Bab 8

Malam harinya...

Setelah menyelesaikan urusannya dengan Leo, Lita segera keluar dari dalam kamar hotel meninggalkan Leo yang masih tertidur pulas di balik selimut hotel yang nyaman. Saat keluar Lita hanya mengenakan dress press body tanpa lengan yang panjangnya hanya satu jengkal dari atas lutut, namun meskipun begitu Lita menggunakan outer agar tubuh bagian atasnya tidak terlalu terekspos. Namun tetap saja meskipun begitu Lita tetap menjadi pusat perhatian baik itu bagi kaum wanita ataupun kaum pria.

" Gila bodynya mantap banget men. " celetuk seorang laki-laki yang berjalan tidak jauh dari Lita.

" Baru kali ini aku ngelihat cewek yang bodynya bikin ngiler. " timpal temannya.

Lita yang mendengar semua itu hanya diam saja dan cenderung tidak peduli karena semenjak Lita memiliki body yang seksi pasti selalu saja ada laki-laki yang mengatakan hal yang sama bahkan tidak sedikit juga dari mereka yang langsung berkata vulgar di depannya, tapi kembali lagi Lita hanya menganggapnya sebagai angin lalu yang tidak terlalu penting.

" Hai Lita. " sapa seorang wanita cantik yang memakai pakaian lebih seksi dari Lita dan dia sedang berjalan berlenggak-lenggok bak model papan atas.

Saat ini Lita sudah berada di area parkiran hotel untuk masuk ke dalam mobilnya.

" Hai Maura. " Lita membalas sapaan Maura dan dia langsung mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil.

" Sibuk banget ya sekarang udah nggak sempat lagi main-main ke tempat mami mentang-mentang udah main tunggal? " ucap Naura saat dirinya sudah berdiri tepat di hadapan Lita.

" Iya sorry, biasa deh jadwal lagi padat padatnya. " jawab Lita sembari tersenyum.

Maura adalah teman satu profesi Lita namun ia masih ikut dengan seseorang yang mereka sebut dengan Mami, sementara Lita sudah mencari pelanggan sendiri atau mereka menyebutnya dengan bermain tunggal.

" Iya deh yang banyak pelanggannya sampai harus po segala, bagi-bagi dong kalau kelebihan job? " ujar Maura sembari mengedipkan sebelah matanya.

" Memangnya kamu mau menggantikan aku? " ujar Lita membuat Maura mengerutkan dahinya.

" Menggantikan gimana maksudnya? kamu mau berhenti dari pekerjaan ini? " tanya Maura yang terkejut.

" Iya bisa dibilang gitu deh. " jawaban yang keluar dari bibir tipis Lita membuat Maura semakin terkejut.

Maura menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan jalan pikiran temannya yang satu ini, di saat ia dan yang lainnya ingin seperti Lita yang mempunyai banyak pelanggan sampai harus PO terlebih dahulu, di sini Lita malah ingin berhenti? Sungguh hal seperti ini di luar nalar seorang Maura.

" Hah serius kamu mau berhenti? jangan bilang kamu mau tobat ya Lita? " seru Maura yang tidak percaya.

" Iya nggak tobat juga sih gimana ya ngejelasinnya susah deh. " tutur Lita yang bingung bagaimana cara menjelaskannya ke Maura.

" Gimana kalau kita cari tempat yang enak untuk ngobrol sekalian makan gitu kan dah lama nih kita nggak quality time berdua. " ajak Maura dan Lita nampak memikirkan ajakan Maura terlebih dahulu.

" Ayo deh jangan kebanyakan mikir. " ucap Maura yang langsung mendorong Lita menuju ke pintu pengemudi sedangkan Maura duduk di sampingnya

Setelah mereka masuk ke dalam mobil Lita segera melajukan nya meninggalkan hotel tersebut menuju ke sebuah resto dan mereka memilih ruangan private agar dapat berbicara lebih leluasa dan juga nyaman tentunya. Setelah masuk ke dalam ruang privat tersebut baik Lita maupun Maura mereka berdua langsung memesan makanan dan minuman sesuai dengan yang mereka inginkan.

" Sekarang coba kamu jelaskan ke aku kenapa kamu mau berhenti dari pekerjaan ini? " tanya Maura yang sudah sangat penasaran.

" Kamu masih ingat nggak alasan yang membuat aku harus terjun ke pekerjaan ini. " Ujar Lita yang melemparkan pertanyaan ke Maura.

" Oh ya aku ingat yang kamu bilang jika kamu ingin membalas dendam kan? " jawab Maura.

" Yes you're right, dan inilah saatnya yang tepat bagiku untuk memulai segalanya. " ujar Lita sembari tersenyum menyeringai.

Sedikit banyaknya Maura tau tentang perjalanan hidup Lita termasuk dengan dendamnya meskipun ia tidak tau lebih dalam.

" Kamu yakin ingin melakukan itu Lita? kenapa tidak kamu ikhlaskan saja sih semuanya, biar yang di atas saja yang membalas mereka. " tutur Maura yang sebenarnya tidak setuju dengan keputusan Lita untuk balas dendam.

" Aku yakin dan sangat-sangat yakin Maura aku sudah mempersiapkan segalanya selama bertahun-tahun jadi aku tidak akan pernah mundur walau sedikit pun, aku tidak akan pernah membiarkan orang yang sudah menghancurkan Ibuku hidup dengan bahagia di luaran sana. " sahut Lita dengan sorot mata yang menyiratkan api dendam yang membara.

" Ya sudah jika memang itu sudah menjadi keputusanmu aku hanya bisa berdoa semoga semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang kamu harapkan. " ucap Maura.

" Terimakasih Maura kamu memang teman terbaikku. " ujar Lita seraya memeluk Maura sebentar.

Walaupun Maura tahu apa yang akan Lita lakukan adalah hal yang sangat beresiko dan dapat merugikan dirinya sendiri tetapi Maura tidak dapat menghalangi ataupun melarang karena jika dia berada di posisi Lita dia pun akan melakukan hal yang sama atau mungkin Maura akan melakukan hal yang lebih kejam dari yang sudah Lita rencanakan.

Setelah menunggu beberapa saat makanan yang mereka pesan diantar oleh seorang pelayan laki-laki, saat pelayan tersebut meletakkan makanan pesanan mereka di atas meja secara diam-diam pelayan itu mencuri-curi pandang ke arah 2 melon kembar milik Lita yang rasanya ingin keluar dari cangkangnya.

" Kalau mau ngeliat ya liat aja kali Mas nggak usah curi-curi pandang begitu. " celetuk Maura membuat pelayan laki-laki tersebut salah tingkah karena ketahuan.

" E- maaf Mbak saya nggak bermaksud kurang ajar. " ucap pelayan tersebut yang langsung menundukkan kepalanya.

" Tidak apa-apa kali mas kalau mau ngelihat ya lihat aja pegang juga boleh. " ujar Maura yang sengaja menggoda pelayan tersebut.

Lita dan Maura mereka tertawa kecil saat melihat ekspresi wajah dari pelayan tersebut yang sangat lucu menurut mereka.

" E-enggak usah Mbak terimakasih. " sahut pelayan itu lagi dengan tangan yang bergetar saat meletakkan sayur capcay pesanan Lita dan untung saja capcay tersebut tidak tumpah ke atas meja.

" Yakin Mas nggak mau pegang? Mas tinggal pilih loh mau pegang punya saya atau mau pegang punya teman saya yang overdosis ini. " ujar Maura yang semakin gencar menggoda pelayan tersebut.

" Be-beneran Mbak gak u-usah, saya permisi. " pamit pelayan itu yang segera keluar dari dalam ruang privat dengan wajah yang pucat.

Setelah pelayan itu pergi Maura dan Lita langsung meledakkan tawanya hingga mereka tertawa terbahak-bahak saat mengingat ekspresi wajahnya sekaligus tangannya yang bergetar hebat seperti itu.

" Hahahaha curi-curi pandang tapi ditawarin malah bergetar. " ucap Maura yang masih belum bisa menghentikan tawanya.

" Kamu ini usil banget sih kasihan tahu Masnya. " sahut Lita tetapi dia juga ikut tertawa.

Itulah mereka jika sudah bertemu pasti suka sekali menggoda laki-laki yang selalu curi-curi pandang ke arah mereka terutama Maura yang paling gencar untuk menggoda.

" Kasihan-kasihan tapi ikut ketawa juga dasar kamu. " ujar Maura sambil memukul pundak Lita.

" Ya gimana aku nggak ketawa ekspresi mukanya itu loh lucu banget mana mukanya langsung pucat lagi. " Tutur Lita dan Maura pun semakin tertawa juga

" Bener-bener baru kali ini aku ngelihat ada laki-laki yang kayak gitu? biasanya ya laki-laki yang sering kita temuin pantang ditawarin dikit pasti langsung disambar tapi ini kok malah bergetar? " timpal Maura lagi.

" Udah ah jangan ketawa mulu ayo kita makan aku jadi makin laper. " ajak Lita yang mulai menyantap makanan yang ada di hadapannya.

Sore itu mereka makan sambil di selingi obrolan ringan hingga tidak terasa sudah saatnya mereka berpisah, sebelum kembali ke tujuannya masing-masing mereka saling berpelukan untuk yang terakhir kalinya.

Terpopuler

Comments

anisa

anisa

hahaha athornya mendukung wanita pelacur hahahahaha hahahahah hahaha

2024-02-10

1

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

joosss tenan lanjutkan

2024-01-15

0

Ani Ani

Ani Ani

beruasa Hingham berjaya

2024-01-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!