Bab 4 Cinta Pandangan Pertama Naga

Hasya menghampiri mobil Bosnya dengan wajah yang penuh senyum. Dia merasa Bosnya sedang dalam keberuntungan. Sebab gadis yang dia cari, rumahnya rupanya tidak jauh dari sana.

Wanita yang tadi ditanyainya bilang bahwa dia mengenal gadis yang bernama Zila Arzilla. Bahkan rumahnya berada dekat di samping rumahnya.

Hasya masuk dan segera memberikan informasi yang didapatnya tadi.

"Bagaimana Sya?" Naga sudah tidak sabar mendapatkan informasi dari Hasya, tangan kanannya.

"Sabar dulu Bos. Saya akan menyampaikan informasi dari wanita tadi. Menurutnya gadis yang bernama Zila Arzilla tinggal di rumah yang menghadap ke jalan itu, yang halamannya agak luas serta catnya berwarna merah jambu. Dia tinggal bersama Pamannya yang bernama Kang Kobar," tutur Hasya menyampaikan apa yang dikatakan wanita tadi sejelas-jelasnya, seraya menunjuk salah satu rumah bercat merah jambu menghadap ke jalan.

Naga menoleh mengikuti telunjuk Hasya, dalam hati dia gembira sebab gadis yang dicarinya ternyata rumahnya sangat dekat.

"Bagaimana Bos, apakah Bos akan menemuinya sekarang atau lain kali saja? Atau kita pulang dulu ke villa, hari sudah mulai larut malam," ujar Hasya memberikan pilihan.

"Tidak, Sya. Aku akan menghampirinya sekarang. Aku tidak mau menunda lagi," tukas Naga bersemangat.

Naga membuka pintu mobil lalu keluar seraya membawa topi bunga milik gadis muda tadi.

"Kalian tunggu di sini, atau jika kalian mau ngopi, turunlah dan ngopi di warung itu," ujar Naga menunjuk warung yang masih buka milik wanita yang sempat ditanyai Hasya tadi.

Naga berjalan menuju halaman rumah gadis si pemilik topi bunga tadi. Memasuki halaman rumah dan menuju teras rumahnya. Sejenak ada ragu dalam dada Naga, sehingga dia untuk beberapa saat berdiri terpaku.

Setelah merasa tenang, Naga akhirnya memberanikan diri mengetuk pintu rumah gadis pemilik topi bunga itu.

"Permisi," ujarnya mengucap salam khas orang kota. Naga masih berdiri menunggu pemilik rumah membuka pintu.

Sementara di samping rumah Zila, wanita yang tadi sempat ditanyai Hasya, mendongak ke arah rumah Zila saat suara seseorang terdengar bertamu ke rumah tetangganya itu.

"Siapa yang bertamu ke rumah Kang Kobar, apakah si penagih hutang lagi?" bisiknya bertanya-tanya seraya mendongak ingin tahu mengamati siapa yang mendatangi rumah Kobar. Wanita itu merasa was-was, sebab Zila kini sendiri di rumah, setelah tadi dia melihat Zila pulang lebih awal dari kafe dengan alasan demam.

"Rupanya bukan si penagih hutang, tapi lelaki muda dan tampan, sepertinya dia orang kaya. Jangan-jangan ini adalah lelaki kaya incaran Zila yang akan dia jerat ke dalam pernikahan, kemudian setelah menikah uangnya akan diporoti Zila untuk membayar hutang Kang Kobar pada Juragan Desta," duga wanita itu penasaran.

"Bu, maaf. Apakah kopinya masih ada?" Wanita itu sontak terkejut saat sebuah suara mengagetkannya saat dia mendongak ke arah rumah Zila.

"Ohhhh. Ma~masih, Mas. Banyak malah. Ada kopi latte, mocca, cappu, lokal juga ada. Bahkan kopi lokalnya sudah diekspor ke mancanegara," ujarnya sedikit gugup sebab merasa dikagetkan oleh Hasya.

"Yang lokal apa, Bu, sampai diekspor ke mancanegara?" tanya Hasya penasaran.

"Kopi musang, Mas. Apakah Mas mau mencoba kopi musang?" tanya wanita itu sembari menatap Hasya dalam. Sepertinya dia merasa kenal, sebab tadi sempat bertanya tentang Zila.

"Mas yang lebih muda dari Mas ini, mau pesan kopi yang sama atau kopi western?" tanya wanita pemilik warung, membuat Hasya geleng-geleng kepala. Sebab wanita yang menurutnya masih terlihat cantik walau sudah berumur itu, tahu dan bisa mengenali dirinya lebih tua dari Nagi.

"Saya kopi hitam lokal, ya,Bu," jawabnya sembari asik melihat Hp.

"Baik, tunggu sebentar, ya," ujarnya seraya membalikkan badan menyeduh kopi pesanan Hasya dan Nagi, dari air panas termos yang sudah ada di sana.

"Silahkan, ini kopi musangnya satu, dan ini kopi hitam lokalnya satu," sodor wanita pemilik warung sopan, setelah beberapa saat diseduh.

Nagi dan Hasya meraih cangkir kopi yang masih panas dan meneguknya sedikit untuk menghilangkan rasa dinginnya angin malam.

"Ngomong-ngomong Mas yang tampan ini yang tadi sempat bertanya tentang Neng Zila pada saya, kalau boleh tahu Mas siapanya Neng Zila? Sebab selama ini dia belum pernah kelihatan punya seorang teman lelaki ataupun ada teman lelaki setampan ini?" tanya wanita pemilik warung itu penasaran.

"Kami bukan siapa-siapa, Bu. Kami hanya sempat bertemu tadi di jalan, saat gadis itu terduduk di aspal karena diganggu preman jalanan, katanya. Lalu Bos kami mendapati topi gadis itu ketinggalan di aspal, kemudian Bos kami ingin mengantarkannya langsung pada pemiliknya," ujarnya jujur.

"Ohhhh, begitu."

"Kalau boleh tahu, Ibu kenal dengan gadis itu seberapa dekat?" Tiba-tiba Nagi memberikan sebuah pertanyaan pada wanita pemilik warung itu, sepertinya Nagi penasaran dengan gadis muda bernama Zila yang kelihatannya masih lebih muda dibawahnya. Pertanyaan Nagi ini sama dirasakan oleh Hasya. Oleh karena itu Hasya merasa terwakilkan dengan pertanyaan dari adik sepupu Bosnya itu.

"Kenal dekat Mas. Neng Zila gadis baik, tapi sudah yatim piatu sejak usia dua tahun, dua puluh tahun yang lalu. Sejak Ayah dan Ibunya meninggal karena keracunan umbi gadung, Neng Zila dititipkan dan diurus oleh Pamannya sendiri, yaitu Kakak dari Ibunya, sampai sekarang," jawab wanita pemilik warung.

Hasya dan Nagi saling lempar pandang, merasa beruntung bisa mengorek pertanyaan dari wanita pemilik warung. Sebab sekali bertanya, dua jawaban bahkan lebih bisa mereka dapat. Itu berkat kecablakan wanita si pemilik warung itu.

"Ohh, begitu, ya, Bu. Lantas dari mana gadis tadi malam-malam begini sendirian?" Hasya masih penasaran.

"Ohhhh, Neng Zila habis pulang dari kafe. Dia kan kerja di kafe milik Pamannya," jawab wanita pemilik warung itu cukup jelas. Nagi dan Hasya kembali saling tatap. Ada yang sedikit mengganjal dari jawaban wanita pemilik warung tadi, tentang Zila yang pulang malam karena kerja dari kafe.

"Apakah gadis muda itu tidak takut jika pulang malam sendirian?" Kembali Nagi bertanya, sebab dia merasa tidak rela jika Kakak sepupunya, Naga harus jatuh ke dalam pelukan perempuan kafe yang suka keluyuran malam-malam di jalan.

"Neng Zila sudah biasa pulang malam dari kafe. Jarak kafe ke rumah saja hanya 500 meter, jadi dia sudah biasa melewati jalanan sini," jelas wanita pemilik warung itu jujur.

Hasya dan Nagi tidak menyahut lagi selain diam mencerna omongan wanita pemilik warung itu.

Sementara Naga sudah cemas dan tidak sabar menunggu pintu dibuka tuan rumah.

"Wa'alaikumsalam," sahut Zila sembari membuka pintu lebar-lebar. Gadis muda yang nampak polos tanpa riasan itu, sontak terkejut melihat siapa yang datang bertamu ke rumahnya.

Naga sedikit tersipu malu, sebab gadis muda itu membalas salam khas kotanya dengan jawaban yang berbeda, padahal Naga juga bisa mengucapkan 'assalamualaikum' seperti orang-orang kebanyakan.

Naga menatap dalam ke arah gadis muda itu, wajah tanpa polesan make up itu nampak cantik alami dan polos. Hatinya seketika berdesir merasakan rasa cinta yang pernah padam, tapi kini menyala kembali setelah melihat Zila pada pandangan pertama. Namun di sebalik itu ada yang membuat Naga sedikit heran, bawah mata gadis muda itu terlihat pucat. Naga berpikir, mungkinkah gadis muda di hadapannya sedang sakit?

"Benarkah ini dengan rumahnya Nona Zila?" Naga memberi pertanyaan lebih dulu sebelum Zila memberikan pertanyaan.

"Uhuk, uhuk, uhuk." Zila terbatuk sebelum dia memberikan jawaban. Tenggorokannya yang sakit dan gatal tiba-tiba memaksanya batuk. Zila memang benar-benar sakit, badannya saja demam dan meriang.

"Apakah Nona sedang sakit?" Naga terlihat khawatir melihat Zila pucat pasi. Zila menggeleng, sebenarnya hatinya senang sebab lelaki tampan yang wangi yang tadi sempat bertatap mata dengannya di jalan, kini malah ada di hadapannya.

"Iya, betul saya Zila. Memangnya ada apa Kakak mencari saya?" tanya Zila seraya matanya menatap topi yang dipegang di tangan lelaki dewasa yang tampan itu.

"Saya hanya ingin mengembalikan topi milik Anda. Bukankah ini topi Anda yang tertinggal di aspal saat Anda terduduk karena diganggu preman?"

Zila baru ingat bahwa topinya ternyata tertinggal saat terduduk di aspal tadi.

"Betul, itu topi milik saya. Terimakasih Kakak mau mengembalikannya pada saya secara langsung," akunya seraya meraih topi itu dari tangan Naga.

Saat Zila meraih topi itu, tidak sengaja tangannya meraih tangan Naga. Tidak diduga, Naga malah memegang erat jemari Zila sehingga Zila tidak bisa melepaskannya langsung.

Hawa panas langsung mengalir melalui tangan Naga. Naga menduga gadis muda di depannya sedang sakit.

"Apakah kamu sedang sakit?" Zila mengangguk, lalu tiba-tiba tubuhnya ambruk dan terjatuh ke dalam pangkuan Naga yang sudah siap menyangganya.

Terpopuler

Comments

Syarifuddin Arief

Syarifuddin Arief

awas ga tahunya itu bukan zila melainkan zilu🤭

2023-10-21

1

Noviyanti

Noviyanti

wah naga mulai terpesona kan tuh, ditambah zila jatuh ke pelukanmu. dag dig dug serr kan hihi

2023-10-02

1

Sena judifa

Sena judifa

cie...cie naga....muara cinta kita hadir

2023-09-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Ditagih Rentenir
2 Bab 2 Bertemu Lelaki dari Kota
3 Bab 3 Gadis Bertopi Bunga
4 Bab 4 Cinta Pandangan Pertama Naga
5 Bab 5 Rencana Yang Tidak Terduga
6 Bab 6 Rencana Naga
7 Bab 7 Bukti Mencengangkan
8 Bab 8 Pernikahan
9 Bab 9 Tinggal Bersama Mama Mertua
10 Bab 10 Sikap Ibu Mertua dan Hinaan Pertama
11 Bab 11 Aturan Baru
12 Bab 12 Tragedi Pagi Hari
13 Bab 13 Mencari Tahu Tentang Zila
14 Bab 14 Ulah Sila
15 Bab 15 Hampir Merenggut Nyawa
16 Bab 16 Fitnah Yang Kejam
17 Bab 17 Pura-pura Hamil
18 Bab 18 Terenggut
19 Bab 19 Permintaan Satu Kamar
20 Bab 20 Ke Rumah Kobar
21 Bab 21 Sertifikat Tanah Keluarga Zila
22 Bab 22 Rumah Mewah Di Kampung Itu
23 Bab 23 Romansa di Villa
24 Bab 24 Kesedihan Zila
25 Bab 25 Perjuangan Paman Kobar
26 Bab 26 Musibah Kobar
27 Bab 27 Siapa Haidar?
28 Bab 28 Introgasi Ibu Mertua
29 Bab 29 Hinaan Lagi dari Adik Ipar dan Mertua
30 Bab 30
31 Bab 31 Perjalanan Zila ke Rumah Kobar
32 Bab 32 Hampir Celaka
33 Bab 33 Kobar yang Bingung
34 Bab 34 Pertolongan Naga
35 Promosiin punya Teman
36 Bab 35 Siapa Pemilik Sertifikat Sebenarnya?
37 Bab 36 Mencari Tahu Milik Siapa Sertifikat Itu Sebenarnya?
38 Bab 37 Kembali ke Bandung dan Asinan
39 Bab 38 Bertemu Cinta Monyet Masa Lalu
40 Bab 39 Kekecawaan Rafa
41 Bab 40 Hilda Menduga Zila Hamil Pura-Pura
42 Bab 41 Mentraktir Belanja di Mall
43 Bab 42 Memaksa Jodoh Kobar dan Zuli
44 Bab 43 kecurigaan Hilda
45 Bab 44 Kehamilan Zila
46 Bab 45 Sedikit Melunak
47 Bab 46 Perdebatan Zila dan Hilda
48 Bab 47 Ulah Hilda
49 Bab 48 Perdebatan Antara Naga dan Zila
50 Bab 49 Membujuk Zila
51 Bab 50 Terbongkar Fakta Sebenarnya
52 Bab 51 Perhatian Bu Hilsa
53 Bab 52 Terungkap Siapa Pemilik Sertifikat yang Sebenarnya
54 Bab 53 Penjarakan Dia!
55 Bab 54 Haidar Bertekuk Lutut
56 Bab 55 Penjahatnya Satu Per Satu Ditangakap
57 Bab 56 Musim 2 Kembali ke Bandung
58 Bab 57 Musim 2 Adegan Mesra di Kamar Nagi
59 Bab 58 Musim 2 Mencintai Adik Sepupu
60 Bab 59 Musim 2 Rencana Pindah Yang Ditunda
61 Bab 60 Musim 2 Panggil Aku Kakak
62 Bab 61 Musim 2 Obsesi Hilda
63 Bab 62 Musim 2 Kerjasama dengan Kappa Food
64 Bab 63 Musim 2 Memutuskan Kerjasama
65 Bab 64 Musim 2 Dila yang Berulah
66 Bab 65 Musim 2 Jebakan Dila
67 Bab 66 Musim 2 Tutor Cinta Dadakan Untuk Hilda
68 Bab 67 Musim 2 Kedatangan Rafa
69 Bab 68 Musim 2 Naga Pulang
70 Bab 69 Musim 2 Bukti CCTV
71 Bab 70 Musim 2 Persyaratan Nagi
72 Bab 71 Musim 2 Pindah Rumah
73 Bab 72 Musim 2 Bertemu Diara
74 Bab 73 Musim 2 Membujuk Hilda
75 Bab 74 Kedatangan Dila ke Bandung
76 Bab 75 Musim 2 Siasat Naga
77 Bab 76 Musim 2 Utusan Masagi Food
78 Bab77 Musim 2 Mila yang Kecewa
79 Bab 78 Musim 2 Lebih dari Sugar Baby
80 Bab 79 Musim 2 Hampir Saja
81 Bab 80 Musim 2 Permintaan Nagi
82 Bab 81 Musim 2 Kembali ke Jakarta
83 Bab 82 Musim 2 Insiden yang Tidak Terduga
84 Bab 83 Musim 2 Keguguran dan Kekecewaan Naga
85 Bab 84 Musim 2 Sedikit Kisah Nagi dan Diara
86 Bab 85 Musim 2 Kembali ke Rumah Mertua
87 Bab 86 Musim 2 Perubahan Sikap Naga
88 Bab 87 Musim 2 Kedatangan Sila
89 Bab 88 Musim 2 Kesedihan Zila
90 Bab 89 Musim 2 Kepergian Zila
91 Bab 90 Musim 2 Jiarah ke Makam Orang Tua Zila
92 Bab 91 Musim 2 Rupanya Mimpi
93 Bab 92 Musim 2 Siasat Zila
94 Bab 93 Musim 2 Surprise
95 Bab 94 Musim 2 Zila sang PELARI (Perebut Laki Sendiri)
96 Bab 95 Musim 2 Zila Sang PELARI Handal
97 Bab 96 Musim 2 Rahasia yang Diketahui Naga
98 Bab 97 Musim 2 Hilda yang Menolak Dijodohkan
99 Bab 98 Musim 2 Kejujuran dan Ketakutan Hilda
100 Bab 99 Musim 2 Kekhawatiran Pak Hasri
101 Bab 100 Musim 2
102 Suami Dingin Tapi Perhatian
103 Bab 101 Musim 2
104 Bab 102 Musim 2 Nagi yang Akan Pergi
105 Bab 103 Musim 2 Hilda Ngamuk
106 Bab 104 Musim 2 Nagi Menghilang
107 Bab 105 Musim 2 Zila Mengarang Bebas
108 Bab 106 Musim 2 Pindah Apartemen
109 Bab 107 Musim 2 Mood Booster Bagi Naga
110 Bab 108 Musim 2 Mila Lagi
111 Bab 109 Musim 2 Mood yang Kembali Buruk
112 Bab 110 Musim 2 Ulah Mila
113 Bab 111 Musim 2 Mila Yang Akan Dipecat
114 Bab112 Musim 2 Launching Pabrik dan Sepenggal Kisah Nagi
115 Bab 113 musim 2 Nagi Pamit
116 Bab 114 Musim 2 Peristiwa Kelam Di Balik Kehadiran Nagi
117 Bab 115 Musim 2 Nagi yang Malang
118 Bab 116 Muaim 2 Sebuah Teror
119 Bab 117 Musim 2 Private Number
120 Bab 118 Musim 2 Di Bai Private Number
121 Bab 119 Musim 2 Tuhan Saja Merestui
122 Bab 120 Musim 2 Memutuskan Tidak Kerja Sama
123 Bab 121 Musim 2 Garis Dua
124 Bab 122 Musim 2 Kado Buat Naga
125 Bab 123 Musim 2 Kado Kecil yang Tersisih
126 Bab 124 Musim 2 Tangisan Zilla
127 Bab 125 Musim 2 Permintaan Mertua yang Ditolak
128 Bab 126 Musim 2 Bertemu Sila di Rumah Sakit
129 Bab 127 Musim 2 Trah Regana
130 Bab 128 Musim 2 Hilda yang Sedih
131 Bab 129 Musim 2 Syukuran Empat Bulanan
132 Bab 130 Musim 2 Pertemuan Tidak Terduga Hilda dan Diara
133 Bab 131 Musim 2 Rasa Terima Kasih
134 Bab 132 Musim 2 Kode Alam
135 Bab 133 Musim 2 Kabar Untuk Hilda
136 Bab 134 Musim 2 Bukti Rekaman Nagi
137 Bab 135 Musim 2 Zizi, Kamu Bahagia?
138 Bab 136 Musim 2 Ngidam
139 Bab 137 Musim 2 Manuver Perang
140 Bab 138 Musim 2 Hilda Kena Tilang
141 Bab 139 Musim 2 Launching Samarasakita
142 Bab 140 Musim 2 Kecewanya Para Mantan
143 Bab 141 Musim 2 Kesedihan Nagi dan Kapassindo NagiMedani
144 Bab 142 Musim 2 Menantikan Kelahiran
145 Bab 143 Musim 2 Melahirkan
146 Bab 144 Musim 2 Baby Syakala Regana Cucu Pertama Oma
147 Bab 145 Musim 2 Sang Pewaris
148 bab 146 Musim 3 Hilda dan Perubahannya
149 Bab 147 Musim 3 Nagi dan Hilda # Hilda yang Bimbang
150 Bab 148 Musim 3 Nagi dan Hilda # Sebuah Kado Misteri
151 Bab 149 Musim 3 Nagi dan Hilda #Seperti Cincin Pengikat
152 Bab 150 Musim 3 Nagi dan Hilda #Ulang Tahun Baby Syakala
153 Mengejar Cinta Mantan Kekasih
154 Bab 152 Musim 3 Nagi dan Hilda # Obrolan antara Hilda dan Hadi
155 Musim 3 Nagi dan Hilda
156 Musim 3 Nagi dan Hilda #Rencana Perjodohan yang Gagal
157 Bab 3 Musim 3 Nagi dan Hilda #Panggilan Private Number
158 Musim 3 Nagi dan Hilda # Hilda yang Kecewa
159 Musim 3 Nagi dan Hilda #Tekad Nagi
160 Musim 3 Nagi dan Hilda # Kelulusan Hilda
161 Musim 3 Nagi dan Hilda #Rencana Nagi
162 Musim 3 Nagi dan Hilda #Mengejar Cinta Hilda
163 Musim 3 Nagi dan Hilda #Perjumpaan dengan Nagi
164 Musim 3 Nagi dan Hilda #Kekesalan Hilda
165 Musim 3 Nagi dan Hilda #Cerita Nagi 1
166 Musim 3 Nagi dan Hilda #Cerita Nagi 2 #Maukah Kamu Jadi Istriku?
167 Musim 3 Nagi dan Hilda # Hilda Kembali ke Rencana Awal.
168 Musim 3 Nagi dan Hilda
169 Diam-Diam Mencintai Mantan Suami
170 Terpaksa Bertahan Denganmu
171 Musim 3 Nagi dan Hilda #Kedatangan Nagi ke Kediaman Papa Hasri
172 Musim 3 Nagi dan Hilda
173 Musim 3 Nagi dan Hilda #Wawancara Perasaan
174 Musim 3 Nagi dan Hilda #Perjuangan Nagi
175 Musim 3 Nagi dan Hilda #Siasat Hilda Kecewa Nagi
176 Musim 3 Nagi dan Hilda #Hilda Mengikuti Nagi
177 Musim 3 Nagi dan Hilda #Siapa Nagi Sebenarnya
178 Musim 3 Nagi dan Hilda # Ciuman Sebelum Tidur
179 Musim 3 Nagi dan Hilda #Tamparan Keras Nagi dan Hilda
180 Musim 3 Nagi dan Hilda #Tragedi di Malam Pengantin 1
181 Musim 3 Nagi dan Hilda #Tragedi di Malam Pengantin 2
182 Musim 3 Nagi dan Hilda # Nagi yang Histeris
183 Musim 3 Nagi dan Hilda #Nagi Kembali ke Bandung
184 Musim 3 Nagi dan Hilda #Hasil Tes DNA
185 Musim 3 Nagi dan Hilda #Nagi Pergi dan Cara Hilda
186 Musim 3 Nagi dan Hilda #Calon Pengantin yang Nakal
187 Musim 3 Nagi dan Hilda #Pernikaahan
188 Musim 3 Nagi dan Hilda #Permulaan yang Menyakitkan dan Sulit
189 Musim 3 Nagi dan Hilda #Ketegangan Hilda
190 Musim 3 Nagi dan Hilda #Hilda Diculik
191 Musim 3 Nagi dan Hilda #Penari Penculik
192 Musim 3 Nagi dan Hilda #Bukannya Tidur Tapi Disiksa
193 Musim 3 Nagi dan Hilda #Handi Ingin Kembali
194 Musim 3 Nagi dan Hilda #Permohonan Handi
195 Musim 3 Nagi dan Hilda #Restu Nagi
196 Musim 3 Nagi dan Hilda #Rencana Hilda
197 Musim 3 Nagi dan Hilda #Kamera CCTV di Dalam Ruangan Nagi
198 Musim 3 Nagi dan Hilda #Akhir Yang Bahagia (end)
Episodes

Updated 198 Episodes

1
Bab 1 Ditagih Rentenir
2
Bab 2 Bertemu Lelaki dari Kota
3
Bab 3 Gadis Bertopi Bunga
4
Bab 4 Cinta Pandangan Pertama Naga
5
Bab 5 Rencana Yang Tidak Terduga
6
Bab 6 Rencana Naga
7
Bab 7 Bukti Mencengangkan
8
Bab 8 Pernikahan
9
Bab 9 Tinggal Bersama Mama Mertua
10
Bab 10 Sikap Ibu Mertua dan Hinaan Pertama
11
Bab 11 Aturan Baru
12
Bab 12 Tragedi Pagi Hari
13
Bab 13 Mencari Tahu Tentang Zila
14
Bab 14 Ulah Sila
15
Bab 15 Hampir Merenggut Nyawa
16
Bab 16 Fitnah Yang Kejam
17
Bab 17 Pura-pura Hamil
18
Bab 18 Terenggut
19
Bab 19 Permintaan Satu Kamar
20
Bab 20 Ke Rumah Kobar
21
Bab 21 Sertifikat Tanah Keluarga Zila
22
Bab 22 Rumah Mewah Di Kampung Itu
23
Bab 23 Romansa di Villa
24
Bab 24 Kesedihan Zila
25
Bab 25 Perjuangan Paman Kobar
26
Bab 26 Musibah Kobar
27
Bab 27 Siapa Haidar?
28
Bab 28 Introgasi Ibu Mertua
29
Bab 29 Hinaan Lagi dari Adik Ipar dan Mertua
30
Bab 30
31
Bab 31 Perjalanan Zila ke Rumah Kobar
32
Bab 32 Hampir Celaka
33
Bab 33 Kobar yang Bingung
34
Bab 34 Pertolongan Naga
35
Promosiin punya Teman
36
Bab 35 Siapa Pemilik Sertifikat Sebenarnya?
37
Bab 36 Mencari Tahu Milik Siapa Sertifikat Itu Sebenarnya?
38
Bab 37 Kembali ke Bandung dan Asinan
39
Bab 38 Bertemu Cinta Monyet Masa Lalu
40
Bab 39 Kekecawaan Rafa
41
Bab 40 Hilda Menduga Zila Hamil Pura-Pura
42
Bab 41 Mentraktir Belanja di Mall
43
Bab 42 Memaksa Jodoh Kobar dan Zuli
44
Bab 43 kecurigaan Hilda
45
Bab 44 Kehamilan Zila
46
Bab 45 Sedikit Melunak
47
Bab 46 Perdebatan Zila dan Hilda
48
Bab 47 Ulah Hilda
49
Bab 48 Perdebatan Antara Naga dan Zila
50
Bab 49 Membujuk Zila
51
Bab 50 Terbongkar Fakta Sebenarnya
52
Bab 51 Perhatian Bu Hilsa
53
Bab 52 Terungkap Siapa Pemilik Sertifikat yang Sebenarnya
54
Bab 53 Penjarakan Dia!
55
Bab 54 Haidar Bertekuk Lutut
56
Bab 55 Penjahatnya Satu Per Satu Ditangakap
57
Bab 56 Musim 2 Kembali ke Bandung
58
Bab 57 Musim 2 Adegan Mesra di Kamar Nagi
59
Bab 58 Musim 2 Mencintai Adik Sepupu
60
Bab 59 Musim 2 Rencana Pindah Yang Ditunda
61
Bab 60 Musim 2 Panggil Aku Kakak
62
Bab 61 Musim 2 Obsesi Hilda
63
Bab 62 Musim 2 Kerjasama dengan Kappa Food
64
Bab 63 Musim 2 Memutuskan Kerjasama
65
Bab 64 Musim 2 Dila yang Berulah
66
Bab 65 Musim 2 Jebakan Dila
67
Bab 66 Musim 2 Tutor Cinta Dadakan Untuk Hilda
68
Bab 67 Musim 2 Kedatangan Rafa
69
Bab 68 Musim 2 Naga Pulang
70
Bab 69 Musim 2 Bukti CCTV
71
Bab 70 Musim 2 Persyaratan Nagi
72
Bab 71 Musim 2 Pindah Rumah
73
Bab 72 Musim 2 Bertemu Diara
74
Bab 73 Musim 2 Membujuk Hilda
75
Bab 74 Kedatangan Dila ke Bandung
76
Bab 75 Musim 2 Siasat Naga
77
Bab 76 Musim 2 Utusan Masagi Food
78
Bab77 Musim 2 Mila yang Kecewa
79
Bab 78 Musim 2 Lebih dari Sugar Baby
80
Bab 79 Musim 2 Hampir Saja
81
Bab 80 Musim 2 Permintaan Nagi
82
Bab 81 Musim 2 Kembali ke Jakarta
83
Bab 82 Musim 2 Insiden yang Tidak Terduga
84
Bab 83 Musim 2 Keguguran dan Kekecewaan Naga
85
Bab 84 Musim 2 Sedikit Kisah Nagi dan Diara
86
Bab 85 Musim 2 Kembali ke Rumah Mertua
87
Bab 86 Musim 2 Perubahan Sikap Naga
88
Bab 87 Musim 2 Kedatangan Sila
89
Bab 88 Musim 2 Kesedihan Zila
90
Bab 89 Musim 2 Kepergian Zila
91
Bab 90 Musim 2 Jiarah ke Makam Orang Tua Zila
92
Bab 91 Musim 2 Rupanya Mimpi
93
Bab 92 Musim 2 Siasat Zila
94
Bab 93 Musim 2 Surprise
95
Bab 94 Musim 2 Zila sang PELARI (Perebut Laki Sendiri)
96
Bab 95 Musim 2 Zila Sang PELARI Handal
97
Bab 96 Musim 2 Rahasia yang Diketahui Naga
98
Bab 97 Musim 2 Hilda yang Menolak Dijodohkan
99
Bab 98 Musim 2 Kejujuran dan Ketakutan Hilda
100
Bab 99 Musim 2 Kekhawatiran Pak Hasri
101
Bab 100 Musim 2
102
Suami Dingin Tapi Perhatian
103
Bab 101 Musim 2
104
Bab 102 Musim 2 Nagi yang Akan Pergi
105
Bab 103 Musim 2 Hilda Ngamuk
106
Bab 104 Musim 2 Nagi Menghilang
107
Bab 105 Musim 2 Zila Mengarang Bebas
108
Bab 106 Musim 2 Pindah Apartemen
109
Bab 107 Musim 2 Mood Booster Bagi Naga
110
Bab 108 Musim 2 Mila Lagi
111
Bab 109 Musim 2 Mood yang Kembali Buruk
112
Bab 110 Musim 2 Ulah Mila
113
Bab 111 Musim 2 Mila Yang Akan Dipecat
114
Bab112 Musim 2 Launching Pabrik dan Sepenggal Kisah Nagi
115
Bab 113 musim 2 Nagi Pamit
116
Bab 114 Musim 2 Peristiwa Kelam Di Balik Kehadiran Nagi
117
Bab 115 Musim 2 Nagi yang Malang
118
Bab 116 Muaim 2 Sebuah Teror
119
Bab 117 Musim 2 Private Number
120
Bab 118 Musim 2 Di Bai Private Number
121
Bab 119 Musim 2 Tuhan Saja Merestui
122
Bab 120 Musim 2 Memutuskan Tidak Kerja Sama
123
Bab 121 Musim 2 Garis Dua
124
Bab 122 Musim 2 Kado Buat Naga
125
Bab 123 Musim 2 Kado Kecil yang Tersisih
126
Bab 124 Musim 2 Tangisan Zilla
127
Bab 125 Musim 2 Permintaan Mertua yang Ditolak
128
Bab 126 Musim 2 Bertemu Sila di Rumah Sakit
129
Bab 127 Musim 2 Trah Regana
130
Bab 128 Musim 2 Hilda yang Sedih
131
Bab 129 Musim 2 Syukuran Empat Bulanan
132
Bab 130 Musim 2 Pertemuan Tidak Terduga Hilda dan Diara
133
Bab 131 Musim 2 Rasa Terima Kasih
134
Bab 132 Musim 2 Kode Alam
135
Bab 133 Musim 2 Kabar Untuk Hilda
136
Bab 134 Musim 2 Bukti Rekaman Nagi
137
Bab 135 Musim 2 Zizi, Kamu Bahagia?
138
Bab 136 Musim 2 Ngidam
139
Bab 137 Musim 2 Manuver Perang
140
Bab 138 Musim 2 Hilda Kena Tilang
141
Bab 139 Musim 2 Launching Samarasakita
142
Bab 140 Musim 2 Kecewanya Para Mantan
143
Bab 141 Musim 2 Kesedihan Nagi dan Kapassindo NagiMedani
144
Bab 142 Musim 2 Menantikan Kelahiran
145
Bab 143 Musim 2 Melahirkan
146
Bab 144 Musim 2 Baby Syakala Regana Cucu Pertama Oma
147
Bab 145 Musim 2 Sang Pewaris
148
bab 146 Musim 3 Hilda dan Perubahannya
149
Bab 147 Musim 3 Nagi dan Hilda # Hilda yang Bimbang
150
Bab 148 Musim 3 Nagi dan Hilda # Sebuah Kado Misteri
151
Bab 149 Musim 3 Nagi dan Hilda #Seperti Cincin Pengikat
152
Bab 150 Musim 3 Nagi dan Hilda #Ulang Tahun Baby Syakala
153
Mengejar Cinta Mantan Kekasih
154
Bab 152 Musim 3 Nagi dan Hilda # Obrolan antara Hilda dan Hadi
155
Musim 3 Nagi dan Hilda
156
Musim 3 Nagi dan Hilda #Rencana Perjodohan yang Gagal
157
Bab 3 Musim 3 Nagi dan Hilda #Panggilan Private Number
158
Musim 3 Nagi dan Hilda # Hilda yang Kecewa
159
Musim 3 Nagi dan Hilda #Tekad Nagi
160
Musim 3 Nagi dan Hilda # Kelulusan Hilda
161
Musim 3 Nagi dan Hilda #Rencana Nagi
162
Musim 3 Nagi dan Hilda #Mengejar Cinta Hilda
163
Musim 3 Nagi dan Hilda #Perjumpaan dengan Nagi
164
Musim 3 Nagi dan Hilda #Kekesalan Hilda
165
Musim 3 Nagi dan Hilda #Cerita Nagi 1
166
Musim 3 Nagi dan Hilda #Cerita Nagi 2 #Maukah Kamu Jadi Istriku?
167
Musim 3 Nagi dan Hilda # Hilda Kembali ke Rencana Awal.
168
Musim 3 Nagi dan Hilda
169
Diam-Diam Mencintai Mantan Suami
170
Terpaksa Bertahan Denganmu
171
Musim 3 Nagi dan Hilda #Kedatangan Nagi ke Kediaman Papa Hasri
172
Musim 3 Nagi dan Hilda
173
Musim 3 Nagi dan Hilda #Wawancara Perasaan
174
Musim 3 Nagi dan Hilda #Perjuangan Nagi
175
Musim 3 Nagi dan Hilda #Siasat Hilda Kecewa Nagi
176
Musim 3 Nagi dan Hilda #Hilda Mengikuti Nagi
177
Musim 3 Nagi dan Hilda #Siapa Nagi Sebenarnya
178
Musim 3 Nagi dan Hilda # Ciuman Sebelum Tidur
179
Musim 3 Nagi dan Hilda #Tamparan Keras Nagi dan Hilda
180
Musim 3 Nagi dan Hilda #Tragedi di Malam Pengantin 1
181
Musim 3 Nagi dan Hilda #Tragedi di Malam Pengantin 2
182
Musim 3 Nagi dan Hilda # Nagi yang Histeris
183
Musim 3 Nagi dan Hilda #Nagi Kembali ke Bandung
184
Musim 3 Nagi dan Hilda #Hasil Tes DNA
185
Musim 3 Nagi dan Hilda #Nagi Pergi dan Cara Hilda
186
Musim 3 Nagi dan Hilda #Calon Pengantin yang Nakal
187
Musim 3 Nagi dan Hilda #Pernikaahan
188
Musim 3 Nagi dan Hilda #Permulaan yang Menyakitkan dan Sulit
189
Musim 3 Nagi dan Hilda #Ketegangan Hilda
190
Musim 3 Nagi dan Hilda #Hilda Diculik
191
Musim 3 Nagi dan Hilda #Penari Penculik
192
Musim 3 Nagi dan Hilda #Bukannya Tidur Tapi Disiksa
193
Musim 3 Nagi dan Hilda #Handi Ingin Kembali
194
Musim 3 Nagi dan Hilda #Permohonan Handi
195
Musim 3 Nagi dan Hilda #Restu Nagi
196
Musim 3 Nagi dan Hilda #Rencana Hilda
197
Musim 3 Nagi dan Hilda #Kamera CCTV di Dalam Ruangan Nagi
198
Musim 3 Nagi dan Hilda #Akhir Yang Bahagia (end)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!