Sore.......
sore itu Li terbangun oleh ketukan pintu seseorang, setelah Li cuci muka baru dia keluar membuka pintu, di depan pintu seperti biasa pengawal menunggu untuk menunjukkan apa yang akan Li lakukan.
"Tuan muda, ketua memanggil anda ke lapangan depan kediaman"kata pengawal itu sambil menunduk memberi hormat
"Baiklah tunjukkan jalannya"Perintah Li ke pengawal itu
Li mengikuti pengawal itu sampai keluar rumah dan di lapangan itu terlihat hampir seribu lebih orang karena lapangan depan rumah mewah itu luasnya hampir 10 lapangan bola.
Li masih mengikuti pengawal itu setelah melihat kakeknya, Li menuju kakeknya dan berdiri tepat di samping kanan kakeknya. melihat Li datang dan Dani tersenyum-senyum, Dani tersenyum karena cucunya Li masih saja memakai pakaian kemarin, saat pertama kali datang.
"Baiklah Kalian semua perkenalkan Ini cucuku Li chang Rettes dan anak majikan kalian yang lama, setelah mengingat kejadian yang menimpa kita waktu itu, aku tidak akan mengulanginya kembali dan mengasingkan cucuku ini paham kalian."kata Dani dengan tegas
"paham ketua, selamat datang tuan muda" jawab semua orang yang ada di lapangan itu.
"Baiklah seperti yang kamu lihat mereka semua mempunyai baju yang berbeda-beda kamu pasti bingung apa yang mereka lakukan disini, pertama di belakang semua orang ini semuanya pengawal-pengawal keluarga Rettes"ucap Dani sambil menunjukkan pengawal-pengawal yang sangat banyak di lapangan itu.
"eits tunggu dulu, jangan kira pengawal keluarga kita cuma segini, setidaknya di seluruh Negara Mekar Sejati ini ada sekitar 15.000 lebih pengawal keluarga kita"ucap Dani pada Li, Li hanya mengangguk dan membenarkannya, karena Li gak mau berlama-lama melihat mereka seperti orang yang bengis siap memakan orang kapan saja.
"Trus yang di sebelah Kanan kita ini Para direktur perusahaan kita, dari berbagai jenis pekerjaan"ucap Dani menunjuk ke semua orang di kanannya, Setidaknya ada sekitar 20 direktur dari perusahaan Di kota ini.
"salam tuan muda "ucap para direktur itu serempak tidak ada di antara direktur itu berani macam-macam dengan keluarga Rettes.jadi mereka tidak ada di antara direktur itu berani korupsi si setiap perusahaan yang mereka pimpin.
"Dan ini sebelah kiri kita ini pengawal pribadi kakek"ucap Dani menunjuk sepuluh orang di sebelah kirinya
"salam tuan muda"ucap pengawal pribadi itu serempak.
"Dan sekian perkenalannya, Maaf karena saya bukan tidak mau memberi tau nama kalian masing-masing, karena itu akan memakan waktu yang lama bagi kalian yang ingin menjalankan aktivitas selanjutnya, sebaiknya nanti kalo ketemu cucuku lebih baik kalian sebutkan nama dan pekerjaan, paham semua" kata Deni tegas kepada mereka semua
"paham ketua" ucap semua orang yang ada di sana
Setelah itu Deni masuk bersama Li dan pengawal Deni selalu mengikuti dari belakang, mereka menuju ruang keluarga.
"kalian bisa duduk dimana tempat yang kalian inginkan"Ucap deni sambil melihat pengawal pribadinya itu
"siap ketua" jawab 10 pengawal itu dengan serempak bukan mereka para pengawal bukan tidak berani menolak, malah mereka takut kalo menolak ucapan ketuanya itu.Dan seperti biasa orang yang menolak ucapan Dani langsung di usir tidak di butuhkan lagi.
setelah Deni duduk dan Li duduk saling berhadapan Deni tertawa sejadi-jadinya
"kenapa kakek tertawa...?" tanya Li dengan penasaran karena kakeknya ketawa melihatnya.
"Baju mu Mau kamu pakai sampai kapan...?" Dani balik bertanya ke Li
"Emang ya... aku punya kakek udah pikun, di kamar kosong itu jangankan baju nyamuk aja gak ada di sana" jawab Li memandang kesal kepada kakeknya
"emmmmmm"pikir Dani sambil memikirkan sesuatu.
"Tunggu sebentar"Lalu Dani menelpon seseorang dan beberapa detik telpon di angkat.
"Bawa semua kartu Bank itu keruang tamu sekarang"Kata Dani di telpon.
setelah menunggu untuk yang lama datang seorang wanita yang umur 25 tahun lebih menuju meja dengan kotak yang agak besar dan meletakkan semua kartu bank dengan wajah seperti bidadari dan tubuh seperti putri langsing, para pengawal itu menelan ludah walaupun sudah lama mengenalnya.Li yang melihat wanita itu tidak tertarik sama sekali, tapi setelah lama wanita itu duduk di dekat Dani membuat Li terlihat mukanya kesal.
"Eeeeemmmmmm Tua-tua masih kuat juga ya"ucap Li sambil memandang kakeknya.
"ehhh bocah ngomong apa kamu tadi"bentak wanita itu
"Sudah... sudah Kalian berdua itu sama keras kepalanya gak akan ada yang menang kalo berdebat disini"ucap Dani kepada Li dan wanita cantik itu.
"ini kenalin cucu kakek yang pernah Aku bilang padamu dulu dan ini kenalin adik angkat ibumu dulu sebelum meninggal"kata Dani memandang bolak balik ke duanya.
"Halo keponakan kurang ajar nama saya Riska"kata Riska yang duduk di dekat Dani sambil menjulurkan tangannya ke arah Li
"Hai Bibi cantik nama saya Li chang Rettes" senyum licik terpancar dari wajah Li saat tangannya ingin menggapai tangan Riska dan Dani menunduk mencium tangan Riska berulang kali, Riska yang tidak pernah tangannya di cium sama siapapun merasa geli dan langsung ingin menampar Li dengan tangan kirinya tapi bukan Li namanya karena dia juga sering belajar beladiri di sekolah dan di panti asuhan dulu jadi dia menangkap pergelangan tangan Riska dengan tangan kirinya dan Li masih saja mencium-cium tangan Riska tidak mau berhenti.
ppukkkkk
kepala Li di pukul dari atas dan gak tau siapa yang melakukan itu
"sudah cucu mesum" ucap Dani sambil menarik Rambut Li
"aduh aduhkkk Sakit kek ampun"Ucap Li melihat tangan kakeknya di atas kepalanya
"cucu mesum bibi sendiri mau di embat, minta maaf sama bibi mu" ucap Deni menghela napas
"maaf bibi Riska yang cantik"ucap Li dengan menunduk tapi tersenyum-senyum
"emmm oke untuk kali ini aku maafin tapi lain kali"ucap Riska sambil tangannya seperti gunting.
"sudah.. sudah... Itu di kotak itu ada banyak kartu dan semuanya masih bisa di pakai, kartu kakek, ibumu, ayahmu, dan ada kartumu sendiri di sana, sudah lama Tapi selalu di perbarui oleh Pihak bank, jadi kamu pilih sendiri, masalah pin nya tanggal lahir kamu dan di akhiri 2020 itu kode pin nya semua"ucap Dani sambil menunjuk mana kartu bank miliknya, kartu orang tuanya Li dan kartu milik Li sendiri
"emang kakek gak punya kartu kredit yang warna Hitam, Coklat, Emas atau warna lainnya..?" tanya Li ke kakeknya
"pinter juga kamu ya, kirain cucuku bodoh"ucap Dani sambil merogoh kantong besarnya dan mengeluarkan hampir 30 lebih kartu kredit di kantongnya yang dari warna hitam, coklat, gold dan ada warna silver sebagian, Dani meletakkannya di atas meja bersamaan dengan kartu bank biasa itu.
"emmm banyak bener buatku semua ini kek"ucap Li seolah buat dia semuanya kartu yang ada di atas meja
"kamu pengen semua itu...?"tanya Dani sambil memandang Li
"Siapa yang tidak mau, hanya orang gila yang tidak mau semua ini"ucap Li dengan gampangnya menjawab kakeknya
"oke. lakukan 5 syarat ini makan semua yang di atas meja ini milikmu" ucap Dani sambil menunjuk kartu itu.
"apa syaratnya kek...?"tanya Li dengan penasaran
"Pertama kamu tidak boleh kuliah selama 1 tahun dan diam di rumah ini belajar bela diri nanti kakek akan mencari kan guru yang hebat,
kedua kamu harus mempunyai setidaknya 10 pengawal pribadi yang kekuatannya 1 orang bisa mengalahkan 20 orang,
ketiga kamu harus bisa mengalah kan kakek setelah 1 tahun berlatih bela diri.
keempat jalankan sendiri para pengawal mu dan perintahkan melakukan misi nanti setelah 1 tahun
kelima jangan menyentuh wanita atau meniduri wanita sebelum selesai kuliah
Paham gak"ucap Dani panjang lebar
"paham kek" ucap Li berbinar memandangi kakeknya.
" Dan untuk sekarang kamu hanya boleh memegang kartumu sendiri"ucap dani sambil memilih dan memberikan 2 kartu ke Li
"itu sudah cukup untukmu, kartu itu sudah di isi sejak kamu lahir sampai sekarang, setidaknya berapa triliun isi satu kartu itu" ucap Dani menatap Li dengan senyum.
"Terima kasih kek"ucap Li
"ini sudah sangat malam, kalo begitu kamu belanja besok pagi aja, pakai aja baju tidur dulu"ucap Dani sambil melihat jam tangannya.
"Baik kek"ucap Li
Tidak ada sifat iri Riska kepada Li karena Riska sudah sangat bersyukur bisa tinggal dengan kakak angkatnya sebelum pergi, Dani, Li dan Riska menuju ruang makan dan makan malam bersama dengan para pengawal yang dari tadi menunggu mereka selesai bicara.
Dani Rettes selalu menganggap semua pegawainya sama seperti keluarganya sendiri dan mau pembantu atau apapun itu pekerjaannya selama ada di lingkungan perumahan Dani, selalu Dani anggap mereka keluarga sendiri.
setelah acara makan selesai merek balik ke kamar masing masing karena waktu sudah menunjukkan hampir jam 10 malam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Nice....
2023-07-10
0