pagi....
Di pagi hari Li terbangun jam 5 pagi dan hanya duduk di sopa dalam kamarnya melamun kan Masa-masa dia di panti asuhan dulu.
"hmm sebaiknya aku duduk masuk ke akal kesadaran ku mempelajari buku itu"gumam Li dalam hatinya lalu duduk bersila seperti biasa
setelah masuk dalam akal kesadarannya Li mengambil Dua buku yang ada di sana dan membuka buku yang tingkat fana surgawi yang dia buka sebelumnya.
Li melihat di daftar isi buku itu tertulis Lima jurus yang di jelaskan di sampul buku itu.
Li melihat daftar isi buku tingkat langit.
"1.Jurus pelindung Tubuh Surgawi tingkat langit, 2.jurus Tendangan surgawi tingkat Langit, 3.Jurus Tangan kilat surgawi tingkat langi, 4.jurus peringan tubuh surgawi tingkat langit, 5.jurus pedang Naga surgawi tingkat langit"kata Li membaca buku itu
"hemmm sepertinya susah mempelajari buku ini tanpa dasar, sebaiknya aku keluar dulu"kata Li sambil memejamkan matanya dan kembali ke dunianya.
baru sebentar dia membaca buku itu di dunianya sudah berlalu satu jam lebih Li yang melihat jam di dinding sudah menunjukkan setengah 6 pagi, Lalu Li menuju ruang makan untuk sarapan seperti biasanya.setelah sampai ruang makan Li hanya duduk melihat pelayan yang bolak balik menyiapkan makanan di atas meja.
Setelah menunggu beberapa menit Li melihat kakeknya bersama Master zao menuju ruang makan.dan mereka langsung duduk dan asik mengobrol tanpa memperdulikan Li yang sudah ada di ruang makan yang duduk.
setelah sarapan selesai Dani dan master zao menatap Li.
"ayo berangkat.... dan ikuti aku" Kata master zao kepada Li
"Baik master" kata Li melihat master zao yang sudah berdiri
dan Li langsung mengikuti master zao dari belakang, master zao terus keluar dan berjalan keluar gerbang rumah tanpa ada yang menghalangi karena pengawal sudah tau siapa master zao, Li hanya mengikuti master zao dari belakang tanpa bertanya apapun.
Li terus mengikuti master zao dari belakang dan berjalan menuju hutan yang ada di belakang ke rumah keluarga Rettes. walaupun orang terkaya keluarga Rettes tapi Dani membangun rumah besarnya di pinggir hutan belantara di belakang rumah itu. dan di depannya hanya ada sebuah jalan menuju tidak jauh dari kota dan tanah di kanan kiri jalan itu adalah milik keluarga Rettes sehingga tidak ada rumah kecuali rumah keluarga Rettes di sana.
walaupun terdapat di dekat hutan tapi tidak lama dari sana menuju kota.
setelah sampai di tengah hutan yang jauh master zao berhenti berjalan dan Li juga ikut berhenti.
"Disinilah temlatnya"kata master zao sambil merasakan aura di tempat itu dan Master zao berbalik menatap zao.
"Kenapa harus berlatih di sini master zao" tanya Li kapada master zao
"Aku tidak akan menjelaskannya sekarang tapi aku akan mengajarimu secara langsung karena waktu kita cuma dua hari dan aku harus kembali melatih cucuku di kota Mata naga, duduk lah ikuti caraku"kata master zao sambil duduk bersila dan menaruh kedua tangannya di atas dekat lututnya dan telapak tangannya menghadap ke atas dan ibu jarinya bertemu dengan jari tengah
"Baik master"jawab Li dan mengikuti cara master zao duduk bersila berhadapan dengan Master zao
"sekarang aku akan mengajarkan cara merasakan energi tubuh, merasakan energi qi dan Energi Akal spritual. pertama tenang dan rasakan energi yang mengalir dalam tubuhmu, kalo kamu sudah merasakannya bilang padaku"kata master Zao membimbing Li
setelah beberapa saat Li yang sudah kultivasinya tingkat fana surgawi tahap 3 merasakan energi dalam tuuhnya.
"saya sudah merasakannya master"kata Li memandang master zao
"Baik untuk membuktikannya coba tinju kayu itu"kata master zao sambi menunjuk pohon yang besarnya seukuran galon air.
"Baik master" jawab Li sambil berdiri tanpa ragu meninju pohon itu.
Bammmmmm
setelah Li meninju pohon itu Li tidak merasakan sakit di tangannya dan malah pohon itu tumbang karena tinjunya, Li hanya melihat itu dengan heran.
"itu karena tingkat kultivasimu sudah di tingkat pembentukan jiwa Jadi energi tubuhmu sangat banyak"kata master zao yang masih duduk dan tidak berbalik
"Duduklah kembali"lanjut master zao
"Baik master"kata Li sambil berjalan kembali duduk di depan master zao.
"sekarang tenangkan pikiranmu dan rasakan energi di dalam tubuhmu yang sangat dalam, dan katakan kalo kamu bisa merasakannya."kata Master zao mengajarkan Li
Li duduk dengan mata terbuka dan menenangkan pikirannya dengan sangat lama baru dia bisa merasakan energi sangat dalam di tubuhnya dan Li menatap master Zao yang menutup matany.
"master aku sudah merasakannya"Kata Li kepada master zao dan tak terasa siang sudah berlalu.
"Ini.... coba kamu salurkan energi yang sangat dalam kamu. rasakan tadi ke kayu itu dan pukul kayu itu"Kata master zao melemparkan sebuah ranting kayu yang seukuran tiga atau empat jari dan menunjukkan kayu yang seukuran gelas yang berdiri kokoh
jelas pikir Li tidak mungkin memukul kayu besar itu dengan kayu yang kecil
"Baik master"kata Li sambil mengambil kayu yang di lempar master zao
Li berjalan ke arah kayu yang berdiri itu dan Li mencoba merasakan dan menyalurkan energi yang sangat dalam itu ke kayu di tangannya, dan Li langsung memukul kayu yang lebih besar dari pada kayu di tangannya.
bammmm
kayu itu langsung terpotong dan tumbang Li merasa heran lagi
"itu karena tingkat kultivasi qi mu sudah berada di tingkat pengumpulan qi tahap ketiga jadi jelas kamu mempunyai energi qi"kata master zao yang melihat itu.
"Duduk lah kembali, dan sekarang rasakan energi di kepalamu dan salurkan ke seluruh tubuhmu sedikit demi sedikit kalo sudah katakan"Kata master zao
lalu Li duduk dan terus mencoba merasakan energi di kepalanya dan mencoba menyalurkan energi itu ke seluruh tubuhnya sedikit demi sedikit. Li merasakan aneh seperti membakar tubuhnya.Li tersadar dan matahari sudah mau turun dan tenggelam.
"saya sudah merasakannya master tubuh saya dan energi dalam saya terasa bertambah setelah itu"kata Li sambil melihat master zao yang masih menutup matanya
"Bagus kamu cepat mengerti, tunggu di sini"kata master zao dan berlari menghilang dari pandangan Li
Li hanya duduk merasakan tiga energi di dalam tubuhnya
"energi apa ini" gumam Li yang semakin penasaran.
setelah beberapa saat master zao kembali membawa rusa kecil seukuran galon di atas pundaknya.
"Kamu kumpulkan kayu bakar dan tambah agar apinya membesar" kata master Zao menyuruh Li,setelah membakar beberapa kayu dan master zao pergi berlari menuju sungai dan dia memotong rusa itu, menusuknya dengan kayu yang sudah dia siapkan setelah di bersihkan, setelah mengerjakan itu master zao terjun ke sungai itu dan menangkap beberapa ikan lalu dia membersihkan dan menusuknya.
master zao kembali ke tempat Li membawa dua tusuk daging dan tusuk ikan.
"Master memang hebat" kata Li yang melihat master zao kembali dengan membawa tusukan daging dan ikan ke arahnya
"sehebatnya diriku tidak akan mampu berkembang lagi karena sudah tua"ucap master zao yang sudah di depan api unggun itu dan memberikan dua tusuk itu ke Li
Malam terus berlanjut sambil memanggang ikan dan daging rusa tidak ada yang bicara setelah itu mereka makan dan Li yang baru pertama daging itu
"Rasanya sangat hambar sekali" Kata Li yang memakan daging itu
"heehhhhhh "master zao menghela napas panjang
"kenapa master..?"tanya Li ke master. zao
"Tidak apa-apa makan lah dulu baru bicara"jawab master zao menatap Li yang di sampingnya
Acara makan malam berlangsung tanpa ada yang bicara satu katapun dari mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Sippp...
2023-07-10
0