pagi...
Li terbangun waktu pagi hari dan mengira dia hanya tidur 1 hari penuh, nyatanya dia sudah tertidur 4 hari setelah pelatihan yang di ajarkan kakeknya.
seperti biasa Li terbangun sangat pagi pada jam 5 Pagi. perut Li berbunyi pada saat bangun dia mengira dia tidak akan lapar. setelah mandi Li berjalan menuju ruang makan dan berniat ingin memakan sesuatu tapi tidak ada yang dia temukan di ruang tamu, Li kemudian menuju ke dapur mencari apa yang bisa dia makan, Li membuka lemari-lemari dan kulkas tapi tidak menemukan apapun.
"hemmm tidak ada apa-apa di sini apakah aku harus memanggil pelayan buat menyiapkan makanan, tapi aku merasa tidak enak membangunkan mereka pagi-pagi, semoga saja ada yang mau bangun untuk menyiapkan makanan untukku"batin Li
Li kemudian berjalan-jalan di depan ruang kamar pelayan yang jumlahnya 10 kamar Li bolak balik di sana beberapa menit dan berniat mengetok pintu tapi ternyata Li urungkan niatnya dan berjalan lagi ingin mengetok pintu yang lainnya tapi Li mengurungkan niatnya lagi.
"mmmm kalo aku tidak mengetok pintu ini aku tidak akan bisa hidup lagi perutku rasanya sudah tidak tahan"Gumam Li dalam hatinya.
Li kemudian memejamkan matanya dan ingin mengetok pintu
tuk tuk tuk tuk
"eh kok suara pintunya aneh, coba ku ketok agak keras"gumam Li dalam hatinya yang masih menutup matanya
tuk tuk tuk tuk
"aduuhh aduuuhhhhh aduuuuhhh"ada suara di depan Li
Pas Li membuka matanya
"eeeehh. ehhh aduh ma maaf Bik, ma maaf kak, aku tidak sengaja"kata Li memandangi pelayan yang umurnya 24 tahun lebih yang sedang ada di depannya
"Tidak apa-apa tuan muda, ini juga salahku. apa yang tuan muda butuhkan"tanya pelayan itu
kruuggg kruuggg kruuggg
suara perut Li yang sudah tak tahan ingin makan, Dan Li hanya memegangi perutnya tanpa menjawab pertanyaan pelayan tersebut
"apakah tuan muda lapar...?"tanya pembantu itu Lagi
"ii iya, aku sangat lapar, tidak ada apa-apa yang bisa ku makan di dapur jadi aku mencari salah satu bibi buat memasakkan makanan apakah bisa,maaf ganggu istirahatmu"kata Li dengan malu
"Bisa, tunggu sebentar tuan muda"jawab pembantu itu langsung menuju dapur untuk memasak makanan.
Li kembali duduk ke kursi di meja makan dan menunggu, tak lama sekitar 25 menit pembantu itu keluar membawa nasi dan lauk, Lalu balik lagi ke dapur dan mengambil Nasi dan lauk lainnya.pelayan itu berniat kembali menuju kamarnya.
"Tunggu.. bisakah kamu menemaniku makan...?"tanya Li yang melihat pelayan itu hendak pergi ke kamarnya
"Bisa tuan muda...."jawab pembantu itu dan hanya duduk memandangi Li yang sedang makan
"apakah kamu tidak makan.... makan lah jangan hanya melihat, mana bisa aku menghabiskan makanan ini yang begitu banyaknya.... "kata Li sambil melihat pelayan itu
"baik tuan muda"kata pelayan itu dan ikut makan
saat makan tidak ada di antara mereka yang bicara sampai mereka berhenti makan, sedangkan jam sudah menunjukkan jam 6 pagi dan pelayan itu membereskan makanan piring dan gelas di atas meja, Li hanya duduk kekenyangan.pelayan itu tidak banyak bicara.
"tunggu.... Nama bibi siapa..?"tanya Li melihat pelayan itu yang hendak ke kamarnya
"Nama saya Riani tuan"jawab pelayan itu sambil menunduk.
"duduklah dulu aku ingin menanyakan banyak hal ke bibi"kata Li memandang pelayan itu
pelayan itu lalu kembali duduk tak jauh dari tempat Li
"hmmm apa bibi sudah menikah dan punya anak dimana anak bibi"tanya Li singkat
"Saya sudah pernah menikah dan punya anak dan anak saya di rumah bersama neneknya"jawab pelayan itu
"apakah bibi tidak berniat menikah lagi, saya bisa merekomendasikan seseorang yang umurnya kurang lebih sama dengan bibi, dan aku yakin dia tidak akan menolak permintaanku"kata Li kepada pelayan itu.
"Tidak perlu tuan, cinta tidak bisa di paksakan tuan muda"kata pelayan itu
"hemmm baiklah memang cinta tak bisa di paksakan. tapi bibi belum melihat orang yang akan aku jodohkan sama bibi"kata Li
Tak berselang lama pembicaraan Li dan pelayan itu masih berlanjut dan Para pelayan-keluar dari pintu kamarnya masing-masing, semua pelayan itu terkejut karena melihat Li dan kawannya berada dalam satu meja. para pelayan yang baru bangun sudah menuju ke bidang pekerjaannya masing-masing,Li dan pelayan itu masih asik mengobrol dan tidak mengizinkannya pergi. tak berselang lama datang Dani bersama 10 pengawalnya. pelayan yang melihat itu langsung berdiri memberi hormat kepada dani.
"Tidak perlu terlalu hormat begitu Pada si tua bangka itu, aku belum menyuruhmu berdiri, kenapa kamu berdiri"kata Li sambil melihat bolak balik Dani dan Pelayan itu.
Dani yang mendengar itu merasa kesal
"hei bocah tengik bisa kah kamu memanggilku kakek dengan baik"kata Dani sambil duduk di kursi meja makan.
10 pengawal dan pelayan Itu menahan tawa mereka setelah mendengar apa yang di katakan Li ke Dani.
10 pengawal hanya berdiri dan tidak berani duduk kalo belum di suruh duduk.
Li yang mendengar kata Dani tidak menjawab dan hanya menoleh ke pengawal Dani
"Kak sandi kesini lah"kata Li yang melihat Sandi di barisan pengawal itu.Lalu sandi menghampiri Li tepat di depan Li.
"Apa ada yang anda butuh kan tuan muda...?"tanya sandi sopan
"Tidak...... Bagaimana menurut kak sandi tentang wanita yang duduk di sebelah saya ini, jawab jujur"tanya Li tegas
"hmmmm Wajahnya sangat cantik dan kelihatannya orangnya sangat baik, tuan muda"Jawab sandi tegas
Riani atau pelayan yang duduk mendengar jawaban sandi mukanya langsung memerah seperti tomat yang sudah masak sambil melirik ke arah sandi.
"Hahahahahhah hahahahaha hahahahhaha"tawa Li dengan keras sambil melihat Riani pelayan itu
"kenapa tuan muda tertawa mendengar jawaban saya"tanya sandi dengan bingung.
"Tidak ada.....saya rasa kak sandi harus bertanggung jawab karena sudah membuat bibi cantik ini berwajah merah seperti tomat"Kata Li sambil berdiri untuk pergi
Tapi baru saja Li melangkahkan kakinya.
"apa kamu tidak sarapan Bocah tengik...?"tanya Dani yang melihat Li yang baru satu langkah mau pergi.
"Saya sudah sarapan tadi sangat pagi kek, dan di masak kan oleh bibi ini"kata Li sambil melihat ke arah Dani.
"Terus apa maksudmu bocah dengan menyuruh pengawal ku bertanggung jawab seperti itu...? "tanya dani
"Tidak ada..... saya hanya kasihan kepada pengawal kakek yang sudah lama bekerja untuk kakek dalam waktu yang lama dan mereka sudah sepantasnya mempunyai istri, tapi tidak sempat karena kakek tidak mementingkan mereka sama sekali"kata Li menatap Dandi
Dan Li langsung pergi tanpa menoleh menuju lapangan buat melatih jurus yang di berikan oleh master zao.
Mereka yang masih di sana tetap berdiri menganga seolah apa yang Li katakan benar adanya, dan suara hati mereka juga tersampaikan.Dani yang melihat pengawalnya hanya diam.
"Benar juga yang di katakan bocah itu"gumam Dani dalam hatinya.
"Sandi... apakah kamu menyukai wanita di depanmu itu...?"tanya Dani ke sandi yang masih berdiri di tempatnya
"saya menyukainya ketua" jawab Sandi tegas.
"apakah tidak mengapa kalo dia janda dan sudah mempunyai anak...?"tanya Dani lagi
"tidak apa-apa ketua"jawab sandi tegas
"baiklah dek apa kamu menyukai Dia...?"tanya Dani kepada pelayan yang masih duduk.
"sa.. saya menyukainya ketua"jawab pelayan itu dengan gugup
"Tapi saya tidak mau kalian menikah karena terpaksa oleh tekanan saya dan kamu sandi harus menunggu 9 saudaramu ini untuk memilih pasangan dan kita adakan pernikahan masal nanti dan untuk kalian 9 orang cepat-cepatlah cari pasangan karena kalian sudah tidak muda lagi, dan kalo kalian mau mengajaknya kerumah ini dan tinggal bersama kalian, terserah kalian mau menyuruh istri kalian bekerja disini atau hanya tinggal, kalau mereka bekerja aku akan tetap ngasih gaji kapada mereka dan bagi yang gak mau kerja silahkan suruh mereka makan dan ambil sendiri makanan di dapur keluarga untuk mereka makan, apa kalian paham"kata Dani panjang lebar menjelaskan ini itu
"paham ketua"jawab mereka.
kembali ke tempat Li yang masih meninju, menendang dan mengunci titik di kayu bulat yang sudah di sediakan untuk berlatih di lapangan. bagi para pengawal disana.Li hanya melatih gerakan jurus tanpa menggunaka elemen api untuk melakukan pukulan itu.
para pengawal yang jumlahnya ratusan hanya bisa diam melihat Li berlatih seperti sosok yang sangat ahli dalam beladiri.
"sepertinya jurus ini tidak terlalu sulit dan dasar beladiri nya sudah aku kuasai, bagaimana kalo aku mencoba jurusnya sekalian menggunakan elemen api yang bisa di gunakan untuk jurus itu"gumam Li dalam hatinya.
"jurus naga penghancur bumi"teriak Li sambil menggunakan elemen api berbentuk naga, Lalu Li meninju kayu yang biasa buat latihan itu.
Bammmmmmm
Kayu itu hancur lebur yang terkena pukulan tangan Li.
belum sampai disitu
"jurus naga penghancur bumi"teriak Li sekali lagi sambil memusatkan elemen api berbentuk naga, lalu Li sedikit memutar badannya dan menendang kayu yang tidak jauh darinya.
bammmmmm
kayu itu lebih banyak kehancurannya di bandingkan yang pertama.
belum sampai disitu
"jurus naga penghancur bumi"teriak Li sekali lagi sambil memusatkan elemen api berbentuk naga pada kaki dan tangannya, Lalu Li memeluk kayu itu seolah menguncinya seperti musuh
Bammmmmmm
kayu itu hancur sepenuhnya tanpa ada sisa sedikitpun
Para pengawal. yang berlatih dan merasa ngeri melihat tuan mudanya sekuat itu. tak lama berselang dari belakang Li muncul Dani bersama 10 pengawalnya.
"aduch aduch sakit"teriak Li sambil berbalik melihat siapa yang menarik telinganya dari belakang
"sakit kek lepaskan, kenapa jahat bener ke cucu sendiri"kata Li pura-pura sedih sambil melihat Dani.
"Sakit sakit sakit katamu,,, coba lihat sekelilingmu cucu bodoh"kata dani kepada Li
Li melihat sekeklilingnya dan para pengawal melongo seolah patung melihat Li
"maafkan saya paman-paman, silahkan lanjutkan latihan kalian masing-masing"kata Li sambil sedikit membungkuk.
setelah itu para pengawal melanjutkan Latihannya masing-masing, tak lama Li, Dani dan 10 pengawalnya masuk ke rumah karena waktu sudah sore.mereka duduk dengan santai di ruang keluarga. Dani masih memandang Li dengan tajam.
"oke oke akan aku jelaskan..... jadi jurus naga penghancur bumi tingkat langit itu sudah aku kuasai seluruhnya dan tidak ada kesalahan"kata Li melihat Dani
"kamu dari pagi sampai sore sudah bisa melatih jurus tingkat langit dalam waktu satu hari"Kata Dani dengan terkejut.
"iya kek... dan waktu untuk masuk sekte semakin dekat tinggal 2 minggu lagi jadi aku kira gak akan menguasai jurus itu dalam dua minggu tapi ternyata sudah aku kuasai hari ini tanpa salah sedikitpun"kata Li menjelaskan kepada Dani
setelah lama berbincang di ruang tamu dan seperti biasa mereka makan malam dan menuju kamar masing-masing.
Li yang di kamarnya malamun tanpa sadar tertidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Terus...
2023-07-10
0