PENJELASAN
Kultivasi di bagi 2
Kultivasi tubuh atau tehnik memperkuat tubuh
Kultivasi tubuh di bagi 5 dan ada 3 tahap untuk mencapainya
1.mortal flesh atau Daging tubuh
2.soul forming atau pembentukan jiwa
3.golden body atau tubuh emas
4.godly force atau kekuatan ilahi
5.Heavenly mortal atau fana surgawi
kultivasi Qi atau memperkuat tenaga dalam dan kepekaan terhadap sesuatu.
kultuvasi Qi di bagi 5 dan ada 2 tahap untuk mencapainya
1.Qi gathering atau pengumpulan qi
2.gold core atau inti emas
3.ensoulment atau jiwa
4.nihility atau kekosongan
5.half immortal atau setengah abadi
Tengah malam.....
Li terbangun tepat jam 3 malam, karena tidak seperti biasanya dia tidur awal. Di saat Li ter bangun tengah malam tidak tau apa yang harus dia lakukan. Akhirnya Li memutuskan mandi karena pakaian tidur yang dia pakai dari kemarin masih melekat di tubuhnya.Li terlalu sibuk kemarin sampai lupa mengganti pakaiannya,setelah mandi Li membuka lemari pakaiannya dan mulai mencari pakaian yang akan dia pakai.
Li memutuskan memakai baju kaos yang terlihat keren dan celana panjang yang pas sekali pada tubuhnya.
"hmmm cocok sekali dengan tubuh ku tidak salah aku minta rekomendasi dari kakak di toko kemarin"gumam Li sambil berdiri di depan cermin.
Li berjalan ke arah jendela kamarnya dan membukanya.
Li menatap langit dengan melamun dan menyandarkan tubuhnya di jendela itu.
"Seandainya aku kuat akan aku musnah kan keburukan di dunia ini dan membangun dunia yang lebih baik dari yang sekarang ini"Kata Li memandang langit
Saat ini Li masih menatap langit, dan fokus kesebuah bintang yang dilihatnya ukurannya semakin besar dan terlihat akan terjatuh, semakin Li fokus semakin bintang itu membesar seperti akan jatuh ke dunia itu dan Li yang merasa aneh dengan itu menggosok-gosok matanya dan melihat kembali bintang yang dia lihat tadi, dan bintang itu sudah semakin dekat seolah ke rumahnya, bukan bintang lagi yang jatuh tapi seperti meteor kecil seukuran bola. Li masih melihatnya
"akhh sial itu seolah jatuh ke arahku"pikir Li
baru saja berpikir seperti itu, Cahaya itu menabrak tubuh Li dengan keras
bammmmmmmm
Li langsung tidak tidak sadarkan diri di kamarnya,dan terkapar di lantai tanpa baju sedikitpun.
Beberapa menit kemudian Li tersadar merasa seluruh tubuhnya seperti kebakar dan dia merasakan tubuhnya sakit semuanya.
"Bocah duduklah dan bersila lalu pejamkan matamu"Kata itu seolah ada di kepalanya dan membuat Li pusing.
"Cepatlah bocah nanti tubuhmu meledak"kata itu seolah memaksa dan membuat tubuh Li semakin sakit dan kepalanya serasa mau meledak.
Li hanya menuruti kata itu dan duduk bersila dan seolah tubuhnya di gerakkan menaruh tangannya di dekat lututnya dengan ibu jarinya menekan jari tengahnya, dan Li langsung menutup matanya.
setelah menutup mata Li seolah berada di ruang gelap sendirian
"Dimana ini"kata Li dalam ruangan gelap itu dan berputar-putar
Tiba-tiba muncul sinar terang tepat di depan dan Li menutup matanya, setelah sinar itu redup Li membuka matanya perlahan.tepat di depan Li terlihat seseorang sedang duduk seperti di singgasana.
"siapa engkau"tanya Li kepada orang itu.
"bocah yang berani"kata orang itu dan suara itu membuat telinga Li berdengung sambil menutup telinganya dan terduduk dengan dua Lututnya.
"ups lupa aku menahan kekuatanku"kata orang itu sambil tertawa
"siapa engkau tuan...?" tanya Li sekali lagi dengan sopan
"Aku...... Aku adalah dewa keadilan salah satu dari tujuh dewa langit"kata dewa keadilan sambil menunjuk dirinya dan menjelas kan siapa dia
"Aku dewa keadilan mendengar panggilan mu bocah dan Ini adalah sedikit atau sukuran kuku jiwaku yang datang karena panggilan mu"kata dewa keadilan itu
"kapan aku memanggil anda dewa keadilan aku merasa tidak pernah memanggil anda.."kata Li
"Tadi saat kamu mengatakan akan memusnahkan keburukan dan membangun dunia lebih baik"kata dewa keadilan
"emmmmm"gumam Li
"Sudahlah waktuku tidak banyak, kamu sudah aku angkat menjadi pemimpin dunia tempatmu sekarang.aku sudah memberikan kekuatan kultivasi tingkat Heavenly mortal, qi half immortal,tepati janjimu kalo tidak kekuatanmu akan hilang. Ini kalung buatmu,kalung ini akan berubah menjadi naga saat kamu kesulitan dan berfungsi juga untuk menekan kekuatanmu agar tidak di lihat orang lain dan kamu bisa mengatur sendiri kultivasi mu untuk di perlihatkan ke orang lain dengan mengaturnya lewat akal spiritual mu, dan ini buku tingkat Heavenly mortal dan tingkat half immortal kamu bisa mempelajarinya sendiri, waktuku tidak banyak semoga kamu berguna bocah"kata dewa keadilan melemparkan kalung dan dua buku dan menghilang seketika.
Li menerima Kalung dan dua buku langsung tersadar di dunianya, Li melihat kalung di lehernya tapi tidak melihat dua buku yang di berikan dewa keadilan, Li tidak mau ambil pusing dan berdiri menuju lemari mengambil baju kaos dan celana panjang. Li hanya duduk di shopa di kamarnya dan berpikir apa yang barusan terjadi.
Li melihat keatas kearah jam yang ada di dinding kamarnya.
"Hmmmm saat aku tersadar tadi perasaan masih jam tiga lewat sebelas dan aku duduk mengikuti kata dewa itu lalu bertukar beberapa kata dengannya ini melewati tiga jam lebih"gumam Li dalam pikirannya
karena sudah jam enam, Li lalu keluar dari kamarnya menuju ruang makan untuk sarapan pagi. setelah sampai Li duduk dan menyantap makanan di depannya yang sudah di siapkan tanpa menunggu kakeknya untuk sarapan.
Langkah kaki terdengar menuju ruang makan.
"hemm bocah itu kemarin kultivasi nya mortal flesh tahap 2 sebentar lagi naik ke ke tingkat soul forming kok sekarang aku bisa tidak melihat kekuatannya sama sekali"kata Dani kakeknya Li sambil berjalan memandang Li menuju ke tempat duduk di kursi meja makan. Dani duduk dan terus makan tanpa menyapa Li yang juga sedang asik makan.
Li membuka matanya dan melihat kakeknya yang di depannya yang sedang makan.
"Hmmm pantas saja kuat ternyata kultivasi tubuh mas dan membentuk qi jiwa"gumam Li dalam pikirannya sambil memandang kakeknya
setelah selesai sarapan seperti biasa Dian dan Li menuju ruang keluarga.Tapi keduanya hanya duduk saling memandang dalam diam.
"Kek apa aku ganteng hari ini, sehingga kakek terus-terusan menatap cucu kakek yang 18 tahun ini yang ketampanannya tidak tertandingi"Kata Li membuka bicara.
"hmmmm jangan sombong wajahmu tidak setampan kakek waktu muda, dan kakek penasaran denganmu"balas kata Dani menatap li
"Iya udah kakek aku ngalah kali ini tidak mau berdebat karena kakek lagi banyak pikiran kayaknya, kapan master yang kakek undang itu akan datang...?"kata Li sambil bertanya ke Dani
"Tunggu saja.. hari ini pasti datang, tapi kakek tidak tau waktunya"jawab Dani...
"Oke"kata Li
Sebenarnya Li sudah merasakan kehadiran orang kuat di kota sudah lama sejak makan di dapur, karena Kekuatannya Li yang sudah jadi paling kuat di dunia tempatnya sekarang.Dengan tingkat kultivasi fana surgawi tahap tiga dan Qi setengah abadi dalam tubuhnya merespon segala sesuatu.
"hmmm kayaknya orang itu masih lama"gumam Li dalam pikirannya.
"Kek aku masuk kamar dulu ya,,, nanti kalo master itu datang panggil aku"kata Li yang sudah bosen di ruang keluarga
"iya nanti ku panggil"kata Dani
Dani berdiri dan berjalan menuju kamarnya tanpa memperdulikan apapun, Dani yang melihat Li masih heran kenapa tidak bisa melihat tingkat kultivasi Li.
setelah sampai Li bingung bagaimana cara ke akal spritualnya agar kekuatannya agar bisa di atur.
"hemmm coba aku duduk seperti tengah malam itu"kata Li di kamarnya sendiri
Li lalu duduk bersila lantai dan menaruh tangannya dekat lutut, jari tengah dan ibu jarinya bertemu, lalu Li coba merasakan energi di dalam tubuhnya.di dalam tubuhnya Li merasakan ada aliran-aliran kekuatan dan perlahan membentuk gunung dan kembali menyebar, Li seolah melihat itu dan langsung membuka matanya.
"Tidak terjadi apa-apa pada tubuhku"kata Li melihat tubuhnya tidak terjadi apa-apa.
Li mencoba memejamkan matanya lebih fokus dan merasakan kawah hitam di dalam tubuhnya, tidak lama di sana seolah dia bisa melihat secara jelas.
"Sepertinya ini Laut kesadaran di dalam tubuhku, ini bukan akal spritual ku, bagaimana caranya masuk ke akal spritual itu"kata Li sambil berfikir
Li melihat di lantai itu dan ada dua buku di bawah lalu Li mengambilnya.
"hmmmm coba aku baca Fana surgawi dulu karena berkaitan dengan tubuh"kata Li masih di laut kesadarannya
Li membuka buku itu dan membaca tulisan di sampul buku itu bertuliskan "hanya untuk tingkat kultivasi fana surgawi ke atas terdapat 5 jurus tingkat langit"setelah membaca itu Li senyum sendiri.Dan membalik sampul sebelahnya dan membaca tulisan di sampul itu"Cara mengatur akal spritual, tenangkan dirimu sejernih air"cuma itu yang ada tertulis di sampul itu.dan Li menutup buku itu dan menutup matanya Li kembali tersadar di dunia.
"hemmm tenangkan dirimu sejernih air"kata Li mengulang tulisan di buku itu
"Coba aku berdiri tanpa menutup mata dan tenang"kata Li di kamarnya
Saat benar-benar tenang Li merasakan gejolak dalam tubuhnya ada yang terperangkap, Dan Li mengeluarkannya sedikit. tapi Li tidak merasakan apa-apa pada tubuhnya.
Li kembali melihat tubuhnya
"ouh begitu caranya"kata Li saat melihat tingkatan kultivasi di tubuhnya berada di pembentukan jiwa tahap awal
"kalo bukan gara-gara kalung ini aku tidak akan menyianyiakan energi akal spritual ku"kata Li sambil memegang kalung berbentuk naga dan kalung itu dari emas
Li melihat jam sudah jam sembilan lewat master yang di tunggunya masih jauh, Li pun berbaring di tempat tidurnya sambil melamun kan masa lalunya, bagaimana perbedaannya di masa lalu dan sekarang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Terus...
2023-07-10
0