Pagi......
Pagi seperti biasanya Li Chang Rettes terbangun jam 5 pagi.seperti biasa Li hanya terbangun tidak melakukan apa-apa hanya duduk di sopa empuk di kamarnya.
"Bagaimana Kabar pengurus panti, anak-anak panti dan kedua saudaraku itu sekarang"gumam Li dalam pikirannya yang masih tidak bisa melupakan kehidupannya di panti asuhan bersama dua sahabatnya.
"Nanti akan aku tanyakan sama kakek selesai makan"kata Li pada dirinya sendiri di dalam kamar
setelah duduk merenung memikirkan ini dan itu sambil waktu berlalu satu jam dan Li keluar dari kamar nya, masih terasa sepi di luar walaupun jam sudah menunjukkan jam 6 pagi lewat beberapa menit.
"heeehhhh orang-orang di keluarga ini malasnya tidak tertolong, suatu saat aku akan merubah mereka agar bisa bangun lebih pagi"gumam Li dalam pikirannya dan terus berjalan menuju pintu keluar kediaman.
Saat Li berjalan berkeliling di lapangan dengan memakai baju tidur seadanya, karena belum punya baju sama sekali di tempatnya sekarang.
setelah berjalan-jalan cukup lama Li kembali ke dalam rumah menuju ruang makan untuk sarapan, tapi orang-orang yang di lihat Li masih belum ada yang bangun untuk sarapan kecuali para pelayan yang menyiapkan segala sesuatu di atas meja buat sarapan pagi.
suara kaki terdengar berjalan ke arah ruang makan seorang kakek yang tidak lain adalah Dani Rettes, meskipun Dani Rettes hampir mencapai umur 60 tahun tapi masih bisa berjalan dengan normal tidak seperti orang-orang tua lainnya yang berumur 60 sudah pakai tongkat.
"kakek bibi Riska dimana..?"tanya Li saat Dani sedang bersiap duduk di kursi ruang makan
"Dia tidak pernah bangun pagi sejak tinggal di rumah ini dan jadi sekretaris kakek mengurus urusan kantor di semua cabang Negara Ini, Kadang Bibi mu gak tidur semalaman, jadi jangan ganggu Dia" jawab Dani melihat Li yang duduk jauh di depannya terhalang sebuah meja panjang di ruang makan.
"kenapa kakek tidak mencari sekretaris tambahan buat bantu Bibi Riska...?"tanya Li lagi ke Dani.
"Kalo kita kebanyakan sekretaris Urusan kantor bisa hancur, dan di bagi kemana-mana kerjaannya"jawab Dani menjelaskan kepada Li
"kakek aku ingin menanyakan sesuatu..... apa kakek memberi anak panti asuhan uang sebelum menjemput ku tiga hari yang lalu...?"tanya Li ke Dani Lagi
"sudah.. kakek kirimkan uang,,, tidak banyak buat bantu meraka.."Jawab dani sambil melihat-lihat kegelisahan Li
"Berapa yang kakek berikan..?"tanya Li lagi ke dani
"cuman sedikit 10 milyar rupiah" Jawab Dani
"kakek gila, 10 milyar aja di bilang sedikit hadeeehhh emang seberapa kaya sih kakek hahahahhahha"kata Li sambil tertawa melihat Dani.
"kamu akan tau setelah kamu menyelesaikan 5 misi semalam... sudah sudah mari sarapan kamu juga sibuk berbelanja hari ini, jangan lupa beli hp biar bisa menghubungimu, Rumah ini sangat besar mencari mu nanti susah disini"kata Dani sambil menyiapkan sarapannya
"oke"jawab Li
Terlalu asik mengobrol Li dan Dani lupa kalo sudah lama pembantunya menyiapkan makanan, saat makan tidak ada di antara keduanya berbicara satu katapun sampai selesai.
dan hanya terdengar bunyi garpu, sendok dan piring beradu.
setelah sarapan seperti biasa mereka menuju ruang keluarga, di ruang keluarga para pengawal pribadi Dani sudah menunggu sambil berdiri.
"Duduk kalian"ucap Dani ke pengawal yang masih berdiri.
"siap ketua"ucap mereka serempak.
"Tuan muda kalian hari ini mau berbelanja, ajak dia ke Mall Stlye Internasional dan antar kan ke toko tempat biasa aku berbelanja pakaian di sana, dimengerti"perintah Dani ke pengawal pribadinya
"siap ketua" jawab mereka serempak.
"Tunggu.... berapa mobil yang kau bawa cucuku? apakah kartu ATM bank sudah kamu siapkan..?"tanya Dani ke Li
"Kartu ATM udah..... Tidak usah banyak-banyak yang ikut terlalu mencolok, cukup 4 orang dan 2 mobil saja"jawab Li melihat kakeknya di pengawal-pengawal itu.
"eeemmm Begini... yang pergi 2 orang terkuat teratas Raka dan Riki terus 2 orang terbawah Dandi dan sandi, sisanya tinggal disini..."Kata Dani ke pengawal pribadinya
"siap ketua" jawab 4 pengawal yang di sebut namanya
"Ayo berangkat...aku akan menentukan mobil mana yang akan kita bawa menuju Mall Stlye Internasional, Tunjukkan jalan ke garasi mobil."kata Li kepada 4 orang pengawal yang berdiri
"siap Tuan muda"kata 4 pengawal berjalan duluan di ikuti Li di belakang.
Setelah keluar dari pintu rumah yang besar itu, Pengawal itu dan Li berbelok ke arah kiri berjalan terus menuju samping rumah, di samping rumah itu ada garasi Mobil yang membuat Li terkejut adalah mobil-mobil di garasi itu Rata-Rata mobil mewah semua dan harganya puluhan Milyar ke atas.
"Apakah tidak ada mobil yang murah di garasi ini..?"tanya Li lemas ke 4 pengawal
"Kalo di bagasi ini tidak ada tuan Muda, tapi kalo bagasi sebelah rumah lagi di sana mobil-mobil selain seperti ini"Kata Raka sebagai ketua pengawal
"sudah kita ke sana saja, aku tidak suka mobil-mobil ini terlalu mewah buat belanja"kata Li kepada 4 pengawal itu
"baik tuan muda, mari ikut kami ke sana"Kata Raka mengajak Li
setelah berjalan cukup jauh ke bagasi sebelahnya dan mereka sampai di sana, Li yang melihat mobil-mobil itu terpana bukan mobil dengan jumlah puluhan tapi hampir 200 sana lebih mobil di sana.
"Mobil dari mana ini" kata Li menatap pengawal di depannya
"Sebenarnya mobil yang di bagasi ini mobil yang di siapkan ketua buat pengawal oleh ketua, tuan muda"jawab Raka melihat tuan mudanya berpikir.
"emmmmmmm Mobil ini gila bener banyaknya dan seberapa kaya kakekku sebenarnya"gumam Li dalam pikirannya, belum tersadar dari lamunannya dan Li tersenyum sendiri. dan sadar melihat empat pengawal di depannya.
"baiklah aku akan memilih mobilnya tunggu sebentar" kata Li kepada 4 pengawal itu.
setelah Li berjalan menemukan dua buah mobil yang sama berwarna coklat kehitaman dan menunjukkannya ke 4 pengawal itu
"kira-kira paman Raka ini harganya berapa satunya..? " Tanya Li ke Raka yang sudah ada di depan Li
"ini jenis Lexus LM 350,dan harga Satunya 3 milyar rupiah, tuan muda"Jawab raka sambil menunduk di depan Li
"oke bawa ini saja, dua-duanya,paman Raka bersama Sandi dan paman Riki bersama Dandi, saya ikut Raka tapi yang pimpin jalan jadi mobil depan mobil Riki" kata perintah Li
"Siap tuan muda" jawab mereka serempak
setelah mobil siap, mereka menuju ke Mall Style Internasional, Tak lama mereka untuk sampai di sana hanya memakan waktu 15 menit.
walaupun mobil yang di pakai oleh mereka hanya sekitar harga 3 milyar tapi tampak sama sama mobil-mobil di jalanan, itu membuat Li senyum-senyum sendiri di dalam mobil.
setelah sampai di tempat parkir mereka naik lif ke lantai 18 belas karena di sana tempat yang akan di tuju oleh mereka.setelah keluar dari lif mereka berjalan 2 di depan 2 di belakang dan Li di tengah, setelah berjalan beberapa saat mereka sampai di toko yang super mewah.
"Kalian masuk apa menunggu di luar"kata Li melihat 4 pengawal itu.
"Kami.... ememmmm"jawab mereka ragu
"Tidak apa-apa kalo kalian ada kesibukan lain aku akan berbelanja sendiri di sini, kalian pasti belum sarapan, pergilah sarapan tapi harus tetap di lantai ini agar nanti aku bisa membayarnya"kata Li melihat mereka.
"Siap tuan muda"jawab 4 pengawal itu serempak
Setelah pengawal itu pergi Li masuk ke dalam toko dan memakai sepatu jelek dari pantinya,di tambah setelan baju tidur yang dia pakai.
Di toko yang Li masuki adalah Toko tempat pakaian dan stelan internasional produk-produk luar negeri dan produk-produk dalam negeri Rancangan dari orang-orang terkenal.
Biasanya orang yang belanja di toko itu hanya keluarga-keluarga besar di ibu kota saja.
Melihat Li masuk dengan stelan baju tidur dan sepatu dekil banyak pramuniaga yang hanya melirik dan asik mengobrol sama teman-temannya
"lihat-lihat ada pengemis masuk ke toko"kata pramuniaga berbisik ke dua temannya yang di depannya dan melihat Li yang masuk ke toko
"iya udah dekil gitu masuk kesini ngotor-ngotorin toko aja"kata pramuniaga satunya lagi yang melihat Li
"iya dasar pengemis,Biar aja anak baru itu yang layanin dia nanti"kata pramuniaga yang lainnya dengan jijik memandang Li
Li bukannya tidak tau dirinya di bicarakan tapi sengaja hanya diam saja dan terus berjalan melihat-lihat baju yang cocok dengannya.
"Adik kecil sedang cari apa..?"tanya pramuniaga umur sekitar 28 tahun ke atas dengan senyum manis menatap Li
"kak bisa minta tolong cariin stelan yang cocok dan pas buat badanku gak"kata Li lembut ke pramuniaga dan Li mencoba jadi anak kecil padahal umurnya sudah hampir 19 tahun.
"Bisa ayo ikut kakak"kata pramuniaga sambil menarik tangan Li
Li langsung di arahkan oleh pramuniaga itu kedalam toko dan stelan yang cocok buat badannya, pramuniaga itu sambil mencocokkan stelan itu dengan badan Li tapi pramuniaga heran
"kayaknya yang di barisan ini semua cocok buat ukuran badan adik kecil"ucap pramuniaga sambil menunjuk barisan itu sekitar 30 stelan laki-laki lebih di barisan itu.
Li melihat-lihat dan memang ke 30 stelan itu pas buat ukuran badannya.
"eeeemm kalo ku beli semua cukup gak aku bayar nanti pakai kartuku ini, paling gak sampai 3 milyar dan kakek bilang saldo ATM di kantongku hampir triliunan"gumam Li dalam pikirannya sambil melihat-lihat setelan itu.
"Bagaimana adik Kecil ada yang kamu suka...?"tanya pramuniaga itu ke Li
"eeemmmm bisa kakak bantu bungkus kan aku semua ini gak totalnya 32 stel dan aku ingin ambil semuanya"kata Li kepada pramuniaga itu dan 30 stell seperti baju-baju baru Desainer
Pramuniaga itu tampak ragu tapi akhirnya harus tetap percaya kepada pelanggan.
"Bisa adik kecil, tunggu sebentar" jawab pramuniaga berjalan dan memegang semua stelan itu
"ini udah selesai adik kecil, mau langsung ke kasir" kata pramuniaga melihat ke arah Li.
"Taruh dulu di kasi, dan kakak kembali kesini aku tunggu. sekalian aku mau beli sepatu dan kakak bantu aku dengan ukurannya"ucap Li sambil menunjuk sepatu-sepatu yang tertata rapi tidak jauh dari tempat dia berdiri.
setelah mengantar stelan pakaian itu pramuniaga itu kembali ke tempat Li.
"ayo adik kecil,mau sepatu yang kayak gimana..?"kata pramuniaga itu menatap Li
"emmm kalo menurut kakak sepatu buat kuliah dan jalan-jalan bagusnya sepatu apa..?"Tanya Li ke pramuniaga itu
pramuniaga itu tidak menjawab dan langsung menarik Li ke arah tempat sepatu itu berada
"ini Adalah sepatu termahal disini pas buat kaki adik, ini namanya nike dung low sb paris 2002,tapi harganya 804 juta dan ini sepatu cuma ada 200 di dunia dan orang kaya di kota ini aja mikir untuk membelinya"kata pramuniaga itu duduk menunjukkan sepatu.
"Aku ambil itu dan apakah nama sepatu ini..?"kata Li sambil memegang sepatu bewarna hitam di tangannya menunjukkan ke pramuniaga itu
"itu Air jordan 4 retro eminem carhart itu cuma ada di 10 di dunia harganya 466 juga, adik... emmm"kata pramuniaga itu sedikit tidak percaya kepada Li.
"itu yang kakak tunjukkan tadi sama ini yang hitam bawa ke kasir"ucap Li sambil Memberikan sepatu hitam itu ke pramuniaga itu.
"ayo ke kasir"ucap pramuniaga itu sambil memegang tangan Li menuju kasir
setelah sampai di kasir pramuniaga menyuruh kasir mengecek jumlah harga 32 stel pakaian dan 2 sepatu yang dibawanya.setelah menunggu dan baju sudah di bungkus menjadi 32 bungkus dan sepatu 2 bungkus.
"Totalnya 5.200.000.000.juta mau bayar pakai apa adik kecil" Kata kasir itu dengan deg deg
setelah mendengar yang di ucapkan kasir pramuniaga di dekat Li sama kagetnya dan 3 pramuniaga yang tadi menjelekkan Li langsung kayak tertusuk duri karena gak dapat bonus penjualan segitu banyaknya, sedangkan pramuniaga yang di samping Li jantungnya merasa di tekan karena dapat bonus penjualan 27 juta.
"Pakai ini kak" Li menjulurkan kartu ATM Bank kota Maju Terus ke arah kasir.
"Tunggu ya adik..... Silahkan masukkan pin nya adik kecil"kata kasir menatap Li.
setelah Li menekan pin Atm di mesin kecil itu...
"Kliiinnngggg"bunyi mesin itu....
Transaksi berhasil
"Silahkan adik Ini kartu dan Bukti transaksinya"kata kasir itu.Li pun menerima kartu itu dan bukti transaksinya.
"Kakak berdua Terima kasih telah melayaniku dengan baik, dan berhenti memanggilku adik kecil, umurku 18 tahun "ucap Li dengan tegas kepada Dua wanita itu.
"iya adik sama-sama"ucap kasir dan pramuniaga itu dengan senyum dan kebahagiaan tak terbendung di pikiran mereka yang melayani pelanggan dengan baik.
"Gimana dengan barang ku ini kalo aku sendiri yang membawanya mana aku mampu barang sebanyak ini"gumam Li dalam pikirannya , baru aja Li bergumam muncul empat orang di belakangnya secara tiba-tiba.
"salam tuan muda" kata 4 pengawal itu.
Li berbalik dan melihat pengawal-pengawal itu
"itu barang-barang ku Tolong 2 orang membawanya ke mobil dan 2 orang lagi temani aku mencari toko hp, apakah kalian sudah makan?"tanya Li kepada mereka
"siap, sudah tuan muda" ucap 4 orang pengawal itu.
Para pegawai toko itu kaget mendengar 4 orang itu memanggil bocah 18 tahun lebih itu di sebut tuan muda.
Li bergegas keluar dari toko dan langsung menyuruh Raka dan sandi menunjukkan toko hp.
setelah sampai dan Li melihat-lihat banyak hp yang bagus jadi asal ambil dan suruh pegawai toko tersebut sekalian memberikan kartu secepatnya.
setelah transaksi selesai Li dan dua pengawal bersamanya menuju tepat parkir dengan cepat Li masuk ke mobil dan diam tidak menyuruh mereka berangkat.
Li keluar dari mobil dan 4 pengawalnya menghadapnya.
"kenapa tuan muda"tanya Raka melihat Li keringetan dan Raka hampir Ikut takut dan gemetar melihat tuan mudanya keringatan gak tau karena apa.
"Tidak ada, Lain kali aku minta tolong jangan memanggilku tuan muda di tempat umum, karena musuh-musuh ayahku masih berkeliaran di dunia ini"Kata Li terengah-engah
"Siap tuan muda" jawab mereka serempak dan Li menyuruh mereka masuk ke mobil dan balik ke rumah keluarga Rettes.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Shahrul Yoe
ehh kok malas keringat...dasar naif
2023-07-26
0
Jimmy Avolution
Nice ...
2023-07-10
0