Bab 19

Lita melenggang pergi meninggalkan Ferry yang masih saja diam mematung sembari menatap ke arahnya.

" Heeessst ah kepalaku. " ringis Ferry saat kepalanya kembali terasa nyeri karena ia masih terus berusaha mengingat rentetan peristiwa yang terjadi antara dia dan juga Lita.

Namun sayang sekuat apa pun ia berusaha tetap saja yang ia dapatkan hanyalah rasa nyeri di kepalanya.

" Ah sudahlah sebaiknya aku pulang dulu siapa tahu nanti aku bisa mengingatnya. " Ferry bergumam.

Setelah itu ia segera membungkuk untuk memungut pakaiannya yang berserakan di atas lantai lalu mengenakannya kembali.

Selesai memakai pakaiannya, Ferry segera mengambil kunci mobil dan ponsel miliknya yang ada di atas nakas lalu dia segera keluar dari dalam kamar untuk turun ke lobby hotel dan segera check out dari hotel tersebut. Saat sedang dalam perjalanan Ferry kembali berusaha untuk mengingat peristiwa yang terjadi semalam namun sayang memorinya belum kembali dan lagi-lagi hanya rasa nyeri yang Ferry dapatkan.

Ferry tetap fokus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang hingga 40 menit kemudian akhirnya ia tiba di rumahnya, sebelum turun dari mobil Ferry menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan-lahan. Entah apa yang ada di dalam hati dan pikirannya saat ini namun yang pasti Ferry membutuhkan waktu sebentar untuk berdiam diri di mobilnya.

Setelah cukup berdiam diri di dalam mobil Ferry mulai membuka pintu mobilnya dan ia keluar dengam langkah yang perlahan menuju ke pintu utama rumahnya. Tanpa mengetuk pintu Ferry langsung masuk ke dalam rumah yang kebetulan tidak dikunci oleh Vera.

" Vera ke mana sih ceroboh banget pintu nggak dikunci, bagaimana kalau ada maling yang masuk? " ujar Ferry sembari masuk ke dalam rumahnya lalu ia segera mengunci pintunya.

Ferry yang sedang malas berbicara hanya diam saja sambil tetap melangkah menuju ke kamarnya yang ada di lantai 2 namun saat kakinya baru menapaki beberapa anak tangga ia sudah melihat istrinya yang sedang turun ke bawah.

" Akhirnya kamu pulang juga Mas? " ucap Vera dengan senang lalu ia segera memeluk tubuh suaminya dengan erat.

Ferry yang tiba-tiba di peluk hanya mengerutkan kedua alisnya sembari menatap bingung saat melihat sikap istrinya sangat jauh berbeda dari pada biasanya.

" Mas kok tidak membalas pelukanku sih? Mas masih marah ya? aku minta maaf ya Mas sudah menuduh kamu yang tidak-tidak, bahkan aku sudah menuduh jika kamu ada bermain gila dengan tetangga baru kita itu. " ucap Vera lagi dengan manja sambil menghirup dalam-dalam aroma parfum yang menempel di pakaian suaminya.

Degh...

Mendengar kata bermain gila Ferry langsung tersentak kaget dan ingatannya kembali berputar saat di mana dia bertengkar hebat dengan istrinya dan dia juga ingat jika memang dirinya lah yang mengajak Lita untuk melakukan hal itu dan bukan Lita yang sengaja menjebaknya.

" Astaga aku sudah berdosa sekali dengan Lita karena sudah menuduhnya yang tidak-tidak, dan saat ini dia pasti sangat membenciku karena ternyata akulah yang mengajaknya untuk melakukan hal itu, bukan dia yang sengaja menjebakku. " batin Ferry merutuki kebodohannya setalah ingatannya sudah kembali pulih.

" Aku harus minta maaf dengan Lita dan memperbaiki semuanya. " batin Ferry lalu ia segera melepas pelukan istrinya.

Dengan rasa bersalah Ferry segera memutar tubuhnya dan ingin melangkah maju ke arah luar rumah namun tangannya langsung dicekal oleh istrinya Vera.

" Kamu mau kemana Mas? " tanya Vera yang terkejut karena suaminya tiba-tiba melepaskan pelukannya dan bersiap ingin pergi lagi.

" Bukan urusan kamu Vera, lepasin tanganku. " Ferry menjawab dengan ekspresi wajah yang datar.

" Kamu kenapa sih Mas? Kamu masih marah sama aku? Aku minta maaf dan aku mengaku salah karena sudah terlalu over posesif dengan kamu? " ucap Vera yang kembali meminta maaf pada suaminya.

Ferry yang ingatannya sudah kembali sempurna langsung menyentak tangan Vera karena dirinya benar-benar sudah muak dengan istrinya itu.

" Seribu kali kamu mengatakan maaf padaku, aku sama sekali tidak peduli lagi padamu Vera karena aku sudah benar-benar muak denganmu. " ucap Ferry yang segera keluar dari dalam rumahnya untuk menuju ke rumah Lita.

Sudah tidak Ferry pedulikan lagi Vera yang akan mengikutinya atau tidak, tapi yang pasti untuk saat ini ia harus bisa mendapatkan maaf dari Lita.

" Kamu mau kemana Mas? Jangan pergi, kita mulai lagi semuanya dari awal. " Vera membujuk suaminya tetapi sayang Ferry sama sekali tidak peduli lalu ia tetap melanjutkan langkahnya.

Sampai di luar rumahnya Ferry segera mengambil ponsel miliknya lalu ia mencoba menghubungi nomor ponsel Lita.

Tut..

Tut..

Tut..

" Ayo Lita angkat aku minta maaf. " Ferry bergumam sambil berjalan mondar-mandir menunggu panggilannya di jawab oleh Lita.

Namun sayang hingga 10 kali Ferry menghubungi Lita tetap tidak mau menjawab panggilannya namun Ferry tidak ingin menyerah lalu dia tetap terus dan terus berusaha menghubungi Lita.

.

.

.

Sementara itu...

Di dalam kamarnya, Lita sedang tertawa bahagia saat menatap ponselnya yang terus berdering sambil menunjukkan nama Ferry yang terus muncul di layar ponselnya.

" Ternyata sangat mudah menaklukkan Playboy seperti kamu Ferry, dan sebentar lagi kamu akan jatuh dalam genggamanku. " ucap Lita sembari tersenyum menyeringai.

Lita sengaja tidak langsung menjawab panggilan dari Ferry karena ia masih ingin mempermainkan laki-laki itu. Terhitung sudah 20 kali Ferry menghubungi namun Lita abaikan begitu saj dan ia dengan santainya duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya sambil minum segelas jus jambu biji favoritnya.

" Sepertinya sudah saatnya aku menjawab panggilanmu Mas Ferry. " ucap Lita yang tersenyum sambil menarik salah satu sudut bibirnya ke atas.

" Mau apa lagi kamu menghubungi aku Mas? Belum puas kamu sudah menuduh dan menghinaku di hotel tadi? " sembur Lita dengan suara sedih nan menyayat hati siapa saja yang mendengarnya.

" Lita aku mohon padamu keluarlah sebentar aku ingin bicara? " mohon Ferry.

" Untuk apa Mas? Untuk apa lagi kamu menemui aku bukannya sudah aku katakan anggap saja kita tidak saling mengenal dan kamu jangan khawatir jika aku hamil nanti aku tidak akan meminta pertanggung jawaban dari kamu, sekarang kembalilah pada istrimu. " Lita berbicara sembari berpura-pura menangis sesenggukan.

" Aku mohon Lita kamu keluarlah sebentar aku ingin minta maaf dan menjelaskan semuanya? " pinta Ferry dengan sangat.

" Sudahlah Mas sebaiknya kamu kembali saja ke istrimu, dan lupakan aku. " ujar Lita yang masih ingin jual mahal ke Ferry.

" Tidak Lita, bagaimana mungkin aku bisa melupakan kamu sedangkan aku sudah menitipkan benihku di dalam rahimmu dan bagaimana jika suatu saat nanti kamu hamil anakku? Apa kamu tega memisahkan anak kita dari ayah kandungnya? " ucap Ferry yang terus membujuk Lita agar ia mau keluar dari dalam rumahnya.

" Kan sudah aku katakan Mas jangan memikirkan hal itu karena aku akan menanggung semua konsekuensinya. " tutur Lita yang tidak ingin cepat luluh begitu saja.

" Tolong kamu keluar sekarang Lita atau aku akan mendobrak pintu rumahmu? " ancam Ferry yang hanya ingin sekedar menakut-nakuti Lita saja.

" Kamu jangan gila Mas bagaimana jika nanti Mbak Vera tahu aku tidak ingin mempunyai masalah dengannya? " seru Lita yang berpura-pura ketakutan.

" Maka dari itu ayo kamu keluar sekarang? kita bicara baik-baik dan selesaikan semuanya. " Pinta Ferry yang sangat berharap Lita akan luluh.

" Iya iya aku keluar sekarang. " sahut Lita yang akhirnya setuju untuk keluar dari dalam rumah.

" Ya udah cepetan aku tunggu. " ujar Ferry yang tersenyum senang lalu ia langsung memutuskan sambungan teleponnya.

Setelah itu Lita segera keluar dari dalam kamarnya lalu ia mulai melangkah menuju ke pintu utama rumahnya. Namun saat dirinya baru saja membuka pintu rumah, Ferry langsung memeluk tubuh Lita dengan erat dan dia mencium puncak kepalanya berkali-kali.

Entah kenapa setelah dirinya sudah bisa mengingat peristiwa yang telah ia lewati bersama Lita tadi malam, secara tiba-tiba hal tersebut menimbulkan rasa dan getaran aneh di dalam dadanya dan Ferry tau jika dia sudah mencintai Lita hanya dalam waktu yang sekejap saja.

Terpopuler

Comments

Sugem

Sugem

playboy/Facepalm/

2024-02-29

0

Tri Nurkasiah

Tri Nurkasiah

pak playboy 😏

2024-01-10

0

Ani Ani

Ani Ani

cepat nya cinta

2024-01-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!