pagi.......
Li terbangun dari tidurnya jam 5 pagi sementara dia membuka pintu kamarnya dan melihat sekeliling, Li pun kembali ke kamarnya,Li melamun kan masa-masa di panti dan bagaimana dia sampai sekarang yang tinggal di rumah seperti istana, itu seperti mimpi baginya.
Li menunggu dan duduk di kamar melihat ke sana ke mari tapi di kamar itu tidak ada isinya sama sekali.
sampai jam 7 pagi baru terdengar ketukan pintu. Li keluar dan melihat pengawal itu beda dari yang semalam dia lihat.
"Tuan muda silahkan ketua sudah menunggu anda di ruang makan" ucap pengawal itu di depan pintu
Li langsung keluar dan mengikuti pengawal itu karena dia baru masuk rumah itu tidak tau letak ruang makan.
setelah berjalan beberapa langkah sampai di ruang makan dengan meja panjang 7 meter kurang lebih dan mempunyai lebar 3 meter kurang lebih dan terlihat kakek yang semalam.
"silahkan tuan muda" Ucap pengawal itu sambil menarik kursi tempat duduk di ruang makan itu.
pengawal itu langsung pergi dan hanya ada Li dan kakek rettes di sana saling memandang dalam diam.
setelah menunggu lama sekitar selusin pelayan muncul membawa makanan dan di taruh di atas meja.
Li yang melihat makanan lezat di depannya, air liurnya hampir keluar karena makanan lezat di depannya.
setelah itu para pelayan itu pergi, cuma ada Li di sana bersama kakek itu.
"Makan lah yang kenyang sebelum kamu mendengar penjelasan kakek"ucap kakek rettes melihat ke Li
Li yang di suruh makan langsung menerkam makanan itu dan kakek rettes juga mulai makan,sunyi tercipta hanya terdengar suara sendok beradu dengan garpu dan piring.
setelah beberapa menik menikmati sarapan pagi itu Li merasa perutnya mau meledak saking kenyang nya.
"nanti jangan makan terlalu banyak cucuku nanti kamu gendut kayak bola" ejek kakek rettes
"emmmmm"gumam Li sambil berpikir
"sudah ayo ikut kakek ke ruang keluarga"ucap kakek rettes berjalan dan Li mengikutinya di belakang.
Di ruang keluarga itu ada 10 pengawal dan itu adalah pengawal pribadi milik kakek itu, sesaat Li dan kakek rettes datang ke sana.
"salam ketua, salam tuan muda" ucap sepuluh pengawal itu masih berdiri di belakang sopa
setelah sampai di sana Li dan kakek rettes duduk di sana saling memandang bersebelahan. LI tetap pokus ke kakek rettes tidak menurunkan pandangannya sama sekali.
"Oke sekarang kakek jelas kan siapa kakek sebenarnya
nama kakek Dani Rettes, Aku adalah pemimpin keluarga Rettes di ibu kota ini, dan kamu adalah cucuku Li chang Rettes" kata Dani Rettes dengan bangga sambil tertawa
"Bagaimana aku bisa menjadi cucumu, sedangkan orang tuaku saja aku tidak pernah bertemu" ucap Li yang melihat Dani Rettes tertawa, Dani yang mendengar cucunya menyebut orang tuanya membuat tawanya berhenti, sebenarnya Dani berat mau menceritakan ini ke pada cucunya.
"orang tuamu sudah tiada atau sudah meninggal sejak lama"kata Dani dengan sedih
melihat Dani sedih membuat Li yakin Dani adalah kakeknya.
"Siapa nama orang tua ku kakek"ucap Li menghibur kakeknya dengan menyebutnya kakek
Dani pun tersenyum-senyum
"Ayahmu adalah Anak kakek namanya Doni Li Rettes dan Ibumu namanya Ria chang chang, ibumu berasal dari keluarga yang kurang mampu itupun tidak ada lagi keluarga dari pihak ibumu masih hidup dan ayahmu mengambil ibumu menjadi istrinya, kakek sangat senang sekali sama ayahmu yang tidak mau mengambil keluarga kaya menjadi istrinya" ucap Dani Rattes
"kenapa Kakek sangat senang melihat ayahku menikah dengan ibuku yang miskin bukannya seharusnya kakek akan senang kalo ayahku menikah dengan wanita yang kaya"tanya Li chang Rettes ke kakeknya
"Tidak cucuku, Tidak seperti yang kamu pikirkan, Di Negara Mekar sejati ini kakek adalah orang paling kaya dan paling kuat Dan tidak ada yang berani sama kakek" ucap Dani Rettes dengan bangga
"Jangan jumawa kek, kadang hidup di atas dan hidup di bawah" kata Li memperingatkan kakeknya
"benar katamu cucuku"ucap Dani membenarkan ucapan Li
"Terus bagaimana Kenapa dan apa penyebab orang tuaku meninggal...?" tanya Li ke kakeknya
"Orang tuamu meninggal karena kecelakaan dan kakek sudah 20 tahun menyelidikinya, kakek tidak menemukan petunjuk. Tapi satu-satunya petunjuk adalah Ayahmu waktu itu hampir menyapu Dunia bawah yang bekerja secara Ilegal di negara ini"jawab Dani sambil melihat Li
"emmmmm kalo itu penyebab kematian orang tuaku maka aku tidak akan segan lagi menyapu Dunia bawah yang ilegal nantinya"gumam Li dalam pikirannya
Dani hanya melihat cucunya yang diam dan berpikir
"jangan pernah berpikir menyapu dunia bawah dengan kekuatanmu sekarang cucuku"ucap dani menatap Li yang merenung
"Kenapa kek...?"tanya Li
"karena kekuatan kakek memang Hebat di dunia atas sini tapi kalo kakek ikut campur dunia bawah Bela diri kakek masih berada sama dengan anak buah pemimpin Dunia bawah" jawab Dani dengan serius
setelah berbicara panjang lebar dengan cucunya waktu sudah menunjukkan siang hari, dan setelah makan, di ruang makan,akhirnya Dani kembali ke kamarnya dan Li pun kembali ke kamar nya untuk istirahat du tempatnya masing-masing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...ayo...
2023-07-10
0
Halu
kasih nama
2023-06-23
0