhirnya Lita tiba juga di Surabaya, karena Lita menyetir hanya seorang diri dan perjalanannya begitu sangat jauh Lita banyak berhenti untuk beristirahat sembari meluruskan pinggangnya yang terasa sakit. Karena ini adalah kali pertama ia menyetir untuk perjalanan yang jauh maka dari itu Lita banyak beristirahat sehingga perjalanan yang harusnya hanya memakan waktu lebih kurang 9 jam menjadi 12 jam lamanya.

Berkat bantuan Leo ia jadi mengetahui bagaimana rumah tangga Vera dan suaminya serta apa saja aktivitas harian yang mereka lakukan. Maka dari itu Lita sengaja menyewa rumah yang letaknya persis di sebelah rumah Vera agar Lita lebih mudah mengetahui dan bisa masuk dalam kehidupan mereka.

" Akhirnya sampai juga. " ucap Lita saat mobil yang Lita kendarai mulai masuk ke dalam carport.

Sebelum Lita menuju ke rumah ini, terlebih dahulu ia menyambangi sang pemilik rumah untuk mengambil kunci rumah yang akan dia sewa mulai dari hari ini, selesai memarkirkan mobilnya Lita segera mengambil koper dalam bagasi mobil lalu ia mulai menyeret kopernya menuju ke pintu utama.

Setelah membuka pintu Lita kembali menyeret kopernya masuk ke dalam rumah dan ketika ia sampai di dalam Lita melihat-lihat seluruh ruangan yang ada di dalam rumah tersebut dan Lita cukup puas karena rumah itu terisi dengan perabotan yang lengkap serta semuanya tertata rapi bersih dan juga harum.

" Bagus juga rumah ini. "gumam Lita di saat ia sudah selesai melihat seluruh ruangan.

Rumah yang akan Lita tempati berada di komplek perumahan elit dan keseluruhan rumah yang ada di komplek tersebut rata-rata berlantai 2 termasuk rumah yang Lita tempati, setelah puas melihat-lihat Lita langsung menuju ke kamar utama yang berada di lantai 2.

Ceklek...

Lita membuka pintu kamar utama tersebut terlihatlah dinding kamar yang berwarna putih cerah yang dikombinasikan aksen hitam sederhana yang memberikan kesan rapi dan simpel. Lita mulai melangkahkan kakinya semakin masuk ke dalam kamar tersebut di sana Lita melihat interior kamar yang didominasi warna hitam dan putih polos hanya karpet, selimut atau bed cover saja yang bermotif. Saat berada di dalam kamar Lita merasakan ketenangan dan kedamaian yang membuatnya betah untuk berlama-lama di kamar tersebut.

Setelah puas menelusuri isi kamar bahkan hingga ke kamar mandi, Lita lanjut mengeluarkan pakaiannya yang berada di dalam koper lalu memindahkannya ke dalam lemari yang ada di kamar tersebut.

Kruuukk...

Perut Lita berbunyi dengan sangat keras karena selama dalam perjalanan menuju ke Surabaya Lita hanya mengisi perutnya dengan roti dan air mineral saja.

" Sebaiknya aku belanja ke supermarket dulu deh. " ucap Lita yang kembali menyambar tas dan kunci mobilnya lalu dia segera mengunci pintu rumahnya kembali.

Lita segera masuk ke dalam mobilnya dan pergi menuju ke supermarket yang letaknya tidak terlalu jauh dari komplek tempat tinggalnya, saat berada di dalam supermarket Lita langsung mengambil sebuah troli lalu ia segera menuju ke rak yang berisi bahan-bahan dapur.Du sana Lita banyak sekali mengambil bahan-bahan dapur dan juga buah-buahan yang segar karena Lita lebih suka memasak makanannya sendiri dari pada membeli di luar, itu semua Lita lakukan karena Lita menerapkan pola hidup sehat demi menunjang bentuk tubuhnya agar tetap langsing dan ideal.

Selesai dari supermarket Lita menuju ke sebuah toko bakery untuk membeli beberapa box cake yang akan ia berikan ke tetangga sekitar sebagai salam perkenalan termasuk untuk Vera juga. Setelah membeli semua yang ia butuhkan Lita kembali memacu laju roda empatnya kembali ke rumah.

Lita menyusun semua bahan masakan ke dalam lemari pendingin dan juga rak penyimpanan Lita segera membawa cake yang tadi dibelinya lalu memberikannya pada tetangga di sekitar tempat tinggalnya yang baru sembari berbasa-basi salam perkenalan.

Selesai bertegur sapa dan berbasa-basi dengan tetangga yang lain tinggal satu box lagi yang akan kita berikan untuk Vera, dengan langkah kaki yang pasti Lita berjalan menuju ke rumah Vera yang ada di sebelah rumahnya.

Tok..

Tok...

Tok...

" Permisi. " Lita memanggil sembari mengetuk pintu rumah Vera.

" Permisiii. " Lita memanggil lagi dengan suara yang lebih dikeraskan.

Setelah dua kali memanggil Lita mendengar suara langkah kaki yang mendekat lalu pintu rumah Vera pun terbuka, setelah pintu terbuka Lita langsung tersenyum ramah ke arah Vera.

" Cari siapa ya? " Vera bertanya dengan wajah yang sangat tidak bersahabat.

" Maaf mbak nama saya Lita kedatangan saya ke sini hanya ingin memberikan cake ini untuk Mbak sebagai salam perkenalan sebagai tetangga baru. " jawab Lita yang memperkenalkan dirinya.

" Oh tetangga baru nempatin rumah yang mana? " tanya Vera dengan sinis.

" Kebetulan saya nempatin rumah yang ada di sebelah rumah Mbak. " jawab Lita yang tetap tersenyum sembari menunjuk ke arah rumahnya.

Vera melihat penampilan Lita dari ujung kepala sampai ujung kaki, jujur saja ia tidak suka dengan Lita karena ia takut suaminya akan kepincut dengan tetangga baru tersebut.

" Oh udah nikah? " Vera kembali bertanya sembari tetap menatap Lita dari ujung kepala sampai ujung kaki dan itu Vera lakukan berkali-kali.

" Belum Mbak saya masih single, Mbaknya namanya siapa ya? " Lita balik bertanya pada Vera sekedar ingin berbasa-basi.

" Nama saya Vera, perkenalannya sudah kan lebih baik kamu sekarang segera pulang karena saya sedang sibuk. " Usir Vera yang langsung menutup pintu rumahnya.

Braaakkk...

Vera menutup pintu rumahnya dengan keras hingga Lita terlonjak kaget.

" Astaga nggak bisa pelan-pelan apa nutup pintunya. " ucap Lita yang segera pergi dari rumah Vera.

" Galak juga ternyata, juga ternyata makin tertantang aku. " ucap Lita sembari tersenyum smirk.

Setelah dari rumah Vera Lita kembali ke rumahnya sendiri lalu ia segera menuju dapur untuk memasak menu makan malamnya. Malam ini Lita hanya memasak udang asam manis serta tumis sawi pakcoy yang tentu saja semuanya ia masak dengan menggunakan sedikit minyak.

Selesai memasak Lita kembali ke dalam kamar untuk membersihkan diri karena tubuhnya sudah terasa sangat lengket karena perjalanan jauh ditambah aktivitas memasaknya tadi.

Setelah mandi Lita hanya menggunakan kimono handuk dan tidak langsung mengenakan pakaiannya ia malah membuka gorden yang menuju ke arah balkon kamar, setelah gordennya terbuka Lita juga membuka pintu balkon tersebut lalu ia mulai menginjakkan kakinya di balkon kamar sembari melihat ke sekeliling.

Saat sedang melihat ke sekeliling tanpa sengaja tatapan mata Lita tertuju pada seorang laki-laki yang sedang duduk di balkon yang ada di rumah Vera yang sedang fokus menatap layar ponselnya sehingga laki-laki tersebut tidak menyadari jika Lita menatapnya.

" Itu pasti yang namanya Ferry. " gumam Lita sembari tersenyum misterius.

Tidak ingin ketahuan Ferry, Lita mengalihkan pandangannya melihat ke arah lain namun sesekali Lita mencuri pandang ke arah Ferry dan tanpa diduga olehnya sekarang malah Ferry yang terus menatap Lita dengan pandangan yang sulit dimengerti.

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

masuk umpan si Lita ini si Ferry

2024-02-19

1

anisa

anisa

hahaha athornya mendukung wanita pelacur awokaok smoga kau di perkaos rame rame

2024-02-10

0

Yuan Li

Yuan Li

Mangsa mulai memakan umpan....🤭🤭🤭

2024-01-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!